cover
Contact Name
Abid Ramadhan
Contact Email
abidramadhan8@gmail.com
Phone
+6285242497920
Journal Mail Official
abid@journal.tangrasula.com
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman RT02/RW01, Kel. Takkalala, Kec. Wara Selatan, , Palopo, Sulawesi Selatan 91959
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29866049     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia is an open access journal published by PT. Tangrasula Tekno Kreatif. this journal is published four times a year (January, April, August and November). Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia publishes articles in the field of creative economy, but not limited to other fields such as: 1. E-commerce and Fintech 2. Economic Development 3. Tourism Development 4. Economic Digitization 5. Financial Institutions 6. Global Economy 7. Digital Business 8. Management 9. Accountancy 10. Cooperative 11. UMKM
Articles 68 Documents
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Terhadap Kain tenun Sipirok Roziko, Miftah; Isa, Muhammad; Arif, Muhammad
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i1.150

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya penjualan kain tenun Sipirok dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak langsung pada melemahnya keberlanjutan usaha tenun tradisional serta berkurangnya minat pelaku usaha untuk mempertahankan produksi. Penurunan penjualan tersebut menunjukkan adanya masalah utama pada rendahnya keputusan pembelian konsumen terhadap kain tenun Sipirok. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka kain tenun Sipirok berpotensi semakin tersisih dari pasar dan kehilangan daya saing di tengah maraknya produk tekstil modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas produk, dan promosi terhadap keputusan pembelian kain tenun Sipirok. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 68 responden yang pernah membeli kain tenun Sipirok, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, kualitas produk, dan promosi berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian konsumen. Promosi menjadi variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas produk, optimalisasi promosi, serta penetapan harga yang tepat perlu dilakukan untuk meningkatkan minat dan keputusan pembelian kain tenun Sipirok. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha lebih inovatif dalam strategi pemasaran untuk menjaga keberlanjutan produk tenun tradisional   ABSTRACT This research is motivated by the decline in sales of Sipirok woven fabric in recent years, which has directly impacted the weakening sustainability of traditional weaving businesses and reduced the interest of artisans in maintaining production. The decline in sales indicates a major problem in the low level of consumer purchasing decisions toward Sipirok woven fabric. If this condition continues, Sipirok woven fabric may become increasingly marginalized in the market and lose its competitiveness amid the rapid growth of modern textile products.This study aims to analyze the effect of price, product quality, and promotion on purchasing decisions of Sipirok woven fabric. The research employs a quantitative approach using a survey method. Primary data were collected through questionnaires distributed to 68 respondents who had previously purchased Sipirok woven fabric. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 24. The results indicate that price, product quality, and promotion have a significant partial and simultaneous effect on consumer purchasing decisions. Among these variables, promotion is the most dominant factor influencing purchasing decisions. These findings imply that improving product quality, strengthening promotional strategies, and implementing appropriate pricing policies are essential to enhance consumer interest and purchasing decisions for Sipirok woven fabric. This study recommends that business actors adopt more innovative marketing strategies to ensure the sustainability of traditional woven products.
INOVASI MOTIF BATIK FLORA-FAUNA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF MELALUI SOCIOPRENEURSHIP DI LAWE INDONESIA Labib, Alfi Lakhana; Aziz, Ardi Mahmudin; Widiastuti, Anik
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i1.160

Abstract

ABSTRAK Industri kreatif kini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, memaksimalkan kekayaan budaya lokal sebagai sumber daya ekonomi. LAWE Indonesia, wirausaha sosial di Yogyakarta, sukses menyatukan keuntungan finansial dengan pemberdayaan sosial melalui inovasi produk tradisional. Penelitian ini menganalisis sinergi antara inovasi desain motif flora-fauna, optimalisasi pemasaran digital, dan sociopreneurship untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi semua memakai purposive sampling. Temuan utama inovasi motif flora-fauna seperti burung Gelatik Jawa dan Cendrawasih Papua menjadi pembeda produk sekaligus penguat identitas nasional di pasar global. Model sociopreneurship LAWE lewat struktur badan usaha dan perkumpulan sosial efektif dayakan kelompok marginal serta perajin lokal, dengan bagi laba untuk pelatihan dan tingkatkan kapasitas. Tantangan regenerasi perajin diatasi melalui program “Tenun untuk Kehidupan” dan teknologi digital, yang menarik generasi muda serta kebutuhan pasar. Peelitian ini merekomendasikan penguatan regenerasi perajin, inovasi desain berbasis budaya, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas dampak ekonomi dan sosial. ABSTRACT The creative industry is now the backbone of the Indonesian economy, maximizing local cultural richness as an economic resource. LAWE Indonesia, a social enterprise in Yogyakarta, has successfully combined financial gain with social empowerment through traditional product innovation. This study analyzes the synergy between innovative flora-fauna motif designs, digital marketing optimization, and sociopreneurship to promote a local culture-based creative economy. Using a qualitative descriptive approach, data was collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, all using purposive sampling. Key findings include innovative flora-fauna motifs such as the Javan Java Sparrow and the Papuan Bird of Paradise, which differentiate products and strengthen national identity in the global market. LAWE's sociopreneurship model, through its business entity structure and social associations, effectively empowers marginalized groups and local artisans, with profit sharing for training and capacity building. The challenge of artisan regeneration is addressed through the "Weaving for Life" program and digital technology, which attracts the younger generation and meets market needs. This study recommends strengthening artisan regeneration, culture-based design innovation, and utilizing digital technology to expand economic and social impact.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELANJA MASYARAKAT DI PASAR TRADISIONAL STUDI KASUS: PASAR TRADISIONAL KECAMATAN NGAMBUR, KABUPATEN PESISIR BARAT Muhammad Luthfi; Maya sari
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i1.162

Abstract

ABSTRAK Pasar tradisional masih berperan strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan menyediakan kebutuhan pokok harian. Meski demikian, tingkat ketertarikan konsumen berbelanja di pasar tradisional dipengaruhi sejumlah elemen yang perlu diteliti secara empiris. Penelitian ini difokuskan untuk menguji pengaruh harga barang, mutu produk, serta posisi strategis pasar terhadap minat belanja pembeli di Pasar Tradisional Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei dengan sampel 77 responden konsumen yang dipilih secara random. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner, dianalisis dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4.0. Temuan riset mengindikasikan bahwa mutu produk dan aksesibilitas lokasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat belanja, sementara faktor harga tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. Fakta ini menggambarkan prioritas konsumen lebih condong pada kualitas barang dan kemudahan menjangkau lokasi belanja. ABSTRACT Traditional markets still play a strategic role in supporting community economic activities and providing daily necessities. However, the level of consumer interest in shopping at traditional markets is influenced by a number of factors that require empirical research. This study focuses on examining the influence of product prices, product quality, and the market’s strategic location on shoppers’ interest in the Traditional Market of Ngambur Subdistrict, Pesisir Barat Regency. A quantitative approach was applied through a survey of 77 randomly selected consumer respondents. Primary data was collected using a questionnaire and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4.0 software. The research findings indicate that product quality and location accessibility have a significant positive influence on shopping interest, while the price factor does not show a significant influence. This fact illustrates that consumer priorities lean more toward product quality and ease of access to shopping locations.
EVALUASI PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KALURAHAN (APBkal) DI KALURAHAN SARDONOHARJO, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Agustin, Amanda Cinthya; Purnamasari, Intan Rizky; Melindawati, Rizky Dewi; Azalia, Rizmi; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i1.165

Abstract

ABSTRAK Evaluasi proses penyusunan anggaran menjadi hal penting untuk memastikan pengelolaan keuangan kalurahan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) di Kalurahan Sardonoharjo, Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2025 serta menilai kesesuaiannya dengan regulasi yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, serta Peraturan Bupati Sleman Nomor 22.3 Tahun 2019 dan Nomor 58.2 Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penyusunan APBKal telah dilaksanakan secara sistematis dan partisipatif melalui tahapan Musrenduk, Muskal, dan Musrenbangkal. Penyusunan anggaran telah mengacu pada dokumen RPJMKal dan RKP Kalurahan. Selain itu, pemanfaatan aplikasi Siskeudes mendukung peningkatan akuntabilitas dan ketepatan data keuangan. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa perubahan kebijakan pemerintah pusat yang bersifat dinamis, keterlambatan pencairan dana, dan ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran. Secara menyeluruh, proses penyusunan APBKal telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga disarankan masih memerlukan peningkatan dalam konsistensi perencanaan dan kemampuan adaptasi kebijakan, serta evaluasi program secara berkala. ABSTRACT Evaluating the budget preparation process is essential to ensure that village financial management aligns with the principles of good governance. This study aims to examine the process of preparing the Village Revenue and Expenditure Budget (APBKal) in Sardonoharjo Village, Sleman Regency, for Fiscal Year 2025, as well as to assess its compliance with applicable regulations, namely Law No. 3 of 2024, Ministry of Home Affairs Regulation No. 20 of 2018, as well as Sleman Regent Regulation No. 22.3 of 2019 and No. 58.2 of 2021. The research method employed a qualitative descriptive approach, utilizing data collection techniques such as interviews and document analysis. The research results indicate that the APBKal formulation process has been carried out systematically and participatively through the stages of Musrenduk, Muskal, and Musrenbangkal. Budget formulation has been based on the RPJMKal and RKP Kalurahan documents. Additionally, the use of the Siskeudes application supports improved accountability and the accuracy of financial data. However, challenges remain, including dynamic changes in central government policies, delays in fund disbursement, and discrepancies between budget planning and implementation. Overall, the APBKal formulation process has complied with applicable regulations; so it is suggested that, improvements are still needed in planning consistency, policy adaptability, and periodic program evaluation.
GUDEG YU DJUM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI KREATIF: KAJIAN SOCIOPRENEURSHIP DAN PEMBERDAYAAN TENAGA KERJA DAERAH INOVASI PENGEMASAN Azkiya, Aqilah Laila; Khoirun Nisa, Isna; Widiastuti, Anik
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.174

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya ekonomi kreatif serta sociopreneurship dalam industri kuliner tradisional. Ekonomi kreatif dinilai penting dalam industri kuliner tradisional untuk dapat mengemas kuliner tradisional menjadi lebih modern, menarik dan mempunyai nilai jual tinggi,  sementara sociopreneurship juga penting untuk agar jalannya usaha tersebut tidak hanya bergerak dalam mencari uang tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dan melestarikan warisan kuliner.  Penelitian ini membahas mengenai inovasi pengemasan pada produk Gudeg Yu Djum, dan bagaimana Gudeg Yu Djum dapat mempertahankan industri kuliner tradisionalnya melalui ekonomi kreatif sekaligus dapat memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Gudeg Yu Djum mengembangkan inovasi pengemasan dalam perspektif ekonomi kreatif serta menganalisis bagaimana sociopreneurship dapat diterapkan pada industri kuliner gudeg Yu Djum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengemasan berupa vakum dan kaleng yang dilakukan oleh Gudeg Yu Djum mampu meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas pangsa pasar sebagai bentuk penerapan ekonomi kreatif. Selain itu, aspek sociopreneurship tercermin melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal dan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. ABSTRACT The background of this research is the importance of the creative economy and sociopreneurship in the traditional culinary industry. The creative economy is considered important in the traditional culinary industry to be able to package traditional culinary to be more modern, attractive and have high sales value, while sociopreneurship is also important to exist so that the business is not only engaged in making money but also empowering local communities and preserving culinary heritage. This study discusses packaging innovation in Gudeg Yu Djum products, and how Gudeg Yu Djum can maintain its traditional culinary industry through the creative economy while also being able to provide social impacts for the surrounding community. This study was conducted with the aim of determining how Gudeg Yu Djum develops packaging innovation from a creative economy perspective and analyzing how sociopreneurship can be applied to the Yu Djum gudeg culinary industry. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used include interviews, observation and documentation. The results show that the packaging innovations in the form of vacuum and cans carried out by Gudeg Yu Djum are able to increase the added value of the product and expand market share as a form of implementing the creative economy. In addition, the sociopreneurship aspect is reflected through the empowerment of local workers and contributions to improving the welfare of the surrounding community.
Evaluasi Evaluasi Kepatuhan Proses Penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) : Studi Kasus Pengelolaan Dana Desa di Kalurahan Tlogoadi Rinanti, Adellia Julian; Lestari, Alinda Haris Reni; Kuswari, Olivia Febi; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.177

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran dana desa serta kecenderungan kepatuhan regulasi yang masih bersifat administratif dan belum mencerminkan kualitas pengelolaan secara subtantif. Hal ini terlihat dari terbatasnya transparansi digital, rendahnya kemandirian fiskal akibat minimnya PADes, dominasi belanja pada pemerintahan dan Pembangunan, serta adanya SiLPA. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji proses penganggaran APBKal dan kesesuaiannya terhadap regulasi di Kalurahan Tlogoadi karena berkaitan dengan pengelolaan dana desa sebagai sumber pendanaan yang cukup besar. Kajian ini mengacu pada teori penganggaran sektor publik dan regulasi seperti Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 serta Perbup Sleman Nomor 58 Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa proses penganggaran telah sesuai dengan regulasi dan bersifat partisipatif, dengan selisih perencanaan dan realisasi pendapatan yang sangat kecil (sekitar 0,01%). Namun terdapat kendala dalam implementasi seperti keterlambatan pencairan dana, perubahan kebijakan, dan belum optimalnya transparansi berbasis digital karena kurangnya SDM. Temuan ini mengindikasikan bahwa meski kesesuaian formal telah tercapai, efektivitas pelaksanaan anggaran perlu ditingkatkan melalui optimalisasi teknologi informasi, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan transparansi untuk mendukung akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. ABSTRACT This research is motivated by the importance of alignment between village fund planning and implementation, as well as the tendency for regulatory compliance to remain administrative in nature and not yet reflect the substantive quality of financial management. This is indicated by limited digital transparency, low fiscal independence due to minimal Village Own-Source Revenue (PADes), the dominance of expenditures on government administration and development, and the presence of budget surpluses (SiLPA). The purpose of this study is to examine the budgeting process of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBKal) and its compliance with regulations in Tlogoadi Village, considering that village funds represent a significant source of financing. This study refers to public sector budgeting theory and relevant regulations, such as the Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 and the Regent Regulation of Sleman Number 58 of 2021. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews and documentation. The results show that the budgeting process is in accordance with regulations and is participatory in nature, with a very small discrepancy between planned and realized revenues (approximately 0.01%). However, there are several implementation challenges, including delays in fund disbursement, policy changes, and suboptimal digital transparency due to limited human resources. These findings indicate that although formal compliance has been achieved, the effectiveness of budget implementation still needs to be improved through the optimization of information technology, enhancement of human resource capacity, and strengthening of transparency to support accountability in village financial management.
PENGARUH FREE CASH FLOW, SUSTAINABILITY INVESTMENT, DAN DIGITAL TRANSFORMATION TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BEI PERIODE 2022-2024 Shanty Armanda; Putikadea, Insyirah
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.180

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keseimbangan kebijakan dividen pada perusahaan sektor energi di tengah tuntutan pengelolaan free cash flow, investasi keberlanjutan, dan transformasi digital. Ketidakseimbangan dalam alokasi sumber daya berpotensi memengaruhi kepercayaan investor serta keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh free cash flow, sustainability investment, dan digital transformation terhadap kebijakan dividen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan landasan Agency Theory, Signaling Theory, Stakeholder Theory, dan Resource-Based View (RBV). Sampel terdiri dari 31 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024 dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan, dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya digital transformation yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan free cash flow dan sustainability investment tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa transformasi digital dipersepsikan sebagai sinyal positif oleh pasar, sementara alokasi pada arus kas bebas dan investasi keberlanjutan lebih difokuskan pada kebutuhan internal. Implikasinya, perusahaan perlu menetapkan kebijakan dividen yang adaptif agar mampu menjaga kepercayaan investor tanpa mengabaikan keberlanjutan dan transformasi strategis. ABSTRACT This research is motivated by the importance of balanced dividend policy in energy sector companies amidst the demands of managing free cash flow, investment, and digital transformation. Overall, resource allocation has the potential to influence investor confidence and the company's long-term aspirations. This study aims to analyze the influence of free cash flow, investment sustainability, and digital transformation on dividend policy. The study used a quantitative approach based on Agency Theory, Signaling Theory, Stakeholder Theory, and the Resource-Based View (RBV). The sample consisted of 31 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2022–2024 period, using a purposive sampling technique. Secondary data from annual reports and anxiety were analyzed using multiple linear regression. The results show that only digital transformation has a positive and significant effect on dividend policy, while free cash flow and investment sustainability have no significant effects. This finding indicates that digital transformation is perceived as a positive signal by the market, while allocation to free cash flow and investment is more focused on internal needs. Consequently, companies need to establish adaptive dividend policies to maintain investor confidence without neglecting strategic aspirations and transformation.
PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), PRICE TO BOOK VALUE (PBV) DAN SUKU BUNGA TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS KOMPAS 100 PERIODE 2020-2024 Rohimah, Siti; Madyasari, Rina
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.199

Abstract

ABSTRAK Nilai saham menjadi tolok ukur utama kinerja perusahaan yang diperhatikan investor, dipengaruhi oleh elemen fundamental dan makroekonomi seperti EPS, PBV, serta tingkat suku bunga. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak ketiga variabel tersebut terhadap harga saham pada emiten sektor keuangan yang tergabung dalam Indeks Kompas 100 di BEI untuk periode 2020–2024. Sampel dipilih lewat purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga menghasilkan 14 perusahaan keuangan dengan total 70 observasi data selama lima tahun. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif berbasis data sekunder, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan software SPSS. Temuan studi menunjukkan bahwa EPS, PBV, dan suku bunga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial, EPS dan PBV berpengaruh positif, sementara suku bunga berpengaruh negatif. ABSTRct Stock price serves as a key indicator of company performance that investors closely monitor, influenced by fundamental and macroeconomic factors such as EPS, PBV, and interest rates. This research aims to examine the impact of these three variables on stock prices for financial sector companies included in the Kompas 100 Index on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2020–2024 period. The sample was selected using purposive sampling based on specific criteria, yielding 14 companies with a total of 70 data observations over five years. The approach is quantitative, relying on secondary data analyzed through multiple linear regression with SPSS software. The study findings indicate that EPS, PBV, and interest rates simultaneously have a significant effect on stock prices; Partially, EPS and PBV have a positive effect, while interest rates have a negative effect.