cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Eksplorasi Etnomatematika Budaya Suku Sasak Kajian Makanan Tradisional
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekspolari unsur-unsur budaya khususnya pada makanan tradisional masyarakat suku Sasak di Lombok Tengah seperti jaje ore, opak-opak, renggi, pangan, banget, abuk. Dalam sudut pandang etnomatematika, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model etnografi (antropology cognitive). Informan yang digunakan adalah warga suku Sasak dan peneliti sendiri sebagai warga suku Sasak. Teknik pengambilan data menggunakan pengamatan berperan serta (participant observation) dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini tidak didasarkan semata-mata pada interpretasi peneliti tetapi merupakan susunan pikiran dari anggota masyarakat yang di tanyakan secara mendalam oleh peneliti. Kajian ini mengungkap bukti kepekaan terhadap geometri yang di praktikkan oleh nenek moyang masyarakat suku Sasak sejak dahulu, dalam hal membuat bentuk makanan yang menggunakan antropometris (etnomatematika). Produk-produk makanan tradisional masyarakat suku Sasak ini juga menggambarkan bahwa tradisi masyarakat Sasak itu lebih mementingkan suatu proses diatas produk akhir yang ingin dihasilkan. Tergambarnya masyarakat yang selalu konsisten dalam menjalankan peran dan piranti adat yang mengatur hajat membangun dari masing-masing individu didalamnya.
Analisis Kesulitas Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Kalkulus Diferensial
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal ujian akhir kalkulus diferensial dan mengelompokkan kesulitan-kesulitan tersebut, dan (2) mengetahui penyebab kesulitan-kesulitan mahasiswa di setiap penyelesaian soal. Subjek penelitian dengan mengambil lima orang mahasiswa pendidikan matematika FKIP UAD tahun akademik 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan metode wawancara. Hasil penelitian ini antara lain, (1) kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal yaitu, (a) kesulitan memahami konsep, (b) kesulitan menerapkan konsep ke dalam soal, (c) kesulitan dalam perhitungan, dan (d) kesulitan dalam memulai langkah awal perhitungan, dan (2) penyebab kesulitan-kesulitan tersebut yaitu, (a) pada soal nomor 1, kurang teliti dalam memperhatikan interval daerah asal, kurang teliti dalam penggunaan simbol, dan bingung dalam membedakan titik kritis, titik balik, dan titik ekstrim, (b) pada soal nomor 2, bingung dalam pengambilan langkah-langkah perhitungan yang benar seperti apa dan kurang teliti dalam penulisan hasil hitungan, dan (c) pada soal nomor 3, kurang menguasai konsep turunan dan limit dan mahasiswa cenderung menghafal rumus daripada memahami.
Optimalisasi Pembelajaran Matematika di Kampung Matematika Desa Bandardawung
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Matematika Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar mulai beroperasi pada tahun 2016. Terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran matematika di kelompok belajar Kampung Matematika yang teridentifikasi dan harus dicarikan solusinya. Artikel ini berupaya mengidentifikasi masalah yang muncul dalam pembelajaran matematika di Kampung Matematika Desa Bandardawung serta tawaran solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemukan. Diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya pencapaian visi Kampung Matematika Desa Bandardawung.
Kemampuan Berpikir Kreatif, Kritis, dan Komunikasi Matematika Siswa dalam Academic-Contructive Controversy (AC)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abad 21 diketahui sebagai masa pengetahuan dengan percepatan pengetahuan yang luar biasa. Guna memenuhinya, maka siswa dapat dikembangkan kemampuan kreatif, kritis, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menkaji kategori dan keberagaman/tahapan berpikir kreatif, kritis, dan komunikasi matematika dalam model pembelajaran kolaboratif tipe Academic-Constructive Controversy (AC) dalam materi segiempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 dengan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek wawancara terdiri dari 6 orang siswa masing-masing 2 dari setiap kategori. Adanya perbedaan karakteristik kemampuan berpikir kreatif siswa dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Perbedaan paling terlihat pada indikator originality dimana siswa kategori tinggi mengindikasikan mampu mengungkapkan hasil pemikirannya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang pada kategori lain belum muncul. Perbedaan karateristik juga terlihat pada kemampuan berpikir kritis siswa kategori tinggi, sedang dan rendah yang terlihat pada tahapan kritis yang dilalui siswa. Siswa kategori tinggi mengindikasikan melewati seluruh tahapan, kategori sedang cenderung melewatkan 2 atau 3 tahapan, serta kategori rendah cenderung hanya melewati 2 tahap terakhir. Perbedaan karakteristik juga tampak dalam kemampuan komunikasi siswa kategori tinggi, sedang, dan tinggi. Siswa kategori tinggi mengindikasikan memiliki kemampuan yang lebih dalam mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan nyata ke dalam bahasa atau ide matematika dibandingkan dengan kategori yang lain.
Implementasi Model Guided Discovery Learning Pendekatan Metakognitif Berbantuan Schoology dalam Pemecahan Masalah Matematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Guided Discovery Learning dengan pendekatan metakognitif berbantuan schoology terhadap pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 2 kelas VIII SMP Negeri 13 Semarang tahun ajaran 2018/2019 dengan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII F. Analisis kuantitatif pada penelitian ini menggunakan uji beda proporsi, uji ketuntasan dan uji beda rata-rata. Analisis tes dalam pemecahan masalah dilakukan pada setiap indikator dengan menggunakan langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GDL berpendekatan metakognitif siswa berbantuan Schoology efektif terhadap pemecahan masalah matematis siswa, hal ini terlihat dari hasil uji ketuntasan diperoleh nilai Sig. = 0,000 uji beda proporsi diperoleh dan uji beda rata-rata antara kelas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai Sig. = 0,000.
Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning dengan Peer Feedback
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran matematis perlu ditingkatkan agar peserta didik dapat menyelesaikan masalah matematika dengan baik. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pembelajaran POGIL dengan Peer Feedback efektif pada pencapaian kemampuan penalaran matematis peserta didik, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran peserta didik berdasarkan kemandirian belajar pada pembelajaran POGIL dengan Peer Feedback. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods dengan sequential explanatory design. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama di kota Semarang. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling dan penentuan subjek dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran POGIL dengan Peer Feedback efektif pada pencapaian kemampuan penalaran matematis peserta didik. Deskripsi kemampuan penalaran peserta didik berdasarkan kemandirian belajar pada pembelajaran POGIL dengan Peer Feedback yaitu (a) peserta didik dengan kemandirian tinggi memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis; (b) peserta didik dengan kemandirian sedang memenuhi dua indikator kemampuan penalaran matematis; dan (c) peserta didik dengan kemandirian rendah hanya memenuhi satu indikator kemampuan penalaran matematis.
Peran Kid-Friendly “Rubrics” dalam Model Pembelajaran 9E Learning Cycle Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran matematis merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Hal ini seperti yang telah tercantum dalam lima kemampuan dasar yang dicanangkan NCTM dan tujuan pembelajaran matematika dalam kurikulum di sekolah. Materi matematika dan penalaran matematika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Telah diketahui bahwa kemampuan penalaran matematis penting untuk dimiliki siswa, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa belum mendapat perhatian yang cukup sehingga kemampuan penalaran matematis siswa, khususnya pada jenjang SMP masih rendah. Hal ini dapat diketahui dari hasil PISA pada tahun 2015 yang menunjukkan bahwa, Indonesia berada peringkat 62 dari 72 negara itu artinya kemampuan literasi matematis yang meliputi kemampuan penalaran matematis siswa Indonesia masih rendah. Upaya untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa adalah dengan mendesain pembelajaran yang mampu mendorong pengembangan intelektual siswa, yakni dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan yang mampu mengembangkan penalaran. Para siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran matematika pada pembelajaran dengan model 9E learning cycle. Kegiatan belajar mengajar bersifat lebih terbuka dan siswa dilatih untuk berfikir lebih dalam dan lebih fokus. Serta siswa nanti juga akan diberikan sebuah lembar kid friendly rubric dengan tujuan 1) memastikan penilaian yang adil dengan menciptakan kebutuhan untuk merujuk pada serangkaian deskripsi; dan 2) membantu guru mengumpulkan data dan melihat perkembangan siswa dan juga memiliki beberapa hasil yang tidak terduga: 3) penggunaan rubrik membentuk desain kegiatan ketika mereka membuat guru merefleksikan implikasi keputusannya dan 4) merencanakan peningkatan kegiatan untuk mencapai kriteria, 5) mendukung siswa untuk belajar dengan memfokuskan pembelajaran dengan cara yang lebih baik untuk meningkatkan keterampilan mereka. Jadi, dari beberapa pernyataan diatas jelas bahwa kid friendly rubrics berperan untuk melihat kemampuan penalaran matematis siswa pada model pembelajaran 9e learning cycle.
Efektivitas Pembuktian Aljabar Abstrak Mahasiswa Calon Guru
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuktian yang efektif sangat penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembuktian dalam aljabar abstrak, mahasiswa calon guru ditiinjau berdasarkan minat terhadap mata kuliah psikologi pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini terdiri atas 3 orang yang memiliki minat tinggi, sedang, dan rendah terhadap psikologi pembelajaran matematika yang dipilih dari 12 orang berdasarkan angket minat yang diberikan. Teknik pengambilan data melalui pemberian tugas membuktikan aljabar abstrak dan wawancara. Data penelitian ini berupa hasil pekerjaan subjek dalam membuktikan aljabar abstrak, dan data hasil wawancara pendalaman. Efektivitas pembuktian menggunakan tiga indikator utama yaitu ringkas, logis, dan benar. Analisis data penelitian dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan minat tinggi memiliki langkah pembuktian yang ringkas, logis, dan benar. Subjek dengan minat sedang memiliki langkah pembuktian yang logis, dan benar, sedangkan subjek dengan minat rendah memiliki langkah pembuktian yang ringkas, tidak logis, dan hasil akhirnya salah. Efektivitas pembuktian aljabar abstrak jika dilihat dari minat terhadap mata kuliah psikologi pembelajatran matematika cenderung berbeda. Hanya mahasiswa yang memiliki minat tinggi terhadap psikologi pembelajaran matematika yang dapat membuktikan dengan ringkas. Hal ini terjadi karena subjek dapat menggunakan sifat-sifat yang sudah diterima sebagai kebenaran untuk membantu proses pembuktiannya.
Evaluasi Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) Berdasarkan Analisis Kebutuhan Stakeholder dan Kompetensi Mahasiswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh mahasiswa program studi nonkependidikan sesuai dengan tuntutan kurikulum sebagai penerapan teori yang telah diperoleh agar yang bersangkutan memperoleh pengalaman kerja di lapangan sesuai dengan bidangnya. Kompetensi yang diharapkan oleh industri praktis adalah keterampilan yang sesuai dengan bidangnya (hard skill) dan kompetensi sikap yaitu kerjasama dan motivasi yang tergolong dalam soft skill. Perguruan tinggi di Indonesia sedang berupaya untuk membentuk lulusannya dapat memiliki dua keterampilan tersebut. Tim pengelola PKL FMIPA UNNES memiliki program yakni Workshop PKL. Yang mana dalam program tersebut mempertemukan antara pengambil kebijakan di FMIPA dengan stakeholder dimana instansinya biasa menjadi tempat tujuan mahasiswa untuk melaksanakan program PKL. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pelaporan terkait pengembangan PKL yang telah dilakukan, serta bagaimana memperbaiki sistem PKL saat ini dengan menerima masukan dan saran dari stakeholder. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil berupa desain atau modul pengembangan program PKL, dimana masukan dan saran dari pengguna atau stakeholder dapat digunakan oleh pemangku kebijakan untuk menganalisa kebutuhan mahasiswa nonkependidikan sesuai kompetensi ataupun kurikulum di jurusan masing-masing.
Blended learning Menggunakan Gnomio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika abad 21, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pembelajaran inovatif seirama dengan perkembangan zaman berbasis teknologi, informasi dan komunikasi. Dalam penelitian ini inovasi pembelajaran yang digunakan adalah blended learning menggunakan Gnomio, terpadu dalam discovery learning. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui blended learning menggunakan Gnomio apakah meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMPN 3 Temanggung pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Temanggung dengan sampel kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-A sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test tertulis. Analisis data menggunakan uji statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa blended learning menggunakan Gnomio dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi geometri. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melebihi batas ketuntasan aktual, proporsi siswa yang memenuhi batas tuntas aktual lebih dari 75%; kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajar dengan blended learning menggunakan Gnomio lebih dari kelas yang diajar dengan discovery learning. Di samping itu terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran blended learning menggunakan Gnomio.