cover
Contact Name
ASEF WILDAN
Contact Email
acheif90@gmail.com
Phone
+6285790241092
Journal Mail Official
ezrasciencebulletin@gmail.com
Editorial Address
Gogorante - Ngasem - Kediri Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ezra Science Bulletin
Published by Kirana Publisher
ISSN : -     EISSN : 29881897     DOI : https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v1i1.9
Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. Ezra Science Bulletin is a periodic scientific journal twice a year (January June and July December) published by Kirana Publisher.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 407 Documents
REPRESENTASI TRADISI MANGONGKAL HOLI DALAM BUDAYA BATAK TOBA PADA FILM TULANG BELULANG TULANG KARYA SAMMARIA SARI SIMAJUNTAK Nainggolan, Fitri Hasmi; Rahman, Abdul
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tradisi Mangongkal Holi direpresentasikan dalam film Tulang Belulang Tulang karya Sammaria Sari Simanjuntak. Tradisi Mangongkal Holi merupakan salah satu ritus penting dalam budaya Batak Toba yang berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur melalui pemindahan tulang-belulang ke dalam tugu keluarga. Film sebagai medium budaya memiliki peran penting dalam membentuk dan menyampaikan makna budaya kepada masyarakat luas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis konten, penelitian ini menelaah elemen visual dan naratif film serta respons dari tokoh adat, pelaku film, dan penonton dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini berhasil merepresentasikan unsur-unsur budaya Batak Toba melalui simbol seperti tugu napir, ulos, tari tortor, hingga system kekerabatan. Selain itu, film juga menampilkan bagaimana nilai-nilai budaya tersebut mengalami negosiasi dengan dunia modern, baik secara naratif maupun visual. Teori representasi Stuart Hall dan teori kognitif film dari Noël Carroll digunakan untuk menginterpretasikan proses pembentukan makna dalam film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Tulang Belulang Tulang bukan hanya menjadi media hiburan, tetapi juga media edukatif dan reflektifyang efektif dalam melestarikan dan mengenalkan kembali budaya Batak Toba, khususnya kepada generasi muda dan masyarakat umum lintas etnis.
RELASI ANTARA KARAKTER DENGAN SETTING DAN PROPERTY DALAM MENDUKUNG NARATIF PADA FILM MENCURI RADEN SALEH KARYA ANGGA DWIMAS SASONGKO Dari, Nadiya Wulan; Prakarti DB, Vicia Dwi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.334

Abstract

Penelitian ini membahas relasi antara karakter dengan setting dan property dalam mendukung naratif pada film Mencuri Raden Saleh karya Angga Dwimas Sasongko. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis relasi antara karakter dengan setting (latar tempat) dan property (benda-benda) yang digunakan karakter berperan dalam mendukung alur cerita, terutama dalam aksi pencurian dan manipulasi yang menjadi inti naratif film. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis terhadap adegan-adegan terkait aksi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 scene relasi yang paling dominan antara karakter dengan setting dan property. Penelitian ini menemukan bahwa 80% dari relasi tersebut memperlihatkan relasi yang kuat antara visual dan karakter, dengan tokoh Piko, Ucup dan Gofar sebagai pusat representasi manipulasi. Piko selalu terkait dengan ruang studio dan Lukisan palsu, Ucup dengan ruang kerja digital dan alat peretas, dan Gofar dengan bengkel dan alat modifikasi teknis. Setting dan property dalam film ini bukan sekedar latar, tetapi menjadi elemen penting yang membentuk suasana, memperkuat aksi karakter, serta mendukung jalannya plot secara dinamis dan sinematik.
RUMAH ADAT SELASO JATUH KEMBAR RIAU DALAM EXOTIC DRAMATIC STYLE Hasanah, Saniyyah; Nofi Rahmanita
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.335

Abstract

Penciptaan karya ini didasarkan pada karya yang berjudul "Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Riau Dalam Exotic Dramatic Style. Terinspirasi dari Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar yang dipadukan dengan batik Kuansing sebagai elemen motif visual dalam gaya exotic dramatic. Gaya ini menggabungkan elemen budaya lokal Melayu dengan menggunakan teknik bordir dan sulam payet ke dalam tingkatan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, sehingga menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas. Tujuan dari karya ini untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau melalui pendekatan artistic yang modern dan ekspresif dalam acara fashion show Rantak Rupo yang dilaksankan di Bukittinggi Jam Gadang. Proses penciptaan melibatkan eksplorasi bentuk, warna, dan motif batik khas Kuansing. Elemen khas seperti bentuk atap melengkung, detail ornamen ukiran, dan prinsip ruang fungsional dari rumah adat ini diadaptasi untuk menghasilkan desain yang bernilai estetika tinggi serta berdaya guna. Metode penciptaan mencakup studi literatur, observasi lapangan, dan eksplorasi desain konseptual. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa integrasi elemen arsitektur tradisional ke dalam desain modern mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menciptakan inovasi dalam dunia desain. Hasil karya ini menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui eksplorasi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
SERANGGA ENDOPTERYGOTA DALAM FOTOGRAFI MAKRO M.Rahmat Charms; Indah Susanti
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.347

Abstract

Karya ini membahas serangga dari kelompok Endopterygota, yakni serangga yang mengalami perkembangan sayap secara internal pada fase pupa. Kelompok ini memiliki kekayaan bentuk dan detail menarik seperti mata majemuk, pola sayap, dan antena, namun sering luput dari perhatian karena ukurannya yang kecil. Melalui pendekatan fotografi makro, pengkarya mencoba memvisualisasikan detail-detail tersebut agar dapat dianalisis secara visual, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap keberadaan dan pentingnya serangga Endopterygota dalam ekosistem. Proses pemotretan dilakukan di habitat alami seperti kebun, semak, dan area rerumputan liar, dengan menjaga keaslian bentuk serangga tanpa manipulasi digital berlebih. Karya ini juga menjadi bentuk kritik terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti pembuangan sampah sembarangan, pembakaran hutan, dan penggunaan pestisida yang berlebihan, yang menyebabkan makin langkanya keberadaan serangga-serangga ini di alam.
PESONA LEMBAH HARAU DALAM EXOTIC DRAMATIC STYLE Ravina Tri Oktavia; Desra Imelda
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.348

Abstract

Karya yang berjudul "Pesona Lembah Harau dalam Exotic Dramatic Style" terinspirasi dari keindahan alam yang terdapat pada tebing-tebing tinggi di Lembah Harau, yang diwujudkan melalui konsep busana exotic dramatic style. Tujuan dari karya ini adalah untuk menciptakan representasi visual dari suasana alam Harau ke dalam bentuk busana eksotis sekaligus menjadi ajang promosi untuk keindahan Lembah Harau. Busana yang dihasilkan mencakup setelan dengan celana, gamis, dan outer, yang dipilih untuk mencerminkan karakteristik alam Harau. Pemilihan warna didasarkan pada palet alam Lembah Harau, yakni coklat tua, coklat muda, dan putih, yang menggambarkan kekayaan dan kedalaman tebing-tebing di sana. Proses penciptaan dimulai dengan tahap persiapan, yang meliputi studi literatur dan pencarian referensi terkait ide penciptaan, diikuti dengan observasi langsung terhadap motif dan tekstur pada tebing-tebing Harau. Berdasarkan hasil observasi, rumusan ide penciptaan disusun untuk memberikan gambaran yang jelas dan mendalam mengenai karya yang dibuat. Busana diwujudkan dengan teknik jahit butik dan teknik hias busana yaitu teknik painting, fringe, pleating, dan sulam payet, yang bertujuan untuk memperkaya elemen desain dan detail pada busana. Karya ini terdiri dari tiga tingkatan, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture.
PSIKOEDUKASI PADA ORANG TUA DALAM MEMPERSIAPKAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR Tria Wahyuningrum; Lida Khalimatus Sa’diya
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.349

Abstract

Permasalahan yang sering muncul ketika anak memasuki sekolah dasar yaitu kemandirian, konsentrasi, masalah relasi sosial, masalah motivasi, prestasi belajar rendah, tulisan besar dan kasar, salah menul is huruf dan angka,belum lancar membaca, dll, disamping itu terdapat pula masalah yang terkait dengan pola pengasuhan diantaranya mudah marah, memukul dan menyakiti teman. Mitra dalam pengabdian ini adalah TKIT Anak Sholih Mojokerto. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikanpsikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Kemudian juga memberikan pengetahuan orang tua mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan anak masuk Sekolah Dasar. Psikoedukasi nantinya akan diberikan melalui metode ceramah, diskusi dan case study. Dalam penyelesaian masalah bagi mitra dilakukan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesiapan sekolah anak.
PERGURUAN SENI TRADISI “SINGO BARANTAI” SEBAGAI WADAH PELESTARIAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL MINANGKABAU DAN TARI KREASI DI KELURAHAN LUBUK LINTAH KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Rahmadani, Cindy; Kadir
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.350

Abstract

Penelitian ini membahas Perguruan Seni Tradisi Singo Barantai yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Perguruan ini berperan penting dalam pelestarian seni tradisi Minangkabau seperti silek, randai, tari, dan musik tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perguruan ini memiliki sejarah panjang sejak tahun 1952, mengalami fase revitalisasi pada 1998, dan resmi menjadi yayasan pada 2010. Secara diakronik, perguruan ini berkembang dari aktivitas lokal hingga tampil di kancah internasional. Struktur organisasi yang terorganisir dengan baik memungkinkan program seni dan kebudayaan dijalankan secara sistematis. Kontribusi perguruan ini juga terlihat dalam penguatan identitas budaya, pembinaan generasi muda, serta dukungan terhadap promosi pariwisata budaya.
EDUKASI TENTANG UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASA NIFAS DAN MENYUSUI DI DESA LEMINGGIR KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO Meilinawati SB, Elies
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.351

Abstract

Stunting is a disorder of child growth and development, caused by chronic malnutrition and repeated infections that last a long time, generally from pregnancy to the age of 2 years. Specific nutritional intervention efforts are focused on the First 1,000 Days of Life (HPK) group, namely pregnant women, breastfeeding mothers, and children aged 0-23 months, because the most effective stunting control is carried out in the 1,000 HPK (golden period or critical period/windows of opportunity). The existence of new information about something will provide a new cognitive foundation for the formation of a person's attitude. Audiovisuals make a very large contribution to changing people's behavior, especially in terms of information and persuasion. Community service activities aim to increase the capacity of cadres by providing knowledge about efforts to prevent stunting during the postpartum and breastfeeding periods through health education, cadres are given a pre-test questionnaire to measure knowledge before the activity begins, then health education is carried out with audio-visual media, after which a post-test is given. Based on the results of the Wilcoxon Signed Rank Test, it indicates that the median pretest rank (Mdn = 80.00) is significantly different from the median posttest rank (Mdn = 84.00), Z = 3.668, p < 0.001 means that there is a significant difference in scores between before and after health education using audio-visual media (video) for cadres or there is a significant increase in knowledge about preventing stunting during the postpartum and breastfeeding periods after health education using audio-visual media (multimedia).
PENINGKATAN PENGETAHUAN “TANDUR MENE” PADA TENAGA PENGAJAR GUNA TERCIPTA SISWI YANG SEHAT DI SDN KOTA MOJOKERTO Catur Prasastia Lukita Dewi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.352

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan proses edukasi tentang aspek kognitif, emosional, fisik dan sosial dari kesehatan reproduksi yang memerlukan proses kemampuan life skill, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan perilaku positif yang diperlukan seseorang dalam mengatasi tantangan dan kebutuhan hidup sehari-hari secara efektif. Untuk dapat mencapai kondisi kesehatan reproduksi yang baik, maka penerapan pendidikan keterampilan hidup sehat (PKHS) sangatlah dibutuhkan. Keterampilan yang tercakup dalam PKHS adalah keterampilan sosial (empati, komunikasi efektif); keterampilan berfikir (berpikir kritis, berpikir kreatif, pengambilan keputusan); keterampilan emosional (mengatasi stres dan megendalikan emosi). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini memberikan Pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjelang menarche pada tenaga pengajar di SDN Kota Mojokerto. Sampel dalam edukasi ini terdiri dari 45 guru. Hasil edukasi ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi pada tenaga pengajar.
CAME ON BRO (CARA MENGAJAK ORANG BERHENTI MEROKOK) DENGAN PENGGUNAAN NICOTINE REPLECMENT THERAPY (NRT) DAN THERAPY COMMUNITY SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KOTA MOJOKERTO SEHAT TANPA ASAP ROKOK DI KELURAHAN SURODINAWAN Raras Merbawani; Yosy Hardian Ramadhan; Nanda Fajar Kurnia
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.353

Abstract

Rokok merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dengan kanker yang menyebabkan efek negatif pada kesehatan. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kanker meliputi penyakit paru, penyakit obstruktif kronis, penyakit mulut, hipertensi, penyakit jantung koroner, gangguan kehamilan, dan gangguan pernapasan, yang dapat menyebabkan peningkatan biaya kesehatan. Penggunaan produktif dalam kesehatan masyarakat disebut penggunaan aktif. Secara psikologis, mengurangi kanker sulit dilakukan karena lingkungan sosial, kemudahan penggunaan, kurangnya langkah-langkah pengendalian, dan masalah sosial. Intervensi pemerintah dengan NRT dan terapi komunitas dapat secara efektif menangani penggunaan aktif dalam kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis sosial, observasi, demonstrasi, dan evaluasi. Wawancara kuesioner dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan NRT dan terapi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, konsumsi harian penggunaan aktif meningkat, dengan orang berusia <5 tahun menjadi 17 tahun, usia 5-10 tahun menjadi 5 tahun, dan orang dewasa yang lebih tua menjadi 44% dan 4 tahun. Intervensi dengan NRT dan terapi komunitas dapat mengurangi konsumsi harian dan membantu mengurangi beban kanker di antara populasi.