cover
Contact Name
Akbar Alfa
Contact Email
akbar.jimi.alfa@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
stikeshusadagemilang@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang
ISSN : 26153068     EISSN : 28278534     DOI : https://doi.org/10.61129/jkhg
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG, Merupakan jurnal penelitian dan kajian ilmiah yang diterbitkan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Husada Gemilang Tembilahan. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang kesehatan dipublikasikan dijurnal ini. Jurnal dapat digunakan oleh dosen di perguruan tinggi kesehatan, praktisi kesehatan, perawat kesehatan, guru, mahasiswa kesehatan, dan orang-orang yang tertarik dengan masalah kesehatan. Naskah yang masuk akan di evaluasi dan disunting untuk keseragaman format tanpa mengubah maksud
Articles 118 Documents
EFEKTIVITAS KOMPRES LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK YANG MENGALAMI DEMAM DI UPTD PUSKESMAS BENTENG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Karima Syahrani; Wira Ekdeni Aifa; Komaria Susanti; Rika Ruspita
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1182

Abstract

Fever is one of the common complaints in children that often causes concern for parents. Non-pharmacological treatments like aloe vera compresses are considered effective because they contain active compounds that have cooling and anti-inflammatory effects. This study aims to find out how effective aloe vera compresses are in lowering body temperature in children with fever at UPTD Puskesmas Benteng, Indragiri Hilir Regency. This research is quantitative with a quasi-experimental design using a one-group pre-test post-test approach. The sample consisted of 15 children, selected using purposive sampling. Data collection was done by measuring body temperature using a digital thermometer before and after the intervention. Data analysis was carried out using a paired sample t-test and independent t-test. The results of the study showed that there was a significant decrease in body temperature after applying aloe vera compresses (p < 0.05). The average body temperature of children before the intervention was higher compared to after being given the aloe vera compress. Aloe vera compresses are effective in lowering body temperature in children with fever. This intervention can be used as an easy, safe, and inexpensive non-pharmacological alternative in managing children's fever.   Demam merupakan salah satu keluhan umum pada anak yang sering menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti kompres lidah buaya (Aloe vera) dinilai efektif karena mengandung senyawa aktif yang memiliki efek menyejukkan dan anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres lidah buaya terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di UPTD Puskesmas Benteng Kabupaten Indargiri Hilir. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre test-post test. Sampel terdiri dari 15 anak dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer digital sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan suhu tubuh yang signifikan setelah dilakukan kompres lidah buaya (p < 0,05). Rata-rata suhu tubuh anak sebelum intervensi lebih tinggi dibandingkan setelah diberikan kompres lidah buaya. Kompres lidah buaya efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan murah dalam penatalaksanaan demam anak
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU POST PARTUM DI UPTD RSUD RAJA MUSA KECAMATAN KATEMAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Vepi Yulisa Pratama; Komaria Susanti; Rika Ruspita; Ary Oktora Sri R
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1183

Abstract

Postpartum anemia is a public health issue that is increasingly serious and widespread in many parts of the world. The main causes are untreated antenatal iron deficiency and blood loss during or after childbirth. Therefore, addressing postpartum anemia is very important. One way to meet iron needs is by consuming iron-rich foods such as dates, which contain about 3.0 – 13.7 mg per 100 grams, help in hemoglobin formation, prevent anemia, and are enhanced by the vitamin C in dates that boosts absorption. The purpose of this study is to find out the effectiveness of dates on hemoglobin levels in postpartum mothers. The study design used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest. The population consisted of 42 people, with a purposive sampling technique used, resulting in a sample of 12 people. The research instrument used was an observation sheet. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with a paired t-test. The study results showed that the hemoglobin level before giving dates had a mean of 9.575, and after giving dates, the mean was 10.663. The statistical test results showed that the hemoglobin level in postpartum mothers with anemia had a p-value of 0.000 < 0.05, so it can be concluded that dates are effective in increasing hemoglobin levels in postpartum mothers with anemia. It is recommended that postpartum mothers consume dates to boost their hemoglobin levels.   Anemia pascapersalinan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan serius di banyak bagian dunia. Penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi antenatal yang tidak diobati dan kehilangan darah peripartum, selama atau setelah persalinan. Oleh karena itu, penanganan anemia pascapersalinan sangat penting, salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti kurma sekitar 3,0 – 13,7 mg per 100 gram, membantu pembentukan hemoglobin dan mencegah anemis serta diperkuat dengan kandungan vitamin C dalam kurma yang meningkatkan penyerapannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas buah kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu postpartum. Desain penelitian menggunakan Quasy-eksperiment dengan one group pretest-postes. Populasi sebanyak 42 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 12 orang. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji  paired t test. Hasil penelitian didapatkan kadar hemoglobin sebelum pemberian buah kurma dengan mean 9,575 dan setelah pemberian buah kurma dengan mean 10.663, hasil uji statistik didapatkan kadar hemoglobin pada ibu postparetum dengan anemia dengan p-value 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin postpartum dengan anemia. Disarankan  ibu post partum agar dapat mengkonsumsi buah kurma untuk  meningkatkan kadar hemoglobinnya.
EFEKTIVITAS EDUKASI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI DIRI IBU PRIMIPARA DALAM PERAWATAN BAYI BARU LAHIR 48 JAM DI UPTD RSUD RAJA MUSA SUNGAI GUNTUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Anngun Hartiningsih; Fatma Nadia; Wira Ekdeni Aifa; Yesi Septina Wati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1184

Abstract

Primiparous mothers are in a critical phase that often triggers anxiety due to a lack of mental readiness in caring for newborns after delivery. This study aimed to find out the effectiveness of leaflet media education in increasing the self-efficacy of primiparous mothers in newborn care at UPTD RSUD Raja Musa Sungai Guntung, Indragiri Hilir Regency. This research is experimental with a pre-experiment design using a one group pretest-posttest plan. The population consisted of 25 primiparous mothers who had already given birth at UPTD RSUD Raja Musa, using total sampling technique. Data were collected using a questionnaire on the self-efficacy of primiparous mothers regarding newborn care. The results of the univariate analysis showed that before being given education with the leaflet, the majority of respondents had low maternal self-efficacy at 52%, and after being given education with the leaflet, 60% had good knowledge. The Wilcoxon Signed Rank Test obtained a Z value of -4.377 and an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is smaller than 0.05 (p = 0.000 < 0.05), indicating that using the leaflet is effective for primiparous mothers' self-efficacy in newborn care within 48 hours. Therefore, it is hoped that health workers at UPTD RSUD Raja Musa can use the leaflet as one of the standard educational media provided to primiparous mothers starting from the postpartum care period.   Ibu Primipara merupakan fase kritis yang sering memicu kecemasan akibat ketidaksiapan mental dalam merawat bayi baru lahir setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi media leaflet dalam meningkatan efikasi diri ibu prmipara dalam perawatan bayi baru lahir di UPTD RSUD Raja Musa Sungai Guntung Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen dengan desain pre experiment dengan rancangan one group with pretest-posttest. Populasi berjmlah 25 orang ibu prmipara yang sudah melakukan persalinan di UPTD RSUD Raja Musa, dengan menggunakan Teknik total sampling. Data dikumpul menggunakan kuesioner tentang Efikasi diri Ibu primipara tentang perawatan bayi baru lahir. Hasil analisis univariat mayoritas responden sebelum diberikan edukasi dengan leaflet efikasi diri ibu yang kurang sebanyak 52% dan sudah diberikan edukasi dengan leaflet memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 60%. %. Uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -4,377 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p = 0,000 < 0,05) yang menunjukkan penggunaan media Leaflet efektif terhadap Efikasi diri ibu primipara dalam perawatan bayi baru lahir 48 jam. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan UPTD RSUD Raja Musa dapat menjadikan media leaflet sebagai salah satu media edukasi standar yang diberikan kepada ibu primipara sejak masa perawatan postpartum.
EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 03 LANGGAM KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN Fitri Yani; Fajar Sari Tanberika; Fatma Nadia; Nurhidaya Fitri
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1185

Abstract

Dysmenorrhea is pain experienced during menstruation caused by increased prostaglandin production, which leads to excessive uterine contractions. Dysmenorrhea pain can interfere with the academic activities, concentration, and quality of life of adolescent girls. One non-pharmacological measure to alleviate this pain is the application of warm compresses. This study aimed to determine the effect of warm compresses on reducing dysmenorrhea pain intensity among adolescent girls at SMA Negeri 03 Langgam. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed. The study sample consisted of 40 respondents selected via total sampling. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale before and after the application of warm compresses. Data analysis was conducted using the paired-sample t-test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the mean pain intensity was 3.23 ± 1.143 before the warm compress application and decreased to 0.28 ± 0.554 afterward. Statistical analysis yielded a t-value of 24.898 (p < 0.001), indicating a significant effect of warm compresses on reducing dysmenorrhea pain intensity; thus, it can be concluded that warm compresses are effective in reducing dysmenorrhea pain intensity among adolescent girls. Warm compresses are recommended as a safe, simple, cost-effective, and self-administered non-pharmacological therapy to help alleviate menstrual pain.   Dismenore merupakan nyeri yang dirasakan saat menstruasi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan. Nyeri dismenore dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup remaja putri. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah pemberian kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 03 Langgam. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum pemberian kompres hangat adalah 3,23 ± 1,143, sedangkan setelah pemberian kompres hangat menurun menjadi 0,28 ± 0,554. Hasil uji statistik  menunjukkan nilai t = 24,898 dengan p < 0,001, yang menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, dapat disimpulkan pemberian kompres hangat efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kompres hangat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman, mudah, murah, dan dapat dilakukan sendiri untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi.
EFEKTIVITAS EDUKASI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI KELURAHAN SEBERANG TEMBILAHAN BARAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA Widya Eka Putri; Rifa Yanti; Fajar Sari Tanberika; Komaria Susanti
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1186

Abstract

One way to increase maternal motivation regarding ANC examinations during pregnancy is by educating mothers using booklet media.  Media in health education can be interpreted as a tool for health promotion to facilitate communication and dissemination of information. ANC coverage at the Tembilahan Kota Health Center each year never reaches the target. This is because pregnant women do not undergo examinations at health facilities. The aim of the research is to determine the application of education using booklet media to the knowledge of pregnant women regarding Antenatal Care (ANC) examinations. This type of research is quantitative and pre-experimental design, one group design with pretest-posttest. This research was conducted at the Tembilahan Kota Community Health Center, Indragiri Hilir Regency in 2026. The population was pregnant women and a sample of 15 people, with. total sampling. The research instruments were questionnaires and booklets. The univariate results showed that the average knowledge of mothers about Antenatal Care before being given education using booklets was 56.00 with the lowest knowledge value being 20 and the highest knowledge value being 90 and after being given education using booklets it increased to 79.33 with the lowest knowledge value being 50 and the highest value reaching 100. Bivariate results using the paired sample test obtained p-value = 0.000 < 0.05, the research conclusion was that there was an influence of education using audio-visual media on mothers' knowledge about Antenatal Care. It is hoped that the Community Health Center will be more innovative in providing educational media for the community, especially pregnant women, about nutritional health problems during pregnancy.   One way to increase maternal motivation regarding ANC examinations during pregnancy is by educating mothers using booklet media.  Media in health education can be interpreted as a tool for health promotion to facilitate communication and dissemination of information. ANC coverage at the Tembilahan Kota Health Center each year never reaches the target. This is because pregnant women do not undergo examinations at health facilities. The aim of the research is to determine the application of education using booklet media to the knowledge of pregnant women regarding Antenatal Care (ANC) examinations. This type of research is quantitative and pre-experimental design, one group design with pretest-posttest. This research was conducted at the Tembilahan Kota Community Health Center, Indragiri Hilir Regency in 2026. The population was pregnant women and a sample of 15 people, with. total sampling. The research instruments were questionnaires and booklets. The univariate results showed that the average knowledge of mothers about Antenatal Care before being given education using booklets was 56.00 with the lowest knowledge value being 20 and the highest knowledge value being 90 and after being given education using booklets it increased to 79.33 with the lowest knowledge value being 50 and the highest value reaching 100. Bivariate results using the paired sample test obtained p-value = 0.000 < 0.05, the research conclusion was that there was an influence of education using audio-visual media on mothers' knowledge about Antenatal Care. It is hoped that the Community Health Center will be more innovative in providing educational media for the community, especially pregnant women, about nutritional health problems during pregnancy.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA Ria Nopriani; Rifa Yanti; Fajar Sari Tanberika; Rizka Mardiva
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1188

Abstract

Anemia during pregnancy increases the risk of hemorrhagic complications and the delivery of infants with low birth weight (LBW), short birth length, and prematurity. Anemia in pregnant women is generally caused by iron deficiency. Research findings indicate that 26.4% of pregnant women had an average Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) of less than 23.5 cm, while the prevalence of anemia among pregnant women was 40.3%. The aim of the study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia among pregnant women in the working area of ​​the Tembilahan Kota Community Health Center. The study is quantitative-analytical, with a cross-sectional study design. The study was conducted within the service area of ​​the Tembilahan Kota Community Health Center (Puskesmas), Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency, from May to July 2026. The population consists of all pregnant women, with a sample size of 85 pregnant. The research analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the chi-square statistical test. The study results show a difference in the proportion of anemia cases between the undernourished group (63.2%) and the well-nourished group (9.1%)( There is a significant relationship between nutritional status and anemia status or incidence) with an OR value = 17.143 (CI 4.891– 60.090), meaning that mothers with good nutritional status have a 17.143 chance of not experiencing anemia during pregnancy. Community health centers (Puskesmas) are expected to conduct early identification of nutritional status, as well as periodic monitoring and evaluation of anemia prevention programs for pregnant women.   Anemia pada saat kehamilan akan meningkatkan risiko komplikasi perdarahan, melahirkan bayi Berat Badan Lahir rendah (BBLR), Panjang Badan Lahir Rendah (PBLR) dan prematur. Anemia yang terjadi pada ibu hamil umumnya disebabkan karena defisiensi zat besi. Hasil riset menemukan rata-rata ukuran LILA < 23,5 cm selama kehamilan sebanyak 26,4%, sedangkan rata-rata angka kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 40,3%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota. Penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir pada bulan Mei hingga Juli tahun 2026. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden ibu hamil. Analisa dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan proporsi kejadian anemia antara status gizi kurang (63,2%) dengan status gizi baik (9,1%)  (ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan status atau kejadian anemia) dengan nilai OR =17,143 (CI 4,891– 60,090), artinya ibu yang status gizi baik mempunyai peluang 17,143 kali untuk tidak mengalami anemia selama masa hamil. Diharapkan puskesmas melakukan identifikasi secara dini status gizi serta monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap program pencegahan anemia pada ibu hamil
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MELAKUKAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Isma Isma; Sari Tanberika; Rizka Mardiya; Rifa Yanti
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1190

Abstract

Ketidakpatuhan dalam pemeriksaan kehamilan dapat mengakibatkan tidak terdeteksinya berbagai komplikasi kehamilan yang berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Sungai Raya Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya periode Januari-Maret 2026 sebanyak 34 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling (n=34). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (Fisher's Exact Test). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori keluarga kurang mendukung (58,8%), akses layanan sulit (64,7%), pengaruh kebudayaan kurang baik (55,9%), dan tidak patuh melakukan kunjungan ANC (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p=0,001), akses layanan (p=0,000), dan kebudayaan (p=0,000) dengan kepatuhan pemeriksaan ANC. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga, aksesibilitas pelayanan, dan kepercayaan budaya lokal merupakan determinan utama kepatuhan ANC. Diharapkan Puskesmas Sungai Raya dapat meningkatkan edukasi lintas sektoral, keterlibatan keluarga, serta posyandu bergerak untuk menjangkau daerah sulit.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN USIA REMAJA DI PONDOK PESANTREN YASIN TEMBILAHAN Nurfhadilah Nurfhadilah; Rika Ruspita; Wira Ekadeni Aifa; Ary Oktora Sri R
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1191

Abstract

Teenage pregnancy is a reproductive health issue that affects the physical, psychological, social health, and future of teenagers. Low levels of knowledge about teenage pregnancy are one of the factors that increase the risk of early pregnancy. Efforts to improve teenagers' knowledge are carried out through health education based on audiovisual media. This study aims to find out the effect of health education based on audiovisual media on teenagers' knowledge about teenage pregnancy at Yasin Tembilahan Islamic Boarding School. This is a quantitative study with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 respondents using a total sampling technique. The research instrument for knowledge level was given before and after the audiovisual-based health education intervention. Univariate and bivariate analyses were conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average knowledge level of teenagers before receiving audiovisual-based health education was 8.83, with a minimum of 6 and a maximum of 11. After the intervention, the average knowledge level increased to 14.37, with a minimum of 13 and a maximum of 15. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded a p-value = 0.000 (p < 0.05), which means that audiovisual-based health education has an effect on teenagers' knowledge about teenage pregnancy. It is expected that Islamic boarding schools and healthcare workers can use audiovisuals as one of the media for adolescent reproductive health education   Kehamilan usia remaja menjadi masalah kesehatan reproduksi yang berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan masa depan remaja. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai kehamilan usia remaja menjadi salah satu faktor meningkatknya risiko kehamilan usia dini. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja melalui pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan usia remaja di Pondok Pesantren Yasin Tembilahan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental rancangan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian tingkat pengetahuan diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual adalah 8,83 dengan nilai minimum 6 dan maksimum 11. Setelah diberikan intervensi rata-rata tingkat pengetahuan meningkat menjadi 14,37 dengan nilai minimum 13 dan maksimum 15. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) artinya ada  pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan usia remaja, diharapkan pondok pesantren, tenaga kesehatan dapat  menggunakan audiovisual sebagai salah satu media pendidikan kesehatan reproduksi remaja.

Page 12 of 12 | Total Record : 118