PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Peer Tutoring Cooperative Learning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan siswa untuk mengaitkan peristiwa/kejadian dalam kehidupan sehari-hari, dengan pelajaran lain dan mengkaitkan antar konsep dalam matematika itu sendiri. Indikator untuk mengukur kemampuan koneksi matematis menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) diantaranya: kemampuan mengaitkan antartopik dalam matematika, antara matematika dengan disiplin ilmu lain dan antara matematika dengan kehidupan (NCTM, 2000). Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa yaitu dengan menerapkan Model Pembelajaran Peer Tutoring Cooperative Learning (PTCL). Model Pembelajaran PTCL merupakan model pembelajaran yang menuntut seorang peserta didik mampu mengajar pada peserta didik lainnya dengan cara aktif berdiskusi atau mengerjakan tugas-tugas kelompok yang diberikan oleh guru (Silbermean, 2006). Thalib (2013) Melaporkan bahwa pembelajaran dengan PTCL dapat mendorong belajar mandiri dan membantu mengembangkan rasa percaya diri karena pembelajaran tersebut melibatkan siswa secara aktif, partisipasi aktif tersebut menjadi tempat bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan koneksi matematis, sehingga proses penerimaan atau pemahaman materi pelajaran benar-benar merupakan hasil interaktif aktif antar siswa itu sendiri. Dengan demikian, Model Pembelajaran PTCL ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa..
Pengembangan Bahan Ajar Trigonometri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum tersedianya bahan ajar yang valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa. Pengembangan bahan ajar ini merupakan Research and Development Approach dengan menggunakan model 4-D yang kemudian disederhanakan dengan mengubah dari empat tahap (4-D) menjadi tiga tahap (3-D). Pengembangan bahan ajar ini dilakukan mulai dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan dengan penilaian oleh para ahli, diantaranya ahli pendidikan dan ahli matematika.
PBL Berbantuan Framon Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VII H SMP N 10 Semarang Tahun 2018
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar peserta didik kelas VII H SMP N 10 Semarang melalui model PBL berbantuan framon pada materi pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Pelaksanaan tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas VII H SMPN 10 Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, jurnal dan tes. Teknik analisis data terdiri atas data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah meningkat dengan persentase ketuntasan klasikal 22% pada pra siklus, 62,5% siklus I, dan 78,13% pada siklus II. Hasil pengamatan terhadap motivasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dengan kriteria 30% pada pra siklus, 52,5% siklus I, dan 74% pada siklus II. Simpulan yang diperoleh adalah kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar peserta didik melalui model pembejaran PBL berbantuan framon materi pecahan peserta didik kelas VII H meningkat. Saran dari penelitian ini adalah model pembelajaran PBL berbantuan framon dapat menjadi salah satu alternatif bagi guru dalam membelajarkan materi pecahan.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dan Percaya Diri Siswa Kelas VII SMPN 39 Semarang Melalui PBL Berbantuan Kartu Masalah
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran matematika SMPN 39 Semarang diperoleh bahwa permasalahan pembelajaran matematika di kelas VII adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal cerita dan siswa cenderung tidak percaya diri mempresentasikan hasil kerjanya. Salah satu model pembelajaran yang cukup efektif dalam mengatasi permasalahan dalam matematika adalah PBL (Problem Based Learning). Kartu masalah merupakan media yang menyajikan permasalahan dalam bentuk kartu bergambar yang unik untuk menarik perhatian siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek Penelitian adalah 32 siswa kelas VII A SMP Negeri 39 Semarang Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan tes. Teknik tes yang digunakan peneliti berupa tes uraian. Kriteria keberhasilan dalam PTK ini adalah 1) rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ; 2) minimal 75% siswa memperoleh nilai kemampuan pemecahan masalah matematika ; 3) siswa mempunyai sikap percaya diri “tinggi†atau “sangat tinggiâ€. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siklus satu dengan rata-rata 71,875 dan ketuntasan kelas sebesar 62,50% kurang dari syarat indikator keberhasilan yang diharapkan sebesar 72, sementara siklus dua rata-rata meningkat menjadi 76,875 dengan ketuntasan kelas sebesar 78,125% memenuhi indikator keberhasilan yang diharapkan dalam penelitian ini. Sikap percaya diri siswa pada siklus satu dan siklus dua berkriteria tinggi, namun rata-rata persentasenya mengalami peningkatan dari siklus satu sebesar 75,36% meningkat menjadi 78,65% pada siklus dua.
Kreativitas Matematis Siswa Pada Pembelajaran Discovery Learning Dengan Media Berbasis Android Studio
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Guru memiliki perananpenting demi tercapainya kegiatan pembelajaran di sekolah. Penggunaan media dan model Pembelajaran menentukan tercapainya pembelajaran yang dilakukan guru. Model pembelajaran Discovery Learningmemberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi ini merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat didukung dengan media pembelajaran. Handphone/smartphone sebagai salah satu produk alat telekomunikasi terkini dan ter-update di tengah kemajuan era globalisasi teknologi komunikasi dan informasi memiliki fenomena tersendiri bagi dunia pendidikan khususnya bagi guru dan siswa. Handphone (Hp)/mobile phone/telepon selular/smartphone menggunakan Open sistem operasi open source yaitu sebuah sistem operasi dengan sumber terbuka yang memungkinkan para user untuk mengembangkannya secara terbuka, salah satunya Android.Aplikasi yang digunakan untuk media pembelajaran discovery learning adalah Android Studio. Android Studio dipilih karena memiliki banyak fitur yang memudahkan para pembuat program. Selain memiliki banyak fitur, Android Studio juga memiliki banyak library yang sudah siap untuk digunakan. Implementasi Discovery Learning, memberi kesempatan siswa untuk menjadi problem solver,scientis, historin, atau ahli matematika. Pengembangan Android Studio sebagai media pembelajaran discovey leraning dapat meningkatkan kreativitas matematis siswa.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model DL Berbantuan Kartu Domino Materi Operasi Bilangan Pecahan Kelas VII
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu siswa masih rendah. Terlihat dari siswa yang kesulitan dalam mengerjakan soal matematika yang berbeda dari contoh yang diberikan guru dan kurang aktif dalam mencari referensi untuk menyelesaikan soal latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu siswa kelas VII SMPN 22 Semarang pada materi operasi bilangan pecahan melalui model DL berbantuan Kartu Domino. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas VII E SMPN 22 Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu siswa meningkat dari siklus satu ke siklus berikutnya. Hasil penelitian diperoleh data peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang signifikan dari pra siklus rata-rata 54,14 menjadi 72,26 pada siklus I kemudian siklus II mengalami peningkatan menjadi 79,14. Persentase rasa ingin tahu mengalami kenaikan yang signifikan dari pra siklus 65% ke siklus I menjadi 73%, begitu pula pada siklus II mengalami peningkatan walaupun kurang signifikan menjadi 75%. Kesimpulannya adalah model DL berbantuan Kartu Domino dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu siswa kelas VII SMPN 22 Semarang.
Kemandirian Belajar Berbantuan Mobile Learning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajar sejati sepanjang hayat peserta didik salah satunya ditunjukkan dengan sikap kemandirian dalam belajar. Kemandirian belajar adalah individu yang secara aktif terlibat dalam lingkungan belajar, mengatur melatih, dan menggunakan kemampuannya secara efektif, dan memiliki keyakinan motivasi yang positif tentang kemampuannya dalam pembelajaran. Smartphone berkembang sangat pesat, feature yang disediakan sangatlah banyak dan takterbatas. Dengan hadirnya operating system android, aplikasi-aplikasi smartphone berkembang begitu mudahnya. Peserta didik lebih dekat dengan smartphone dibandingkan dengan media belajar lainya. Namun kebermanfaatannya belum maskimal. Penggunaan smartphone dalam proses pembelajaran diharapkan lebih bermanfaat. Mobile learning adalah proses belajar melalui perangkat teknologi nirkabel yang bias dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran. Mobile Learning merupakan rancangan pembelajaran yang dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja untuk memfasilitasi peserta didik agar mendapatkan pengetahuan atau keterampilan. Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan mobile learning berbasis LMS (Learning Management System) Moodle dan aplikasi android mampu meningkatkan kemandirian belajar peserta didik.
Model Pembelajaran PBL Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Rasa Ingin Tahu Siswa Kelas X SMAN 7 Semarang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat perlu untuk dikembangkan. Hal ini karena melalui berpikir kritis, siswa akan memahami suatu masalah secara detail sehingga diharapkan siswa akan lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Selain itu, tingkat rasa ingin tahu siswa diperlukan untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan rasa ingin tahu siswa melalui model pembelajaran PBL. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek Penelitian adalah 36 siswa kelas X IPS 3 SMAN 7 Semarang Tahun Pelajaran 2018/2019. Instrumen pengambilan data meliputi lembar tes berpikir kritis dan lembar observasi. Analisis data meliputi penyederhanaan data dan deskripsi data. Materi yang terlibat adalah pertidaksamaan rasional. Indikator Penelitian (1) rataan nilai tes kemampuan berpikir kritis matematis minimal 75, (2) kategori sikap rasa ingin tahu minimal baik. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan awal siswa adalah 60,67 dan rata-rata rasa ingin tahu 66%. Nilai rata-rata evaluasi siklus I adalah 61,08, sedangkan rata-rata rasa ingin tahu siswa meningkat menjadi 68% pada siklus I. Nilai rata-rata evaluasi siklus II 83,84, sedangkan rata-rata rasa ingin tahu meningkat menjadi 81%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan rasa ingin tahu siswa kelas X IPS 3 SMAN 7 Semarang.
Pemahaman Siswa Kelas VIII B SMP Santo Aloysius Turi Tentang Relasi dan Fungsi Setelah Penerapan PMRI
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lintasan belajar dan pemahaman siswa pada materi relasi dan fungsi setelah penerapan pendekatan matematika realistik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian desain. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SM St. Aloysius Turi dan obyeknya adalah proses pembelajaran matematika realistik. Pengumpulan data menggunakan LKS, tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, pengumpulan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar yang telah dibuat dapat membelajarkan siswa kelas VIII.B SMP St. Aloysius Turi dengan pendekatan matematika realistik pada materi relasi dan fungsi dan pemahaman siswa setelah mengalami proses pembelajaran dengan pendekatan PMRI, siswa dapat membedahkan relasi dan fungsi dari masalah kontekstual dengan menghubungkan nama siswa dengan berat badan, tinggi badan dan hobby. Dari proses pembelajaran tersebut siswa dapat mengetahui perbedaan tentang realsi dan fungsi
Meningkatkan Pemahaman Konsep Operasi Hitung Bilangan Pecahan Siswa Kelas VIIF SMPN 22 Semarang Melalui Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan APM
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 2 (2019): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Memahami konsep matematika merupakan salah satu tujuan penting yang diharapkan dapat dicapai siswa dalam pembelajaran matematika, namun pada kenyataannya sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan untuk memahami konsep matematika yang dipelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan alat peraga manipulatif pada materi operasi hitung bilangan pecahan. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan seluruh siswa kelas VIIF SMP Negeri 22 Semarang tahun pelajaran 2018/2019 sebagai subjek penelitian. Penelitian ini dikatakan berhasil jika memenuhi indikator keberhasilan, yaitu 1) rata-rata nilai hasil tes pemahaman konsep siswa meningkat dan memenuhi kriteria ketuntasan minimal yaitu 71; dan 2) persentase siswa yang tuntas meningkat dan mencapai dari jumlah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil tes pemahaman konsep siswa pada siklus I adalah 70,9 dan persentase siswa yang tuntas sebesar 68,8%, sedangkan pada siklus II rata-rata nilai hasil tes pemahaman konsep adalah 80,2 dan persentase siswa yang tuntas sebesar 81,3%. Simpulan yang diperoleh adalah penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan alat peraga manipulatif, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi operasi hitung bilangan pecahan dapat tercapai.