cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 444 Documents
PENGEMBANGAN METODE SINTESIS FURFURAL BERBAHAN DASAR CAMPURAN LIMBAH PERTANIAN DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PRINSIP GREEN CHEMISTRY (Development Of Synthesis Method Of Furfural From Compost Heap Mixture To Reach Out Green Chemistry Principles) Mitarlis Mitarlis; Ismono Ismono; Tukiran Tukiran
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 3 (2011): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18441

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengembangan metode sintesis furfural dengan bahan dasar campuran limbah pertanian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan waktu pemanasan dan konsentrasi asam optimum serta mewujudkan prinsip green chemistry. Dalam penelitian ini digunakan campuran limbah pertanian ampas tebu, limbah daun nanas dan limbah tanaman jagung dengan perbandingan 1:1:1. Proses sintesis melalui tahap hidrolisis pentosan, dehidrasi, dan siklodehidrasi untuk membentuk furfural dengan menggunakan alat refluks termodifkasi. Identifikasi furfural menggunakan uji warna dengan anilin asetat, uji indeks bias, spektrofotometer UV-Vis, dan IR, serta GC. Analisis pemenuhan prinsip green chemistry menggunakan daftar ceck 12 prinsip green chemstry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Waktu pemanasan dan konsentrasi asam sulfat optimum pada pembuatan furfural dari campuran limbah pertanian adalah 5 jam dan konsentrasi asam sulfat 10% (1,876 M) dengan rendemen sebesar 5,58%. Metode sintesis furfural yang dikembangkan dapat memenuhi 11 dari 12 prinsip green chemistry yang telah ditetapkan.ABSTRACTThe study of developing furfural synthesis method  from  compost heap mixture had been done to determine  optimum condition for this process and  to reach out the green chemistry principles. In this research, the compost heap mixture is from three kinds of compost heap (bagasse, pineapple leaf, waste of corn plant) with same amount (1:1:1). The steps of furfural production process are hydrolysis of pentose by sulfuric acid, dehydration, and cyclodehydration to form furfural. It was produced by using a modification reflux apparatus. Identify of furfural product by  using qualitative analysis color test with aniline acetate, refractive index test, UV-Vis,  IR spectrophotometer, and GC. Green chemistry principles are analyzed by using check list of 12 principles of green chemistry.  Based on this research was obtained that the optimum concentration of sulfuric acid is 10% (1,876M) with 5 hours heating process and 5,58% yield. Furfural synthesis methods had been  developed in this study and reach out only  11 of the 12 principles of green chemistry set. 
ADSORPSI ION LOGAM Zn (II) DAN Cu(II) PADA KITOSAN NANO BEAD DARI CANGKANG UDANG WINDU(Penaus monodon) (AdsorptionZn(II) and Cu(II) Ions on Chitosan Nanobeads From Shrimp Waste (Penaus monodon) Sari Edi Cahyaningrum; Narsito Narsito; Sri Juari Santoso; Rudiana Agustini
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 3 (2011): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18442

Abstract

ABSTRAKTelah dibuat dua macam adsorben kitosan serbuk dan kitosan bead dari cangkang udang windu (Penaus monodon) sebagai bahan dasar, untuk adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II). Beberapa parameter adsorpsi seperti pH, laju adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi dipelajari. Model kinetika adsorpsi orde satu dan orde 2 digunakan sebagai dasar untuk mengestimasi laju adsorpsi, sedangkan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich digunakan untuk menetapkan kapasitas adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II) pada kitosan serbuk dan kitosan bead mempunyai pH optimum yang sama. Laju adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II) pada kitosan bead secara signifikan lebih cepat dibanding pada kitosan serbuk. Modifikasi adsorben dengan proses swelling dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II) pada kitosan.ABSTRACTTwo typies of adsorbent have been  made, i.e: chitosan and chitosan bead using shell of shrimp (Penaus monodon ) as raw materials, for Zn(II) and Cu(II) metal ions adsorption. Adsorption parameters such as, pH, the adsorption rate, and the capacity of adsorption were determined. The adsorption kinetic  1st and 2nd order models  were applied in the estimation of the adsorption rate, whereas the isotherm adsorption Langmuir and Freundlich model were employed for   determination of the capacity of  adsorption.The results showed that adsorption of Zn(II) and Cu(II) metal ions on chitosan and chitosan bead have the same of optimum pH. The adsorption rate of Zn(II) and Cu(II) metal ions on chitosan bead significant faster than on chitosan. Modification with swelling process enhanced the adsorption capacity Zn(II) and Cu(II)  on chitosan. 
ENKAPSULASI DAN STABILITAS PIGMEN KAROTENOID DARI Neurospora intermedia N-1 (Encapsulation and the Stability of Carotenoids from Neurospora intermedia N-1) T. Gusdinar; Marlia Singgih; Sri Priatni; AE. Sukmawati; Tri Suciati
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 3 (2011): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18443

Abstract

ABSTRAKNeurospora sp merupakan spesies fungi yang dilaporkan menghasilkan pigmen karotenoid, yaitu metabolit sekunder yang termasuk kelompok pigmen yang berwarna kuning, jingga atau merah jingga. Pada penelitian ini telah dilakukan enkapsulasi pigmen karotenoid Neurospora intermedia N-1 menggunakan kopolimer gelatin-maltodekstrin. Suspensi dari campuran ekstrak karotenoid dengan kopolimer gelatin-maltodekstrin, dikeringkan dengan alat spray drier sehingga diperoleh serbuk karotenoid GME (gelatin-maltodekstrin-ekstrak) dan diuji stabilitasnya terhadap pengaruh penyimpanan RH 20-30%, selama 5 minggu. Hasil enkapsulasi ekstrak karotenoid diperoleh serbuk GME dengan nilai EY (encapsulation yields) ± 48%. Mikroenkapsulasi ekstrak karotenoid tersebut dapat meningkatkan kelarutannya dalam air dan stabil pada kondisi RH 20-30%, stabilitas menurun mulai pada minggu ke 3. Analisis KCKT terhadap serbuk GME menunjukkan penurunan kandungan β-karoten sekitar 30%, setelah penyimpanan 5 minggu. Analisis SEM terhadap serbuk GME menunjukkan partikel yang berbentuk bulat dan berlekuk di permukaan dengan ukuran ±1 µm.ABSTRACTNeurospora sp, a species of fungi was reported containing the carotenoid pigments, the secondary metabolite of the  yellow, orange or red-orange pigments group. On this research, the carotenoid pigments of Neurospora intermedia N-1 has been encapsulated by a copolymer of gelatin-maltodextrins. The encapsulated products were dried by a spray drier and the carotenoid powder was determined its stability to the storage influence at RH 20-30%,  for 5 weeks. Encapsulation product of carotenoids extract obtained the  GME powder with EY value± 48%. Microencapsulation of this extract was increased the water solubility and  stable at RH 20-30% condition,   the stability was decreased start at the third week. HPLC analysis of GME powder showed the decreasing of β-carotene about 30%, after storage for 5 weeks. SEM analysis of GME powder showed the globular shape and dents on the surface of particles, with size ±1 µm.
PEMETAAN ELEKTROPORASI PADA JARINGAN BIOLOGIS TERPAPAR DENYUT LISTRIK (Electroporation Mapping on Electric Pulse Exposed Biological Tissue) Sasongko Pramono Hadi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 3 (2011): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18444

Abstract

ABSTRAKElektroporasi jaringan telah dipakai sebagai teknik untuk memudahkan masuknya molekul-molekul ke dalam sel dengan memberikan denyut listrik pada suatu luasan jaringan dalam tubuh. Kesuksesan suatu elektroporasi ditentukan oleh prosedur penerapan, property dan obyek paparan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta elektroporasi pada jaringan biologis tertentu yang terpapar denyut listrik. Jaringan biologis dimodelkan sebagai bahan dielektrika dengan parameter konduktivitas dan permitivitas. Medium dielektrika ini adalah suatu sistem elektrostatik yang memiliki model matematis berbentuk persamaan diferensial parsial. Metode elemen hingga (Finite Element Method, FEM) digunakan sebagai cara untuk penyelesaian masalah. Hasilnya berupa grafik yang memperlihatkan potensial dan medan listrik. Dari simulasi numerik diperoleh hasil bahwa kerapatan medan lebih tinggi pada tempat di sekitar elektroda dan lebih rendah di tempat lainnya yang jauh dari elektroda. Melalui simulasi numeris, suatu peta elektroporasi reversible jaringan biologis yang terpapar denyut medan listrik dapat dibuat dan dapat digunakan sebagai petunjuk bagi praktisi untuk terapi berbasis elektroporasi dengan lebih akurat, berhasil, dan aman.ABSTRACTTissue electroporation is a technique that facilitates the introduction of molecules into cells by applying an electric pulse to certain areas of body. The success of electroporation is determined by procedur of application and the properties of the exposure and object. The aims of this research is to develop an electroporation map on a specific biological tissue being electric pulse exposed. The biological tissue is modeled as dielectric medium with conductivity and permittivity. This medium as a system of electrostatic, modeling of this system leads to get a mathematical model in the form of partial different equation problems. A Finite Element Method (FEM) is used as a tool to solve the problem. The simulation results are graphical presentations showing  the potential dan electric field. It is also shown that the density of the field is higher in the location near electrode and smaller in remote location. A map of electroporation, based on the map of electric field exposure is then can be used as a guidance to practitioner for accurate, successfully and safe electroporation therapy.
PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L.) VARIETAS BISI-2 PADA PASIR REJECT DAN PASIR ASLI DI PANTAI TRISIK KULONPROGO (The Growth of Maize Crop (Zea mays L.) BISI-2 Variety on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo) Diah Ekowati; Mochamad Nasir
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 3 (2011): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18445

Abstract

ABSTRAKLahan pasir di pesisir Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ditanami berbagai komoditi pertanian seperti cabe, semangka, jagung akan ditambang untuk diekstrak mineral besinya. Rencananya setelah diekstrak mineral besinya, pasir sisa (pasir reject) akan dikembalikan sebagai material reklamasi untuk dapat ditanami kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam berupa pasir reject dan pasir asli serta dosis pupuk kandang dan pupuk NPK pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) varietas BISI-2 di Pantai Trisik Kulon Progo. Dosis pupuk yang diberikan ialah 0 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK (kontrol); 0 Kg pupuk kandang dan 75 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK; 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 75 g pupuk NPK; dan 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g NPK. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tajuk, waktu berbunga, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Data yang diperoleh diuji dengan analisis variansi (Anava) dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tinggi, jumlah daun, berat kering tajuk, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol tanaman jagung pada pasir reject lebih tinggi daripada pasir asli sedangkan rerata waktu berbunga tanaman jagung pada pasir reject lebih lama daripada pasir asli. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g pupuk NPK sedangkan pertumbuhan generatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g pupuk NPK. ABSTRACTSand in the coastal District of Kulon Progo land which is now planted with various agricultural commodities such as pepper, watermelon, corn, will be mined to extract its iron minerals. In the mining plan, after the iron mineral is extracted, the remaining sand (reject sand) will be returned as reclaimed material to be replanted. The aim of this study was to investigate the effect of different growth media called rejected and non rejected sand also fertilizer dossage of manure and NPK on the growth of maize crop (Zea mays L.) BISI-2 variety at Pantai Trisik Kulon Progo. Fertilizers dossage that used in this study were 0 Kg manure and 0 g NPK (control), 0 Kg manure and 75 g NPK, 2,5 Kg manure and 0 g NPK, 2,5 Kg manure and 112,5 g NPK, 2,5 Kg manure and 75 g NPK, and 3,75 Kg manure and 37,5 g NPK. The parameters measured including plant height, number of leaves, dry weight of shoot, flowering time, number of cob, weight of cob, lenght of cob, and diameter of cob. The data collected were analyzed with Analysis of variance (Anova) and for the advance test Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) was used. The results of this study showed that the avarage of plant height, number of leaves, dry weight of shoot, number of cob, weight of cob, lenght of cob, and diameter of cob of maize crop (Zea mays L.) BISI-2 variety on reject sand was higher than non rejected sand but the average of flowering time of maize crop (Zea mays L.) BISI-2 variety on rejected sand is longer than non rejected sand. In addition, the result of this study showed that the optimum vegetatif growth of maize crop was gained on dossage of 1,25 Kg manure and 112,5 g NPK but the most generatif growth of maize crop gained on dossage 3,75 Kg manure and 37,5 g NPK. 
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, PROVINSI SULAWESI SELATAN (Socio-Economic Analysis of Community Around Bantimurung Bulusaraung National Park, South Sulawesi Province) Abd. W. Kadir; San Afri Awang; Ris Hadi Purwanto; Erny Poedjirahajoe
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18446

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pengelolaan Taman Nasional tidak terlepas dari sikap dan dukungan masyarakat. Pemahaman problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional sangat diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola Taman Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional dan kontribusi pendapatan dari tamanan kemiri terhadap total pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Kawasan TN Babul, Propinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey dengan mewawancarai 180 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan problem sosial ekonomi masyarakar sekitar TN Babul adalah rendahnya tingkat pendidikan, tingginya jumlah tanggungan keluarga, keterlibatan masyarakat dalam kelompok masih rendah, proses capacity building berjalan lambat, dan rendahnya pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Rata-rata total pendapatan masyarakat sekitar TN Babul sebesar Rp. 3.836.367,-/tahun dan sebanyak 65% masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan. Rata-rata tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan TN Babul sebesar 37,97%, sementara kontribusi pendapatan dari tanaman kemiri terhadap total pendapatan masyarakat rata-rata sebesar 19,05%. Diperlukan peningkatan kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat sehingga kapasitasnya meningkat dan dapat mengurangi ketergantungannya terhadap kawasan TN Babul. Pengelola TN Babul perlu menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat serta merumuskan model pengelolaan TN Babul yang efektif dan efisien.ABSTRACTThe success of the National Park management is inseparable from the attitude and support of the community. Understanding socio-economic problems of communities around the Park is required as one of the considerations in managing the Park. This study aims to obtain an explanation of the socio-economic problems of communities around Bantimurung Bulusaraung National Park (Babul National Park), the level of community dependence on National Park and contribution from candlenut (Alleurites moluccana) to total incomes of farmer. The experiment was conducted in Maros Regency in Babul National Park, South Sulawesi Province. The site was selected purposively. Data collected by survey techniques by interviewing 180 respondents who were randomly selected. Data were analyzed with descriptive qualitative and quantitative. The results showed socio-economic problems of communities around Babul park is the low level of education, the high number of family, community involvement in the group is still low, the capacity building process runs slow, and low income in fulfilling her needs. Average total income of the people around Babul parks Rp. 3,836,367,-/year and as many as 65% of people live below the poverty line. The average level of community dependence on Babul parks area of 37.97%, while revenue contribution from candlenut (Alleurites moluccana) to total incomes by an average of 19.05%. Required increase in assistance activities, counseling and training to enhance the mindset, knowledge, and skills of communities so that the capacity increase and to reduce dependence on Babul parks area. For that managers Babul parks need to establish communication, coordination and cooperation with various parties in order to improve the capacity of communities and to formulate management Babul parks effective and efficient.
PENDUGAAN LAJU SEDIMENTASI DARI SETIAP PENGGUNAAN LAHAN OLEH MASYARAKAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MAMASA (Sedimentation Rate Estimation From Community Land Use In Mamasa Watershed) Sitti Nur Faridah
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18447

Abstract

ABSTRAKDalam beberapa tahun terakhir, fungsi hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa tidak dapat bekerja secara optimal dalam memelihara kelangsungan fungsi dam Bakaru, hal ini ditandai dengan terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, sehingga untuk mencegah kerusakan lebih lanjut diperlukan pengelolaan DAS di wilayah tersebut. Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu mengolah dan menganalisis data/informasi, memadukannya dalam bentuk peta/gambar digitasi, sehingga analisis terhadap degradasi wilayah DAS dapat dilakukan. Untuk studi erosi yang memberikan dampak pada peningkatan laju sedimentasi, estimasi besarnya kehilangan tanah dapat diperoleh dengan mengkalkulasi dan mengoverlay peta yang merupakan komponen Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE). Dari hasil aplikasi GIS diperoleh laju sedimentasi yang berasal dari penggunaan lahan hutan adalah 46.55 m3/km2/thn, persawahan 10.26 m3/km2/thn, semak belukar 1934.28 m3/km2/thn , kebun campuran 66.42 m3/km2/thn dan penggunaan lahan tegalan 954.18 m3/km2/thn.ABSTRACTIn the last few years, the hydrology function of Mamasa Watershed could not be performed optimally in maintaining sustainability of Bakaru Dam, it is indicated by  the occurrence of floods in the rainy and contrary water shortage in dry season. To prevent further damage the land-use management is needed in the watershed. Geographical Information System (GIS) has ability to process and analyze data/information, by combining the data/information in form of  map/digital picture, thus an analysis of watershed  degradation could be done. For erosion impact  study on the increasing of sedimentation rate, the estimation of soil loss capacity could be obtained by calculating and overlaying  maps  of MUSLE components. Using GIS method, it was found that sedimentation rate from  forest land use was 46,55 m3/km2/year, paddy field 10,26 m3/km2/year, underbush  1934,28 m3/km2/year, mixed agriculture 66,42 m3/km2/year and dry land agriculture 954,18 m3/km2/year.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI BERBASIS DATA RASTER UNTUK PENGKELASAN KEMAMPUAN LAHAN DI PROVINSI BALI DENGAN METODE NILAI PIKSEL PEMBEDA (Application of Geographic Information System (GIS) Based Raster Data to Classify Land Capability in Bali) I Wayan Sandi Adnyana; Abd. Rahman As-syakur
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18448

Abstract

ASBTRAKPenggunaan teknologi seperti SIG sangat baik untuk mengelompokkan data keruangan lahan berdasarkan faktor potensi dan penghambat penggunaannya. Dengan mengimprovisasi metode tumpang susun diharapkan mampu mempercepat proses studi tentang pengkelasan kemampuan lahan. Tujuan penelitian ini adalah pengaplikasian SIG berbasis data raster untuk memetakan kelas kemampuan lahan di Provinsi Bali dengan menggunakan metode ”nilai piksel pembeda”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SIG dapat memperlihatkan sebaran kelas kemampuan lahan yang heterogen dan kompleks sehingga memperjelas informasi lahan pada satuan unit lahan yang sempit. Selain itu penggunaan metode ini juga membantu mempercepat proses tumpang susun dan query data. Kelas kemampuan lahan di Provinsi Bali dapat dikelompokkan menjadi 8 kelas, dari kelas I sampai kelas VIII. Sebaran kelas kemampuan lahannya didominasi oleh lahan dengan kelas VI, VII dan VIII yaitu seluas 50,7% dari luas Provinsi Bali. Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem berturut-turut merupakan daerah-daerah terluas yang memiliki kemampuan lahan kelas VIII. Daerah-daerah tersebut harus lebih instensif dalam menjaga lahan-lahan berkelas VIII agar tidak beralih fungsi dari lahan hutan menjadi lahan non hutan.ABSTRACTThe use of technologies such as GIS  are very good for spatial data classifying based on potential and inhibiting use factors. With improvise an overlay method expected to accelerate study process about land capability classifying. The purpose of this research is the application of GIS based raster data to mapping land capability class in Bali Province by using "differentiator pixel value". The results showed that the use of GIS can show the heterogeneous and complex distribution of land capability classes and can clarify the land information on a narrow land unit. Furthermore, the uses of this method also help to accelerate the overlay and query data process. The distribution of land capability class is dominated by land with class VI, VII and VIII, which is covering 50.7% of the Bali Province. Districts that have a biggest land capability class VII is Buleleng, Jembrana, and Karangasem, respectively. Therefore, these districts should be more intensive to keeping the lands class VIII for not switching function from forest into non-forest land.
SENYAWA AKTIF ANTIKANKER PAYUDARA DAN ANTIMALARIA DARI TUMBUHAN DADAP AYAM (ERHYTHRINA VALERIEGATA) SECARA IN VITRO (Anti Breast-cancer and anti-malarial Active Compounds of Erithrina Variegata by in Vitro Test) Tati Herlina; Syafruddin Syafruddin; Zalinar Udin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18449

Abstract

ABSTRAKTumbuhan Erythrina variegata (Leguminosae) secara tradisional dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai obat antikanker dan antimalaria. Bagian tumbuhan ini yang biasa digunakan sebagai bahan pengobatan adalah daun dan kulit batang, tapi kandungan senyawa kimia aktif biologisnya belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan senyawa aktif antikanker dan antimalaria secara in vitro yang terdapat di dalam daun dan kulit batang E. variegata. Penelitian dilakukan dengan cara ekstraksi metanol dan fraksionasi dari daun dan kulit batang E. variegata yang dipandu dengan uji antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D menggunakan metode Sulforodamin B (SRB) dan uji antimalaria secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum 3D7 (sensitif klorokuin) dan K1 (resisten klorokuin) menggunakan metode laktatdehidrogenase (LDH). Selanjutnya dilakukan pemisahan fraksi etil asetat daun dan kulit batang E. variegata yang dipantau dengan uji antikanker dan antimalaria secara in vitro menggunakan kombinasi kolom kromatografi diperoleh tiga senyawa aktif (1, 2, dan 3). Struktur kimia senyawa aktif (1, 2, dan 3) ditetapkan berdasarkan data-data spektroskopi dan diidentifikasikan sebagai turunan triterpenoid pentasiklik glikosida(1); flavonoid, eristagallin A (2); dan steroid, (22E)-5α,8α-epidioksiergosta-6,22-dien-3β-ol (3). Senyawa (1) menunjukkan aktivitas antimalaria secara in vitro terhadap P. falciparum strain 3D7 (sensitif klorokuin) dengan IC50 1,8 µg/mL dan terhadap strain K1 (resisten klorokuin) dengan IC50 3,3 µg/mL. Senyawa (2) dan (3) menunjukkan aktivitas antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payurada T47D dengan IC50 masing-masing 3,0 dan 3,2 µg/mL. Tumbuhan E. variegata mempunyai potensi sebagai bahan dasar obat herbal antikanker payudara dan antimalaria.ABSTRACTErythrina variegata (Leguminosae) plant used traditionaly as plant of  anti-cancer and anti-malarial in Indonesia. The leaves and stem bark of E. variegata used as medicinal folk of anti-cancer and anti-malarial, however haven’t reported yet of bioactive compounds. The purpose of this research was assayed an anti-cancer and anti-malarial compounds toward breast cancer cell-lines T47D and toward Plasmodium falciparum 3D7 (chloroquine sensitive) and K1 (chloroquine resistance) in vitro from E. variegata. The research was extraction of methanol and fractionation from the leaves and stem bark of E. variegata by using guide-assay in vitro Sulphorhodamine B (SRB) method and lactate dehydrogenase (LDH). Furthermore, by using the anti-cancer and anti-malarial activity to follow separation, the active fraction was separated by combination of column chromatography to yield three active compounds (1-3). The chemical structure of active compounds (1-3) were determined on the basis of spectroscopic evidences and comparison with those previously reported and identified as terpenoid pentacyclic glycoside (1), flavonoid, erystagallin A (2) and steroid, (22E)-5α,8α-epidioxyergosta-6,22-diene-3β-ol (3). The compound (1) showed anti-malarial activity in vitro against P. falciparum strain 3D7 and K1 with IC50 1.8 and  3.3  µg/mL, respectively.  The compounds (2-3) showed anti-cancer activity against of breast cancer cell-lines T47D with IC50 of 3.03and 3.2 µg/ml, respectively. This results strongly suggested that E. variegata is a promising sources of anti-cancer and anti-malarial agents.
LAJU PENURUNAN LOGAM BERAT PLUMBUM (PB) DAN CADMIUM (CD) OLEH EICHORNIA CRASSIPES DAN CYPERUS PAPYRUS (The Diminution Rate Of Heavy Metals, Plumbum And Cadmium By Eichornia Crassipes And Cyperus) Ramadhan Tosepu
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18450

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis lama waktu (hari) laju penurunan logam berat plumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. (2) membandingkan laju penurunan logam lumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar dengan pemeriksaan sampel air dilakukan di Laboratotium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik dengan uji T test dan uji Post Hoc Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat plumbum lebih cepat terakumulasi habis dengan menggunakan tumbuhan Eichornia crassipes dibandingkan dengan menggunakan tumbuhan Cyperus papyrus. Logam berat plumbum dan cadmium memiliki laju penurunan yang cepat oleh tumbuhan Eichornia crassipes dibandingkan dengan tumbuhan Cyperus papyrus.ABSTRACTThe aim of the study was to analyze the diminution rate of heavy metals, plumbum and cadmium by Eichornia crassipes and Cyperus papyrus and to compare the rate of their decrease. The study conducted in Makassar city by examining the water sample in the Brackish Water Culture Fishery Research in Maros.  The data were analyzed statistically by employing T test and Post Hoc test. The results of the study indicate that the concentration of heavy metal, plumbum is quicker by using Eichornia crassipes plant than the Cyperus papyrus plant. The heavy metals, plumbum and cadmium have rapid rates of diminution by  Eichornia crassipes plant than the Cyperus papyrus plant.

Page 2 of 45 | Total Record : 444


Filter by Year

2001 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue