cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Implementasi Education 4.0 dan Merdeka Belajar dalam Matematika di Perguruan Tinggi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama bagi suatu perguruan tinggi dalam mencapai kesuksesan, melainkan kualitas lulusannya. Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi era industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas, sehingga perguruan tinggi dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi. Dalam menciptakan sumber daya yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi, diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, analisis big data, dan komputerisasi. Perguruan tinggi yang menyediakan infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi. Rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi yang responsif terhadap era industri 4.0 juga diperlukan, seperti desain ulang kurikulum dengan pendekatan merdeka belajar dan keahlian berbasis digital. Persiapan dalam menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan era industri 4.0 adalah salah satu cara yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing terhadap kompetitor dan daya tarik bagi calon mahasiswa. Pengajaran matematika di perguruan tinggi juga harus menyesuaikan diri dengan gerakan era industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi digital dan siber (cyber) dan merdeka belajar.
Problematika Pembelajaran Matematika bagi Masyarakat Indonesia Kontemporer
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia kontemporer sebagaimana yang dialami oleh masyarakat dunia saat ini menghadapi perubahan keadaan akibat munculnya ERI 4.0 dan Pandemi Covid-19. Perubahan keadaan yang menuntut kompetensi dan karakter yang berbeda dengan era sebelumnya sehingga menuntut perubahan pendidikan termasuk pendidikan matematika. Praktik pendidikan matematika khususnya pembelajaran matematika di Indonesia harus memberi kontribusi tercapainya tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Pengembangan pembelajaran matematika disamping harus memperhatikan teori dan filosofi pendidikan matematika juga harus memperhatikan perubahan zaman beserta tantangannya. Ada tiga hal perlu disikronkan dalam praktik pendidikan untuk masyarakat Indonesia kontemporer yaitu teori dan filosofi pendidikan matematika, karakter ideal bangsa Indonesia, dan akibat perubahan kehidupan karena ERI 4.0 dan pandemi Covid-19.
Pemanfaatan Aplikasi BERKID-EXPLORER sebagai Media Pembelajaran Matematika di Desa Eduwisata Bergas Kidul
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi BERKID-EXPLORER adalah aplikasi game petualangan sebagai media edukasi interaktif yang tujuannya untuk aktivitas aktif dari pengguna terutama anak-anak dengan fitur game dan GPS memuat peta Desa Bergas Kidul. Berkembangnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, maka perlu dikembangkan integrasi paket eduwisata berbasis android dengan pembelajaran matematika. Artikel ini membahas bagaimana pemanfaatan aplikasi BERKID-EXPLORER sebagai media pembelajaran matematika yang diaplikasikan dalam aktivitas Desa Eduwisata Bergas Kidul. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan tentang penerapan aktivitas eduwisata dalam pembelajaran matematika.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar dalam Aktivitas Math Trail
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu sorotan utama dalam pembelajaran matematika, melatihkan kemampuan pemecahan masalah menggunakan soal non-routine dalam lingkungan dunia nyata merupakan salah satu hal yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah bangun ruang dalam aktifitas Math Trail. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar kelas IV MI Jamiyatul Ulum Tawangharjo. Subjek penelitian dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumentasi, lembar jawab, dan lembar wawancara. Sedangkan tahapan analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sama-sama memiliki peringkat yang baik di kelas, siswa laki-laki cenderung lebih kreatif dan mampu menyelesaikan masalah dengan lebih cepat. Siswa perempuan cenderung memilih penyelesaian yang sederhana dan cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan masalah geometri pada aktifitas math trail yang diberikan.
Euclid Sebagai Tokoh Aliran Humanis dalam Perkembangan Filsafat dan Pembelajaran Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Euclid merupakan tokoh yang sangat berperan penting dalam filsafat matematika. Dia juga merupakan salah satu tokoh aliran humanis dalam perkembangan filsafat. Pengaruhnya dalam sejarah matematika cukup besar dalam sejarah matematika. Hal ini menjadi penting untuk mengkaji tokoh Euclid dalam perkembangan metematika. Artikel merupakan hasil penelitian kajian literatur. Artikel ini mendiskusikan tentang Aliran Humanis dalam Filsafat, biografi Euclid yang merupakan tokoh penting dalam aliran humanis, dan prinsip-prinsip penalaran Euclid. Postulat Euclid yang banyak dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan setelahnya.
Inovasi Pembelajaran Matematika Bagi Pendidikan Vokasional dengan Blended Learning Masa Pandemi Covid-19
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 dan Pandemi Covid-19 menuntut seseorang pendidik untuk berinovasi dalam mengemas proses pembelajaraannya agar lebih efisien dan menarik. Pembelajaran matematika pada Pendidikan vokasi dituntut harus terpusat pada mahasiswa serta menekankan aspek-aspek kreativitas dan inovasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Blended learning sebuah pembelajaran inovatif mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face, memiliki tiga komponen yaitu online learning, pembelajaran tatap muka, dan belajar mandiri. Blended learning dapat menjadi sebuah inovasi pembelajaran matematika pada pendidikan vokasional di masa mandemi covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model rancangan blended learning matematika bagi Pendidikan vokasioval. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. Data bersumber dari berbagai buku, jurnal, prosiding yang terkait dengan blended learning, Pendidikan vokasional dan covid 19. Data dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil analisis mendapatkan blended learning matematika dirancang berdasarkan teori belajar Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivistime, Konektivisme, dan Cybernitisme. Komponennya, meliputi: 1) capaian pembelajaran, 2) peta organisasi materi, 3) daftar refrensi, 4) materi/bahan ajar, 5) aktivitas pembelajaran sinkron dan asinkron, rancangan pembelajaran asinkron, 6) rancangan pembelajaran sinkron, 7) rancang bangun pembelajaran sinkron, dan 8) alur pembelajaran sinkron. Rancangan blended learning ini dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dan sebagai solusi untuk pembelajaran matematika di era IR. 4.0 dan pandemic Covid-19 pada pendidikan vacasional.
Pengembangan E-Modul Berbasis Problem Based Learning untuk Mendukung Pembelajaran Daring dengan Flipped Classroom
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma pembelajaran tatap muka yang bergeser menjadi pembelajaran daring membutuhkan inovasi dalam implementasinya. Salah satu hal yang berperan pada implementasi pembelajaran daring yaitu media elektronik berupa e-modul. Lebih lanjut, e-modul dapat dipadukan dengan model pembelajaran interaktif. Pengembangan ini menghasilkan e-modul berbasis problem based learning yang mendukung pembelajaran flipped classroom secara daring. E-modul yang dihasilkan mengarahkan pada pemecahan masalah sebelum pelaksanaan pembelajaran daring yang merupakan prinsip pembelajaran dengan flipped classroom. Pembelajaran flipped classroom dapat dibagi dalam dua langkah, yaitu penugasan dan pembahasan, yang mengacu pada tahapan problem based learning. Tahapan problem based learning berupa orientasi terhadap masalah, mengorganisasi pencarian informasi, dan penugasan untuk menyelesaikan masalah mendukung pembelajaran flipped classroom pada langkah penugasan. Langkah pembahasan pada pembelajaran flipped classroom didukung oleh tahapan problem based learning berupa presentasi hasil diskusi dan penguatan penyelesaian masalah. Alur pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap prototipe, dan tahap evaluasi. Tahap pendahuluan dilakukan analisis masalah berdasarkan penyebaran angket mengenai pelaksanaan perkuliahan daring yang mengidentifikasi bahwa diperlukan interaksi dalam perkuliahan daring. Tahap prototipe menghasilkan prototipe e-modul yang dapat digunakan pada tahap uji coba berdasarkan hasil validasi. Tahap evaluasi memberikan hasil penerapan e-modul. Hasil penerapan e-modul menunjukkan adanya respon positif dari mahasiswa sebagai pengguna dan tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang dipelajari dalam kategori baik. Faktor pendukung penerapan e-modul pada pembelajaran flipped classroom adalah dapat mengoptimalkan interaksi kolaboratif antar mahasiswa di luar kelas pada langkah penugasan berdasarkan tahapan problem based learning.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Tunarungu dalam Masalah Operasi Bilangan Bulat Ditinjau dari Gaya Kognitif
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif diperlukan dalam pemecahan berbagai masalah matematis seperti operasi bilangan bulat, yang dalam penyelesaiannya memungkinkan banyak solusi dan ide. Sebagai suatu kemampuan yang dituntutkan dalam pembelajaran abad 21, berpikir kreatif penting ditumbuhkan kepada seluruh siswa di berbagai jenjang, termasuk siswa berkebutuhan khusus di jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa tunarungu dalam memecahkan masalah operasi bilangan bulat dilihat dari perbedaan gaya kognitifnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SLBN 2 Bantul. Subyek penelitian ini adalah siswa tunarungu kelas VIII SLB Negeri 2 Bantul, Yogyakarta. Subyek yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak empat siswa dengan satu siswa dengan gaya kognitif Field Independent (FI) dan tiga siswa dengan gaya kognitif Field Dependent (FD). Data penelitian diambil melalui Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan berpikir kreatif, observasi dan wawancara. Data hasil GEFT dianalisis untuk menentukan jenis gaya kognitif siswa tunarungu, sedangkan data hasil tes berpikir kreatif dianalisis berdasarkan aspek kemampuan berpikir kreatif fleksibilitas, fluency dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa tunarungu pada masing-masing gaya kognitif memiliki tingkatan yang berbeda. Siswa tunarungu dengan gaya kognitif FI memiliki kemampuan berpikir kreatif yang jauh lebih baik dibanding siswa bergaya kognitif FD dalam memahami masalah, merencanakan masalah, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali jawaban.
Eksplorasi Etnomatematika pada Rumah Adat Lengkong
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnomatematika digambarkan sebagai penggunaan konsep dan ide matematika yang rasional dalam ruang hidup budaya masyarakat. Jika dikaji lebih mendalam, matematika merupakan hasil dari sejarah dan proses budaya yang berkembang seiring dengan adanya kontribusi masyarakat dan budaya. Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan kaitan matematika dengan arsitektur atau rancang bangun rumah adat Lengkong di Kuningan, Jawa Barat. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan literatur menggunakan sumber tertulis dalam artikel ilmiah, jurnal dan dokumen yang mendukung kajian penelitian. Hasil penelitian ini berupa makna arsitektur; aspek fundamental matematika dalam etnomatematika yang tercermin pada rumah adat Lengkong meliputi aktivitas mengukur, aktivitas menempatkan, serta aktivitas mendesain atau membuat rancang bangun; bagian-bagian rumah adat; dan konsep geometri pada rancang bangun rumah adat Lengkong yakni konsep bangun datar, konsep bangun ruang dan konsep garis.
Eksplorasi Etnomatematika Terkait Aktivitas Fundamental pada Rumoh Aceh
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 5 (2022): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XV
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan Indonesia yang dapat dikaji melalui etnomatematika salah satunya adalah rumah adat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah dan filosofi dari Rumoh Aceh (2) mendeskripsikan aktivitas fundamental pada rumah adat Rumoh Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat (1) aspek sejarah dari Rumoh Aceh yaitu mengandung filosofi dari norma yang berlaku menurut syariat Islam (2) Aspek matematis pada Rumoh Aceh menurut Bishop: a) Counting meliputi jumlah tiang, ruangan, dan anak tangga. b) Measuring meliputi ukuran dalam bilangan seperti aturan ukuran dan alat ukur tradisional. c) Locating meliputi penentuan arah hadap rumah. d) Designing meliputi desain ornamen dan ukiran rumah. e) Playing meliputi upacara dan aturan adat proses pembangunan. f) Explaining meliputi struktur rumah knock down dan tanpa paku yang tahan gempa.