PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
ALGORITMA INTUITIONISTIC FUZZY TIME SERIES FUNCTION
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Time series adalah serangkaian proses pengamatan yang terurut berdasarkan waktu dengan jarak yang sama. Salah satu metode yang digunakan pada analisis time series adalah fuzzy time series (FTS). FTS merupakan metode peramalan yang didasarkan pada logika fuzzy dengan mengubah nilai numerik kedalam himpunan fuzzy. Metode FTS secara umum adalah fuzzyfikasi, menentukan relasi fuzzy, dan defuzzyfikasi. Pada Langkah fuzzyfikasi Metode FTS tidak mempertimbangkan nilai non-keanggotaan fuzzy, dengan menggunakan model Intuitionistic fuzzy set maka dapat diperoleh nilai keanggotaan dan nilai non-keanggotaan pada himpunan fuzzy yang berguna sebagai informasi baru untuk menambah kinerja peramalan. Metode Intuintionistic Fuzzy C-means (IFCM) digunakan sebagai representasi dari intuitionistic fuzzy set untuk mendapatkan nilai keanggotaan dan non-keanggotaan pada model. Pada tahap menentukan relasi fuzzy digunakan metode Fuzzy regression function sebagai skema penalaran pendekatan fuzzy dan untuk mendefinisikan relasi fuzzy dengan mengunakan fungsi regresi least square. Fuzzy inference systems ini disebut intuitionistic fuzzy time series function (IFTSF). Hasil kajian diperoleh algoritma IFTSF berguna untuk memperoleh nilai fuzzy dengan pendekatan intuitionictic fuzzy regression function yang dibentuk berdasarkan Intuitionistic fuzzy set yang diperoleh menggunakan intuintionistic fuzzy C-means untuk tujuan peramalan.
Optimisasi Kebutuhan Besi Beton pada Konstruksi Bangunan Menggunakan Integer Programming
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Besi beton merupakan salah satu komponen penting dalam konstruksi bangunan. Pemotongan besi beton dalam prakteknya akan menyesuaikan kebutuhan yang didasarkan pada keragaman ukuran yang tersedia. Oleh karenanya, pemotongan bahan persediaan besi beton ini perlu direncanakan agar memberikan hasil sesuai kebutuhan serta meminimalkan sisa pemotongan yang tidak terpakai. Paper ini bertujuan memberikan model eksak berdasar integer programming yang dapat digunakan untuk menentukan skenario pemotongan besi beton yang diperlukan serta sekaligus meminimalkan sisa hasil pemotongan. Solusi model berupa rekomendasi kombinasi pola pemotongan besi beton yang meminimalkan sisa pemotongan. Model diimplementasikan menggunakan bantuan bahasa pemrograman Python dan perangkat lunak optimisasi Lingo pada proyek pembangunan Kantor Kelurahan Kota Surakarta, yaitu Kantor Kelurahan Gilingan, Kantor Kelurahan Jagalan, dan Kantor Kelurahan Kauman. Hasil implementasi memberikan sisa pemotongan 5.57% dari total besi yang digunakan. Berdasarkan waktu eksekusi model yang relatif sangat cepat pada saat implementasi menunjukkan bahwa model dapat dipandang reasonable untuk digunakan.
Identifikasi Penyakit Trotol Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Menggunakan Pengolahan Citra Digital Dengan Metode Jarak
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng dan menjadi produk terbaik di Kota Palu. Dalam usaha penanaman, penyakit bawang merah merupakan salah satu resiko yang dihadapi oleh petani karena sangat penting bagi suksesnya usaha tanaman bawang merah. Pada tugas akhir ini penulis akan merancang sistem identifikasi penyakit pada tanaman bawang merah otomatis berbasi pengolahan citra digital agar proses pengecekan penyakit pada tanaman bawang merah bisa lebih efisien. Cara kerja dari sistem ini adalah dengan membandingkan sampel tanaman bawang merah yang akan diteliti dengan referensi yang ada pada database. Pada penelitian ini hanya mengidentifikasi tanaman normal dan penyakit trotol, sistem yang dirancang menggunakan metode jarak dan diimplementasikan menggunakan aplikasi matlab. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa sistem dapat mengidentifikasi jenis peenyakit pada tanaman bawang merah. Dan hasil akurasi yang diperoleh adalah 93,75%.
Implementasi Data Mining Pada Clustering Kualitas Bawang Merah Palu (Alliumascalonium L.)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bawang merah Palu (Allium Ascalonium L.) merupakan salah satu sayuran umbi serbaguna yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Di Sulawesi Tengah, ada ciri khas serikat yang disebut "Bawang Merah Palu", namun tidak semua Bawang Merah Palu memiliki kualitas yang sama. oleh karena itu diperlukan suatu teknik untuk mendapatkan clustering kualitas bawang merah palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan clustering kualitas bawang merah Palu dengan menggunakan algoritma K-Means. Proses clustering dilakukan dengan menggunakan 48 data. Atribut penelitian yang digunakan adalah ketuaan, kekerasan, busuk, kerusakan, kadar air dan diameter. Hasil yang diperoleh yaitu cluster pertama terdiri dari 28 data dan cluster kedua terdiri dari 20 data dengan parameter yang berpengaruh adalah kekerasan. Berdasarkan hasil penelitian, Bawang merah Palu untuk Desa Maranatha, Desa Sidera, dan DesaWatubula memiliki kualitas yang sama yakni berada pada klaster pertama sedangkan untuk Desa Waturalele, desa Maku, Desa Sidondo, Desa Oloboju, dan Desa Soulowe berada pada klaster kedua.
Analisis Hukum Kekekalan Materi Dalam Teori Piaget Menggunakan Metode Kualitatif Observasi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pemahaman anak tentang Teori Piaget tentang Hukum Kekekalan Materi. Hukum Kekekalan Materi akan dipahami oleh anak ketika berusia sekitar 7-8 tahun. Pada usia tersebut, anak akan memahami bahwa materi atau zat akan tetap sama banyaknya meskipun diubah bentuk dan tempatnya dipindah. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi langsung kepada subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022, bertempat di Desa Pakuncen, Kabupaten Wonosobo. Adapun subjek yang diobservasi adalah anak yang berusia 6 tahun, 7 tahun dan 9 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat anomali yang dialami oleh subjek penelitian. Pembuktian teori ini menunjukkan hasil yang kurang sesuai dan tidak dapat dijadikan acuan karena masih ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhinya.
Penerapan Teori Perkembangan Kognitif Piaget Pada Hukum Kekekalan Berat
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan perkembangan kognitif pada peserta didik dalam memahami hukum kekekalan berat dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Populasi penelitian ini adalah peserta didik sebanyak 4 peserta didik yang berusia 8-11 tahun dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah berupa wawancara dan percobaan sederhana. Wawancara dan percobaan sederhana ini memanfaatkan 2 buah plastisin dan penggaris dengan 2 kali percobaan untuk menerapkan hukum kekekalan berat. Percobaan pertama dilakukan dengan membandingkan kedua plastisin yang memiliki kesamaan bentuk dan berat diatas penggaris. Sedangkan percobaan kedua dilakukan dengan mengubah bentuk salah satu plastisin menjadi pipih. Berdasarkan hasil penelitian wawancara dan percobaan sederhana didapatkan jawaban yang berbeda-beda dari setiap peserta didik. Hanya ada 1 peserta didik berusia 10 tahun yang sudah memahami hukum kekekalan berat. Sedangkan 3 peserta didik berusia 8, 9, dan 11 tahun belum memahami hukum kekekalan berat.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Piaget Tahap Operasional Konkret Pada Hukum Kekekalan Luas
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teori perkembangan Piaget ada 4 tahapan perkembangan kognitif. Setiap tahapan perkembangan mental mempunyai sifat dan ciri yang berbeda-beda. Pada usia 8 – 9 tahun anak sudah mampu memahami luas suatu benda yang memiliki bentuk berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan mental teori Piaget pada tahap perkembangan konsep hukum kekekalan luas pada anak usia 8 - 9 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kepada anak dan dilanjutkan wawancara kepada keempat anak tersebut. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 anak, satu anak berusia 6 tahun, dua anak berusia 8 tahun dan 9 tahun, dan satu anak berusia 12 tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan kertas sebagai media penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan melihat gambar secara langsung dan secara virtual. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberlakuan teori Piaget hukum kekekalan luas dari keempat anak yang menjadi subjek penelitian, anak yang usianya berada pada tahap perkembangan kognitif Piaget dan anak usia diatas 9 tahun dapat memahami konsep hukum kekekalan luas. Sedangkan pada anak usia 9 tahun dan usia dibawah 8 tahun masih belum memahami konsep hukum kekekalan luas. Hal ini menunjukkan bahwa anak yang usianya sesuai dengan konsep hukum kekekalan luas ternyata belum semua memahami konsep hukum kekekalan luas.
Hubungan Resiliensi Matematis dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Resiliensi matematis adalah ketahanan seseorang dalam pembelajaran matematika. Adapun kemampuan Pemecahan Masalah Matematis adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika secara benar dengan strategi yang sesuai berdasarkan indikator Polya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara resiliensi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Subang tahun ajaran 2022/2023 semester ganjil. Subjek penelitian yang diambil menggunakan teknik random sampling sebanyak 53 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi matematis dan kemampuan pemecahan masalah dengan nilai r sebesar 0,344 dan termasuk dalam kategori rendah. Resiliensi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis memiliki pengaruh yang positif ditunjukkan dengan koefisien determinasi sebesar 11,9%.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Menurut Jean Piaget Di SD Al Hikmah Tembalang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jean Piaget mencetuskan teori perkembangan yang didalamnya membahas mengenai beberapa tahapan perbembangan kognitif dimana salah satunya adalah tahapan Operasi Konkrit mengenai konsep kekekalan. Salah satu konsep kekekalan yaitu kekekalan panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian antara teori Piaget berupa kekekalan panjang dengan keadaan yang terjadi di SD Al Hikmah Tembalang. Metode yang kita gunakan yaitu wawancara langsung kepada beberapa peserta didik yang ada di SD Al Hikmah Tembalang, dengan bantuan dua buah rafia yang sama panjang. Dari wawancara ketiga peserta didik yang usianya berbeda didapatkan hasil bahwa terdapat kesesuaian antara teori perkembangan yang telah diungkapkan oleh Jean Piaget dengan keadaan ketiga siswa SD Al Hikmah Tembalang. Dapat disimpulkan bahwa dari ketiga siswa SD Al Hikmah Tembalang, sesuai dengan teori perkembangan yang dikemukakan Jean Piaget.
Kesesuaian Hukum Kekekalan Volume Piaget
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif pada hukum kekekalan volume yang dikemukakan oleh Jean Piaget. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman anak dengan usia yang berbeda dalam memahami hukum kekekalan volume. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Kegiatan utamanya, (1) tim peneliti mengumpulkan 3 sampel dengan usia berbeda-beda, (2) melakukan percobaan sederhana dengan memanfaatkan gelas dan mangkok berisi air. Berdasarkan hasil observasi dan analisis data jawaban, diketahui hanya sebanyak satu siswa saja yang sudah memahami hukum kekekalan volume sedangkan dua lainnya belum memahami hukum kekekalan volume. Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil teori perkembangan kognitif yang dikemukakan Piaget bahwa usia untuk memahami kekekalan volume berada di rentang usia 11-12 tahun adalah sesuai.