cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Kesesuaian Teori Piaget Pada Peserta Didik Umur 7 Sampai 13 Tahun Dalam Memahami Hukum Kekekalan Massa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami hukum kekekalan massa (usia 9-10 tahun) sesuai dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah peserta didik dengan rentang usia 7-13 tahun. Didapatkan 4 sampel yaitu 1 sampel dengan usia 7 tahun, 1 sampel usia 9 tahun, 1 sampel usia 10 tahun, 1 sampel usia 13 tahun. Instrumen yang digunakan adalah percobaan sederhana dengan memanfaatkan sebuah tisu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, peserta didik dengan usia 7 tahun, 9 tahun, dan 13 tahun belum memahami hukum kekekalan massa. Ditunjukkan pula bahwa peserta didik dengan usia 10 tahun sudah memahami hukum kekekalan massa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peserta didik dengan usia 7 tahun dan 10 tahun sudah memenuhi teori perkembangan kognitif Jean Piaget pada hukum kekekalan massa. Sedangkan peserta didik dengan usia 9 dan 13 tahun belum memenuhi teori perkembangan kognitif Jean Piaget pada hukum kekekalan massa.
Penerapan Konsep Kekekalan Volume sesuai dengan Teori Piaget
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada teori Piaget dikatakan bahwa setiap individu melewati empat tahap kognitif secara berurutan, yaitu tahap sensorimotor, Pra-operasional, operasional-konkret, serta tahap operasional-formal. Pada tahap operasional-konkret umumnya anak memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkret. Salah satunya adalah memahami konsep kekekalan volume yang umumnya seharusnya sudah dikuasai oleh anak yang berusia 11 hingga 12 tahun. Oleh karenanya, tujuan penelitian kami disini adalah guna membuktikan apakah teori ini berlaku pada anak-anak dengan usia sesuai teori serta bagaimana jika penelitian yang sama dilakukan terhadap anak dengan usia di bawahnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana mendeskripsikan kesesuaian teori perkembangan kognitif Piaget dengan kemampuan memahami hukum kekekalan volume oleh anak dengan usia 11-12 tahun. Adapun penelitian dilakukan pada seorang anak berusia 11 tahun seta 5 orang anak lain yang berusia dibawah 11 tahun, yaitu berusia 4,5,6,7, dan 10 tahun. Hasilnya anak-anak dengan usia 4,5,6,10, bahkan 11 tahun faktanya belum memahami konsep kekekalan volume. Namun, anak dengan usia 7 tahun sudah memahaminya. Sehingga, kesimpulannya teori perkembangan kognitif Piaget tidak sepenuhnya tepat.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Ditinjau dari Self-Confidence pada Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Desmos
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan siswa dalam menghadap kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan dalam abad 21. Selain pada aspek kognitif, aspek lain yang perlu dibangun adalah aspek afektif, dalam hal ini adalah self-confidence. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran merupakan bentuk upaya peningkatan kualitas pembelajaran pada abad ke 21, sehingga dibutuhkan variasi mengajar berupa variasi alat bantu dan variasi model belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI MIPA di SMA Kesatrian 2 Semarang ditinjau dari self-confidence. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah, angket, dan wawancara. Dengan populasi siswa kelas XI MIPA SMA Kesatrian 2 Semarang tahun pelajaran 2022/2023. Dengan cara random sampling terpilih kelas XI MIPA 1 sebagai kelompok kontrol dan XI MIPA 2 sebagai kelompok eksperimen. Penentuan berdasarkan hasil angket self-confidence yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok yakni tinggi, sedang, dan rendah. Dari tiga kelompok masing-masing dipilih dua subjek untuk dianalisis lebih lanjut kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian membuktikan bahwa siswa dengan pembelajaran Problem Based Learning berbantuan desmos belum mencapai ketuntasan belajar. Kemampuan pemecahan masalah siswa pada model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan desmos tidak lebih baik dari Kemampuan pemecahan masalah siswa pada model pembelajaran Problem Based Learning.
Pengembangan Kemampuan Literasi Numerasi Melalui Pembelajaran Tematik Terintegrasi Berbasis Proyek
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dituntut untuk bisa mengembangkan kemampuan siswa sehingga memiliki kecakapan global. Salah satu keterampilan pada kecakapan global adalah keterampilan berbagai literasi diantaranya literasi dasar dan literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan kemampuan yang penting karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Data di lapangan menunjukan bahwa kemampuan literasi siswa masih rendah sehingga diperlukan adanya inovasi pembeajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengembangan kemampuan literasi numerasi melalui pembelajaran tematik terintegrasi berbasis proyek. Metode penelitian yang digunkan yaitu studi pustaka dengan menggunakan data sekunder berupa artikel jurnal, buku, laporan penelitian dan sumber lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu organize, synthetize, dan identify. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran tematik terintegrasi proyek dapat digunakan sebagai inovasi pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menerapkan inovasi ini secara langsung di kelas serta mengembangkan media dan perangkat pembelajaran tematik terintegrasi berbasis proyek.
Kemampuan Literasi Matematis Melalui Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Website Mathnesia Pada Siswa SLB Tunarungu
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan dan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis dalam pembelajaran Flipped Classroom berbantuan website Mathnesia. Metode yang digunakan adalah mixed-method dengan desain sequential explanatory. Populasi yang digunakan yaitu siswa tunarungu kelas XII SLBN Semarang tahun ajaran 2022/2023. Sampel penelitian adalah kelas XII B-1 dan dipilih 6 subjek. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan pembelajaran Flipped Classroom berbantuan website Mathnesia efektif ditandai dengan: (1) kemampuan literasi matematis siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal yang sudah ditetapkan, (2) kemampuan literasi matematis siswa tunarungu mengalami peningkatan setelah penerapan pembelajaran Flipped Classroom berbantuan website Mathnesia, (3) respon siswa terhadap pembelajaran Flipped Classroom berbantuan website Mathnesia bernilai positif. Hasil analisis kualitatif diperoleh deskripsi kemampuan literasi matematis sebagai berikut: (1) subjek dengan KLM tinggi sangat baik dalam mencapai semua indikator KLM, (2) Subjek dengan KLM sedang sangat baik dalam mencapai indikator mathematizing, representation, using symbolic, formal, and technical language and operations, dan using mathematics tools; baik dalam mencapai indikator communication, reasoning argument, dan devising strategies for solving problems, (3) subjek dengan KLM rendah sangat baik dalam mencapai indikator mathematizing; baik dalam mencapai indikator communication, representation, devising strategies for solving problems, dan using mathematics tools; cukup baik dalam mencapai indikator reasoning argument dan using mathematics tools.
Pelatihan Pengembangan Profesi Pendidik Melalui PTK dan Implementasi Pembelajaran Inovatif Bagi Guru SD YPII
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk malaksanakan fungsi pendidikan nasional tersebut maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji, ditingkatkan dan dituntaskan, sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan hasil belajar yang lebih baik, dapat diwujudkan secara sistematis. Upaya PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan guru-siswa di esekolah. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja, sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagai peneliti, sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif. Di samping hal di atas, KTSP merupakan kurikulum yang mendasarkan kepada tercapainya kompetensi tertentu. Kompetensi dalam konteks pembelajaran dapat diartikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa yang berupa pengetahuan, keterampilam dan sikap yang terefleksikan dalam pola pikir dan bertindak. Dengan demikian sebuah proses pembelajaran diharapkan dapat mencapai kemampuan secara utuh dalam segi kognitif, afektif dan psikomotorik, yang dapat bermanfaat bagi kehidupan siswa masa kini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan mengembangkan pembelajarannya dengan pembelajaran kolaboratif, inovatif, kontekstual dan joyfull, sehingga siswa merasa betah dan gembira dalam belajar di sekolah. Hal ini juga dapat mendukung program “kurikulum merdeka” yang mulai diimplementasikan oleh Kementrian Pendidkikan dan Ristek. Untuk memfasilitasi hal tersebut maka perlu dilaksanakan pelatihan atau pendampingan kepada guru-guru sekolah dasar di bawah naungan YPII Semarang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan PKM ini dilaksanakan tanggal 27 Agustus 2022 dan 14 September 2022 yang diikuti oleh guru-guru YPII Semarang. Hasil dari PKM ini adalah guru berhasil menyusun proposal PTK yang akan ditindak lanjuti dengan penelitian di kelasnya masing-masing.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII pada Model Pembelajaran Knisley dengan Scaffolding
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis siswa perlu dioptimalkan agar tujuan pembelajaran matematika tercapai dengan baik. Tujuan penelitian yaitu mengetahui keefektifan model Knisley dengan scaffolding terhadap komunikasi matematis siswa kelas VII. Kriteria keefektifan meliputi pencapaian ketuntasan klasikal, rata-rata kelas mencapai kriteria ketuntasan minimal, serta komunikasi matematis siswa kelas VII meningkat setelah perlakuan pembelajaran Knisley dengan scaffolding. Jenis metode penelitian ini adalah pre-eksperimental dandesain penelitian one group pretest-posttest. Populasinya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gebog, sampel terpilihadalah kelas VII I dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Indikator komunikasi matematis yang digunakan meliputi, (1) mathematical register, antara lain kemampuan mengidentifikasi permasalahan yang diketahui dan ditanyakan, kemampuan menuliskan langkah penyelesaian dan kemampuan menyimpulkan menggunakan bahasa sendiri, (2) representation, meliputi kemampuan membuat gambar yang relevan, kemampuan menggunakan simbol atau istilah matematis dengan tepat. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Knisley dengan scaffolding efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, ditunjukkan dengan pencapaian ketuntasan klasikal, rata-rata siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal, dan komunikasi matematis siswa meningkat setelah mendapat perlakuanpembelajaran Knisley dengan scaffolding
Clustering Data Campuran Numerik Dan Kategorik Menggunakan Algoritme K-Prototype
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat berbagai teknik dalam data mining dimana setiap teknik memiliki hasil yang berbeda, yaitu klasifikasi, asosiasi, clustering, prediksi, estimasi dan analisis deviasi. Clustering merupakan proses yang digunakan untuk mengelompokkan objek dalam dataset sehingga objek yang mempunyai kemiripan ditempatkan pada cluster yang sama. Ukuran kemiripan antar objek satu dengan objek lainnya diketahui dari ukuran jarak. Semakin kecil ukuran jarak, semakin kecil perbedaan antar objek satu dengan objek lainnya. Metode elbow merupakan metode untuk menentukan jumlah cluster optimal yang diperoleh dengan melihat presentase hasil perbandingan antara jumlah cluster yang akan membentuk siku pada suatu titik. Pada umumnya proses clustering hanya untuk data numerik atau kategorik saja, akan tetapi kerap kali ditemui kasus data campuran numerik dan kategorik. Algoritme K-Means merupakan salah satu metode clustering konvensional yang efisien untuk data yang berukuran besar, tetapi tidak untuk data kategorikal. Algoritme K-Prototype merupakan pengembangan dari algoritme K-Means yang dapat menangani data yang bertipe campuran numerik dan katagorik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji algoritme K-Prototype dengan inisialisasi menggunakan metode elbow dalam menentukan jumlah cluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elbow dapat digunakan untuk menentukan jumlah cluster optimal yang selanjutnya digunakan pada algoritme K-Prototype.
Implementasi Metode Double Exponential Smoothing untuk Peramalan Luas Panen Padi di Kabupaten Pati dengan Bantuan Software Minitab 16
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi luas panen padi agar data prediksi tersebut dapat membantu merancang kerentanan atau kerawanan pangan di Kabupaten Pati. Peramalan penelitian ini menggunakan metode double exponential smoothing, dengan taraf yang digunakan adalah , , dan dan hasil akan dilihat melalui nilai indikator MAPE (Mean Absolute Percentage Error), MAD (Mean Absolute Deviation), dan MSD (Mean Squared Deviation). Dalam penelitian ini dinyatakan bahwa peramalan dengan kesalahan terkecil adalah peramalan dengan taraf dengan nilai MAPE 130 (dalam kateori >50%) dalam metode double exponential smoothing, pada peramalan periode selainjutnya diperoleh nilai peramalan adalah 1610,27. Karena nilai kesalahan dalam peramalan yang terlalu besar, maka dapat disimpulkan bahwa peramalan tersebut tidak akurat dan tidak dapat digunakan.
Estimasi Parameter Generalized Space Time Autoregressive Integrated Moving Average (GSTARIMA) dengan Pendekatan Seemingly Unrelated Regression (SUR)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data runtun waktu merupakan data yang berturut berdasarkan waktu. Data deret waktu yang melibatkan unsur waktu dan lokasi disebut space time. Salah satu model space time adalah space time autoregressive moving average (STARMA). Pada model STARMA hanya dapat digunakan untuk lokasi dengan karakteristik homogen. Kondisi aktual menunjukkan suatu lokasi dengan lokasi lain memiliki karakteristik heterogen sehingga penggunaan model STARMA kurang fleksibel. Model STARMA kemudian dikembangkan menjadi model generalized space time autoregressive moving average (GSTARMA) untuk mengakomodir keheterogenan lokasi. Pada model GSTARMA harus memenuhi asumsi data stasioner dan harus memiliki orde autoregressive, moving average serta spasial sehingga model dikembangkan menjadi model generalized space time autoregressive integrated moving average (GSTARIMA). Ordinary least square (OLS) merupakan metode yang digunakan untuk mengestimasi parameter model GSTARIMA. Estimasi parameter dengan metode OLS memiliki kelemahan yaitu menghasilkan estimasi yang tidak efisien ketika sisaan antar lokasi tidak bebas atau berkorelasi. Oleh karena itu, digunakan pendekatan seemingly unrelated regression (SUR) untuk mengatasi kelemahan tersebut. SUR menggunakan metode generalized least square (GLS) untuk mengestimasi parameter model. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model dan mengestimasi parameter GSTARIMA dengan pendekatan SUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi parameter GSTARIMA dapat diperoleh dengan asumsi orde waktu 1 dan orde spasial 1.