PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VII Pada Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik Ditinjau dari Keaktifan Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, dan kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari keaktifan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain penelitian Sequential Explanatory Strategy menggunakan bentuk desain Posttest-Only Control Group Design. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, angket, dan wawancara. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII A - VII H SMP Negeri 24 Semarang tahun pelajaran 2019/2020, secara teknik random sampling terpilih dua kelas yaitu siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol. Terdapat 6 subjek kualitatif dalam penelitian ini yaitu 2 siswa dengan keaktifan tinggi, 2 siswa dengan keaktifan sedang, dan 2 siswa dengan keaktifan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik efektif terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis, meliputi: (i) kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik mencapai ketuntasan individual dan klasikal; (ii) kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran PBL; dan (iii) kemampuan berpikir kreatif siswa kelompok keaktifan tinggi lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa kelompok keaktifan siswa sedang dan rendah; (2) terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis pada pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik; dan (3) kemampuan berfikir kreatif matematis siswa kelompok keaktifan tinggi lebih baik daripada kemampuan berfikir kreatif matematis siswa kelompok keaktifan sedang dan rendah
Keefektifan Constructive Feedback dalam Problem Based Learning pada Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Rasa Ingin Tahu Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah pembelajaran Problem Based Learning dengan Constructive Feedback efektif pada pencapaian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Metode penelitian ini adalah mixed methods atau penelitian metode kombinasi. Desain untuk penelitian ini menggunakan sequential explanatory dengan bentuk posttest only control design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Semarang. Pengambilan sampel untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan cara acak kelas yaitu kelas VIII H sebagai kelas kontrol dan kelas VIII I sebagai kelas eksperimen. Pemilihan subjek dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dimana subjek yang dipilih yaitu 2 subjek pada kategori rasa ingin tahu tinggi, 2 subjek pada kategori rasa ingin tahu tingkat sedang, dan 2 subjek pada kategor rasa ingin tahu tingkat rendah. Pengambilan data dilakukan menggunakan tes tertulis kemampuan berpikir kreatif matematis, pengisian angket rasa ingin tahu, dan wawancara subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran PBL dengan constructive feedback dikatakan efektif pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa; (2) deskripsi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan rasa ingin tahu diperoleh bahwa dengan rasa ingin tahu tinggi dapat memenuhi empat indikator berpikir kreatif matematis, siswa dengan rasa ingin tahu tingkat sedang dapat memenuhi dua sampai tiga indikator kemampuan berpikir kreatif, dan siswa dengan rasa ingin tahu tingkat rendah dapat memenuhi dua sampai satu indikator kemampuan berpikir kreatif.
Kemampuan Komputasional Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika SMP Melalui Digital Project Based Learning Ditinjau Dari Self Efficacy
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMP Negeri 3 Semarang, kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Digital PjBL efektif terhadap kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika, dan untuk mendeskripsikan kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika SMP melalui Digital PjBL ditinjau dari Self Efficacy. Penelitian ini adalah metode campuran dengan desain sequential explanatory. Populasi adalah siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Semarang tahun akademik 2019/2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital PjBL efektif terhadap kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika SMP. Deskripsi kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika SMP melalui Digital PjBL ditinjau dari Self Efficacy yaitu kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan Self Efficacy tinggi memenuhi keempat indikator komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika. Kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan Self Efficacy sedang memenuhi ketiga indikator kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika. Kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan Self Efficacy rendah memenuhi kedua indikator kemampuan komputasional siswa dalam memecahkan masalah matematika
Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau Dari Disposisi Matematis Siswa Kelas VII Pada Pembelajaran Model Eliciting Activities dengan Performance Assessment
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketuntasan Model Eliciting Activities untuk kemampuan komunikasi matematis siswa, menguji peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan Model Eliciting Activities, untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari disposisi matematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif desain one-group pretest-postest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: tes, angket dan wawacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran Model Eliciting Activities mencapai ketuntasan klasikal, (2) ada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah menggunakan Model Eliciting Activities dengan performance assessment, (3) kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari disposisi matematis dalam pembelajaran Model Eliciting Activities sebagai berikut (a) Subjek dengan disposisi matematis kelompok bawah kurang mampu menyelesaikan masalah dengan tepat dan runtut, menyelesaikan masalah dengan cara atau penyajian jawaban yang berbeda, dan menyelesaikan masalah dengan detail; (b) Subjek disposisi matematis kelompok tengah mampu menyelesaikan masalah dengan tepat dan runtut, kurang mampu menyelesaikan masalah dengan cara atau penyajian jawaban yang berbeda, dan kurang mampu menyelesaikan masalah dengan detail; (c) Subjek dengan disposisi matematis kelompok atas mampu menyelesaikan masalah dengan tepat dan runtut, menyelesaikan masalah dengan cara atau penyajian jawaban yang berbeda, dan menyelesaikan masalah dengan detail
Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Matakuliah Analisis Real
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Analisis Real merupakan matakuliah dengan proses berpikir deduktif aksiomatik. Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Matematika mengalami kesalahpahaman dalam belajar matakuliah analisis Real, terutama pada Barisan dan Deret. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis miskonsepsi mahasiswa dalam memecahkan Barisan dan Deret. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif eksploratif. Subyek penelitian sebanyak 9 mahasiswa Pendidikan matematika yang mengambil matakuliah Analisis Real di Tahun Akademik 2019/2020. 9 Mahasiswa tersebut masuk dalam kategori yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah, setiap kategori diambil sebanyak tiga orang mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data worksheet untuk pemecahan masalah adalah pedoman wawancara. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pemahaman mahasiswa pada materi Barisan dan Deret adalah 62,67%, ditemukan tiap indikator adanya miskonsepsi, serta beberapa penyebab miskonsepsi.
Eksplorasi Sense of Belonging to Mathematics (SBM) Mahasiswa dalam Era Pembelajaran Online
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menumbuhkan sense of belonging to mathematics adalah sebagai hal mendasar dalam penelitian pendidikan, terlepas dari factor-faktor yang lain. Pembelajaran online tentu saja memberikan kesempatan belajar yang fleksibel tetapi disertai dengan masalah penting dalam masa pandemi sekarang ini. Untuk pembelajar online, memelihara sense of belonging to mathematics dapat memberikan cara untuk meningkatkan pengalaman dan pencapaian mereka. Penelitian yang secara khusus mengeksplorasi sense of belonging to mathematics dan pembelajaran online sampai saat ini masih terbatas. Artikel ini membahas eksplorasi sense of belonging to mathematics dan melaporkan studi eksplorasi dalam skala kecil menggunakan metode pengumpulan dan analisis data kualitatif untuk menyelidiki pentingnya, atau tidak, sense of belonging to mathematics untuk pendidikan online mahasiswa jurusan matematika dengan mengeksplorasi pengalaman hidup mereka, pembelajaran online dan sense of belonging to mathematics di dalamnya. Temuan awal peneliti menekankan pentingnya bagi mahasiswa sebagai pembelajar online dan telah mengidentifikasi tiga tema penting: interaksi/keterlibatan, budaya pembelajaran, dan motivasi. Penemuan awal ini menyoroti pentingnya ketiga tema ini dalam mempromosikan sense of belonging to mathematics dan dalam memastikan bahwa ada peluang untuk interaksi yang bermakna bagi semua yang terlibat dalam pembelajaran online.
Manipulatif Konkret Matematika di Perguruan Tinggi: Sebuah Reviu Sistematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian tentang pentingnya manipulatif konkret matematika untuk siswa telah banyak dipublikasikan. Dari beberapa publikasi hasil penelitian menyatakan bahwa manipulatif konkret matematika tidak majig, guru harus mampu mendesain aktivitas pembelajaran sehingga mampu memfasilitasi siswa berpikir. Hal ini menunjukkan bahwa guru mengambil peran penting dalam keberhasilan belajar siswa yang dibantu dengan manipulatif konkret. Untuk itu perlu dilakukan reviu secara sistematis untuk mengetahui lingkup penelitian kajian manipulatif konkret matematika di pendidikan tinggi, khususnya pada pendidikan calon guru. Penelitian ini merupakan sebuah reviu jurnal secara sistematis yang dilakukan dengan menerapkan metode yang diadopsi oleh pernyataan PRISMA. Dari artikel yang didapat melalui aplikasi publish or perish dengan kata kunci “mathematics concret manipulative in Higher Educationâ€, telah tersaring 25 judul, dan dengan kajian ke dalam isi artikel, terdapat 5 judul penelitian terkait manipulatif konkret matematika di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari reviu 5 literatur terseleksi cenderung mengungkapkan pentingnya calon guru/guru harus menguasai bagaimana membuat dan menggunakan matematika konkret, serta kesulitan yang dihadapi dalam menghasilkan manipulatif konkret tersebut.
Scratch Coding for Kids: upaya memperkenalkan mathematical thinking dan computational thinking pada siswa sekolah dasar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Computational thinking disebut-sebut sebagai salah satu kemampuan dasar yang melengkapi kemampuan membaca, menulis, dan aritmatika. Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbud berencana mengintegrasikan computational thinking dalam kurikulum pendidikan dasar. Namun, di sisi lain, pengetahuan guru dan siswa tentang computational thinking masih sangat minim. Pengabdian ini bertujuan (1) mensosialisasikan Scratch Coding for Kids sebagai sarana memperkenalkan mathematical thinking dan computational thinking sekolah dasar dan (2) memberikan pengalaman langsung pada siswa dan guru sekolah dasar dalam mengenal konsep pemrograman sederhana yang terkait dengan konsep-konsep matematika. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) tahap pendahuluan dan perizinan; (2) tahap sosialisasi; (3) tahap pelaksanaan yang terdiri dari dua kegiatan utama: seminar tentang mathematical thinking dan computational thinking dan kegiatan praktik penggunaan Scratch Coding for Kids bagi siswa dan guru; (4) tahap evaluasi akhir.
Akurasi Algoritma Klasifikasi Pada Software Rapidminer dan Weka
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai akurasi dari pemrosesan data menggunakan algoritma-algoritma klasifikasi yang ada pada software data mining Rapidminer dan Weka. Nilai akurasi yang diperoleh dari algoritma-algoritma tersebut juga bisa digunakan untuk membandingkan software data mining yang lebih akurat antara software Rapidminer dan Weka. Nilai akurasi bisa dilakukan dengan menggunakan Confusion matrix, Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah membaca dan memahami keakuratan algoritma klasifikasi pada Rapidminer dan Weka, serta melihat hasil penelitian sebelumnya mengenai akurasi algoritma klasifikasi pada Rapidminer dan Weka dengan menggunakan data spam . Hasil dari penelitian ini adalah (1) Algoritma klasifikasi yang ada di software Rapidminer dan Weka adalah Decision Tree, Random Forest, K-NN, Naives Bayes, dan MLP. (2) Akurasi yang didapatkan dari satu algoritma dengan algoritma lain atau dari satu aplikasi dengan aplikasi lainnya pasti akan berbeda; Perbedaan ini dikarenakan jumlah data yang dipakai, tipe data yang dipakai dan keterkaitan antar data. (3) Dalam tiga penelitian terdahulu yang sudah dikaji dengan data text spam didapatkan bahwa dua penelitian mengatakan Weka lebih akurat sedangkan satu penelitian mengatakan Rapidminer lebih akurat. Algoritma yang mempunyai nilai akurasi terbaik adalah SVM, K-NN dan MLP.
Application of Mobile-Based Visual Content for Schools During a Pandemic
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap orang tentunya menginginkan layanan yang terletak pada kualitas pelayanan yang lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat. Di sisi lain, bidang penyedia layanan khususnya pemasaran semakin berlomba untuk memberikan yang terbaik dan paling dicari oleh masyarakat. Di masa pandemi saat ini, pembelajaran bahkan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pun dilaksanakan secara online. Hal ini tentu berimbas pada berbagai aktivitas belajar, informasi dan promosi dari sekolah yang tetap harus dilakukan secara maksimal meskipun secara online. Oleh karena itu, tentunya media informasi konten digital dapat membantu dalam memberikan sentuhan pribadi melalui sajian visual yang menarik dan bervariasi. Konten visual adalah bagian penting dari representasi sekolah dalam rangka PPDB di dunia maya, baik itu website, blog, atau akun media sosial. Dengan porsi elemen grafis yang memadai, audiens akan lebih tertarik dengan konten yang dibuat. Namun, menciptakan konten visual bukanlah keahlian sembarang orang. Membuat desain grafis, misalnya, membutuhkan software yang tidak mudah untuk dipelajari orang awam. Namun saat ini ada alternatif software yang dapat digunakan oleh semua khalayak dengan lebih mudah dan gratis. Dalam artikel ini kami melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tema pelatihan membuat konten visual dan mempelajari berbagai fitur yang ditawarkan aplikasi tersebut serta langkah-langkah dasar untuk mulai mengoperasikannya.