cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Upaya Pengembangan untuk Capaian Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam menentukan maju atau mundur suatu bangsa. Dengan ini pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan generasi bangsa yang nantinya mampu menyeimbangi lajunya perkembangan ilmu pengetahuan, baik itu dibidang matematika dan lainnya. Matematika adalah alat penting bagi siswa saat mereka menghadapi masalah dan tantangan dalam aspek pribadi, pekerjaan, masyarakat, dan aspek ilmiah dalam kehidupan mereka. Dengan demikian siswa dituntut untuk kemampuan dan keterampilan dalam bidang matematika. Salah satu kemampuan yang terlibat yaitu kemampuan literasi matematika. Dimana kemampuan literasi matematika yang dimiliki harus mengalami perkembangan untuk mencapai literasi matematika yang baik. Hal ini mengakibatkan tantangan bagi siswa untuk selalu mengeksplor kemampuan literasi matematika. Terkait dengan permasalahan yang ada, makalah ini akan menjawab beberpa hal yang berkaitan dengan pengembangan dan capaian literasi matematika. Lebih fokusnya akan menjawab pertanyaan mengenai upaya pengembangan untuk capaian literasi matematika yang diinginkan.
Representasi Matematis dalam Pemecahan Masalah
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangatlah penting dan perlu diperhatikan tiap-tiap individu. Namun dalam proses pemecahan masalah matematika diperlukan adanya komunikasi matematika. Komunikasi membantu untuk merepresentasikan suatu permasalah yang ada agar dapat dicari sebuah solusi yang tepat. Representasi sangat berhubungan dengan pemecaan masalah. Reperesentasi membantu mengkomunikasikan ide-ide matematika dari abstrak ke konkrit. Hal tersebut sangat mempengaruhi pemecahan masalah matematik yang umumnya berbentuk abstrak. Selain itu representasi yang tepat merupakan dasar untuk memahami suatu masalah guna membuat rencana dalam memecahkan masalah tersebut.
Kemampuan Penalaran Matematis dalam Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika salah satunya agar peserta didik memiliki kemampuan menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Penetapan kemampuan penalaran sebagai tujuan dan visi pembelajaran matematika merupakan sebuah bukti bahwa kemampuan penalaran sangat penting untuk dimiliki siswa. Salah satu strategi penalaran matematis dalam pembelajaran matematika terdapat dalam model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Hal ini disebabkan karena dalam model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) menekankan kemampuan berpikir siswa untuk menghubungkan, mengorganisasikan, mendalami, mengelola, dan mengembangkan informasi yang didapat. Dengan adanya model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dalam pembelajaran matematika.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran PACE
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penalaran adalah alat utama dan terus menerus yang digunakan ketika mencoba untuk memahami matematika atau untuk memecahkan masalah dalam matematika, sehingga kemampuan penalaran matematis ini sangat penting dimiliki oleh siswa untuk memahami materi matematika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa yaitu model pembelajaran PACE (Project, Activity, Cooperative Learning, Excersice). Model PACE merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa lebih kreatif dan aktif karena pada model ini siswa dituntut untuk membuat proyek lalu aktivitas dimana siswa dikenalkan terhadap informasi atau konsep-konsep yang baru melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) dan didiskusikan bersama teman sekelompoknya melalui pembelajaran kooperatif setelah itu diberikanlah latihan untuk memperkuat konsep-konsep yang telah dikonstruksi pada tahap aktivitas dan pembelajaran kooperatif dalam bentuk penyelesaian soal-soal diharapkan juga siswa dapat mempresentasikan proyeknya tersebut, sehingga pada fase itu siswa diharapkan dapat melatih kemampuan penalaran matematisnya dalam pengerjaan proyeknya.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Fostering Communities of Learners
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan matematika kontemporer berfokus pada pemikiran dan kerja matematis. Matematika mendorong siswa berpikir dan bekerja secara matematis melalui keterlibatan siswa dengan tugas, masalah, dan investigasi. Salah satu kategori berpikir dan bekerja secara matematis adalah pemecahan masalah. Pemecahan masalah menyiratkan suatu proses di mana siswa menggabungkan elemen pengetahuan, teknik, keterampilan dan konsep yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada penyelesaian masalah yang bersifat tidak rutin. Kegiatan utama model pembelajaran Fostering Communities of Learners (FCL) adalah aktivitas penelitian yang berfokus pada keaktifan diri dan lingkungan belajar yang reflektif. FCL mendukung siklus kegiatan research-share-perform. Pembelajaran model FCL diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Berpikir Kritis Matematis dan Kepercayaan Diri Siswa Ditinjau dari Adversity Quotient
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang terus berkembang menuntut menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi agar mampu berpikir kritis, kreatif, sistematis dalam memecahkan masalah serta memiliki akhlak yang baik. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan abad 21 yang harus dimiliki siswa untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Dalam TIMSS 2015 kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan matematis harus diiringi dengan aspek psikologi untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswa. Karena kepercayaan diri menurut TIMSS yaitu memiliki matematika yang baik, belajar matematika dengan pantang menyerah dan menunjukkan rasa yakin terhadap kemampuan matematika yang dimilikinya. Adversity Quotient merupakan kecerdasan dalam menghadapi kesulitan. Adversity Quotient diperlukan untuk menentukan kesuksesan individu. Adversity Quotient terbagi menjadi tiga jenis yaitu The Quitter, The Camper dan The Climber. Oleh karena itu tujuan dari penulisan kajian ini adalah untuk memaparkan kaitan kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri berdasarkan Adversity Quotient siswa.
Peran Skema Penulisan Definisi, Teorema dan Bukti dalam Kemandirian Belajar Membuktian Aljabar Abstrak dengan Pendekatan Top-Down
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran skema penulisan definisi, teorema dan bukti dengan pendekatan top-down untuk mempelajari struktur pembuktian aljabar abstrak (termasuk praktik validasi bukti) yang bertujuan untuk menyediakan semua aspek dari proses pembuktian dalam membangun kemandirian belajar mahasiswa melalui pendekatan Top-Down. Dengan memeriksa skema penulisan bukti dalam proses pembuktian sebagai studi kasus berbasis penelitian, melalui tugas menuliskan skema definisi dan teorema kemudian dua kali tugas menuliskan bukti dari 4 soal Grup yang sama dan wawancara yang dilakukan pada mahasiswa pendidikan matematika dengan analisis deskriptif. Hasil tugas menunjukkan 3 pola skema menuliskan isi definisi dan teorema: pola 1 sebanyak 32 %, pola 2 sebanyak 10%, dan pola 3 sebanyak 23%, selebihnya 65 % mahasiswa menuliskan dengan skema yang tidak terpola dikarenakan belum memahami ide kunci yang terkandung dalam definisi dan teorema. Hasil tugas pembuktian pertama dari soal yang dikerjakan menunjukkan kecenderungan menuliskan komponen bukti tanpa makna, dengan skema yang belum logis. Kecenderungan hasil wawancara pada 4 mahasiswa secara acak mahasiswa mampu menuliskan isi definisi dan teorema dikarenakan ditulis dalam pernyataan pendek dan dalam penyataan implikasi. Sedangkan kecenderungan pembuktian yang harus ditulis tidak hanya sekedar pernyataan yang diketahui dan ditanyakan akan tetapi perlu menuliskan penjabaran yang diketahui dengan menyambungkan definisi dan teorema yang mendukung agar diperoleh kesimpulan. Profil kemandirian belajar dalam pemecahan masalah pembuktian mahasiswa masih mengandalkan contoh bukti teorema, contoh pembuktian pada buku, mahasiswa masih terkurung dari contoh dan konsep awal yang dimiliki sebelumnya, serta lemahnya pemahaman tentang isi himpunan yang berperan sebagai property suatu proses pembuktian.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa pada Pembelajaran Problem Based Learning dengan Tinjauan Gaya Belajar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi matematika ditinjau dari gaya belajar siswa. Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan atau memperkirakan suatu fenomena. Terdapat tujuh komponen kemampuan yang terdapat dalam literasi matematis yaitu (1) komunikasi, (2) matematisasi, (3) menyajikan kembali, (4) menalar dan memberi alasan, (5) menggunakan strategi pemecahan masalah, (6) menggunakan simbol, bahasa formal dan teknik, (7) menggunakan alat matematika. Hasil kajian diperoleh bahwa diprediksi pembelajaran problem based learning dengan tinjauan gaya belajar merupakan pembelajaran yang efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika.
Pentingnya Fast Feedback Terhadap Komunikasi Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan literasi merupakan indikator paling penting dalam meningkatkan prestasi siswa. Penguasaan literasi harus menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. Literasi matematika adalah kekuatan untuk mengunakan pemikiran matematika dalam pemecahan masalah sehari-hari agar lebih siap menghadapi tantangan kehidupan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Programme for Interantional Student Assessment (PISA), menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia masih rendah, Indonesia berada dibawah rata-rata Internasional. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa yaitu dengan meningkatkan kompetensi yang diperlukan dalam literasi matematika. Salah satu kompetensi yang diperlukan yaitu kemampuan komunikasi matematika. Kemampuan komunikasi matematika siswa dapat ditingkatkan dengan pemberian latihan yang memadai dalam melatih komunikasi siswa. Selain itu, pemberian umpan balik cepat (fast feedback) juga penting diberikan oleh guru pada saat mengoreksi tugas siswa yaitu dengan memberikan informasi tambahan berupa penjelasan letak kesalahan atau memberikan motivasi secara verbal/tertulis. Melalui fast feedback, siswa dapat mengoreksi kemampuan diri sendiri, dengan kata lain fast feedback dapat digunakan sebagai sarana korektif terhadap kemajuan siswa itu sendiri. Oleh karena melalui latihan serta fast feedback yang diberikan, komunikasi matematika siswa dapat terlatih, sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika.
Penggunaan Modul Agito dalam Pembelajaran Matematika SMA/SMK untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki abad ke-21 kehidupan umat manusia berkembang dengan pesat dan menjadi lebih komplek. Butuh banyak kemampuan agar selalu dapat bersaing dengan yang lainya. Kemampuan itu dikenal dengan kemampuan abad ke-21 yang disebut kemampuan 4C (Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation, Communication, Collaboration). Untuk menguasi kemampuan tersebut matematika menjadi salah satu solusi melalui literasi matematika dan pemecahan masalah. Literasi matematika dan pemecahan masalah memberikan kesemapatan bagi siswa untuk menumbuhkan setiap kemampuan abad ke-21 melalui proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran ini berkembang banyak sekali sarana belajar yang menggunakan perkembangan teknologi. Salah satunya adalah modul Agito. Modul ini adalah modul berbasis website yang yang menggunakan tahapan-tahapan pembelajaran berbasis masalah. Modul Agito menggunakan media film pendek untuk memperkenalkan permasalahan sehari-hari yang akan menjadi dasar dalam pemecahan masalah.