cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Bifurkasi Pada Model Interaksi Mangsa Pemangsa Dengan Perilaku Anti Pemangsa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas model interaksi mangsa pemangsa dengan adanya kemampuan mangsa dalam melawan pemangsa, yang dikenal dengan perilaku anti pemangsa. Dari hasil analisa model diperoleh tiga titik kesetimbangan, di mana jenis kestabilannya ditentukan berdasarkan nilai eigen yang diperoleh dari masing-masing titik kesetimbangan. Adapun jenis kestabilan dari ketiganya yaitu, pada titik kesetimbangan pertama dan kedua bersifat saddle dan pada titik kesetimbangan ketiga bersifat spiral stabil. Dengan mengkontinuasi parameter perilaku anti pemangsa diperoleh bifurkasi Hopf dan transkritikal. Bifurkasi Hopf ditandai adanya perubahan kestabilan dari spiral stabil menjadi spiral tidak stabil dan terdapat limit cycle. Sedangkan terjadinya bifurkasi transkritikal ditandai adanya persilangan dari dua cabang kesetimbangan dari node stabil menjadi saddle dan sebaliknya dari saddle menjadi node stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketika perilaku anti pemangsanya tinggi, maka populasi mangsa meningkat menuju ke ambang batas daya tampung lingkungan dengan populasi pemangsa menurun menuju kepunahan. Sebaliknya, ketika perilaku anti pemangsanya kecil, maka populasi mangsa dan pemangsa dapat hidup berdampingan sampai t menuju tak hingga dengan populasi mangsa selalu lebih besar dari populasi pemangsa.
Pengaruh Audience Feedback pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dan Kemandirian Belajar dengan Model Discovery Learning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil survey TIMSS 2015 bahwa presentase kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik di Indonesia masih di bawah standar Internasional. Belum optimalnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik mempengaruhi kualitas dan prestasi belajar peserta didik. Pemecahan masalah mendorong peserta didik mencari informasi, memperkaya wawasan dan keterampilannya melalui berbagai upaya aktif dan mandiri. Kemandirian belajar peserta didik perlu adanya pembiasaan agar dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Sesuai dengan Permendikbud No.105 tahun 2014, Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang direkomendasikan kurikulum 2013. Penerapan model tersebut dengan melaksanakan diskusi untuk membangun persamaan persepsi tentang konsep dan pelaksanaan kurikulum 2013. Selain sebagai fasilitator guru juga bertanggung jawab atas evaluasi terhadap peserta didik. Namun tidak semua guru memberikan umpan balik (feedback) yang sesuai dengan kesalahan peserta didik. Salah satu feedback yaitu audience feedback dimana peserta didik yang mengalami kesulitan diberikan feedback secara individual atau grup (class). Berdasarkan hasil dari berbagai survey dan penelitian, diketahui bahwa pembelajaran Discovery Learning dengan audience feedback dapat mencapai kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari kemandirian belajar matematika.
Developing students’ mathematical creative thinking skill through joyful learning strategy in algebra
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the rapid development of technology in the 21st century, students must have some skills that must be mastered by each student, called 4C. Creative thinking skill is the ability to solve a problem through many ways. Creative thinking skills can be implemented in many subjects in school, included in mathematics, applied in algebraic topic. This study aims to find out the development of student's mathematical creative thinking skills in algebra. Joyful learning strategy was done for this study. To get data, researchers used qualitative descriptive approach based on literature review. The data sources were selected from research paper published from 2015 until 2018 in accordance with the problems of the study. The abilities of students' creative thinking are divided into five different skill levels, from not creative until very creative, and also divided into three categories based on their prior knowledge. Students feel the interesting atmosphere in learning, relax, and attractive so as to make the student spirit and high concentration during lessons. This study concluded that creative thinking skills can be developed through joyful learning.
Analisis Kesalahan Kemampuan Representasi Matematis pada Model Pembelajaran Think-Talk-Write dengan Verbal Feedback
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran seringkali siswa belum mampu mengkonstruksikan hubungan antar konsep matematika dengan tepat. Perlunya menganalisis kesalahan siswa berdasarkan prosedur kesalahan yang menjadi latar belakang kajian ini. Salah satu kemampuan yang dapat meningkatkan ketercapaian tujuan dalam belajar matematika yakni kemampuan representasi matematis. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kesalahan siswa menurut Newman pada kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal. Bentuk representasi matematis yaitu (1) visual representation, yaitu menyajikan kembali data atau informasi dalam bentuk diagram, grafik, atau tabel; (2) verbal representation, yaitu menuliskan langkah-langkah penyelesaian tugas matematika dengan kata-kata; (3) symbolic representation, yaitu membuat persamaan atau model matematis dari suatu tugas yang diberikan. Dalam kegiatan pembelajaran guru perlu melakukan inovasi model pembelajaran salah satunya menggunakan Think-Talk-Write. Model ini merupakan pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota dalam kelompoknya. Agar pembelajaran lebih optimal perlu diterapkan umpan balik (feedback). Salah satu jenis umpan balik ini yaitu verbal feedback yang didefinisikan untuk menggambarkan komunikasi yang diberikan serta memberi tahu setiap siswa tentang keakuratan jawaban atas pertanyaan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal representasi matematis bervariasi.
Analisis Kestabilan Pada Model Mangsa Pemangsa Dengan Fungsi Respon Beddington-DeAngelis dan Pemanenan Terhadap Pemangsa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai analisis kestabilan pada model interaksi mangsa pemangsa dengan adanya pemanenan terhadap pemangsa. Pemanenan pada populasi pemangsa menggunakan pemanenan dengan upaya konstan. Pemanenan pada dinamika mangsa pemangsa dapat menstabilkan keseimbangan kedua populasi agar tetap ada. Model matematika mangsa pemangsa dngan menggunakan fungsi respon Beddington-DeAngelis, dan upaya pemanenan konstan pada populasi pemangsa.Tahapan yang dilakukan dalam analisis dinamik meliputi, mencari titik kesetimbangan, melakukan linearisasi sistem, dan melakukan analisis kestabilan titik kesetimbangan menggunakan nilai eigen. Simulasi numerik digunakan untuk mengkonfirmasi hasil analitik dan perilaku analisis sistem melalui ilustrasi grafis Matcont dam Pplane. Nilai parameter menggunakan populasi bakteri bersel satu yaitu, Paramecium Aurelia sebagai mangsa dan Didinium Nasutum sebagai pemangsa. Hasil analisis kestabilan dari model diperoleh tiga titik kesetimbangan yaitu, dan adalah saddle tidak stabil. Sedangkan adalah nodal sink stabil. Kontinuasi parameter pemanenan pada pemangsa diperoleh bifurkasi transkritikal. Bifurkasi transkritikal terjadi apabila terdapat persilangan dari dua cabang titik kesetimbangan dari nodal sink stabil menjadi saddle tidak stabil, begitu pula sebaliknya. Hasil analisis menunjukkan Semakin besar laju pemanenan , populasi pemangsa menurun menuju kepunahan. Sedangkan populasi mangsa akan tetap stabil sampai waktu menuju tak hingga. Sebaliknya ketika laju pemanenan kecil, populasi mangsa dan pemangsa dapat hidup berdampingan dan tidak mengalami kepunahan sampai waktu menuju tak hingga.
Kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari gaya kognitif pada pembelajaran creative problem solving
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketuntasan belajar kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan pembelajaran Creative Problem Solving, mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah peserta didik selama pembelajaran dengan Creative Problem Solving, mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang bergaya kognitif field dependent, dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang bergaya kognitif field independent. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, observasi, dan wawancara. Sampel dari populasi untuk penelitian kuantitatif dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Subyek penelitian untuk penelitian kualitatif diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif menggunakan uji normalitas, uji ketuntasan individual, dan uji ketuntasan klasikal. Analisis data kualitatif menggunakan tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran Creative Problem Solving mencapai ketuntasan belajar, (2) perkembangan kemampuan pemecahan masalah peserta didik berdasarkan tiga kali pertemuan mengalami peningkatan, (3) kemampuan pemecahan masalah subyek FD yaitu kurang mampu memahami masalah, mampu merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan kurang mampu memeriksa kembali, dan (4) kemampuan pemecahan masalah subyek FI yaitu mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan tidak mampu memeriksa kembali.
Blended Learning, Inovasi Strategi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0 Bagi Pendidikan Tinggi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi pada era revolusi industri 4.0 menuntut seseorang pendidik untuk berinovasi dalam mengemas proses belajar mengajar agar lebih efisien dan menarik. Proses pembelajaran harus mengutamakan skills. Pembelajaran matematika di perguruan tinggi dituntut harus menekankan aspek-aspek kreativitas dan inovasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Pembelajaran dan edutainment matematika menuntut dosen dan mahasiswa untuk selalu bersikap terbuka dan mengajak mahasiswa untuk melakukan pemecahan masalah berbasis teknologi. Pembelajaran harus kreatif dan inovatif. Blended Learning bisa menjadi salah satu alternatif dan strategi yang efektif khususnya untuk mengajarkan matematika di perguruan tinggi. Sebuah inovasi pembelajaran matematika dengan tujuan utamanya memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik agar terjadi proses belajar mandiri, berkelanjutan, belajar sepanjang hayat sehingga belajar akan menjadi efektif, lebih efisien, menarik dan menyenangkan. Rancangannya dilandasi teori belajar Behaviorisme dan Konstruktivistik kognitif dengan sfesifikasi komponen-komponennya, meliputi: 1) capaian pembelajaran, 2) peta organisasi materi, 3) daftar refrensi, 4) materi/bahan ajar, 5) aktivitas pembelajaran sinkron dan asinkron, rancangan pembelajaran asinkron, 6) rancangan pembelajaran sinkron, 7) rancang bangun pembelajaran sinkron, dan 8) alur pembelajaran sinkron.
Menstimulasi Berpikir Matematis Siswa Melalui Pengajuan Pertanyaan yang Efektif
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian konseptual ini bertujuan mendeskripsikan teknik dan bentuk pertanyaan yang efektik untuk menstimulasi berpikir matematis siswa. Teknik bertanya yang baik telah lama dianggap sebagai perangkat fundamental bagi guru dalam mengefektifkan proses pembelajaran matematika. Sayangnya, penelitian menunjukkan bahwa 93% pertanyaan guru adalah pertanyaan berbasis pengetahuan "tingkat rendah" yang berfokus pada pengingatan fakta (Bobis et al, 2011). Jelas ini bukan jenis pertanyaan yang tepat untuk menstimulasi tumbuhnya kemampuan berpikir matematis, karena kemampuan ini dapat dibangun dari keterlibatan siswa secara mendalam dalam menyelesaikan masalah matematika yang diberikan guru. Ada beberapa jenis dan teknik pertanyaan yang dapat digunakan untuk menstimulasi berpikir matematis siswa seperti starter questions, questions to stimulate mathematical thinking, assessment questions, dan final discussion questions. Shahrill (2013) mengkategorikan beberapa jenis pertanyaan dalam kelas Matematika, yakni: factual recall questions, conceptual questions yang terbagi dalam convergent questions dan divergent questions, serta evaluative or higher level questions. Ada 8 tips yang dapat digunakan untuk mengembangkan pertanyaan yang efektif dalam pembelajaran Matematika, yakni: anticipate student thinking, link to learning goals, pose open questions, pose questions that actually need to be answered, incorporate verbs that elict higher levels of Blooms Taxonomy, pose questions that openup the conversation to include others, keep questional neutral, dan provide wait time.
Kemampuan Berpikir Kritis Berdasarkan Disposisi Matematis dalam Pembelajaran Mathematical Problem Posing
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa berdasarkan disposisi matematis dalam pembelajaran Mathematical Problem Posing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan instrumen: tes, skala, observasi, dan dokumentasi. Data diambil dari 37 mahasiswa sarjana dari program studi pendidikan matematika di sebuah universitas di Jawa Tengah. Kemampuan berpikir kritis ditentukan dengan menggunakan empat indikator, yaitu: menganalisis masalah, menyimpulkan dan memberikan penjelasan, mengevaluasi, dan memilih strategi penyelesaian masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada mahasiswa dengan disposisi matematis negatif; (2) mahasiswa dengan disposisi matematis positif rendah memiliki kemampuan yang kurang dalam menganalisis masalah dan kemampuan yang cukup dalam memberikan penjelasan, mengevaluasi dan memilih strategi; (3) mahasiswa dengan disposisi matematis positif sedang memiliki kemampuan yang cukup dalam mengevaluasi dan memilih strategi serta kemampuan yang baik dalam menganalisis masalah dan memberikan penjelasan; (4) mahasiswa dengan disposisi matematis positif tinggi memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menganalisis masalah dan kemampuan yang baik dalam memberikan penjelasan, mengevaluasi, dan memilih strategi; dan (5) terdapat kecenderungan peningkatan pencapaian pada indikator kemampuan berpikir kritis berdasarkan disposisi matematis.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis pada Tiap Gaya berpikir Gregorc
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pemahaman terhadap karakteristik siswa menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kualitas pembelajaran. Oleh itu guru diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai karakteristik siswa dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk menjelaskan teori kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc sehingga dapat diperoleh hubungan antara kedua teori tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature tentang kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc. Berpikir kreatif matematis di tingkatan sekolah tidak mengharapkan karya yang luar biasa melainkan mampu menawarkan wawasan baru dalam penyelesaian permasalahan matematika dengan berlandaskan aspek kelancaran, fleksibilitas, elaborasi, dan originalitas. Gaya berpikir menjadi salah satu faktor perbedaan tingkatan berpikir kreatif. Gaya berpikir Gregorc terdiri atas Sekuensial Konkret (SK), Acak Konkret (AK), Sekuensial Abstrak (SA), dan Acak Abstrak (AA). Ciri SK antara lain: akurat, stabil, dan terorganisasi. Ciri SA adalah analitis, objektif, teliti, logis, dan sitematis. Ciri AK yaitu: sensitif, imajinatif, spontan, dan fleksibel. Ciri AA antara lain: intuitif, realistis, inovatif, dan mengikuti naluri. Berdasarkan Ciri gaya berpikir maka siswa dengan gaya berpikir AK dan AA dianggap memiliki aspek berpikir kreatif matematis.