cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 444 Documents
PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANO KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA DAN KITOSAN-SILIKA TITANIA (Preparation and Characterisation of Chitosan-Silica and Chitosan Silica Titania Nano Composites) Dina Kartika Maharani; Sari Edi Cahyaningrum; Amaria Amaria; Rusmini Rusmini
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18452

Abstract

ABSTRAKTelah dibuat komposit kitosan silika dan kitosan silika titania dari larutan kitosan dan sol silika serta sol silika titania untuk aplikasi bahan antibakteri. Kitosan dibuat melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi kitin dari cangkang kepiting. Sol silika dan silika titania dibuat dengan metode sol-gel. Komposit kitosan silika dan kitosan silika titania dikarakterisasi dengan analisis spektrofotometri infra merah dan difraksi sinar-X. Hasil analisis spektrofotometri infra merah menunjukkan bahwa telah terjadi interaksi antara silika dan titania dengan kitosan. Kristalinitas komposit kitosan silika titania lebih rendah dibandingkan dengan kitosan silika maupun kitosan sendiri. Hal ini menandakan bahwa interaksi antara partikel silika dan titania meningkatkan ketidakteraturan struktur kitosan.ABSTRACTChitosan-silica and chitosan-silica titania composites have been prepared by mixing chitosan solutions with silca sol and silica titania sol for antibacterial application. Chitosan were prepared by deproteination, demineralisation and deasetilation of chitin from Crab shells. The silica sol and silica titania sol were prepared by sol-gel method. The composites were characterized using Infra Red spectrophotometry and X-ray Diffraction methods. The  Infra Red study of the composites showed that there is interaction between silica and titania with chitosan. The crystallinity of chitosan silica titania and chitosan-silica was decreased, compared with chitosan, that is showed the increasing of stucture dissorder of composites material.
ADSORPSI ION SIANIDA DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN ADSORBEN HIBRIDA AMINOPROPIL SILIKA GEL DARI SEKAM PADI TERIMPREGNASI ALUMINIUM (Adsorption of Cyanide Ions in Solution Using a Hybrid Adsorbent Aminopropyl Silica Gel from Rice Husks of Impregnated With) Amaria Amaria
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18453

Abstract

ABSTRAKTelah dibuat dua macam adsorben hibrida aminopropil silika gel yang terimpregnasi aluminium (APSG-Al) dan silika gel terimpregnasi aluminium (SG-Al) dari silika gel sekam padi sebagai bahan untuk adsorpsi ion sianida dalam larutan. Interaksi antara adsorben dengan ion sianida dalam larutan dilakukan dalam sistem batch. Parameter-parameter yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengaruh pH medium, pengaruh waktu interaksi dan pengaruh konsentrasi awal ion sianida terhadap kemampuan adsorpsi adsorben hibrida amino silika gel terimpregnasi aluminium. Analisis kuantitatif ion-ion sianida yang tersisa di dalam filtrat diuji dengan alat elektroda selektif ion. Data hasil pengaruh waktu interaksi dianalisis dengan model kinetika adsorpsi, data hasil pengaruh konsentrasi ion sianida dianalisis dengan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Di samping itu gugus fungsional yang diperkirakan terlibat dalam adsorpsi diidentifikasi dengan spektrofotometer infra merah dan kristalinitas adsorben diuji dengan defraksi sinar X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spektroskopi infra merah menunjukkan adsorben APSG-Al memiliki gugus silanol (Si-OH), siloksil (Si-O-Si), gugus amina primer, NH2. Hasil analisis XRD nilai 2θ pada 65,51 menunjukkan bahwa aluminium yang terimpregnasi pada silika berbentuk alumina Al2¬O3. Hasil adsorpsi ion sianida oleh hibrida aminopropil silika gel terimpregnasi aluminium (APSG-Al) menunjukkan adsorpsi sianida terjadi maksimum pada pH 5 sebesar 67,62 %, sedangkan SG-Al mengadsorpsi sianida secara maksimum pada pH 8 sebesar 51,11%. Kajian kinetika dari pengaruh waktu interaksi menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al maupun SG-Al memiliki konstanta laju adsorpsi k1 masing-masing adalah 2,7. 10-3 dan 1,9.10-3 min-1. Data kapasitas adsorpsi menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al dan SG-Al cenderung mengikuti model isoterm adsorpsi Freundlich.ABSTRACTThis research has made two kinds of adsorbents, namely hybrid aminopropil silica gel from rice husk that has been impregnated with aluminum (APSG-Al) and silica gel impregnated with aluminum (SG-Al) of rice husk silica gel as the material for the adsorption of cyanide ions in solution. The interaction between the adsorbent with cyanide ions in solution performed in a batch system. The parameters examined in this study were the influence of medium pH, the effect of interaction time and the effect of initial concentration of cyanide ion adsorption ability of adsorbent hybrid amino silica gel impregnated with aluminum. Quantitative Analysis of cyanide ions left in the filtrate was tested by means of ion selective electrode. The effect of interaction time data were analyzed with kinetic model, the data of the influence of cyanide ion concentration was analyzed by Langmuir adsorption isotherm model and Freundlich. The results showed that the infrared spectroscopic identification results show APSG-Al adsorbent has silanol groups (Si-OH), siloxil (Si-O-Si), primary amine group, NH2. The result of XRD analysis of the price of 2θ at 65.51 indicates that the aluminum impregnated with the silica in the form of alumina Al2O3. The result of adsorption of cyanide by the hybrid silica gel impregnated with aluminum aminopropil (APSG-Al) showed maximum adsorption occurred at pH 5 was 67.62%, silica gel impregnated with aluminum was 51,11%. Study the kinetics of the effect of interaction time showed that the adsorbent APSG-Al and SG-Al-Al has the adsorption rate constant k1 is 2.7, 10-3and 1.9,10-3 min-1, respectively. Adsorption equilibrium data showed that the adsorbent APSG-Al and SG-Al tend to follow the adsorption isotherm model Freundlich.
PENGGUNAAN SEPPAKS ALUMINA SEBAGAI ALAT UJI KUALITAS SISTEM GEL GENERATOR TUNGSTEN-188/RENIUM-188 (The Use of Alumina SepPaks As A Quality Control Tool for The Tungsten-188/Rhenium-188 Gel Generators System) Duyeh Setiawan; Azmairit Azis; Marlina Marlina; M. Basit
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18454

Abstract

ABSTRAKMetode uji kualitas dengan menggunakan SepPaks alumina telah dikembangkan untuk menentukan tingkat pelepasan 188W dari sistem gel generator 188W/188Re. Pendeteksian intensitas rendah dari 188W dengan kehadiran intensitas lebih tinggi dari 188Re (Eg = 155 keV, 15 %), maka teknik pencacahan cara konvensional tidak memungkinkan, karena 188W mengemisikan foton gamma dengan intensitas yang sangat rendah pada Eg = 227 keV (0,22 %) dan Eg = 290 keV (0,40 %). Oleh karena itu, untuk mengetahui pelepasan dan menghitung tingkat 188W dalam ketepatan waktu (real time) tanpa harus menunggu beberapa hari untuk meluruh dari 188Re anak, maka penggunaan SepPaks alumina secara “tandem” dengan gel generator tungsten-188/renium-188 merupakan teknik yang efektif untuk menjerat 188W yang lolos. Teknik ini ditunjukkan oleh elusi sistem gel generator 188W/188Re titanium tungstat, kemudian eluat dilewatkan melalui SepPaks alumina yang diikuti oleh pencucian dengan NaCl 0,9 % pH 5. Hasil elusi diperoleh yield 188Re maksimum sebesar 65 %, mempunyai kemurnian radionuklida 97 % dan radiokimia sebesar 95 %. Penentuan penangkapan 188W ditunjukkan oleh adanya spektrum gamma 290 keV dalam SepPaks alumina dapat dideteksi secara jelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat ditunjukkan bahwa penggunaan SepPaks alumina sangat efektif sebagai alat uji kualitas dalam menilai kinerja sistem gel generator 188W/188Re untuk memproduksi radionuklida renium-188. ABSTRACTA quality control method using an alumina SepPaks has been developed to determine the breakthrough levels of 188W from 188W/188Re gel generator systems.  Detection of low levels of 188W in the presence of high levels of 188Re (155 keV, 15 %) by tradisional counting techniques is not possible, because the 188W emits gamma photons of only very low intensity at 227 keV (0.22 %) and 290 keV (0.40 %).  In order to remove and quantitate levels of 188W in “ real time “ without having to wait several days for decay of the 188Re daughter, the use of an alumina SepPaks in tandem with the 188W/188Re gel generator is an effective technique to trap the 188W breakthrough.  This technique was showed by experiment result gel generators 188W/188Re titan tungstate, the eluate was  subsequently passed through alumina SepPaks followed by thorough washing with 0.9 % pH 5.  The result of elution  is obtained maximum yield 65 %, it has radionuclide purities is 97 % and radiochemical is 95 %.  The scavenger determination of 188W was showed in the presence of 290 keV gamma spectrum in the alumina SepPaks were clearly detected. Based on the result its showed that, the use of alumina SepPaks was very effective as  a quality control tool in assessing  188W/188Re gel generator performance system for radionuclide rhenium-188 production.
ANALISIS KEBIJAKAN PENURUNAN LUAS HUTAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SENTANI BERWAWASAN LINGKUNGAN (Environmental based of Policy Analysis about the decrease of forest area in Sentani Watershed) Auldry F. Walukow
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18455

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan merekayasa model sistem dinamik untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap penurunan luas hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani. Metode yang digunakan adalah Model Sistem Dinamik dengan menggunakan tool powersim 2.5d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan penduduk merupakan faktor pengungkit (leverage factor) meningkatnya pemanfaatan lahan hutan di DAS`Sentani. Hal ini dibuktikan oleh menurunnya luas hutan yang tersedia dari 68.865 ha pada tahun 2002 menjadi 59.559 ha pada tahun 2012 dan akhirnya diasumsikan habis (0 ha) pada tahun 2042.ABSTRACTThe research was conducted To design dynamic system model for analyze influence of population growth decrease of forest area in Sentani watershed. The research method are  dynamic system model with tool powersym 2.5d. The result of this experiment show that people growth as leverage factor to increase forest land utilization around Sentani  watershed. This is evidenced by the decrease in forest nauseating available from 68 865 ha in 2002 to 59 559 ha in 2012 and finally is assumed finished (0 ha) in 2042.
PUSAKA SAUJANA BOROBUDUR: PERUBAHAN DAN KONTINUITASNYA (Borobudur Cultural Landscape: Change and Continuity) Dwita Hadi Rahmi; H.A Sudibyakto; H. Sutikno; Laretna T. Adishakti
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18456

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk mengkaji potensi dan nilai keunggulan pusaka saujana Borobudur, serta mengetahui perubahan dan kontinuitasnya. Dengan interpretasi sejarah dan penjelasan secara naratif, wujud pusaka saujana Borobudur dapat diapresiasi dalam bentuk: a) pola pengolahan lahan; b) tata kehidupan; c) arsitektur tradisional kawasan; dan d) bentukan-bentukan alami. Potensi yang dimiliki pusaka saujana Borobudur meliputi potensi budaya, sejarah, bentukan-bentukan alami, dan panorama kawasan. Potensi-potensi yang dimiliki kawasan Borobudur, serta kontinuitas kondisi bentanglahan dan budayanya menjadikan kawasan Borobudur sebuah pusaka saujana yang unggul, dan nilai keunggulan ini meliputi: a) kandungan sejarah lingkungan kawasan, b) kawasan peninggalan benda-benda arkeologi, c) saujana-saujana desa yang menunjukkan kehidupan agraris masyarakatnya, dan d) panorama indah bentanglahan. Dalam lingkungan yang dinamis, pusaka saujana Borobudur terus mengalami perubahan yang dapat mengancam kontinuitasnya. Perubahan terjadi terutama pada tata guna lahan, kualitas visual, dan sebagian budaya masyarakat, sedangkan kontinuitas masih dapat ditemui pada kegiatan pertanian secara tradisional; sebagian tradisi atau adat istiadat yang berkaitan dengan pertanian, keagamaan, dan kepercayaan; arsitektur tradisional kawasan perdesaan; dan panorama indah bentanglahan. Sampai saat ini, perubahan-perubahan yang terjadi belum berdampak pada hilangnya atau menurunnya kontinuitas pusaka saujana Borobudur. Meskipun demikian, upaya-upaya pelestarian dan pengelolaannya diperlukan untuk menjaga kontinuitasnya. ABSTRACTThis research was conducted in Borobudur area, Magelang Regency, Central Java, to examine the potencies and  outstanding values of Borobudur cultural landscape heritage, and to understand its changes and continuity. By historic interpretation and narrative explanation, the forms of Borobudur cultural landscape heritage are found, which are: a) land management pattern; b) way of living; c) traditional architecture; and d) natural features. The potencies of Borobudur cultural landscape heritage include cultural, historic, natural features, and panoramic potencies. Those potencies and continuity of the landscape and culture contribute to the Borobudur area  as an outstanding cultural landscape heritage with four outstanding values: a) rich environmental history, b) area with archaeological remains; c) village cultural landscapes with their agrarian community; and d) scenic beauty of the landscape. In a dynamic environment, changes are experienced by Borobudur cultural landscape heritage over time that can be a threat for its continuity. Changes happen particularly on land use, visual quality, and some community culture, whereas its continuity still can be found in traditional farming activity; some traditions relate to agriculture,  religion,  and  beliefs;  village  traditional  architecture;  and  scenic  beauty of  the  landscape. At present, impact of changes on Borobudur cultural landscape heritage has not influenced  the degradation of its continuity yet. Nevertheless, efforts in conservation and management are needed to maintain its continuity.
PENGKLASTERAN EROSI DI SUB DAS NGRANCAH KULONROGO (Soil Erosion Rates Clustering of Ngrancah Sub Watershed, Kulon Progo) Ambar Kusumandari; Djoko Marsono; Sambas Sabarnurdin; Totok Gunawan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18457

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Sub DAS Ngrancah yang merupakan daerah tangkapan air Waduk Sermo. Luas wilayah penelitian ini sekitar 2.200 ha. Mayoritas lahan di Sub DAS Ngrancah tergolong kritis yang ditunjukkan oleh tingginya tingkat erosi. Dengan demikian, wilayah ini sangat mendesak untuk dapat dikelola dengan benar agar degradasi lahan dapat dihambat. Untuk memprediksi erosi, diterapkan Model USLE, dengan rumus: A = RKLSCP. Wilayah studi dapat dipilahkan menjadi 77 unit lahan. Sampel tanah diambil dari seluruh unit lahan, demikian pula pengamatan lereng, vegetasi, dan penerapan konservasi tanah. Untuk menganalisis data digunakan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat erosi bervariasi dari yang paling rendah sebesar 2,54 ton/ha/th sampai dengan yang tertinggi sebesar 489,30 ton/ha/th. Sekitar 68% wilayah studi termasuk dalam kelas erosi sedang dan sekitar 15% wilayah studi termasuk dalam kelas erosi tinggi. Pengklasteran unit lahan secara statistik menunjukkan bahwa pada jarak klaster terpendek terbentuk 8 klaster tingkat erosi. Uji diskriminan menunjukkan bahwa faktor K (erodibilitas) dan P (praktek konservasi tanah dan air) merupakan faktor yang paling dominan untuk terbentuknya klaster-klaster tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam merancang teknik konservasi tanah dan air untuk menangani erosi di Sub DAS Ngrancah.ABSTRACTThe research was carried out at Ngrancah Sub Watershed which is located at the upper area of Sermo Dam and covers an area of almost 2.200 hectares.  The area is mostly critical showed by the high rates of erosion, so, it is  urgently required to manage properly in order to combat  land degradation. In this research, to study the erosion rates of the area, the USLE method was used, i.e. A = RxKxLSxCxP. The area was devided into 77 land units and the soil samples were taken from each land units as well as the observation of slopes, vegetation and soil conservation practices. Cluster analysis were applied to analyze the data.The research resulted that the erosion rates varies from the lowest rate of 2.54 ton/ha/yr to the highest rate of 489.30 ton/ha/yr and clasified as the moderate rate for the 68%  of the area and high rate for the 15% of the area. The cluster analysis showed that at the lowest cluster distance, the erosion rates of the subwatershed can be devided into 8 clusters. Furthermore, discriminant analysis was applied and resulted that the K and P factors are the most factors causing the difference beween clusters. This information can be considered in designing soil and water conservation techniques required for the study area. 
ANALISIS POLA INTERAKSI SERANGGA-GLMA PADA EKOSISTEM SAWAH SURJAN DAN LEMBARAN YANG DIKELOLA SECARA ORGANIK DAN KONVENSIONAL (Analysis of Insect-Weed Interaction Pattern in Surjan and Lembaran Rice Farm Ecosystems under Organic and Conventional) Tien Aminatun; Edhi Martono; Suratman Woro; S. Djalal Tanjung
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 3 (2012): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18458

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur food web dalam pola interaksi serangga-gulma pada ekosistem sawah surjan dan lembaran yang dikelola secara organik dan konvensional.        Penelitian dilakukan pada enam petak sawah surjan dan enam petak sawah lembaran di daerah Kulon Progo dalam dua musim tanam pada bulan Desember 2009 sampai Juli 2010.  Baik sawah surjan maupun sawah lembaran, masing-masing dibedakan dalam dua pengelolaan, yaitu pengelolaan organik dan konvensional, dengan ulangan masing-masing tiga petak.  Lima plot ukuran 1x1 m ditempatkan pada masing-masing petak yang tidak diubah posisinya sampai berakhir satu musim tanam. Inti dari penelitian lapangan ini adalah menghitung jenis dan kelimpahan gulma setiap tiga minggu sekali untuk setiap petak, demikian juga untuk jenis dan kelimpahan dari serangga herbivora untuk setiap jenis tanaman/gulma pada setiap plot. Analisis data dilakukan dengan program Bipartite in R statistics 2.12.0, dan dilakukan uji pengaruh tipe sawah dan cara pengelolaan lahan terhadap struktur dan network level (jumlah jenis trofik atas, jumlah jenis trofik bawah, keterhubungan, diversitas Shannon, dan kemerataan interaksi) dengan menggunakan General Linear Model (GLM) dalam program SPSS 17.0. Hasil penelitian sawah surjan yang dikelola secara organik mempunyai pola interaksi serangga-gulma yang lebih kompleks dengan lebih banyak link interaksi, jumlah jenis trofik atas dan bawah, indeks diversitas Shannon, dan kemerataan interaksi yang lebih tinggi, serta keterhubungan (connectance) yang lebih rendah. ABSRACTThe aims of this research was to analyse food web structure of insect-weed interaction in surjan and lembaran rice field ecosystems under organic and conventional managements. We observed six rice fields of local farms called “surjan” rice fields, and six rice fields of “lembaran” farms in Kulon Progo District, central Java, in two planting seasons in December 2009 until July 2010.  They were divided into two types of managements, i.e. organic and conventional farming.  Five 1x1 m plots per field were taken as sampling units and were not changed until the end of the planting season.  The type and abundance of each type of weeds were recorded every three weeks, and counted for accordingly.  In the similar way, type and abundance of herbivore insects were observed for each weed in each plot.  Data analyses were conducted in Bipartite program of R Statistics 2.12.0, and the effect of farm type and management on network level of food web structure (number of higher trophic species, number of lower trophic species, connectane, Shannon diversity index and interaction evenness) was tested per field using General Linear Model (GLM) with SPSS Statistics 17.0. The result of this research is that organic surjan rice farm had more much links in food web structure, more number of higher and lower trophic species, Shannon diversity and interaction evenness, and less connectance.
ADSORPSI ION LOGAM Pb(II) dan Cr(III) OLEH POLI 5ALLILKALIKS[4]ARENA TETRAESTER (Adsorption of Pb(II), Cd(II), and Cr(III) by Poly-5-allyl-calix[4]arene tetraester) Desi Suci Handayani; Jumina Jumina; Dwi Siswanta; Mustofa Mustofa
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 3 (2012): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18459

Abstract

ABSTRACTThe aim research is application of poly-5-allyl-calix[4]arene tetraester as adsorbent of heavy metal cations. Adsorption was carried out towards Pb(II), Cd(II) and Cr(III) ions in batch system. Several variables including pH, contact time and initial concentration of metal ions were determined. The optimum adsorption conditions were achieved at pH 4.0 for Pb(II) and Cd(II), while at pH 6.0 for Cr(III) ions. In addition, the optimum contact time of Cd(II) and Cr(III) ions adsorption were 135 minutes, while those for Pb(II) ion was 180 minutes. The adsorption kinetics of Pb(II), Cd(II) and Cr(III) ions using the calixarene polymer adsorbent followed a pseudo 2nd order kinetics model, with adsorption rate constants of 10-3, 9x10-3 dan 3,6x10-2 g mole-1 min-1, respectively. Furthermore, The adsorption isotherm of Pb(II) ion tends to follow the Freundlich isotherm, whereas the adsorption of Cd(II) and Cr (III) ions tends to follow the Langmuir isotherm. The adsorption capacity of Pb(II), Cd(II) and Cr(III) metal ions were 187.63, 45.63 and 197.25 μmole/g, with adsorption energy of 23.14, 15.18 and 27.15 KJ / mole, respectively.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan poli-5-allilkaliks[4]arena tetraester sebagai adsorben kation logam berat. Adsorpsi dilakukan dengan metode batch pada variasi keasaman (pH), waktu kontak dan konsentrasi awal ion logam. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pH optimum adsorpsi adalah pH 4,0 untuk ion logam Pb(II) dan Cd(II), sedangkan untuk Cr(III) pada pH 6,0. Waktu kontak optimum adsorpsi ion logam Cd(II) dan Cr(III) adalah 135 menit, sedangkan untuk ion logam Pb(II) adalah 180 menit. Kajian kinetika adsorpsi menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam Pb(II), Cd(II) dan Cr(III) menggunakan adsorben poli-5-allilkaliks[4]arena tetraester mengikuti model kinetika Ho, pseudo orde 2, dengan konstanta laju adsorpsi berturut-turut 10-3, 9x10-3 dan 3,6x10-2 g mol-1 menit-1. Kajian isotherm  menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam Pb(II) cenderung mengikuti isotherm Freundlich, sedangkan adsorpsi ion Cd(II) dan Cr(III) cenderung mengikuti isotherm Langmuir. Kapasitas maksimum adsorpsi ion logam Pb(II), Cd(II) dan Cr(III) masing-masing sebesar 187,63; 45,63 dan 197,25 µmol/g, dengan energi adsorpsi berturut-turut 23,14; 15,18 dan 27,15 KJ/mol. 
KEARIFAN LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN HUTAN WONOSARI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Environmental Wisdom in Planning and Management of the Wonosadi Forest Ngawen District, Gunungkidul Regency) Ahsan Nurhadi; Bakti Setiawan; Baiquni Baiquni
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 3 (2012): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18460

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang kearifan lingkungan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan Hutan Wonosari, salah satu hutan adat yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul. Kearifan lingkungan dalam mengelola hutan adat telah mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat disekitar Hutan Wonosadi dan bersumber dari adanya mitologi dan sejarah hutan. Proses pengelolaan Hutan Wonosadi telah berjalan sangat panjang. Pada kurun waktu Tahun 1960 s/d Tahun 1965 Hutan Wonosadi hampir musnah akibat penjarahan liar. Pada saat itu daerah disekitar hutanWonosadi mengalami kerusakan parah akibat banjir krakal dan tanah longsor apabila musim penghujan tiba. Melalui prakarsa perangkat desa beserta tokoh masyarakat, pada tahun 1966 diadakan perencanaan kembali Hutan Wonosadi (reforestrasi). Masyarakat bahu membahu mengimplementasikan rencana penghutanan kembali tersebut. Kegiatan ini setelah beberapa tahun lamanya telah mampu mengembalikan keberadaan Hutan Wonosadi. Adanya mitologi dan sejarah Hutan Wonosadi telah menciptakan banyak mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitar secara turun temurun. Kejadian empiris yang dialami oleh masyarakat terkait dengan mitos tersebut telah menjadikan masyarkat mempunyai keterkaitan secara batiniah untuk tetap menjaga kelestarian Hutan Wonosadi. Di samping itu, masyarakat juga menerapkan konsep kesadaran realitas dengan in=dionm tekun (sungguh-sungguh), teken (petunjuk), tekan (sampai pada hal yang dicita-citakan) serta konsep kesadaran mitologi sangkan paraning dumadi. Hutan Wonosadi telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi penduduk di sekitar karena masyarakat mempunyaimempunyai kesadaran dalam kerangka mitologi dan realitas untuk mengelola hutan dan tetap ingin merasakan manfaat yang pisitif dari keberadaan hutan tersebut. ABSTRACTThis study examines the environmental wisdom of the community in planning and management Wonosadi Forest, which is an indigenous forest in Beji Village, Ngawen District, Gunungkidul. Environmental wisdom in managing indigenous forests have been entrenched in the society around Forest Wonosadi and sourced from the mythology and history of the forest. Wonosadi Forest management process has been running very long. In the period years of 1960 until 1965 almost destroyed due to Forest Wonosadi illegal logging. At that time the area around Forest Wonosadi suffered krakal flood and landslides when the rainy season arrives. Through the initiative of the village and community leaders, in the Year 1966 was held back planning Wonosadi Forests (reforestation). Communities work together to implement a reforestation plan Wonosadi Forest. This activity after several years have been able to restore the existence of Wonosadi Forest. The existence of mythology and history of Wonosadi Forest has created many myths that are trusted by people around for generations. Empirical occurrence experienced by people associated with the myth made public has the connections to remain inwardly Wonosadi forest preserve. Besides, people also apply the concept of awareness of reality with the idiom tekun (seriously), teken (hint), tekan (up to the idealized case) and the mythology concept of consciousness sangkan paraning dumadi. Wonosadi Forest has provided a huge benefit for residents in the vicinity. To that end, the public has the awareness within the framework of mythology and reality to manage the forest and still want to feel the positive benefits from the existence of the forest. 
DAMPAK PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP HASIL SEDIMEN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI GALEH KABUPATEN SEMARANG (The Impact of Agriculture Land Management to The Sediment Yield in Galeh Watershed Semarang District) Forita Dyah Arianti; Suratman Suratman; Edhy Martono; Slamet Suprayogi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 3 (2012): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18461

Abstract

ABSTRAKPerubahan jumlah manusia dan bentuk kegiatannya akan mengakibatkan perubahan dalam pengelolaan lahan. Sistem pengelolaan lahan pertanian pada daerah aliran sungai (DAS) Galeh umumnya masih belum memperhatikan kemampuan dan kesesuaian lahan. Masyarakat yang bermukim di DAS Galeh didominansi oleh petani. Dinamika pengel laan lahan pada sistem DAS akan mempengaruhi kondisi aliran sungai, yang menyebabkan terjadi perubaban debit aliran sungai sebagai keluaran DAS, sehingga mengakibatkan perubahan dalam kualitas lingkungan. Dampak yang sering terlihat adalah terjadinya kerusakan lahan karena meningkatnya erosi tanah dan sedimentasi. Kajian ini dilakukan dari bulan Pebruari sampai bulan Juli tahun 2010 di DAS Galeh, Kabupaten Semarang dengan tujuan untuk mengetahui hasil sedimen yang diakibatkan oleh pengelolaan lahan pertanian yang berbeda di daerah aliran sungai Galeh. Kajian dilakukan dengan cara menganalisis sampel-sampel sedimen melayang (suspended sediment) yang diambil dari outlets ketiga sungai utama yang bermuara ke Sungai Galeh. Parameter-parameter yang diukur untuk keperluan analisis hasil sedimen ini, yaitu konsentrasi sedirnen melayang Cs (mg/l), debit aliran air sungai Q (m3/detik) dan debit sedimen melayang Qs (gr/detik). Dari hasil kajian tampak bahwa terdapat debit aliran yang berpengaruh terbadap debit suspensi, di mana semakin besar debit aliran maka semakin besar debit suspensi. Pengelolaan lahan sawah memiliki debit aliran dan debit suspensi yang lebih tinggi dibanding pengelolaan lahan kebun dan lahan tegalan. Sedimen yang dihasilkan pada pengelolaan lahan sawah sebesar 14,593 ton/hari; pengelolaan lahan kebun sebesar 1,308 ton/hari, pengelolaan lahan tegalan sebesar 0,718 ton/hari.ABSTRACTThe change of the number of people and the activity type will cause a change in cultivation land. Agriculture land cultivation system in Galeh Watershed (DAS)  generally still has not pay attention to the ability and appropriate land. The residents who stay in DAS Galeh are dominated by farmer. The dynamics of cultivation land on the DAS system will influence the river current condition, which causing the change of river current debit occurred as output of DAS, thus result in the change in environment quality. Impact that often observed is occurred damage of land because the increased of land erosion and sedimentation. This study was done from February until  July 2010 in DAS Galeh, Semarang District, aimed to know the sediment result which caused by different cultivation of agriculture land in the river current area Galeh. The study conducted with the methods is analyzing samples of suspended sediment that taken from outlets of the third main river which  flow into downstream Galeh river. The parameters measured to analyze  requirements of this sediment result, were concentration of suspended sediment Cs (mg/l), discharge debit Q (m3/second) and discharge of suspended sediment debit Qs (gram/second).The result of the study is showed  that there is current debit which affecting  the suspension debit, whereas greater the current debit thus greater the suspension debit. Cultivation land of rice field is 14.593 ton/day; cultivation land of plantation is 1.308 ton/day, cultivation land of garden is 0.718 ton/day.

Page 3 of 45 | Total Record : 444


Filter by Year

2001 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue