cover
Contact Name
Akbar Alfa
Contact Email
akbar.jimi.alfa@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
stikeshusadagemilang@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang
ISSN : 26153068     EISSN : 28278534     DOI : https://doi.org/10.61129/jkhg
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG, Merupakan jurnal penelitian dan kajian ilmiah yang diterbitkan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Husada Gemilang Tembilahan. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang kesehatan dipublikasikan dijurnal ini. Jurnal dapat digunakan oleh dosen di perguruan tinggi kesehatan, praktisi kesehatan, perawat kesehatan, guru, mahasiswa kesehatan, dan orang-orang yang tertarik dengan masalah kesehatan. Naskah yang masuk akan di evaluasi dan disunting untuk keseragaman format tanpa mengubah maksud
Articles 107 Documents
EDUKASI GIZI PENCEGAHAN STUNTING METODE ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA Siti Nuryawati, Lina; Amalia, Merlly; Antriana, Inna
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.126

Abstract

Stunting is a growth and development disorder in children caused by chronic nutritional deficiencies and recurrent infections, characterized by a height below normal. The objective of this research is to examine the effect of animation method nutritional education on stunting prevention to improve the knowledge of pregnant women in their first trimester at Sumberjaya Health Center, Majalengka Regency. The study design is a pre-experimental one group pre-test post-test design. The population of this research consists of all pregnant women in their first trimester at Sumberjaya Health Center, Majalengka Regency in 2024, using total sampling technique of 40 participants. The research instrument uses a questionnaire for the pre-test and post-test. Data analysis is performed using the Wilcoxon Test. The univariate results showed that before the counseling was conducted, more than half (57.5%) of first-trimester pregnant women had inadequate knowledge about nutrition to prevent stunting, with an average score of 46.82. After the counseling, more than half (52.0%) had good knowledge with an average score of 70.27. There is an effect of nutrition education on stunting prevention using animation methods on improving the knowledge of first-trimester pregnant women at the Sumberjaya Health Center in Majalengka District (p value = 0.00). It is expected that pregnant women need to have regular check-ups with midwives or doctors, and they should actively seek information from media or health providers to enhance their knowledge in order to prevent stunting in infants and toddlers. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan tinggi badan di bawah normal. Tujuan riset ini untuk melihat pengaruh edukasi gizi pencegahan stunting metode animasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Desain penelitian pre eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2024 dengan teknik total sampling sebanyak 40 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner untuk pre-test dan post-test. Analisis data dengan Uji Wilcoxon. Hasil univariat menunjukkan sebelum dilakukan penyuluhan lebih dari setengahnya (57.5%) pengetahuan ibu hamil trimester pertama tentang Gizi pencegahan stunting yaitu berpengetahuan kurang dengan rata-rata 46.82, Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari setengahnya (52.0%) berpengetahuan baik dengan rata-rata 70,27. Ada pengaruh edukasi gizi pencegahan stunting metode animasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka (p value = 0,00). Diharapkan kepada ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke bidan maupun dokter, ibu perlu aktif mencari informasi baik dimedia maupun petugas kesehatan guna menambah pengetahuan, untuk mencegah terjadinya stunting pada bayi balita.
EFEKTIVITAS WAKTU PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT 2 MENIT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG BERSALIN RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2025 Arihta, Dina; Anandita Kusumastuti, Yurike; Daniah, Daniah; Apriningrum, Nelly
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.127

Abstract

Delayed umbilical cord clamping is a temporary delay in the clamping of the umbilical cord until the pulsation of the umbilical cord stops, performed on normal newborns (BBL). This study aims to determine the effectiveness of a 2-minute delay in umbilical cord clamping on hemoglobin levels in BBL in the Delivery Room of RSUD Yowari, Jayapura Regency in 2025. This research is a quantitative study with a quasi-experimental design and a post-test only design with non-equivalent groups. The population of this study comprises all infants born from December 2024 to January 2025, totaling 60 infants, with accidental sampling of 38 BBL. The samples were divided into 2 groups: the experimental group and the control group, each consisting of 19 respondents. The research results showed the hemoglobin levels of the experimental group: 19.405 with a minimum value of 16.4 and a maximum value of 22.7, while the control group: 15.184 with a minimum value of 11.8 and a maximum value of 18.4. Data analysis using the paired samples T-test with a 95% confidence interval resulted in a significance level of sig = 0.001, so the (p value) ≤ 0.05. The conclusion of this study is that there is a significant effect of a 2-minute delay in cord cutting on hemoglobin levels in newborns. Penundaan pemotongan tali pusat merupakan penundaan sesaat dalam melakukan pemotongan tali pusat sampai denyut nadi tali pusat berhenti yang dilakukan pada bayi baru lahir (BBL) normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu penundaan pemotongan tali pusat 2 menit terhadap kadar hemoglobin pada BBL di Ruang Bersalin RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment dan rancangan post test only design with non equivalent group. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir dari bulan Desember 2024 sampai Januari 2025 sebanyak 60 bayi dengan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 38 BBL. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin kelompok eksperimen: 19.405 dengan nilai minimum 16.4 dan nilai maksimum 22.7 sedangkan kelompok kontrol:15.184 dengan nilai minimum 11.8 dan nilai maksimum 18.4. Analisis data menggunakan uji paired samples T-test dengan interval kepercayaan 95% didapatkan hasil tingkat signifikansi sig = 0,001 sehingga nilai (p value) ≤ 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara waktu penundaan pemotongan tali pusat 2 menit terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir.
PENGARUH TERAPI TOTOK PUNGGUNG TERHADAP NYERI PADA PASIEN LOW BACK PAIN (LBP) DI RUMAH SEHAT NOU PEKANBARU Oktaviani, Yoneta; Devita, Yeni; Riza, Yeni
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.128

Abstract

Low back pain is a major cause of disability in the world, with global prevalence level of 7.2%. Lower back pain can be treated with non farmakologis therapy is the back toxic. The purpose of this study is to Years of the effect of back tox therapy on pain in low backto patients pain (LBP) at Pekanbaru's Healthy House. This research is research quantitative, the research design used is the quasy experiment method shaped, one pre-test group and post- test. The location of this research is at home Sehat Nou Pekanbaru, precisely on Balam Ujung road No. 17 Labuh Baru Timur. This research was conducted on May 12 to May 25, 2023 with the number of respondents amounted to 20 patients. Sample sampling technique in an automation research was using accidental sampling. Research instruments for measuring the pain scale using the Numeric Rating Scale (NRS). Analysis used by univariat and bivariate analysis using Wilcoxon Rank Test. The results of the study were painful before intervention 5.80 and after intervention 2.40 with, nilaj p-value 0.000 <0.05 so that HO is rejected, it can be concluded that there is an effect of back toxic therapy on pain in patients low back pain (LBP). Nyeri punggung bawah merupakan penyebab utama kecacatan di dunia, dengan tingkat prevalensi global 7,2%. Nyeri punggung bawah dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologis yaitu totok punggung.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi totok punggung terhadap nyeri pada pasien low back pain (LBP) di Rumah Sehat Nou pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah metode quasy eksperimen berbentuk one group pre- test dan post- test. Lokasi penelitian ini berada di Rumah Sehat Nou Pekanbaru tepatnya di Jalan Balam Ujung No.17 Labuh Baru Timur. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 Mei sampai dengan 25 Mei 2023 dengan jumlah responden berjumlah 20 pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian untuk mengukur skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian rerata nyeri sebelum intervensi 5,80 dan setelah intervensi 2.40 dengan nilai p-value 0,000 <0,05 sehingga H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa terdapat ada pengaruh terapi totok punggung terhadap nyeri pada pasien low back pain (LBP).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSTU PEKAN ARBA TEMBILAHAN Erlina Asrita Sari, Dewi; Eka Safitri, Fitria; Indah Sari, Nurul; Harianis, Sandra; Rita Sari, Mia; Raniwati, Linda; Verena Puspa Rini, Ana
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.129

Abstract

Malnutrition in toddlers, has a negative impact on physical and mental growth, reduces endurance, affects intelligence, decreased cognitive abilities, decreased productivity of children, causing loss of healthy life, even causing disability, increasing morbidity and mortality. Riau ranks seventeenth of 34 provinces with a nutritional prevalence less than the national prevalence rate of around 15%. This study aims to determine the factors that influence malnutrition in children under five in the working area of Pustu Pekan Arba Tembilahan. The research design is qualitative descriptive. The population in this study consisted of the main informants namely mothers who have children under five with malnutrition and key informants, namely all the closest families and related health workers. The sample consisted of 17 people (8 mothers of toddlers, 8 closest family members and 1 health worker). Data collection techniques were carried out by indepth interviews. In analyzing data the researcher uses content analysis techniques. The results of the conclusions showed that nutritional intake, co-morbidities and infections, socioeconomic status, maternal education, maternal knowledge, breastfeeding and completeness of immunization affected malnutrition in children under five in the working area of Pustu Pekan Arba Tembilahan. It is hoped that research can add knowledge and references about the factors that influence malnutrition in toddlers. Gizi kurang pada balita, membawa dampak negatif terhadap pertumbuhan fisik maupun mental, menurunkan daya tahan tubuh, mempengaruhi kecerdasan, menurunnya kemampuan kognitif, menurunnya produktivitas anak, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat, bahkan menimbulkan kecacatan, meningkatkan angka kesakitan serta angka kematian. Riau menempati urutan ketujuh belas dari 34 provinsi dengan prevalensi gizi kurang di atas angka prevalensi nasional yaitu sekitar 15%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gizi kurang pada balita di wilayah kerja Pustu Pekan Arba Tembilahan. Desain penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari informan utama yaitu ibu yang memiliki balita dengan gizi kurang dan informan kunci yaitu semua keluarga terdekat dan petugas kesehatan terkait. Sampel berjumlah 17 orang (8 orang ibu balita, 8 orang keluarga terdekat dan 1 orang petugas kesehatan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview). Dalam menganalisa data peneliti menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian yang menjadi simpulan menunjukkan bahwa asupan gizi, penyakit penyerta dan infeksi, status sosial ekonomi, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pemberian ASI dan kelengkapan imunisasi mempengaruhi gizi kurang pada balita di wilayah kerja Pustu Pekan Arba Tembilahan. Diharapkan penelitian dapat mengurangi angka kejadian gizi kurang dan menambah pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi gizi kurang pada balita.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF CONTINUITY OF CARE PADA IBU L UMUR 23 TAHUN GIIPI00I DI PUSKESMAS KELUA TAHUN 2025 Rihil Mursallah, Dwi; Wati, Ratna; Suharni, Suharni
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.130

Abstract

The rising Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain significant challenges in reproductive health, particularly in areas with limited access such as Puskesmas Kelua. This study aims to analyze the implementation of comprehensive midwifery care based on Continuity of Care (COC) in efforts to reduce MMR and IMR. The research employs a qualitative case study method with a focus on analyzing documentation of midwifery care provided to a pregnant woman. Data collection encompasses all stages of service, including antenatal care, labor, newborn care, postpartum, and family planning. The findings indicate that the implementation of the COC concept successfully enhances early detection of risks and management of maternal-neonatal complications. The discussion elaborates on the alignment between clinical practice and theory, including challenges in applying service standards. Interventions such as close monitoring during labor and continuous health education have proven effective in preventing postpartum hemorrhage and neonatal complications. The study concludes that the COC model is an effective strategy for improving the quality of maternal and child health services. Recommendations include expanding training for healthcare providers and strengthening referral systems to optimize COC implementation at the primary healthcare level. Peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan utama dalam bidang kesehatan reproduksi, khususnya di wilayah dengan akses terbatas seperti Puskesmas Kelua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asuhan kebidanan komprehensif berbasis Continuity of Care (COC) dalam upaya menurunkan AKI dan AKB. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan analisis dokumentasi asuhan kebidanan pada seorang ibu hamil. Pengumpulan data mencakup seluruh tahap pelayanan mulai dari antenatal, persalinan, bayi baru lahir, nifas, hingga keluarga berencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep COC berhasil meningkatkan deteksi dini risiko dan penanganan komplikasi maternal-neonatal. Pembahasan menguraikan kesesuaian antara praktik klinis dengan teori, termasuk tantangan dalam penerapan standar pelayanan. Intervensi seperti pemantauan ketat kala persalinan dan edukasi kesehatan berkelanjutan terbukti efektif mencegah perdarahan postpartum dan komplikasi neonatus. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model COC merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Saran mencakup perluasan pelatihan tenaga kesehatan dan penguatan sistem rujukan untuk optimalisasi implementasi COC di tingkat puskesmas.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE) PADA IBU S DI KLINIK UMUM DAN BERSALIN KUSUMA SAMARINDA TAHUN 2025 Rizki Az Zahra, Bella; Jasmawati, Jasmawati; Sutrisno, Sutrisno; Eka Prastiwi, Desy; Wati, Ratna
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.131

Abstract

Comprehensive Midwifery Care is continuous care for mothers during pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning to reduce MMR and IMR. Varney's midwifery management method is in the form of SOAP. Care for Mrs. S, 33 years old, G4P3003, at the Kusuma Clinic and home visits began on January 31 to April 12, 2025, and data collection was carried out through anamnesis, observation, physical examination and supporting. In the comprehensive care that has been carried out, there is a gap between theory and practice, namely: in Antenatal Care examinations only 2 times, in the care of the First Stage of labor went well, in the First Stage the mother used Oxygen assistance, RL infusion installation 20 tpm, the Second Stage for 10 minutes, the Third Stage lasted for 5 minutes, and the Fourth Stage lasted for 2 hours there was a first-degree rupture. The baby was born spontaneously, weighing 3805 grams, body length 53 cm and neonatal visits were carried out 3 times. The postpartum period was normal without any complications. Four visits were conducted, and Mrs. S chose family planning with a 3-monthly injection. These results indicate that the comprehensive care provided to Mrs. S met her needs. Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana untuk menurunkan AKI dan AKB. Metode pendekatan dengan manajemen kebidanan pola pikir varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP. Asuhan diberikan pada Ny. S umur 33 tahun G4P3003 di Klinik Umum dan Bersalin Kusuma dan kunjungan rumah dimulai tanggal 31 Januari sampai 12 April 2025 serta dilakukan pengumpulan data melalui anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada asuhan komprehensif yang telah dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik yaitu : pada pemeriksaan Antenatal Care hanya 2 kali, pada asuhan Kala I persalinan berjalan dengan baik, di kala I ibu menggunakan bantuan Oksigen, pemasangan infus RL 20 tpm, kala II berlangsung selama 10 menit, Kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam terdapat ruptur derajat I. Bayi lahir spontan, berat badan 3805 gr, panjang badan 53 cm dan dilakukan kunjungan neonatus sebanyak 3 kali. Masa nifas berjalan normal tanpa ada penyulit, dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali dan asuhan keluarga berencana Ny. S memilih keluarga berencana suntik 3 bulan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif yang diberikan pada Ny. S sesuai dengan kebutuhan pasien.
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. R UMUR 25 TAHUN, GIIP1001 DI UPT PUSKESMAS SUNGAI TURAK TAHUN 2025 Noorjanah, Noorjanah; Wati, Ratna; Khodijah, Siti; Jasmawati, Jasmawati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.132

Abstract

This study aims to evaluate the continuity of care in midwifery for Mrs. R, a 25-year-old mother with pregnancy GIIP1001 at UPT Puskesmas Sungai Turak. The method used is a case study with a comprehensive approach, including antenatal, intranatal, postnatal, and neonatal assessments. Data was collected through observation, interviews, and document analysis. The analysis results show that the midwifery care provided is in accordance with service standards, where Mrs. R experienced a normal pregnancy process despite having mild anemia detected during the examination. The discussion reveals that the health education provided to Mrs. R and support from her family play a crucial role in improving the health of mothers and babies. Furthermore, the implementation of continuity of care management has proven effective in monitoring and managing risks that may arise during pregnancy and childbirth. The conclusion of this study emphasizes that continuous midwifery care can enhance the quality of health services for pregnant women. The recommendation given is the need for increased training for healthcare personnel to strengthen their knowledge and skills in providing comprehensive and responsive midwifery care to meet patient needs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi asuhan kebidanan continuity of care pada Ny. R, seorang ibu berusia 25 tahun dengan kehamilan GIIP1001 di UPT Puskesmas Sungai Turak. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan komprehensif, mencakup pengkajian antenatal, intranatal, postnatal, dan neonatal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan, di mana Ny. R mengalami proses kehamilan yang normal meskipun terdapat anemia ringan yang terdeteksi selama pemeriksaan. Pembahasan mengungkapkan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan kepada Ny. R dan dukungan dari keluarga berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, penerapan manajemen continuity of care terbukti efektif dalam memantau dan mengelola risiko yang mungkin terjadi selama kehamilan dan persalinan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa asuhan kebidanan yang berkesinambungan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP RESPON FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DI RUANG NICU RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN Susanti, Desi; Lisviarose, Lisviarose; Meri, Dilgu; Rahmita, Hirza
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.149

Abstract

Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu danberisiko tinggi mengalami ketidakstabilan fisiologis seperti gangguan pengaturan suhu tubuh, ketidakstabilan denyut jantung, pernapasan yang tidak teratur, serta penurunan saturasi oksigen. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap respons fisiologi bayi premature di NICU RSUD Puri Husada Tembilahan tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan pra- experimental dengan rancangan one – group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi premature sebanyak 30 bayi, dan sampel penelitian ini di ambil menggunakan sampel Quasi-experiment dengan jumlah 18 bayi BBLR. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini di dapatkan suhu tubuh bayi premature sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu dengan nilai p value 0.000 < kecil dari 0,05, denyut jantung bayi prematur sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu p value 0.000 < kecil dari 0,05, saturasi oksigen bayi premature sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu p value 0.000 < 0,05. Diharapkan kepada responden agar lebih meningkatkan minat dalam mencari informasi dan menambah pengetahuan baik melalui media elektronik, buku, artikel maupun melalui diskusi dengan petugas kesehatan terdekat mengenai pelaksanaan PMK terhadap respons fisiologi bayi premature.   Premature baby is a baby born with a gestational age of less than 37 weeks and is at high risk of experiencing physiological instability such as difficulty regulating body temperature, heart rate instability, irregular breathing, and decreased oxygen saturation. The purpose of this study is to determine the effect of kangaroo care on the physiological responses of premature babies in the NICU at RSUD Puri Husada Tembilahan in 2025. This type of research is quantitative research with a pre-experimental approach using a one-group pre-post test design. The population in this study consists of all mothers who have premature babies, totaling 30 babies, and the study sample was taken using a quasi-experimental sampling method with a total of 18 low birth weight babies. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. The results of this study showed that the body temperature of premature babies before and after PMK was performed had a p-value of 0.000, which is less than 0.05; the heart rate of premature babies before and after PMK had a p-value of 0.000, which is less than 0.05; and the oxygen saturation of premature babies before and after PMK had a p-value of 0.000, which is less than 0.05. It is hoped that respondents will be more proactive in seeking information and increasing their knowledge, whether through electronic media, books, articles, or discussions with nearby healthcare workers regarding the implementation of PMK and its effects on the physiological responses of premature babies.
PENGARUH CAHAYA REDUP TERHADAP FREKUENSI NADI PADA BAYI BBLR DI RUANG NICU RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN Awaliah, Jumatul; Ekdeni Aifa, Wira; Mardiya, Rizka; Sari Tanberika, Fajar
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.150

Abstract

Bayi BBLR mengalami masalah karena imaturitas organ tubuhnya, kondisi lingkungan luar rahim yang berbeda dengan kondisi rahim menimbulkan stress sehingga berdampak pada kondisi fisiologisnya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian cahaya redup terhadap frekuensi nadi pada bayi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Tahun 2025 Metode Penelitian ini Menggunakan pre experimental design dengan rancangan pre-test and post- test without control. Pengambilan sampe menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi 5%, sehingga diperoleh 29 responden. Diberikan terapi cahaya redup intensitas cahaya <50 lux Uji statistik dengan Wilcoxon test. Berdaasrkan Hasil dari penelitian ini bahwa nilai P value < α ( 0,05) yaitu 0,000 pada tingkat kepercayaan 95%, usia bayi paling banyak 10 hari dan 15 hari. Rata-rata frekuensi nadi sebelum terapi cahaya redup 167.69 dan rata- rata fekuensi nadi sesudah terapi cahaya redup 138.52. Kesimpulan Terdapat pengaruh pemberian cahaya redup terhadap frekuensi nadi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Tahun 2025 dengan P value 0,000. Sehingga cahaya redup dapat dipakai sebagai terapi   Low Birth Weight (LBW) infants experience problems due to the immaturity of their organs. The external environment outside the womb, which differs from the conditions in the womb, causes stress that impacts their physiological condition. The purpose of this study is to determine the effect of dim light administration on the heart rate of LBW infants in the NICU Room of Puri Husada Tembilahan Regional General Hospital in 2025. This study uses a pre-experimental design with a pre-test and post-test without control. Sampling was carried out using Slovin's formula with a significance level of 5%, resulting in 29 respondents. They were given dim light therapy with an intensity of <50 lux. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon test. Based on the results of this study, the P value < α (0.05), which is 0.000, at a 95% confidence level. The age of the infants was mostly 10 days and 15 days. The average pulse frequency before dim light therapy was 167.69, and the average pulse frequency after dim light therapy was 138.52. Conclusion: There is an effect of dim light therapy on the pulse frequency of low birth weight infants (LBW) in the NICU of Puri Husada Regional General Hospital in Tembilahan in 2025, with a P value of 0.000. Therefore, dim light can be used as a complementary therapy in midwifery practice in the NICU of Puri Husada Regional General Hospital in Tembilahan.
PENGARUH KONSUMSI PUDING BUAH NAGA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS KAMPUNG BESAR KOTA KABUPATEN INDRAGIRI HULU Sri Wahyuni, Endang; Meri, Dilgu; Ekdeni Aifa, Wira; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.151

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat berdampak pada proses kehamilan dan persalinan. Upaya peningkatan kadar hemoglobin melalui konsumsi makanan tinggi zat besi merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi puding buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Kampung Besar Kota Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 21 ibu hamil yang dipilih secara purposive. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan puding buah naga seluruh responden berada pada kategori anemia sedang, sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga berada pada kategori normal. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi puding buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Simpulan penelitian ini adalah puding buah naga efektif meningkatkan kadar hemoglobin. Disarankan pihak Puskesmas untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan anemia melalui konsumsi makanan bergizi serta pemantauan kadar hemoglobin secara berkala.   Anemia in pregnant women remains one of the health problems that can affect the pregnancy and delivery process. Efforts to increase hemoglobin levels through the consumption of foods high in iron are one alternative that can be taken. This study aims to determine the effect of dragon fruit pudding consumption on hemoglobin levels in pregnant women with anemia in the working area of the Kampung Besar Kota Health Center, Indragiri Hulu Regency. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 21 pregnant women selected purposively. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention. The results showed that before being given dragon fruit pudding, all respondents were in the moderate anemia category, while after the intervention, most respondents experienced an increase in hemoglobin levels to the normal category. The Wilcoxon test results showed a p-value < 0.05, indicating a significant effect of dragon fruit pudding consumption on increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia. The conclusion of this study is that dragon fruit pudding is effective in increasing hemoglobin levels. It is recommended that the Community Health Center provide education on anemia prevention through the consumption of nutritious foods and regular monitoring of hemoglobin levels.

Page 10 of 11 | Total Record : 107