cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Penggunaan Kalkulator Saintifik Sebagai Media Eksploratif Bagi Peserta Didik Untuk Menemukan Sifat-Sifat Eksponensial
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalkulator merupakan alat bantu hitung elektronik yang masih sederhana dibandingkan dengan komputer. Kalkulator dapat membantu seseorang untuk yang mengalami kesulitan dalam menghitung. Salah satu kalkulator yang sering digunakan adalah kalkulator saintifik. Kalkulator saintifik dirancang untuk menyelesaikan perhitungan berbagai bidang seperti matematika, fisika, teknik, dan lain sebagainya. Penggunaan kalkulator dikalangan pelajar masih sebatas hanya sebagai kalkulasi atau komputasi. Padahal, kalkulator memiliki beberapa fungsi lain. Salah satu fungsi tersebut yakni fungsi eksplorasi. Dalam membantu peserta didik untuk mengeksplor suatu konsep matematika, kalkulator menjadi salah satu alat yang dapat membantu ekplorasi tersebut. Topik bahasan yang terkait dalam pembelajaran matematika maupun kalkulator adalah eksponensial. Oleh karena itu, penggunaan kalkulator saintifik dalam pembelajaran akan membantu peserta didik untuk memahami konsep-konsep eksponensial khususnya sifat-sifat bilangan berpangkat dengan media kalkulator saintifik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan peserta didik mampu menemukan konsep sifat-sifat eksponensial dengan menggunakan kalkulator saintifik melalui aktivitas eksplorasi. Namun, bimbingan diperlukan dalam pembelajaran. Sebab, tidak semua peserta didik dapat menemukan konsep dan menyimpulkan bentuk umum dari sebuah topik bahasan. Berdasarkan hal ini, penggunaan kalkulator saintifik dapat membantu peserta didik menemukan konsep sifat-sifat eksponensial melalui kegiatan eksplorasi.
Proses Berpikir Relasional Siswa Auditorial dalam Memecahkan Masalah Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir relasional siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dalam memecahkan masalah matematika. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis deskriptif, dan dua siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dipilih sebagai subjek penelitian dengan ketentuan telah menyelesaikan masalah yang diberikan. Instrumen yang digunakan berupa angket gaya belajar, soal tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data, dari 32 siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 6 Malang, terdapat 6 siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Kemudian hasil kajian menujukkan bahwa kedua siswa auditorial mampu membangun relasi berdasarkan unsur informasi dalam masalah atau pengetahan sebelumnya, dan mampu membangun relasi dengan menggunakan sifat/struktur matematika pada langkah penyelesaian masalah. Namun, pada langkah memeriksa kembali, kedua siswa auditorial tersebut tidak melakukan aktivitas berpikir relasional.
How to Develop the Algebraic Thinking of Students in Mathematics Learning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this article is to explain how to develop the algebraic thinking of students in mathematics learning. Algebraic thinking is ability of students to analyze, make generalization, solve problems, predict, justify, and prove as well as model some situations. It is an essential and fundamental element of mathematical thinking. But apparently, based on the results of previous literature studies, obtained some facts that algebra is one of the materials that is difficult to be mastered by students. This article is written based on several scientific journals. This article is going to explain some strategies for developing algebraic thinking skills. The strategies are learning using 7E learning cycle model (elicit, engagement, exploration, explanation, elaboration, evaluation, and extend), learning using technology (video-game; software that are spreadsheet, geogebra, group explorer, pearson’s, MyMathLab, digital mathematics environments, SimCal), learning using manipulatives, learning using multiple representation that is realistic approach (orientation, exploration, internalization, and evaluation), and also through government regulation that is early learning.
Penggunaan Dynamic Geometry Software GeoGebra untuk menentukan Prosedur Garis Selidik dalam Permasalahan Program Linear
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program linear termasuk materi dalam pembelajaran matematika yang dapat menggunakan pendekatan kontekstual. Salah satu metode penyelesaian masalah dalam program linear yang sering diajarkan di kelas adalah metode uji titik pojok dibandingkan dengan metode garis selidik. Penyelesaian masalah program linear menggunakan metode garis selidik memerlukan visualisasi yang baik, agar memudahkan siswa dalam memvisualisasikan dan menemukan konsep penyelesaiannya. Salah satu media yang dapat membantu siswa untuk memvisualisasikan konsep garis selidik tersebut adalah GeoGebra. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membantu siswa menemukan prosedur garis selidik dalam menyelesaikan permasalahan program linear dengan menggunakan GeoGebra. Untuk mencapai tujuan tersebut, pertama peneliti merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran GeoGebra. Setelah itu siswa diberikan tes hasil belajar untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai prosedur garis selidik. Selanjutnya hasil pemahaman siswa mengenai prosedur garis selidik akan dideskripsikan pada bagian kesimpulan.
The Effectiveness of Using Blended Learning in Mathematics Teaching on Algebra
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently the use of blended learning activities is many used. Even now in high school blended learning has been applied to several subjects. One of the subjects that utilizes blended learning is mathematics. One of mathematics materials in high school is algebra that can utilize blended learning in the delivery of its material. Algebra is one material where most students get low grades. In this paper we will discuss the effectiveness of using blended learning in algebra material high school. The present study is designed to answer the question. We can find the effectiveness of using blended learning. The research field (statistical population) included all available digital and written sources related to the blended learning. The research sample was a purposeful homogeneous sample. It is used to describe the sample that includes information based on the qualitative and the quantitative research goals. This study reviews the literature and provides a scientific background by reviewing some of the contributions made by various researchers and institutions to the concept of blended learning. The results showed that students who used blended learning in algebra learning got better results compared to students who used traditional learning methods.
Kemampuan Pemecahan Masalah dengan Tutor Feedback
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dengan Tutor Feedback siswa SMA Islam Pekalongan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah dikarenakan kurangnya umpan balik siswa dalam pembelajaran. Hasil kajian sebagai berikut Pemecahan masalah adalah hal yang sangat penting dalam manusia, setiap kehidupan memiliki masalah yang harus diselesaikan dengan baik dan tepat. Tutor Feedback adalah suatu informasi dalam bentuk komunikasi yang dua arah yang sifatnya menghakimi dengan tujuan untuk menyediakan sebuah informasi tentang suatu kualitas pekerjaan siswa atau sebagai panduan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan siswa melalui tutor (guru).
Sistem Informasi Manajemen Koperasi (Simkop) untuk Koperasi Pegawai Republik Indonesia Kota Semarang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Koperasi (SIMKOP) yang telah dihasilkan meliputi sistem informasi akuntansi yang menyediakan informasi dan transaksi keuangan, sistem informasi pemasaran yang menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran, sistem informasi manajemen persediaan, sistem informasi personalia, sistem informasi distribusi, sistem informasi pembelian, sistem informasi kekayaan, sistem informasi analisis kredit, sistem informasi penelitian dan pengembangan, sistem informasi analisis software dan sistem informasi teknik. SIMKOP telah kembangkan untuk KPRI Handayani sebagai mitra 1 meliputi sistem informasi manajemen handayani mart, sistem informasi analisis kredit. Sedangkan pada mitra 2, KPRI UMS telah dihasilkan sistem pada Unit Simpan Pinjam yang memadai berbasis teknologi komputerisasi, demikian juga pada usaha kredit barang yang masih menggunakan pemesanan. SIMKOP pada kedua mitra dikembangkan dengan menggunakan database, program visual basic dan program PHP agar dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi di kedua koperasi tersebut. Melalui kegiatan ini telah dikembangkan salah satu program sistem informasi manajemen yang meliputi sistem informasi akuntansi, menyediakan informasi dan transaksi keuangan, sistem informasi personalia, sistem informasi analisis kredit.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah dan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Flipped Classroom pada Materi Pertidaksamaan Rasional
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kemampuan pemecahan masalah matematika harus dimiliki oleh siswa. Dalam pemecahan masalah matematika siswa akan melakukan berbagai aktivitas baik fisik maupun psikis sehingga siswa dapat belajar secara aktif di kelas. Model pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diterapkan salah satunya adalah flipped classroom. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan keaktifan belajar siswa dengan topik pembelajaran matematika kelas X. Metode dari penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan Teknik pengumpulan data meliputi observasi, panduan wawancara, lembar keterlaksanaan pembelajaran, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil penelitian menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: kemampuan pemecahan masalah pada aspek nomor 4 yaitu melihat kembali jawaban merupakan aspek yang paling banyak siswa melakukan kesalahan yaitu dengan presentase sebesar 59.5% hal ini menunjukkan sebagian besar di kelas masih kurang dalam kemampuan pemecahan masalah pada aspek melihat kembali jawaban. Pada aspek keaktifan, siswa sudah dikatakan baik karena nilai keaktifan siswa sudah melebihi mediannya yaitu 2,5 pada data.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII pada PBL-Bertema dengan Asesmen Otentik Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketuntasan PBL-Bertema dengan asesmen otentik untuk kemampuan representasi matematis siswa, menguji kemampuan representasi matematis siswa pada PBL-Bertema dengan asesmen otentik dibandingkan pada PBL, dan menganalisis kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari gaya kognitif reflektif-impulsif pada PBL-Bertema dengan asesmen otentik. Penelitian ini menggunakan mixed methods desain sequential explanatory. Subjek penelitian ini adalah empat orang siswa kelas VIII A SMP Negeri 01 Batangan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi : observasi, dokumentasi, tes, dan wawacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) PBL-bertema dengan asesmen otentik tuntas untuk kemampuan representasi matematis siswa, (2) kemampuan representasi matematis siswa pada PBL-Bertema dengan asesmen otentik lebih tinggi dari kemampuan representasi matematis siswa pada PBL, (3) kemampuan representasi matematis ditinjau dari gaya kognitif reflektif-impulsif adalah (a) siswa reflektif dapat membuat gambar pola-pola geometri serta menterjemahkan gambar dengan baik, dapat membuat persamaan atau model matematis dan menyelesaikan masalah yang melibatkan ekspresi matematis dengan baik, namun terkadang membuat situasi masalah berdasarkan data serta menulis langkah-langkah penyelesaian matematis dengan kata-kata dengan baik dan terkadang tidak; (b) siswa impulsif dapat membuat gambar pola-pola geometri serta menterjemahkan gambar dengan baik, namun terkadang tidak, dapat membuat persamaan atau model matematis dan menyelesaikan masalah yang melibatkan ekspresi matematis dengan baik, namun terkadang tidak, kemudian dapat membuat situasi masalah berdasarkan data serta menulis langkah-langkah penyelesaian dengan kata-kata, namun terkadang tidak.
Kemampuan Penalaran Matematis pada Pembelajaran TTW (Think Talk Write) Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran TTW efektif terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah Kelas VII di salah satu SMP di kota Semarang tahun 2018/2019. Dengan teknik Cluster Random Sampling, diperoleh sampel kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan model TTW dan kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan model PBL. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan penalaran matematis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan (1) uji hipotesis I yaitu uji ketuntasan klasikal, (2) uji hipotesis II yaitu uji perbedaan rata-rata, serta (3) uji hipotesis III yaitu uji banding proporsi. Hasil penelitian menunjukkan (1) ketuntasan klasikal siswa pada model TTW adalah 66,7% sehingga tidak mencapai ketuntasan klasikal yaitu 75%, (2) rata-rata pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa dengan model TTW lebih tinggi dari siswa dengan model PBL, (3) proporsi pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa dengan model TTW lebih baik dari siswa dengan model PBL.