cover
Contact Name
-
Contact Email
sabuaunsrat@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sabuaunsrat@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus Unsrat - Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur
ISSN : 20857020     EISSN : 28286324     DOI : 10.35793
Core Subject : Social, Engineering,
SABUA adalah jurnal lingkungan binaan dan arsitektur merupakan media informasi, komunikasi, dan pertukaran informasi mengenail masalah-masalah tentang bidang perencanaan wilayah dan kota, isu lingkungan binaan, interaksi manusia dengan karya-karya arsitektur serta interaksi antara manusia, karya-karya arsitektur dengan lingkungan binaan (kota dan desa).Artikel dapat berupa hasil penelitian, konsep perencanaan dan perancangan, kajian dan analisis kritis yang dapat ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulanan (Mei dan November)
Articles 132 Documents
Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Lahan Untuk Pariwisata di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara Berutu, Yunus C.; Malik, Andy A. M.; Warouw, Fela
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i2.59295

Abstract

AbstrakPulau Bangka, sebagai kawasan pariwisata super prioritas di Indonesia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan, serta potensi dan kendala pengembangan pariwisata di Pulau Bangka. Hasilnya menunjukkan bahwa Pulau Bangka memiliki daya dukung lahan tinggi dengan potensi signifikan untuk pengembangan pariwisata, meskipun beberapa area memiliki kendala yang perlu diperhatikan. Analisis juga menunjukkan bahwa desa-desa di Pulau Bangka memiliki cukup daya tampung untuk aktivitas pariwisata. Metode overlay digunakan untuk mengidentifikasi kawasan kritis dan wilayah potensial pengembangan pariwisata seluas 2454.3 ha. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika lingkungan dan kebutuhan pengembangan wilayah di Pulau Bangka, serta menekankan perlunya strategi evaluasi dan implementasi berkelanjutan dalam manajemen sumber daya lahan untuk mendukung pengembangan pariwisata yang efektif.Kata kunci: Daya Dukung ; Daya Tampung ; Pariwisata ; Pulau Bangka AbstractBangka Island, as a super-priority tourism area in Indonesia, holds significant potential for sustainable development. This study aims to analyze the land carrying capacity, potential, and challenges of tourism development on Bangka Island. Findings indicate that Bangka Island has a high land carrying capacity with substantial potential for tourism development, though some areas face constraints. The analysis also shows that villages on Bangka Island have sufficient capacity to accommodate tourism activities. Overlay methods were employed to identify critical areas and potential tourism development zones covering 2454.3 hectares. The research provides a comprehensive overview of environmental dynamics and development needs on Bangka Island, emphasizing the necessity for sustainable evaluation and implementation strategies in land resource management to support effective tourism development.Keyword: Carrying capacity ; Capacity ; Tourism ; Bangka Island
Identifikasi Karakteristik Pola Spasial Bentang Lahan di Kawasan Pesisir Kota Manado Raintung, Livya Ekaristy; Rondonuwu, Dwight Mooddy; Siregar, Frits O. P.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i2.59296

Abstract

AbstrakWilayah pesisir Kota Manado merupakan zona transisi daratan dan perairan dengan karakteristik bentang lahan yang unik, mencakup bentang lahan alami dan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial bentang lahan di kawasan pesisir menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bentang lahan di kawasan pesisir Kota Manado berongga dan berlekuk-lekuk, dipengaruhi oleh aktivitas reklamasi pantai. Kondisi saat ini didominasi oleh bentang lahan buatan, dengan garis pantai terpanjang sebesar 7,4 km yang berada di segmen 3 (meliputi Kelurahan Titiwungen Utara, Titiwungen Selatan, Wenang Utara, Wenang Selatan, dan Calaca) yang mendukung aktivitas perdagangan dan jasa. Sementara itu, bentang lahan alami dengan panjang garis pantai sebesar 1,37 km ditemukan di segmen 1 (meliputi Kelurahan Malalayang 2, Malalayang 1, dan Malalayang 1 Timur) dengan fungsi tradisional seperti parkir perahu nelayan. Topografi kawasan berupa dataran rendah (0–12 mdpl) dengan kemiringan lereng (0–15%), didominasi lahan untuk permukiman, perdagangan, dan jasa. Studi ini memberikan pemahaman tentang pola spasial bentang lahan untuk mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.Kata kunci: Bentang lahan; Reklamasi; Pesisir; Pola spasial; Manado AbstractThe coastal area of Manado City is a land and water transition zone with unique landscape characteristics, including natural and artificial landscapes. This research aims to identify spatial patterns of landforms in coastal areas using Geographic Information System (GIS)-based spatial analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the landscape pattern in the coastal area of Manado City is hollow and indented, influenced by coastal reclamation activities. The current condition is dominated by artificial landscapes, with the longest coastline of 7.4 km located in segment 3 (covering North Titiwungen, South Titiwungen, North Wenang, South Wenang and Calaca villages) which supports trade and service activities. Meanwhile, a natural landscape with a coastline length of 1.37 km is found in segment 1 (covering Malalayang 2, Malalayang 1, and Malalayang 1 East villages) with traditional functions such as parking for fishing boats. The topography of the area is lowland (0-12m above sea level) with slopes (0-15%), dominated by land for settlements, trade and services. This study provides an understanding of the spatial pattern of landscapes to support sustainable coastal management.Keyword: Landform; Reclamation; Coastal; Spatial patterns; Manado.