cover
Contact Name
Akbar Alfa
Contact Email
akbar.jimi.alfa@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
stikeshusadagemilang@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang
ISSN : 26153068     EISSN : 28278534     DOI : https://doi.org/10.61129/jkhg
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG, Merupakan jurnal penelitian dan kajian ilmiah yang diterbitkan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Husada Gemilang Tembilahan. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang kesehatan dipublikasikan dijurnal ini. Jurnal dapat digunakan oleh dosen di perguruan tinggi kesehatan, praktisi kesehatan, perawat kesehatan, guru, mahasiswa kesehatan, dan orang-orang yang tertarik dengan masalah kesehatan. Naskah yang masuk akan di evaluasi dan disunting untuk keseragaman format tanpa mengubah maksud
Articles 107 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA DALAM KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENCEGAHAN KEHAMILAN TIDAK DI INGINKAN DI KLINIK DOKTER HABIB KOTO GASIB Kurniawati, Windi; Ekdeni Aifa, Wira; Fitria, Nurhidaya; Mardiya, Rizka
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.153

Abstract

Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) masih menjadi masalah serius dalam kesehatan reproduksi remaja di Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak. KTD berdampak luas terhadap kehidupan remaja, seperti peningkatan risiko putus sekolah, gangguan psikologis, serta komplikasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi dengan upaya pencegahan KTD di Klinik Dokter Habib Koto Gasib tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja yang berkunjung ke klinik tersebut dengan total 44 responden, diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan, perilaku, dan tindakan pencegahan KTD. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,3% responden memiliki pengetahuan baik, 63,6% berperilaku baik, dan 54,5% memiliki pencegahan KTD yang baik. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,006) dan perilaku (p=0,001) dengan pencegahan KTD. Kesimpulannya, pengetahuan dan perilaku remaja berpengaruh signifikan terhadap pencegahan KTD. Oleh karena itu, edukasi reproduksi remaja perlu ditingkatkan melalui penyuluhan berkelanjutan agar remaja mampu menerapkan perilaku pencegahan secara konsisten. Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku, KTD, Remaja, Kesehatan Reproduksi
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI SISWI DI SMAN 1 SEMPARUK TAHUN 2024 Fania , Umi
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.156

Abstract

Anemia adalah penyakit kekurangan kadar hemoglobin di dalam darah dan banyak terjadi pada perempuan. Kasus anemia di Indonesia tahun 2023 yang terjadi pada remaja perempuan sebesar 22.7 %. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja perempuan yaitu status gizi dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia, hubungan pola makan dengan kejadian anemia, pengaruh status gizi dan pola terhadap kejadian anemia secara simultan dan parsial, dan sumbangan status gizi dan pola makan terhadap kejadian anemia. Desain penelitian secara deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Semparuk dengan responden 156 siswi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling. Data status gizi diperoleh dari pengukuran IMT dan hemoglobin darah, sedangkan data pola makan diperoleh dari kuesioner. Instrumen penelitian memiliki nilai corrected item total correlation > 0,361 dan Cronbach’s Alpha sebesar 0.789. Teknik analisis data yang digunakan adalah chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia, ada hubungan pola makan dengan kejadian anemia, ada pengaruh signifikan status gizi dan pola terhadap kejadian anemia secara simultan dan parsial, dan sumbangan status gizi dan pola makan terhadap kejadian anemia sebesar 78,2%.   Anemia is a disease caused a deficiency of hemoglobin in the blood and is common among women. In Indonesia, the prevalence of anemia among teenage girls in 2023 was 22.7%. Several factors that influence occurrence of anemia in teenage girls include nutritional status and dietary patterns. This study aims to determine relationship between nutritional status and the incidence of anemia, relationship between dietary patterns and incidence of anemia, effect of nutritional status and dietary patterns on incidence of anemia both simultaneously and partially, contribution of nutritional status and dietary patterns to incidence of anemia. The research design is a descriptive correlation study using a cross-sectional approach. The study was conducted at SMA Negeri 1 Semparuk with 156 female respondents. The sampling technique used in this study was stratified random sampling. Nutritional status data was obtained from BMI and blood hemoglobin measurements, while dietary pattern data was obtained from a questionnaire. The research instrument has a corrected value Item-total correlation > 0.361 and Cronbach’s Alpha of 0.789. The data analysis techniques used chi-square and logistic regression. The results of the study showed that there is a relationship between nutritional status and the occurrence of anemia, there is a relationship between dietary patterns and the occurrence of anemia, there is a significant influence of nutritional status and dietary patterns on the occurrence of anemia both simultaneously and partially, the contribution of nutritional status and dietary patterns to occurrence of anemia is 78.2%.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DALAM MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL Ni Luh Widiastiti; Gusti Ayu Tirtawati; Gusti Ayu Marhaeni; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Listia Ade Widya Ningtyas
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.157

Abstract

Kadar zat besi yang tinggi dapat ditemukan pada olahan daun kelor dengan manfaat yang baik sebagai pencegah anemia, namun tidak semua masyarakat mengetahui manfaat daun kelor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Mencegah Anemia pada Ibu Hamil. Metode penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat pada bulan Februari – April Tahun 2025 dengan jumlah populasi 56 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan 89,3% berumur antara 20 – 35 tahun, 50% berpendidikan menengah dan 51,2% merupakan primigravida. Responden memiliki pengetahuan baik sebesar 83,9%. Responden yang memiliki pengetahuan baik 87,2% berumur 20 – 35 tahun, 38,3% berpendidikan tinggi dan 51,1% merupakan primigravida. Bidan diharapkan terus memberikan informasi terkait pemanfaatan daun kelor untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sehingga dapat menurunkan angka anemia pada ibu hamil khususnya di provinsi Bali.   High iron levels can be found in processed moringa leaves with good benefits as a prevention of anemia, but not all people know the benefits of moringa leaves. The purpose of this study was to determine the Level of Knowledge of Pregnant Women about the Utilization of Moringa Leaves (Moringa Oleifera) in Preventing Anemia in Pregnant Women. Research method is a type of quantitative research with a descriptive research design and using a cross-sectional approach. The study was conducted at the UPTD Puskesmas II, West Denpasar District Health Office in February - April 2025 with a population of 56 pregnant women and the sampling technique used the total population that met the inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed that 89.3% were between 20 - 35 years old, 50% had secondary education and 51.2% were primigravida. Respondents had good knowledge of 83.9%. Respondents who had good knowledge were 87.2% aged 20 - 35 years, 38.3% had higher education and 51.1% were primigravida. Midwives are expected to continue to provide information regarding the use of Moringa leaves to prevent anemia in pregnant women, so that it can reduce the number of anemia in pregnant women, especially in the province of Bali
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI RSUD MINAS KABUPATEN SIAK Gusti Utami, Kurnia; eptina Wati, Yesi; Mardiya, Rizka; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.158

Abstract

Paparan asap rokok merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Ibu hamil yang tidak merokok secara aktif tetap berisiko menjadi perokok pasif akibat paparan asap rokok di rumah maupun di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di RSUD Minas Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Poli KIA RSUD Minas Kabupaten Siak sebanyak 80 orang. Sampel penelitian berjumlah 67 ibu hamil yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak terpapar asap rokok sebanyak 15 orang (22,4%), sedangkan yang terpapar asap rokok sebanyak 52 orang (77,6%). Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan kejadian kehamilan risiko tinggi dengan nilai p value sebesar 0,009 (< 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara paparan asap rokok dan kejadian kehamilan risiko tinggi. Ibu hamil diharapkan dapat menghindari paparan asap rokok untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.   Exposure to cigarette smoke is an environmental factor that affects maternal health during pregnancy. Cigarettes contain more than 7,000 harmful chemical substances that may increase the risk of pregnancy complications. Pregnant women who do not actively smoke can still become passive smokers due to exposure to cigarette smoke at home or in the workplace. This study aimed to determine the relationship between cigarette smoke exposure and the incidence of high-risk pregnancy at RSUD Minas, Siak Regency. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 80 pregnant women attending antenatal care at the Maternal and Child Health Clinic of RSUD Minas, Siak Regency. A total of 67 respondents were selected using the Slovin formula. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that 15 pregnant women (22.4%) were not exposed to cigarette smoke, while 52 pregnant women (77.6%) were exposed. Statistical analysis indicated a significant relationship between cigarette smoke exposure and high-risk pregnancy, with a p-value of 0.009 (< 0.05). In conclusion, cigarette smoke exposure is significantly associated with high-risk pregnancy. Pregnant women are encouraged to avoid cigarette smoke exposure to protect maternal and fetal health.
AKUPRESUR TITIK PERIKARDIUM 6 PADA IBU HAMIL TRIMESTER SATU UNTUK MENGATASI MUAL MUNTAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA Ritasari, Mia; Raniwati, Linda; Erlina Asrita Sari, Dewi
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.161

Abstract

Ketidaknyamanan dapat bervariasi di setiap trimester kehamilan. Salah satunya adalah mual dan muntah yang terjadi selama 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung ± 10 minggu. Gejala umum berkaitan dengan peningkatan hCG, perubahan sistem pencernaan, faktor genetik serta perubahan metabolisme karbohidrat dan lemak yang dapat menyebabkan hipoglikemia, terutama saat bangun tidur yang dapat memicu mual di pagi hari. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, desain studi kasus (case study) dengan subyek yaitu 1 orang ibu hamil trimester satu yang mengalami mual dan muntah sedang (skor PUQE 7-12), usia kehamilan 10-16 minggu, umur ibu hamil antara 20-35 tahun. Subyek diberikan perlakuan akupresur dititik perikardium 6 (PC 6) sebanyak 1 kali dalam sehari dengan 30-40 kali putaran selama 7 hari, menggunakan alat lembar observasi pre-test dan post-test berdasarkan skor PUQE. Hasil akupresur menunjukkan bahwa terjadi penurunan derajat mual dan muntah pada ibu hamil trimester satu setelah dilakukan akupresur titik perikardium 6 selama 7 hari dari mual muntah sedang menjadi mual dan muntah ringan. Bagi ibu hamil trimester satu dan keluarga dapat melakukan akupresur dalam upaya menurunkan mual dan muntah.   Discomfort can vary in each trimester of pregnancy. One of them is nausea and vomiting that occurs for 6 weeks after the last menstrual period and lasts for approximately 10 weeks. Common symptoms are related to increased hCG, changes in the digestive system, genetic factors, and changes in carbohydrate and fat metabolism, which can lead to hypoglycemia, especially upon waking, which can trigger morning sickness. The method used was quantitative research, a case study design with the subject being one first-trimester pregnant woman experiencing moderate nausea and vomiting (PUQE score 7-12), gestational age 10-16 weeks, and the pregnant woman's age between 20-35 years. Subjects were given acupressure treatment at pericardium 6 (PC 6) point once a day for 7 days, with 30-40 rotations each time, using a pre-test and post-test observation sheet based on the PUQE score. The results of acupressure showed a decrease in the severity of nausea and vomiting in first-trimester pregnant women after acupressure at pericardium 6 point for 7 days, from moderate nausea and vomiting to mild nausea and vomiting. For first-trimester pregnant women and their families, acupressure can be performed as an effort to reduce nausea and vomiting.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG ANEMIA TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI (STUDI PRE-TEST DAN POST-TEST) Ardian, Roni; Puspa Rini, Ana Verena; Nurtanny, Nurtanny; Suharni, Suharni; Haitsam, Abul; Ramadani, Elvy; Randenia, Nabila
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.162

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi belajar, berkurangnya kebugaran fisik, menurunnya prestasi akademik, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa kehamilan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang, dengan jumlah responden sebanyak 37 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melalui pendekatan one group pre-test and post-test. Tingkat pengetahuan responden diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu kurang, cukup, dan baik.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan, di mana kategori kurang menjadi 5,4%, kategori cukup 40,5%, dan kategori baik meningkat menjadi 54,1%. Analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p < 0,001), dengan rata-rata skor meningkat dari 62,8 pada pre-test menjadi 77,2 pada post-test. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan metode edukatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri kelas X SMAN Tuah Gemilang mengenai anemia, termasuk faktor risiko, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya.   Anemia remains a significant public health problem among adolescent girls, primarily due to increased iron requirements during growth and blood loss during menstruation. Anemia can lead to decreased learning concentration, reduced physical fitness, lower academic achievement, and an increased risk of health problems during future pregnancies. This study aimed to assess the effect of anemia education on the knowledge level of tenth-grade adolescent girls at SMAN Tuah Gemilang, involving 37 participants who met the inclusion criteria. The study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. The level of understanding among participants was categorized into three groups: poor, moderate, and good. The results showed an improvement in knowledge after the educational intervention, with 5.4% categorized as poor, 40.5% as moderate, and 54.1% as good. Bivariate analysis using the Paired Samples t-test indicated a significant difference in knowledge levels before and after the intervention (p<0.001), with the mean score increasing from 62.8 in the pre-test to 77.2 in the post-test. These findings suggest that health education through counseling is an effective educational strategy to improve adolescent girls’ understanding of anemia, its risk factors, impacts, and prevention strategies.  
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF DENGAN PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN IBU NIFAS Murni, Dahlia; Harianis, Sandra; Indah Sari, Nurul; Ernawati, Ernawati; Oktaviani, Yoneta
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.163

Abstract

Masa nifas merupakan periode transisi hingga enak minggu setelah persalinan yang ditandai dengan perubahan fisiologis dan psikologis, yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik maupun emosional apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhan relaksasi otot progresif dengan pendampingan keluarga terhadapa tingkat kenyamanan ibu nifas. Penelitian menggunakan desain Quasy-Experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design penelitian dilakukan pada bulan September – November 2024 diwilayah kerja Puskesmas Gajah Mada Tembilahan. sampel dalam penelitian ini yaitu 15 ibu postpartum yang dipilih mengunakan teknik purposive sampling sampling. Instrument dalam penelitian berupa kuesinoner untuk mengukur tingkat kenyamanan ibu pasca persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tingkat kenyamanan ibu nifas setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif dengan pendampingan keluargam dengan nilai rata-rata meningkat dari 2,667 menjadi 4,133 dengan hasil uji stastik menunjukkan p < 0,05 kesimpulan hasil penelitian ini relaksasi otot progresif dengan pendampingan keluarga efektif dalam meningkatkan kenyamanan ibu nifas baik secara fisik maupun psikologis. Disarankan agar intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan kebidanan pada masa nifas serta didukung oleh keterlibatan aktif keluarga. The postpartum period is a transitional phase lasting up to six weeks after childbirth, characterized by various physiological and psychological changes that may lead to physical and emotional discomfort if not properly managed. This study aimed to determine the effect of progressive muscle relaxation with family support on the comfort level of postpartum mothers. The study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest design. The research was conducted from September to November 2024 in the working area of Gajah Mada Tembilahan Public Health Center. The sample consisted of 15 postpartum mothers selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire used to measure the comfort level of postpartum mothers. The results showed an increase in the comfort level of postpartum mothers after the intervention of progressive muscle relaxation with family support, with the mean score increasing from 2.667 to 4.133. Statistical analysis indicated a significant effect (p < 0.05). In conclusion, progressive muscle relaxation with family support is effective in improving the physical and psychological comfort of postpartum mothers. It is recommended that this intervention be implemented as part of postpartum midwifery care and supported by active family involvement.

Page 11 of 11 | Total Record : 107