PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
Analisis Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran PBL dan Pendekatan RME Berbantuan Prezi Presentation pada Materi SPLTV
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan Prezi Presentation dengan siswa yang mengikuti pembelajaran Pendekatan saintifik pada siswa kelas X SMA N 2 Semarang pada materi SPLTV. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan subjek penelitian adalah kelas X-IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA1 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan Model pembelajaran Problem Based Learning Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan Prezi Presentation, sedangkan kelas kontrol diberikan pembelajaran hanya menggunakan pendekatan saintifik. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika yang kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik uji one sample t tes dan independent sample t test. Hasil analisis uji banding menunjukkan nilai sig 2,1% < 5% sehinggaada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model pembelajaran PBL Melalui Pendekatan RME berbantuan Prezi Presentation dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik saja. Hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan Model pembelajaran PBL Melalui Pendekatan RME berbantuan Prezi Presentation lebih baik dari pembelajaran melalui pendekatan saintifik.
Keefektifan Pair Checks Berbasis Karakter Islami Terhadap Hasil Belajar Materi Segitiga dan Segiempat Siswa MTs
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan pelajar Indonesia dalam pelajaran matematika berdasarkan pemeringkatan Programme for International student Assessmen (PISA) tahun 2012, menunjukkan bahwa literasi matematika siswa Indonesia sangat rendah. Hal tersebut disebabkan oleh pemahaman siswa yang kurang terhadap materi yang diajarkan. Siswa kesulitan dalam mengerjakan soal aplikasi rumus segitiga dan segiempat sehingga hasil belajar siswa belum maksimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah faktor dari dalam diri siswa. Percaya diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar juga karena sikap percaya diri berasal dari masing-masing siswa. Di dalam Ali Imran ayat 139 terdapat perintah bagi umat manusia untuk percaya diri. Subyek penelitian adalah kelas VII MTs. Miftahul Huda Jepara dengan jumlah 50 orang. Siswa yang diambil untuk penelitian duduk pada jenjang kelas yang sama dan pembagian kelas menggunakan sistem acak, karena jumlah populasi terbatas maka teknik pengambilan sampel yang dilakukan oleh penulis adalah sampling jenuh. Dalam penelitian ini sebagai kelas eksperimen yaitu siswa kelas VIIb yang berjumlah 25 siswa dikenai pembelajaran pair checks berbasis karakter islami, dan kelas kontrol yaitu siswa kelas VIIa yang berjumlah 25 siswa dikenai pembelajaran sinektik berbasis karakter islami. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran pair checks berbasis karakter Islami efektif dapat meningkatkan hasil belajar materi segitiga dan segiempat.
Efektivitas Pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemecahan masalah merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji efektivitas pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa; dan (2) menganalisis pemecahan masalah siswa berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan desain concurrent embedded. Pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah materi turunan dan pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara berdasarkan hasil pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TAPPS efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Siswa kelompok bawah melakukan pemecahan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah, adapun pada masalah dengan tingkat kesulitan sedang, siswa kesulitan dalam membuat rencana dan melaksanakan rencana, kemudian pada masalah dengan kesulitan tinggi siswa tidak mampu memahami masalah dan tidak membuat rencana tetapi membuat pelaksanakan rencana tetapi sebatas try and error. Siswa kelompok tengah memecahkan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah dan sedang, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa kesulitan dalam membuat rencana dan melaksanakan rencana sehingga membuat kesimpulan yang tidak sesuai. Siswa kelompok atas memecahkan masalah dengan baik pada setiap masalah yang diberikan, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa tidak menuliskan rencana yang digunakan tetapi mampu memecahkan masalah dengan baik.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN DISPOSISI MATEMATIS BERDASARKAN TINGKAT BERPIKIR GEOMETRI PADA MODEL PBL PENDEKATAN VAN HIELE
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis tiap tingkat berpikir geometri pada model PBL pendekatan Van Hiele. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kualitatif dan kuantitatif tipe concurrent triangulation. Teknik pengambilan sampel penelitian kuantitatif yaitu simple random sampling dimana penelitian mengunakan satu kelas eksperimen dengan model PBL pendekatan Van Hiele dan satu kelas kontrol dengan pembelajaran ekspositori. Teknik pemilihan subyek penelitian kualitatif yaitu non-probability sampling, dimana pengambilan subyek berdasarkan tingkat berpikir geometri Van Hiele. Model PBL pendekatan Van Hiele efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis. Kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis tiap tingkat berpikir geometri Van Hiele bervariasi. Peserta didik tingkat 0 (visualisasi) kurang mampu memahami masalah. Peserta didik tingkat 1 (analisis) dapat memahami masalah tapi tidak dapat menyusun rencana penyelesaian dengan baik. Peserta didik tingkat 2 (deduksi informal) dapat memahami, menyusun rencana, melaksanakan rencana pemecahan masalah dengan baik tapi tidak dapat mengecek hasil. Peserta didik tingkat 3 (deduksi) dapat memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan mengecek hasil dengan baik. Disposisi matematis secara keseluruhan pada tiap tingkat berpikir geometri dengan model PBM pendekatan Van Hiele termasuk pada kategori tinggi.
Keefektifan Pembelajaran Kooperatif TSTS dengan Bermain Peran Terhadap Kemampuan Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran TSTS dengan Bermain Peran efektif terhadap kemampuan literasi matematika siswa kelas XI MIA MAN 2 Kudus pada materi barisan dan deret. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA MAN 2 Kudus tahun pelajaran 2016/2017. Dalam penelitian ini dipilih dua kelas sampel yaitu kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model TSTS dengan Bermain Peran dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol yang menggunakan pendekatan scientific. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi dan TKLM. Analisis data akhir menggunakan uji rata-rata, uji perbedaan dua rata-rata, uji proporsi dan uji perbedaan dua proporsi. Hasil analisis data akhir diperoleh bahwa: (1) rata-rata kemampuan literasi matematika siswa pada kelas eksperimen mencapai KKM individual; (2) rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol; (3) proporsi siswa pada kelas eksperimen mencapai KKM klasikal; dan (4) proporsi siswa pada kelas eksperimen yang mencapai KKM lebih baik dari pada kelas kontrol. Simpulan yang diperoleh adalah pembelajaran TSTS dengan Bermain Peran efektif terhadap kemampuan literasi matematika siswa kelas XI MIA MAN 2 Kudus pada materi barisan dan deret.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII Berdasarkan Gaya Belajar dalam Model Knisley
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan pemhaman konsep siswa ditentukan oleh gaya belajar yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian ketuntasan klasikal dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika Knisley dibandingkan kelas ekspositori serta deskripsi kemampuan pemahaman konsep siswa berdasarkan gaya belajarnya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 37 Semarang tahun pelajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dan desain sequential explanatory. Pemilihan Sampel dengan cara random sampling. Pengambilan subjek dipilih sebanyak 8 siswa. Hasil penelitan adalah 1) keterlaksanaan model pembelajaran matematika Knisley terhadap kelas eksperimen tergolong sangat baik, 2) kemampuan pemahaman konsep kelas eksperimen mencapai ketuntasan klasikal 75%, 3) kemampuan pemahaman konsep siswa kelas eksperimen lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep siswa kelas kontrol, 4) siswa dari kelompok gaya belajar kinestetik memenuhi semau indikator kemampuan pemahaman konsep, kelompok gaya belajar visual dan visual-auditorial baru memenuhi sebagian indikator kemampuan pemahaman konsep, namun kelompok gaya belajar auditorial tidak memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman konsep.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa dalam Problem Based Learning (PBL)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) deskripsi kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari gaya belajar dalam PBL dan (2) keterkaitan PBL dengan kemampuan penalaran matematis. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Batang tahun 2015/2016, yang dipilih dari masing-masing tipe gaya belajar. Gaya belajar menurut modalitasnya dibagi menjadi tiga kelompok gaya belajar yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Pemilihan subjek penelitian ini dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket gaya belajar, tes kemampuan penalaran matematis, dan wanwancara. Analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi, verifikasi, triangulasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kelas VIII E didominasi siswa tipe gaya belajar auditorial, (2) siswa tipe gaya belajar visual memiliki tingkat penalaran matematis cukup, (3) siswa tipe gaya belajar auditorial memiliki tingkat kemampuan penalaran matematis cukup, (4) siswa tipe gaya belajar kinestetik memiliki tingkat penalaran matematis cukup, dan (5) seluruh indicator kemampuan penalaran matematis dapat terpenuhi dalam PBL apabila seluruh fase-fase PBL dilaksanakan dengan baik.
Penerapan Model Pembelajaran Konvensional Berbantu Media CD Interaktif dan TGT Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar pada penerapan model pembelajaran konvensional dengan media CD Interaktif dan model pembelajaran TGT, manakah yang lebih efektif, model pembelajaran konvensional dengan media CD Interaktif atau TGT dan bagaimana ketuntasan belajar klasikal pada kelas yang diberi penerapan model pembelajaran konvensional dengan media CD Interaktif dan TGT. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas SMP Negeri 18 Halmahera Utara tahun pelajaran 2014/2015 dan sampelnya adalah siswa kelas VIII. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif. Metode yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dokumentasi, tes, wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan pada rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan media CD Interaktif dan yang menggunakan model pembelajaran Teams Games and Tournament, (2) Rata-rata prestasi belajar yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan media CD Interaktif lebih baik daripada dengan model pembelajaran TGT, dan (3) Ketuntasan belajar pada kelas eksperimen 1 (model pembelajaran konvensional dengan media CD Interaktif) mencapai 93%, dan pada kelas kontrol (model pembelajaran konvensional) mencapai 87%. Diharapkan hasil penelitian nantinya menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan guru matematika di SMP/ MTs dapat menggunakan beberapa cara yang berbeda dalam memberikan materi kepada siswa, antara lain dengan menggunakan model atau metode pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan materi yang hendak disampaikan guna menciptakan siswa yang aktif dan berprestasi.
Implementasi Penerapan Kurikulum KKNI Program Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Komputerisasi Ditinjau dari Faktor Usia
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pengimplementasian kurikulum KKNI pada program studi pendidikan matematika terhadap konsep dan keterampilan komputerisasi ditinjau dari faktor usia. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan matematika di kota Semarang. Sampel diperoleh dengan cara stratified cluster random sampling. Instrumen untuk pengumpulan data adalah tes hasil belajar dan tes keterampilan komputer. Tehnik analisis data menggunakan MANOVA satu jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hipotesis, hasil dapat disimpulkan terdapat perbedaan di dalam penguasaan konsep dan tidak dapat perbedaan di dalam keterampilan komputerisasi.
Aktivitas Pembelajaran Matematika yang Dapat Melatih Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi tantangan dunia global. Proses pembelajaran di kelas memiliki peran besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Namun demikian, kemampuan berpikir tingkat tinggi bukan merupakan dampak langsung dari suatu proses pembelajaran. Kemampuan ini terbangun melalui lingkungan pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk mendayagunakan kemampuan berpikir tingkat tingginya. Oleh karena itu, kemampuan berpikir tingkat tinggi harus dilatih dan dikembangkan melalui pembelajaran di kelas. Aktivitas siswa dalam pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut adalah: (1) berbagi ide matematika melalui diskusi kelompok; (2) mengidentifikasi dan merumuskan hal-hal penting dari masalah; (3) penyelidikan dan pemecahan masalah; (4) mengkomunikasikan hasil pemecahan masalah; (5) mengevaluasi hasil dan menarik kesimpulan. Sementara itu, aktivitas guru yaitu: (1) menyajikan masalah; (2) mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar; (3) memberikan scaffolding (bantuan) selama proses penyelidikan hingga pada tahap penarikan kesimpulan; dan (4) menggunakan pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi.