cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Penerapan Teori Perkembangan Mental Piaget pada Konsep Kekekalan Panjang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkembangan mental anak terkait pemahaman konsep kekekalan panjang, apakah anak-anak pada usia 7-8 tahun sudah memahami konsep kekekalan panjang sesuai dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan kepada empat orang anak dengan umur yang berbeda-beda dengan memanfaatkan tali sebagai alat percobaan dimana tali yang identik pada awalnya lurus diubah salah satu menjadi berbelok-belok. Penelitian ini dilakukan satu per satu dan dilakukan tanpa terlihat oleh anak lainnya, hal ini dilakukan supaya data valid dan tidak memengaruhi anak yang lain. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari keempat anak yang merupakan subjek penelitian, hanya satu anak yang belum memahami konsep kekekalan panjang yaitu anak dengan usia 3 tahun dan tiga anak yang sudah memahami konsep kekekalan panjang yaitu anak dengan usia 7,8, dan 11. Sehingga, Teori Perkembangan Mental Piaget pada konsep kekekalan panjang terbukti.
Perkembangan Kognitif Anak Usia 11 Tahun Sudah Sesuai dengan Teori Perkembangan Kognitif Piaget dalam Hukum Kekekalan Volume
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang kami lakukan ini bertujuan untuk mengetahui kesesuain perkembangan mental anak menurut hukum Piaget utamanya dalam hukum kekekalan volume. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hukum kekekalan Volume idealnya sudah dikuasai dan dipahami oleh anak usia 11-12 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak dengan usia 6-14 tahun dimana mencakup 1 anak dibawah usia ideal hukum kekekalan volume, 2 anak sesuai usia ideal hukum kekekalan volume, dan 1 anak di atas usia ideal hukum kekekalan volume. Instrumen yang digunakan adalah non-test berupa wawancara dan percobaan sederhana. Percobaan yang kita lakukan menggunakan 2 botol bening berbentuk sama dan 1 gelas bening berbeda bentuk serta air. Dari percobaan sederhana tersebut, diketahui bahwa 1 anak yang berusia dibawah usia ideal hukum kekekalan volume belum memahami konsep kekekalan volume, dan 2 anak pada usia ideal serta 1 anak diatas usia ideal sudah memahmi konsep kekekalan volume.
Kesesuaian Hukum Kekekalan Berat Pada Teori Piaget Terhadap Anak Umur 9-10 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah subjek penelitian sudah memahami tentang hukum kekekalan berat pada teori piaget. Penelitian ini menggunakan metode wawancara terhadap subjek. Model penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Kegiatan utamanya: 1) Memberikan dua buah plastisin yang beratnya sama. 2) Mengubah salah satu bentuk plastisin. 3) Menanyakan apakah dua buah plastisin tersebut beratnya sama. Hasil penelitiannya: Subjek penelitian menjawab bahwa salah satu plastisin lebih berat. Kesimpulan: Subjek penelitian belum memahami tentang hukum kekekalan berat pada teori piaget.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Piaget Tahap Operasional Konkret Pada Hukum Kekekalan Volume Terhadap Anak Di Bawah Usia Teori
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keabsahan teori perkembangan mental Piaget tahap operasional konkret khususnya pemahaman pada hukum kekekalan volume kepada anak di bawah usia 12 tahun yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini empat orang anak, dua anak berjenis kelamin laki-laki dan dua anak berjenis kelamin perempuan. Dalam penelitian ini menggunakan satu cara percobaan yaitu dengan melakukan percobaan secara langsung. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian, kesimpulan dari penelitian ini adalah keabsahan teori perkembangan mental Piaget tahap operasional konkret berlaku di bawah 12 tahun dan pada anak yang usianya tidak berada pada tahap operasional konkret yang ada ternyata sudah memahami konsep kekekalan volume.
Kesesuaian Teori Piaget Hukum Kekekalan Luas terhadap Perkembangan Kognitif Anak
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif anak mengenai pemahaman terhadap hukum kekekalan luas sesuai dengan teori perkembangan kognitif Piaget. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa anak yang berusia kurang dari 8-9 tahun belum memahami hukum kekekalan luas, anak yang berusia 8-9 tahun juga belum memahami hukum kekekalan luas, sedangkan anak berusia lebih dari 8-9 tahun sudah memahami hukum kekekalan luas. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah anak berusia 8-9 tahun belum memenuhi hukum kekekalan luas sehingga teori perkembangan kognitif Piaget hukum kekekalan luas tidak selalu berlaku pada usia anak yang telah ditetapkan oleh Piaget.
Implementasi Teori Perkembangan Mental Piaget Pada Hukum Kekekalan Bilangan Terhadap Anak Usia 5-9 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah anak usia 5-9 tahun sudah memahami hukum kekekalan bilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 1 orang anak berusia 5 tahun, 2 anak berusia 7 tahun dan 1 anak berusia 9 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancarai 4 orang anak usia 5-9 tahun dengan memberikan pertanyaan mengenai hukum kekekalan bilangan baik secara langsung maupun virtual. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teori perkembangan mental piaget pada hukum kekekalan bilangan sudah sesuai dengan usia anak yaitu 6-7 tahun tetapi masih ada fenomena dimana anak pada usia tersebut belum memahami hukum kekekalan bilangan.
Telaah Model Project Based Learning Berbantuan Google Sites terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Project Based Learning berbantuan Google Sites merupakan model Project Based Learning (PjBL) yang menggunakan media Google Sites. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji model PjBL berbantuan Google Sites dan juga untuk mengetahui pengaruh model PJBL terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Metode dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan beberapa artikel yang berkaitan dengan penelitian ini kemudian dibaca dan dikaji. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu diperoleh langkah-langkah pembelajaran model PjBL pada media Google Sites. Berdasarkan beberapa literatur yang telah dianalisis, diperoleh keterkaitan model PjBL terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh bahwa model PjBL dapat dilaksanakan menggunakan media Google Sites, model PjBL berbantuan Google Sites berdampak positif untuk mengembangkan kemampuan literasi matematika siswa. PjBL berbantuan Google Sites membuat siswa aktif untuk memecahkan masalah kompleks melalui proyek yang menghasilkan produk nyata. Dengan PjBL berbantuan Google Sites, siswa juga mendapat pengalaman belajar mandiri, fokus, dan realistis. Saran dalam penelitian ini yaitu diperlukan adanya pengembangan instrumen model PjBL berbantuan Google Sites serta penelitian lebih lanjut terkait implementasi model PjBL berbantuan Google Sites pada pembelajaran matematika.
Penerapan Teori Perkembangan Piaget tentang Hukum Kekekalan Panjang pada Anak Usia 7-8 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori perkembangan kognitif Piaget sangat berpengaruh dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan kognitif. Berdasarkan observasinya, Piaget meyakini bahwa perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahapan. Setiap tahapan perkembangan kognitif tersebut mempunyai ciri khas masing-masing yang dimunculkan oleh anak yang berbeda-beda. Salah satu ciri yang dimunculkan yaitu pada tahap operasi konkret yakni hukum kekekalan panjang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan studi mengenai keberagaman usia anak dalam memahami hukum kekekalan panjang. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua utas tali sebagai medianya. Adapun kegiatan utama yang dilakukan yakni peneliti mencari 4 sampel anak SD dengan usia yang berbeda sesuai dengan kategorinya yakni usia dibawah 7 tahun, usia 7-8 tahun dan usia diatas 8 tahun. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa 1 dari 4 sampel memberikan jawaban dan alasan yang sesuai dengan perkembangan kognitif Piaget tentang hukum kekekalan panjang yaitu sampel yang berusia 9 tahun. Selain itu, 3 dari 4 sampel belum memahami hukum kekekalan panjang yaitu 1 sampel berusia 6 tahun dan 2 sampel berusia 8 tahun.
Pembuktian Perkembangan Kognitif Individu pada Usia 6-9 Tahun Berdasarkan Teori Piaget dalam Aspek Kekekalan Volume
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan tentang teori yang dikembangkan oleh Jean Piaget pada tahap operasional konkret terlebih dalam aspek kekekalan volume mengenai perkembangan kognitif pada individu yang belum memasuki tahap tersebut yaitu pada anak usia 6-9 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan wawancara yang dilakukan baik secara online maupun offline terhadap empat orang anak berusia 6-9 tahun di sekitar tempat tinggal peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak pada tahap operasional konkret khususnya dalam aspek kekekalan volume belum seluruhnya memahami konsep tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap anak memiliki tingkatan kemampuan kognitif atau perkembangan intelektual yang berbeda-beda meskipun mereka belum memasuki tahap operasional konkret.
Penerapan Teori Kognitif Piaget Mengenai Hukum Kekekalan Berat Anak Usia 9-10 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui apakah teori tahapan perkembangan kognitif Piaget, yakni hukum kekekalan berat berlaku pada anak usia 9 hingga 10 tahun. Hukum kekekalan berat sendiri menyatakan bahwa berat suatu benda akan tetap meskipun bentuk, tempat, dan atau penimbangan benda tersebut berbeda. Jenis penelitian yang digunakan untuk menguji hukum kekekalan berat ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak empat anak, satu anak berusia 5 tahun, dua anak berusia 9 tahun, dan 1 anak berusia 11 tahun. Penelitian dilakukan secara langsung di hadapan subjek penelitian dengan cara memperlihatkan bentuk plastisin yang sama bentuknya kemudian salah satunya akan diubah bentuk menjadi ramping dan peneliti akan menanyakan berat plastisin sama atau tidak. Berdasarkan data yang diperoleh jawaban dari para subjek penelitian berbeda. Simpulan yang diperoleh adalah teori tahapan perkembangan Piaget berlaku pada anak usia di atas 10 tahun dan pada anak usia dibawahnya ternyata terdapat anak yang belum memahami hukum kekekalan berat.