cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Peningkatkan keterlibatan mahasiswa pada kuliah riset operasi melalui metode flipped classroom dengan eLisa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Industri 4.0 telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial, politik, ekonomi, hukum, dan budaya. UGM memiliki langkah-langkah inovatif dan strategis untuk meningkatkan kualitas dan mengarah pada percepatan kesejahteraan bangsa. eLisa adalah learning management system, atau sistem untuk mengelola pembelajaran secara online. Layanan ini dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada untuk memperkaya proses pendidikan bagi dosen dan mahasiswa. Dengan eLisa, berbagai materi ajar, video, sumber referensi, penugasan individu, penugasan kelompok dan umpan balik dapat diupload oleh dosen. Sebaliknya mahasiswa peserta kuliah dapat mengunggah semua materi kuliah dan dapat berdiskusi dengan dosen. Dalam paper ini, akan diuraikan berbagai manfaat eLisa untuk perkuliahan riset operasi. Dengan metode flipped classroom, penggunaan eLisa dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan. Lebih lanjut, akan ditunjukkan berbagai peningkatan pemahaman dan capaian pembelajaran.
Kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada model eliciting activities berdasarkan self-concept matematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia masih rendah. Salah satu strategi yang akan diterapkan pada kemampuan pemecahan masalah di penelitian ini adalah strategi pemodelan matematika dengan mengidentifikasi besaran, menentukan hukum yang mengendalikan, menentukan solusi model, dan menginterpretasikannya menjadi solusi masalah melalui Model Eliciting Activities (MEAs) sehingga tercipta self-concept matematis siswa yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada MEAs dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self-concept matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilanjutkan deskriptif dengan variabel penelitian yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-concept matematis. Data diambil dengan dokumentasi, tes, angket, dan wawancara, selanjutnya diolah dengan uji ketuntasan klasikal, uji t, uji proporsi, dan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada Model Eliciting Activities mencapai ketuntasan klasikal; (2) kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada Model Eliciting Activities lebih baik dibandingkan dengan pada model pembelajaran konvensional; (3) self-concept matematis siswa berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 31,2 %; (4) dua subjek kategori self-concept matematis tinggi masing-masing memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi dan rendah, dua subjek kategori self-concept matematis sedang dan rendah berturut-turut memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang dan rendah.
Pelabelan Super Sisi Ajaib pada Graf Kembang Api Termodifikasi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misal G = (V,E) adalah graf terhubung sederhana dan tidak berarah dengan | | simpul and |E| sisi. Suatu pemetaan bijektif dari himpunan simpul gabung himpunan sisi ke himpunan disebut sebagai pelabelan total sisi ajaib pada jika ada konstanta (disebut konstanta ajaib ) sehingga bobot sisi adalah untuk setiap . Jika dan maka disebut pelabelan total super sisi ajaib dan disebut graf super sisi ajaib. Graf kembang api (firecracker) adalah graf yang didapatkan dengan menggabungkan buah graf bintang- dengan menghubungkan salah satu daun pada masing-masing graf bintang- . Misalkan adalah graf bintang, dengan dan . Graf kembang api termodifikasi (modified firecracker) adalah graf yang didapatkan dengan menggabungkan, graf bintang dan lintasan , dengan cara satu daun dari tiap graf bintang ditempelkan pada satu simpul di . Pelabelan total sisi ajaib pada graf kembang api termodifikasi yang akan dibuktikan pada studi ini memiliki minimal tiga buah simpul pada graf bintang pertama ( dan minimal terdapat tiga buah graf bintang ( . Pada penelitian ini dibuktikan bahwa sembarang graf kembang api termodifikasi adalah graf total super sisi ajaib.
Pelabelan Harmonis Pada Graf Tangga Segitiga Jembatan XJn
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misalkan atau sering ditulis adalah graf dengan himpunan tak kosong simpul dan himpunan busur dimana dan menyatakan banyaknya simpul dan banyaknya busur pada . Suatu pemetaan dari dimana disebut pelabelan harmonis jika merupakan pemetaan injektif sedemikian hingga ketika setiap busur xy dilabel dengan menghasilkan label busur yang berbeda. Pada penelitian ini, dikaji graf tangga segitiga jembatan Konstruksi Graf tangga segitiga jembatan adalah graf yang mengalami perluasan dari sebuah graf tangga segitiga variasi . Dengan memberi penambahan satu simpul dan dua busur dibagian awal dan akhir pada graf segitiga variasi didapatkan graf baru. Graf tangga segitiga variasi adalah perluasan graf tangga segitiga yang mengalami variasi. Dinamakan graf tangga segitiga jembatan karena bentuk hasil dari temuan konstruksinya menyerupai bentuk seperti jembatan. Diteliti graf tangga segitiga jembatan merupakan graf harmonis.
Pengaruh Self-Referenced Feedback dalam Pembelajaran ARIAS pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Kemampuan siswa ketika dihadapkan pada soal pemecahan masalah beragam. Pemilihan model pembelajaran harus dilakukan secara tepat dalam rangka mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Salah satu model pembelajaran yang sesuai, mampu menarik minat, dan relevan dengan siswa adalah pembelajaran ARIAS. Sementara itu, selain melakukan penilaian, guru perlu memberikan penguatan terhadap hasil pekerjaan siswa. Penguatan dapat dilakukan dengan pemberian feedback (umpan balik). Feedback berisi petunjuk tentang kebenaran atau kelemahan kinerja siswa dan sebagai pembanding kinerja siswa hari ini dengan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan kegunaan self-referenced feedback. Informasi yang diperoleh dari self-referenced feedback dapat membantu siswa melihat kemajuan diri mereka dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, uraian kajian artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh self-referenced feedback dalam pembelajaran ARIAS pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pemanfaatan media video dimensi tiga untuk menciptakan joyful learning di SLB Salatiga sebagai produk PKM Jurusan Matematika UNNES
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahannya, bagaimana menciptakan Joyful Learning dalam pelajaran matematika di SLB? Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) oleh Tim Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNNES, telah dihasilkan Media Video Dimensi Tiga. Dalam program ini, dilibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Pendidikan Khusus Kota Salatiga dan Rumah Industri “Alpha Production” sebagai mitra PKM. Produk PKM yang dihasilkan berupa Video Dimensi Tiga, yaitu alat peraga video pembelajaran matematika yang dilengkapi narasi dan sistem bahasa isyarat. Tahapan kegiatannya, (1) tim PKM UNNES mendesain dan membuat prototipe Alat Peraga Matematika berupa video pembelajaran yang dilengkapi petunjuk secara narasi, dan sistem bahasa isyarat, (2) mitra Rumah Industri “Alpha Production” membuat prototip alat peraga menjadi baik, indah, dan siap digunakan di SLB, dan (3) media Video Dimensi Tiga ini diujicobakan di SLBN Salatiga. Hasilnya, (1) tercipta suasana pembelajaran Matematika yang Joyful Learning oleh guru SLB yang memanfaatkan Video Dimensi Tiga sebagai alat peraga, (2) hasil evaluasi terhadap guru peserta pelatihan adalah 86,7, dan (3) rumah Industri “Alpha Production” sebagai mitra PKM kini memiliki keterampilan baru berupa pembuatan alat peraga matematis berupa Video Dimensi Tiga.
Pengembangan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) Terkait Dengan Konteks Pedesaan
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan pendidikan yang memiliki ketentuan, kurikulum merupakan pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan dapat tercapai maksimal. Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan keterampilan untuk menghubungkan ide dan fakta, menganalisis, menjelaskan, menentukan hipotesis hingga pada tahap menyimpulkan. Sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yaitu siswa tidak hanya bisa mengetahui, memahami dan mengaplikasikan saja akan tetapi siswa juga dituntut untuk dapat menganalisis, mengevaluasi bahkan mencipta. Soal berbasis HOTS (Higher Out Thingking Skills) mampu mengakomodasi siswa untuk dapat berpikir tingkat tinggi. Perkembangan soal HOTS saat ini cenderung berkaitan dengan fenomena di perkotaan, sedangkan masih banyak hal yang perlu diangkat di pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal HOTS terkait dengan konteks pedesaan. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian pengembangan dan jenis penelitian ADDIE. Tahap proses pengembangan penelitian ini yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Develop (pengembangan), Implement (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Selanjutnya hasil pengembangan soal HOTS akan dipaparkan hasil dan pembahasan. Saran berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat di bagian kesimpulan.
Pelabelan Total Tak Ajaib Sisi pada Gabungan Dua Sikel
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabelan total tak ajaib sisi adalah pemetaan bijektif dari seluruh unsur graf ke himpunan bilangan asli dengan titik dan berturut-turut banyaknya titik dan sisi sehingga bobot dari sisi-sisinya berbeda. Pelabelan total tak ajaib sisi adalah pelabelan total tak ajaib sisi dimana bobot sisi-sisinya membentuk barisan aritmetika dengan suku awal dan selisih . Bobot dari sisi yang dimaksud adalah jumlahan label sisi dan label-label titik yang terhubung dengan sisi dievaluasi. Pada makalah ini akan membahas pelabelan total tak ajaib sisi (a,d) pada gabungan dua buah sikel yang tidak terhubung. Graf ini dinyatakan dengan dan berturut-turut menyatakan banyaknya titik pada masing-masing sikel. Label-label dari titiknya adalah bilangan dari himpunan dan label-label dari sisinya adalah bilangan dari himpunan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlakuan pelabelan total tak-ajaib sisi pada graf serta syarat keberlakuan pelabelannya. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan mengkaji beberapa hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada graf berlaku pelabelan total tak-ajaib sisi . Diperoleh syarat keberlakuan pelabelan ini adalah dan untuk m, n > 3.
Desain bahan ajar berbasis kemampuan komunikasi matematis dengan pendekatan SAVI pada materi transformasi geometri
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian desain didaktis ini bertujuan untuk menghasilkan desain bahan ajar berbasis kemampuaan komunikasi matematis yang dapat mengatasi hambatan belajar yang dialami peserta didik pada materi transformasi geometri. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal kemampuan komunikasi matematis pada materi transformasi geometri. Salah satu alternatif untuk membantu peserta didik mendalami kemampuan komunikasi matematis adalah dengan menerapkan pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually). Pendekatan SAVI berorientasi pada peserta didik dimana dalam pembelajarannya melakukan gabungan gerak fisik dengan aktivitas intelektual dan melibatkan seluruh indera sehingga akan berpengaruh besar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran menggunakan pendekatan SAVI mampu menciptakan peserta didik untuk belajar secara aktif. Karena dalam proses pembelajarannya peserta didik diarahkan untuk lebih aktif, baik dengan melakukan tindakan, mendengarkan, melihat atau mengamati, serta berfikir secara kritis. Dalam penyusunan desain bahan ajar ini menggunakan penelitian desain didaktis atau dikenal dengan Didactical Design Research (DDR). Penelitian ini akan melakukan keseluruhan dari tahapan yang ada pada DDR yaitu mulai dari analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, analisis metapedadidaktik, sampai dengan analisis retrosfektif. Berdasarkan hasil validasi bahan ajar oleh para ahli menunjukkan bahwa desain bahan ajar berbasis kemampuan komunikasi matemaris yang telah disusun termasuk dalam kategori sangat valid yang ditunjukkan dengan hasil validasi sebesar 87%, sehingga bahan ajar dapat digunakan pada pembelajaran di kelas. Kemudian bahan ajar diimplementasikan pada peserta didik kelas XI MIPA 3 MAN 1 Cirebon. Hasil postes menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas mencapai , sehingga dapat disimpulkan bahwa desain bahan ajar berbasis kemampuan komunikasi matematis dapat mengatasi semua hambatan belajar yang dialami peserta didik.
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA Negeri 5 Semarang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 kota Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MIPA 10 di SMA Negeri 5 kota Semarang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 66% siswa mampu menyelesaikan masalah pada tahap memahami masalah, 53% siswa mampu menyelesaikan masalah pada tahap merencanakan pemecahan masalah, 50% siswa mampu menyelesaikan masalah pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan 48% siswa mampu menyelesaikan masalah pada tahap memeriksa kembali. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 53,4.