PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
Telaah Bahan Ajar dengan Model Challenge Based Learning bernuansa STEM berbantuan Geogebra terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berpikir kreatif adalah salah satu keterampilan penting abad 21 yang harus dimiliki siswa sebagai pewaris bangsauntuk bertahan dalam persaingan global. Berdasarkan fakta yang ada, kemampuan berpikir kreatif siswa masih belum optimal. Kemampuan berpikir kreatif dapat diberdayakan melalui perangkat pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah bahan ajar dengan model Challenge Based Learning bernuansa STEM berbantuan geogebra terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil menunjukkan bahan ajar dengan model CBL bernuansa STEM berbantuan geogebra dapat menjadi solusi inovatif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Lebih lanjut, diperlukan penelitian mengenai pengembangan dan uji efektivitas bahan ajar dengan model Challenge Based Learning bernuansa STEM berbantuan geogebra terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Telaah Bahan Ajar Berbasis Challenge Based Learning Bernuansa STEM terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kemampuan penting pada abad ke 21 adalah kemampuan pemecahan yang menjadi tujuan utama dalam pendidikan matematika. Untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dapat digunakan bahan ajar yang didalamnya terdapat aktifitas-aktifitas yang membangun pengetahuan siswa untuk memecahkan suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bahan ajar berbasis Challenge Based Learning bernuansa STEM terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan studi literatur dari beberapa artikel nasional maupun internasional. Model Challenge Based Learning membantu siswa untuk memecahkan permasalahan dunia nyata dengan tantangan-tantangan yang diberikan. Integrasi aspek-aspek dari STEM juga berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Penerapan model Challenge Based Learning bernuansa STEM dalam bahan ajar memberikan kesempatan secara bersama-sama dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan. Dengan demikian, bahan ajar berbasis Challenge Based Learning bernuansa STEM dapat menjadi referensi dalam upaya mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang menjadi kemampuan dalam menghadapi tantangan abad 21.
The Influence of HOTS Problems in Developing Mathematical Literacy through Cooperative Learning Model
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
When students do math problems at school, it is found that students are still not able to do the given problems properly. This can happen due to the lack of mathematical literacy skills in students. However, mathematical literacy is one of the important skills to face the incoming challenge of this 21st and disruption century. This article aims to examine the influence of using HOTS problems on developing mathematical literacy skills through cooperative learning models. The method used in this article is through a literature study that collects several previous studies to answer the influence of using HOTS problems on developing mathematical literacy skills through cooperative learning models. The use of HOTS problems has an influence on developing mathematical literacy skills in cooperative learning models. So that teachers can provide and develop HOTS problems to improve students' mathematical literacy skills and students can also practice solving HOTS problems to improve mathematical literacy skills.
Pembuktian Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget pada Anak Tahap Operasi Konkret terhadap Hukum Kekekalan Volume
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jean Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif anak tumbuh secara kronologis melalui empat tahap, salah satunya yaitu tahap operasi konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif anak dalam memahami hukum kekekalan volume pada tahap operasi konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini digunakan untuk memperoleh data dengan mewawancarai responden yang dipadukan dengan percobaan sederhana langsung di depan masing-masing responden yang berkaitan dengan hukum kekekalan volume. Responden dalam penelitian ini adalah anak dengan usia 5-9 tahun dengan total 4 responden penelitian yaitu 1 responden dari usia 5 tahun, 2 responden dari usia 7 tahun, dan 1 responden dari usia 9 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 4 responden, ada 1 responden dari usia 5 tahun belum memahami hukum kekekalan volume, 1 responden dari usia 7 tahun sudah memahami hukum kekekalan volume, dan 2 responden dari usia 7 tahun dan 9 tahun belum memahami hukum kekekalan volume. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua anak sesuai dengan teori Jean Piaget mengenai perkembangan kognitif anak pada tahap operasi konkret.
Implementasi Teori Perkembangan Mental Piaget dalam Hukum Kekekalan Luas
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif siswa berumur 8-9 tahun dalam memahami hukum kekekalan luas menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini diperoleh 4 sampel penelitian diantaranya adalah 1 anak berusia dibawah teori, 2 anak sesuai teori, dan 1 anak diatas teori. Instrumen yang digunakan adalah berupa tes wawancara yang dipadukan dengan eksperimen sederhana. Dalam penelitian ini, menggunakan sebuah kertas HVS yang dibagi menjadi 4 bangun persegi empat kecil yang sama besar. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui ternyata 1 anak dibawah teori kurang mampu memahami konsep kekekalan luas, sedangkan 3 anak sisanya yakni 2 sesuai teori dan 1 di atas teori sudah mampu memahami konsep kekekalan luas dengan baik dan benar sesuai dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget.
Mathematical Critical Thinking Skills ditinjau dari Curiosity dengan Pendekatan Etnomatematika Melalui Kebudayaan Kabupaten Temanggung
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui peran pendekatan etnomatematika dan pengaruh rasa ingin tahu terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kedu pada materi aritmetika sosial. Pendekatan etnomatematika diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas dan diintegrasikan dalam sumber belajar berupa bahan ajar matematika yang dikembangkan oleh peneliti. Kebudayaan yang diintegrasikan dalam pendekatan etnomatematika merupakan kebudayaan asli dari Kabupeten Temanggung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan model sequential explanatory (kombinasi berurutan). Kegiatan dalam penelitian ini meliputi pembelajaran di kelas sebanyak 5 pertemuan untuk kelompok eksperimen dan kontrol, tes kemampuan berpikir kritis matematis untuk kelompok eksperimen dan kontrol, pengisian angket untuk kelompok eksperimen, dan wawancara untuk kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini adalah pendekatan etnomatematika mampu berperan positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil tes dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa juga dipengaruhi oleh rasa ingin tahu. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pendekatan etnomatematika bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Selain itu juga perlunya untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa, karena semakin tinggi rasa ingin tahu siswa maka kemampuan berpikir kritis matematisnya akan semakin tinggi.
Penerapan Teori Piaget tentang Konsep Hukum Kekekalan Panjang pada Anak
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan anak dalam penerapan Hukum Kekekalan Panjang yang didasarkan pada teori Piaget tentang tahap operasional konkret anak usia 7-8 tahun. Metode yang dipakai peneliti yaitu wawancara dan eksperimen yang dilakukan kepada anak rentang usia 6-11 tahun sehingga dapat mengetahui langsung pemahaman anak terhadap konsep Hukum Kekekalan Panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak berusia 6, 7, dan 8 tahun belum memahami Hukum Kekekalan Panjang dan anak usia 11 tahun sudah memahami Hukum Kekekalan Panjang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa hanya terdapat satu anak yang sudah memahami Hukum Kekekalan Panjang dan terdapat anomali dari teori Piaget.
Penelitian Teori Perkembangan Piaget Tahap Operasional Konkret Pada Usia 11-12 Tahun Terhadap Hukum Kekekalan Volume
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam pembelajaran, guru hendaknya memperhatikan tingkat perkembangan anak dan karakteristik dari materi yang disajikan. Piaget mengemukakan teori yang mengkaji kognitifitas siswa sesuai tahapan usia. Menurut Piaget, setiap individu akan melewati empat tahap perkembangan kognitif yang berurutan. Salah satunya yaitu tahap operasional konkret. Tahap operasional konkret menurut Piaget, dicirikan dengan anak yang sudah dapat berfikir berdasarkan logika (usia 7-11 tahun) dan sudah memahami tentang hukum kekekalan volume (usia 11-12 tahun). Penelitian ini dilakukan untuk menguji pemahaman anak terkait hukum kekekalan volume pada tahap operasional konkret, sekaligus membuktikan teori perkembangan Piaget pada tahap operasional konkret terhadap pemahaman hukum kekekalan volume. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 sampel anak yaitu SA (usia 10 tahun), SB (usia 11 tahun), SC (usia 12 tahun), dan SD (usia 13 tahun). Dengan melalui beberapa percobaan untuk menguji tentang hukum kekekalan volume, didapatkan hasil bahwa keempat anak tersebut telah menjawab dan memahami pertanyaan yang diujikan dengan benar, sehingga keempat anak tersebut sudah memahami tentang hukum kekekalan volume. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian yang telah dilaksanakan tersebut, mendapatkan hasil yang sesuai dengan teori piaget mengenai tahap operasional konkret tentang pemahaman hukum kekekalan volume pada anak.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Piaget pada Hukum Kekekalan Bilangan Berbasis Canva
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hukum kekekalan bilangan menurut teori Piaget menyatakan bahwa anak yang usianya 6-7 tahun yang telah memahami hukum kekekalan bilangan akan mengerti bahwa banyaknya suatu benda akan tetap meskipun letaknya berbeda-beda atau diubah tempatnya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah anak yang usianya berada di bawah teori, sesuai teori dan berada di atas teori sudah memenuhi hukum kekekalan bilangan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 5 anak yang usianya 5 sampai 10 tahun dengan menyajikan paparan melalui aplikasi canva secara langsung maupun virtual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang usianya berada di atas, di bawah maupun sesuai hukum kekekalan bilangan, yaitu usia 5 sampai 10 tahun mampu menjawab dengan benar percobaan-percobaan yang telah disajikan. Jadi semua anak sudah memenuhi hukum kekekalan bilangan.
Penerapan Perkembangan Teori Piaget dalam Hukum Kekekalan Panjang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut teori perkembangan mental dari Piaget, ada 4 tahapan perkembangan kognitif pada anak. Setiap tahapan perkembangan mental mempunyai sifat atau ciri khas masing-masing. Salah satu ciri yang dimunculkan pada tahap operasi kongkrit diantaranya yaitu bahwa pada tahap ini anak sudah mulai memahami konsep kekekalan. Diantaranya konsep kekekalan panjang (7 – 8 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman anak terkait hukum kekekalan panjang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yakni terfokus pada penelitian yang didasarkan pada fakta yang dilaksanakan dengan cara pengamatan secara langsung dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu setiap anak memilki pendapat yang berbeda-beda, terdapat anak yang sudah memahami dan terdapat pula yang belum memahami mengenai hukum kekalan panjang. Kesimpulannya anak belum seluruhnya memahami konsep hukum kekalan panjang, dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan hanya satu anak yang dapat memahaminya.