cover
Contact Name
-
Contact Email
sabuaunsrat@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sabuaunsrat@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus Unsrat - Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur
ISSN : 20857020     EISSN : 28286324     DOI : 10.35793
Core Subject : Social, Engineering,
SABUA adalah jurnal lingkungan binaan dan arsitektur merupakan media informasi, komunikasi, dan pertukaran informasi mengenail masalah-masalah tentang bidang perencanaan wilayah dan kota, isu lingkungan binaan, interaksi manusia dengan karya-karya arsitektur serta interaksi antara manusia, karya-karya arsitektur dengan lingkungan binaan (kota dan desa).Artikel dapat berupa hasil penelitian, konsep perencanaan dan perancangan, kajian dan analisis kritis yang dapat ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulanan (Mei dan November)
Articles 132 Documents
Analisis Kebutuhan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Permukiman Pesisir di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: Analysis of Needs for Infrastructure, Facilities, and Public Utilities of Coastal Settlements in North Bolaang Mongondow Regency Utami, Azzahra Putri; Mononimbar, Windy; Prijadi, Rachmat
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45984

Abstract

Abstrak Kabupaten Bolaang Mongondow Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki kawasan pesisir pantai dan terdapat 48 desa di enam desa yang memiliki garis pantai dan termasuk dalam kawasan pesisir. Prasarana, sarana dan utilitas umum di permukiman pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga masih ada yang belum tersedia dan terlayani. Penelitian ini betujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan serta menganalisis kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas umum permukiman pesisir di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis spasial dan analisis kuantitatif. Dari hasil analisis kebutuhan prasarana sarana dan utilitas umum maka sampai dengan tahun 2040 terdapat prasarana yang perlu ditambahkan agar bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimal seperti jaringan drainase, jaringan persampahan dan jaringan air minum. Untuk sarana sampai dengan tahun 2040 sarana yang tersedia saat ini masih SNI 03-1733-2004 dan belum membutuhkan penambahan namun perlu ada peningkatan atau perbaikan. Untuk kebutuhan utilitas umum sampai dengan tahun 2040 masih membutuhkan penambahan untuk jaringan listrik, jaringan telekomunikasi dan proteksi kebakaran. Dari hasil tersebut dapat menunjukkan bahwa masih terdapat prasarana dan utilitas umum yang perlu ditambah agar kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terpenuhi sampai tahun 2040. Kata Kunci : Analisis, Permukiman Pesisir, Prasarana, Sarana, Utilitas Umum Abstract North Bolaang Mongondow Regency is one of the regencies in North Sulawesi Province which has a coastal area and there are 48 villages in six sub-districts that have a coastline and are included in the coastal area. Infrastructure, facilities and public utilities in coastal settlements in North Bolaang Mongondow Regency are also still unavailable and underserved. This research aims to identify the availability and analyse the need for infrastructure, facilities and public utilities for coastal settlements in North Bolaang Mongondow Regency using qualitative descriptive analysis, spatial analysis and quantitative analysis. From the analysis of the needs for public facilities and utilities, until 2040 there are infrastructures that need to be added in order to meet the Minimum Service Standards such as drainage networks, waste networks and drinking water networks. For facilities up to 2040, the currently available facilities are still SNI 03-1733-2004 and do not require addition, but there needs to be an increase or improvement. For the needs of public utilities until 2040, they still require additions for the electricity network, telecommunications network and fire protection. From these results, it can be shown that there are still public infrastructure and utilities that need to be added so that the needs for infrastructure, facilities and utilities in North Bolaang Mongondow Regency are met until 2040. Keyword : Analysis, Coastal Settlements, Infrastructure, Facilities, Public Utilities
Analisis Jalur Evakuasi Bencana Tsunami Di Kabupaten Minahasa Selatan (Studi Kasus: Kecamatan Amurang, Kecamatan Amurang Barat Dan Amurang Timur): Analysis of Tsunami Evacuation Routes in South Minahasa Regency (Study Case: Amurang, West Amurang And East Amurang District) Sangkoy, Josua Rifaldo; Mononimbar, Windy; Sembel, Amanda
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45988

Abstract

Abstrak Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2014-2034, terdapat tiga kecamatan yaitu Kecamatan Amurang, Amurang Barat dan Amurang Timur termasuk dalam kawasan rawan bencana tsunami, hal ini disebabkan karena kecamatan tersebut memiliki pemukiman yang berada di kawasan pesisir pantai. Sebagai kawasan rawan bencana tsunami, maka harus memiliki jalur-jalur evakuasi bencana. Oleh karna itu, tujuan penelitian ini mengidentifikasi ketersediaan dan menganalisis kebutuhan jalur evakuasi bencana tsunami di tiga kecamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode spasial dan metode deskrptif. Berdasarkan hasil penelitian, dari aspek penelitian ketersedian jalur evakuasi, sebaran jalur evakuasi di tiga kecamatan memiliki 7 jalur evakuasi dan 7 kelurahan/desa yang yang lain tidak memiliki jalur evakuasi, untuk kondis kondisi jalur evakuasi yang ada masih terdapat jalan rusak dan ada satu jalur evakuasi yang melintasi jembatan. sedangkan aspek kebutuhan jalur evakuasi di tiga kecamatan terdapat 3 kelurahan/desa yang belum sesuai dengan aturan dan 4 kelurahan/desa sudah sesuai dengan aturan yang ada. Kata kunci : Analisis, Bencana Tsunami Jalur Evakuasi, Minahasa Selatan Abstract Based on the South Minahasa Regency Spatial Plan for 2014-2034, there are three sub-districts, namely Amurang, West Amurang and East Amurang sub-districts, which are included in tsunami-prone areas, this is because these sub-districts have settlements located in coastal areas. As a tsunami-prone area, it must have disaster evacuation routes. Therefore, the purpose of this study is to identify the availability and analyze the need for tsunami evacuation routes in the three sub-districts. This study uses two methods, namely the spatial method and the descriptive method. Based on the results of the study, from the aspect of research on the availability of evacuation routes, the distribution of evacuation routes in three sub-districts has 7 evacuation routes and 7 other villages / villages do not have evacuation routes, for the condition of the existing evacuation routes there are still damaged roads and one evacuation route crossing the bridge. While the aspect of the need for evacuation routes in the three sub-districts, there are 3 sub-districts/villages that have not complied with the rules and 4 sub-districts/villages that have complied with existing regulations. Keyword: Analysis, Tsunami Disaster Evacuation Path, South Minahasa
Perencanaan Prasarana dan Sarana di Kawasan Sekitar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Likupang Kabupaten Minahasa Utara: Infrastructure and Facilities Planning Around Area of Tourism National Strategic Area Likupang North Minahasa Regency Rumengan, Friska; Tondobala, Linda; Sangkertadi, Sangkertadi
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45989

Abstract

Abstrak Pembangunan prasarana dan sarana dasar maupun pariwisata merupakan aspek penting dalam pengembangan wilayah. Pada 15 Juli tahun 2019 di tetapkan 5 destinasi wisata prioritas termasuk Likupang. Sesuai peraturan dan deliniasi kawasan, KSPN berada di Kecamatan Likupang Timur dan untuk kawasan sekitar KSPN yaitu Kecamatan Likupang Selatan dan Likupang Barat. Kecamatan tersebut merupakan kecamatan sebagai penunjang KSPN Likupang dan diperlukan sinergitas antar kawasan agar saling menguatkan daerah masing-masing. Dalam penelitian ini menggunakan analisis Statistik Deskriptif dan mengacu aturan terkait SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan dan Peraturan menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor: 01/PRT/M/2014 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kebutuhan prasarana-sarana dasar & pariwisata di kawasan sekitar KSPN Likupang yaitu: jalan, drainase, listrik, telekomunikasi, air bersih, pengelolaan limbah, persampahan, pendidikan, kesehatan dan peribadatan. Sedangkan prasarana pariwisata yaitu: Penunjuk arah, toilet & kamar ganti, toko souvenier, rumah makan, gapura dan dive center. Kata kunci : Prasarana dan Sarana Dasar & Pariwisata; Sinegritas Wilayah; KSPN Likupang. Abstract The development of basic infrastructure and facilities as well as tourism is an important aspects of regional development. On July 15, 2019, 5 priority tourist destinations, including Likupang. According to regulations and regional delineation, KSPN is located in East Likupang District and for the area around KSPN, namely South Likupang and West Likupang Districts. The sub-district is a sub-district as a supporter of the Likupang KSPN. This study uses descriptive statistical analysis and refers to related rules: SNI 03-1733-2004 concerning Procedures for Planning for Housing Environments in Urban and Minister of Public Works Regulation of the Republic of Indonesia No. 01/PRT/M/2014 concerning Minimum Service Standards for Public Works and Spatial planning. The need for basic infrastructure & tourism in the area around the Likupang KSPN: the road network, drainage, electricity, telecommunications, clean water network, waste management, educational facilities, health facilities, and worship facilities. As for the tourism infrastructure, it consists of: directions, toilets & changing rooms, souvenir shops, restaurants, gates, and dive centers. Keywords: Basic Infrastructure and Facilities & Tourism; Regional Synergy: KSPN Likupang.
Pengembangan Ekowisata di Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori Papua: Ecotourism Development in Supiori Timur District, Supiori Regency Papua Ondi, Agustina Orpa Meilany; Sembel, Amanda S; Malik, Andi
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45991

Abstract

Abstrak Wilayah Distrik Supiori Timur merupakan administrasi Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, yang terdiri dari 10 Kampung, untuk pengembangan ekowisata mangrove terdapat di kampung Waryesi dan Sorendidori. Pengembangan ekowisata mangrove di Distrik Supiori Timur Kabupaten Supiori, dari data lapangan dan informasi masyarakat dinilai kurang maksimal dalam mendukung program pengembangan daerah, karena beberapa hal yaitu ; pengembangan hanya berfokus pada kawasan mangrove tanpa melihat potensi yang ada disekitar kawasan, maka penelitian ini bertujuan daya tarik wisata ekowisata mangrove yang ada di Distrik Supiori Timur, serta strategi pengembangan ekowisata di Distrik Supiori Timur Kampung Waryesi dan Sorendidori, Kabupaten Supiori Papua. Teknik analisis deskriptif kualitatif, menganalisis mempergunakan acuan ADO-ODTWA (analisis daerah operasi -objek dan daya Tarik) dan analisis SWOT Kata kunci : Pengembangan ekowisata, ADO-ODTWA, Strategi Pengembangan Abstract The East Supiori District area is the administration of Supiori Regency, Papua Province, which consists of 10 villages, for the development of mangrove ecotourism located in Waryesi and Sorendidori villages. The development of mangrove ecotourism in Supiori Timur District, Supiori Regency, from field data and community information is considered less than optimal in supporting regional development programs, due to several things, namely; development only focuses on mangrove areas without looking at the potential that exists around the area, so this study aims to attract mangrove ecotourism tourism in East Supiori District, as well as ecotourism development strategies in East Supiori District Waryesi and Sorendidori Villages, Supiori Regency Papua. Qualitative descriptive analysis technique, analyzing using ADO-ODTWA reference (analysis of operating area - object and attraction) and SWOT analysis Keyword: Development of ecotourism, ADO-ODTWA, Development Strategy
Ketangguhan Wilayah Kota Sorong Dalam Menghadapi Bencana Banjir: The Resilience of Sorong City Area in Facing Flood Disaster Mayor, Jerylin; Warouw, Fela; Karongkong, Hendriek
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45994

Abstract

Abstrak Banjir Kota Sorong dapat terjadi akibat debit hujan yang tinggi di daerah kota namun system drainase yang tidak baik membuat air hanya tergenang dalam wilayah pemukiman dan perkotaan. Selain itu dapat terjadi Banjir Kiriman dari luar kota Sorong akibat hujan terjadi di daerah Hulu, namun Mesin Pengatur Tata Air Alami yaitu Hutan tidak berfungsi dengan baik sehingga terjadi pengingkatan limpasan aliran permukaan (Run Off) yang besar masuk ke dalam sungai-sungai mengalir mencari tempat-tempat yang lebih rendah di daerah hulu sampai hilir di perkotaan maupun daerah-daerah sekitar aliran sungai mengakibatkan banyak korban harta benda dan jiwa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui sebaran daerah rawan bencana banjir di Kota Sorong serta menentukan tingkat ketangguhan Kota Sorong terhadap ancaman banjir. Metode analisis yang digunakan adalah analisis likert untuk mengukur tingkat ketangguhan dan analisis spasial untuk menghasilkan peta-peta mengenai pola persebaran fasilitas kesehatan dan perdagangan jasa yang menjadi mitigasi dalam ketangguhan wilayah terhadap bencana banjir. Hasil dari kedua analisis tersebut dapat menunjukkan seberapa tangguh wilayah Kota Sorong dalam menghadapi bencana banjir. Kata Kunci : Ketangguhan, Kerawanan, Banjir Abstract Floods in Sorong City can occur due to high rainfall in the city area, however a bad drainage system makes water only stagnate in the area settlements and cities. In addition, there can be a flood of shipments from outside the city of Sorong due to rain occurring in the Upstream area, but the Natural Water Regulatory Machine is the Forest does not work properly so that there is an increase in surface runoff The big (Run Off) goes into the flowing rivers looking for places lower in the upstream to downstream areas in urban and regional areas around the river flow resulted in many victims of property and lives. The purpose of this study is to determine the distribution of flood-prone areas in Sorong City and determine the level of resilience of Sorong City to the threat of flooding. The analytical method used is Likert analysis to measure the level of resilience and spatial analysis to produce maps of the distribution pattern of health facilities and trade in services which are a mitigation in the area's resilience to floods. The results of the two analyzes can show how resilient the Sorong City area is in dealing with flood disasters. Keywords : Resilience, Vulnerability, Flood
Adaptasi Komunitas Nelayan Kecamatan Tuminting Terhadap Pembangunan Jalan Boulevard Dua Kota Manado : Adaptation of Fisherman Community in Tuminting Distric to the Development of Jalan Boulevard Dua Manado City Lerah, Sustri Novita; Waani, Judy O.; Egam, Pingkan P.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45995

Abstract

Abstrak Kecamatan Tuminting sebagai salah satu wilayah administrasi di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.Pembangunan Jalan Boulevard Dua yang terletak di sepanjang pesisir utara Kota Manado tersebut terletak di Kecamatan Tuminting dengan mayoritas bermata pencaharian para warga yaitu nelayan. Nelayan Kecamatan Tuminting dengan komunitas yang terdiri dari 10 anggota. Riset berikut mempunyai tujuan guna pengidentifikasian perubahan lahan dalam Jalan Boulevard Dua dan mengukur tingkat adaptasi masyarakat nelayan terhadap perubahan guna lahan sebab adanya Jalan Boulevard Dua Kota Manado dengan mempergunakan metode deskriptif kuantitatif, serta mempergunakan teknik menganalisis overlay atau tumpang susun dalam sistem informasi geografis (sig). Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Tingkat Adaptasi yang di kemukakan oleh Wohlwill (1974). Mengacu pada hasil riset yang diselenggarakan, diperoleh yakni fungsi lahan di sekitar Jalan Boulevard Dua Kota Manado sebelumnya adalah pesisir pantai dengan rumah – rumah tinggal masayarakat nelayan dan setelah adanya Jalan Boulevard Dua masyarakat nelayan mulai beradaptasi dengan adanya Jalan Bouleavrd Dua dengan mengambil potensi dari Jalan Boulevard Dua seperti terdapat tambatan perahu, menjual hasil tangkap di sekitar Jalan Boulevard Dua dan rumah yang terlindung dari ombak pasang. Kata kunci: Perubahan guna lahan, Komunitas Masyarakat Nelayan, Adaptasi Masyarakat Nelayan. Abstract Tuminting sub-district is one of the administrative areas in Manado City, North Sulawesi Province.The construction of the Boulevard Dua road, which is located along the north coast of the city of Manado, is located in the Tuminting sub-district where most of the residents livehoods are fishermen.Tuminting sub-district fishermen with the communities consisting of ten members. The study aims to identify changes in land use on Boulevard Dua road and measure the level of adaptation of fishing communities to changes in land use due to the existence of Boulevard Dua road in Manado City by using quantitative descriptive methods and using overlay analysis.The theoretical basis in this study is the level of adaptation theory proposed by Wohlwill (1974) . Based on the result of the research conducted, it was found that the function of the land around the Boulevard Dua of the Manado City before was the coast with fishing community houses and after the Boulevard Dua road the fishing communities began to adapt to the existence of Boulevard Dua road by taking the potential of Boulevard Dua such as there are boat moorings,selling catches around Boulevard Dua road and houses protected from tidal waves. Keyword: Land use change, Fishing community, Adaptation of fishing communities.
Dampak Normalisasi Sungai Tondano Terhadap Kondisi Lingkungan, Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Kota Manado Solon, Thania Hanna; Sela, Rieneke L.E.; Warouw, Fela
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48808

Abstract

Program Normalisasi Sungai dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai dan kawasan sekitar sungai. Pelaksanaan normalisasi sungai Tondano di Kota Manado dilakukan dengan pengerukan, pelebaran kemudian konstruksi tanggul. Dalam prosesnya, terjadi pembebasan lahan, interaksi masyarakat yang menjadi lebih sering, dan adanya penurunan pendapatan masyarakat maupun perubahan lainnya pada kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi pada masyarakat sekitar sungai sebagai dampak dari adanya normalisasi sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi sejak adanya normalisasi dengan observasi lapangan, menganalisis faktor dari normalisasi yang paling berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi dengan pengumpulan data penyebaran kuesioner kemudian metode analisis regresi linear berganda dan menganalisis dampak normalisasi Sungai Tondano terhadap kondisi lingkungan sosial, dan ekonomi masyarakat dengan menganalisis secara spasial yang diuraikan berdasarkan segmen. Hasil identifikasi kondisi lingkungan penggunaan lahan terbesar merupakan permukiman dengan kepadatan berskala rendah sampai tinggi serta jaringan jalan dan jaringan drainase yang mengalami penambahan maupun perbaikan. Tahapan konstruksi tanggul yang paling berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat.. Dengan adanya normalisasi membuat fasilitas pemanfaatan serbaguna, Adanya jalan inspeksi memudahkan akses masyarakat dalam beraktivitas. Kata kunci: dampak, normalisasi sungai Tondano, lingkungan, sosial-ekonomi. Abstract River Normalization Program is carried out to restore the function of the river and the area around the river. The normalization of the Tondano river in Manado City was carried out by dredging, widening and then constructing an embankment. In the process, land acquisition occurred, community interactions became more frequent, and there was a decrease in people's incomes as well as other changes in environmental, social and economic conditions in communities around the river as a result of river normalization. This study aims to identify environmental, social and economic conditions since normalization with field observations, analyze the factors of normalization that have the most influence on environmental, social and economic conditions by collecting data on distributing questionnaires then using multiple linear regression methods and analyzing the impact of river normalization Tondano on environmental, social and economic of the community by analyzing spatially. The results of the identification of the environmental conditions of the largest land use are settlements than roadand drainage networks that have experienced additions or improvements. The stages of the construction of the embankment that have the most influence and normalization makes multi-purpose utilization facilities available. Inspection roads facilitate access for the community in their activities. Keyword: impact, normalization Tondano river, environment, social-economic
Model Harga Lahan di Koridor Jalan Raya Manado – Bitung Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Item, Doddy C; Lakat, Ricky S.M.; Lintong, Steven
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48810

Abstract

Kecamatan Kalawat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara yang berbatasan langsung dengan Kota Manado sehingga membuat masyarakat yang tinggal di Kecamatan Kalawat sebagian beraktivitas di Kota Manado. Kecamatan yang memiliki pertumbuhan penduduk terbanyak di Kabupaten Minahasa Utara. Pada Jalan raya Manado – Bitung merupakan jalan yang menghubungkan 2 Kota besar yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yaitu Kota Manado dan Kota Bitung sehingga menyebabkan padatnya aktivitas yang ada di sepanjang jalan raya Manado – Bitung. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya harga Lahan yang ada di Kecamatan Kalawat khususnya di area Koridor Jalan Raya Manado – Bitung. Penelitian ini bertujuan menganalisa dan menentukan model harga lahan di koridor jalan raya Manado – Bitung Kecamatan Kalawat dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi linear berganda menggunakan 3 variabel penelitian yaitu harga lahan, jarak ke koridor, dan harga NJOP. Hasil penelitian menunjukan parsial pertama, jarak ke koridor memiliki pengaruh negatif atau bertolak belakang terhadap nilai jual lahan, semakin tinggi jarak ke koridor semakin tinggi juga harga jual lahan, parsial kedua NJOP memiliki pengaruh positif terhadap nilai jual lahan. Secara simultan, pengaruh Jarak ke Koridor sangat mempengaruhi terhadap nilai jual lahan sedangkan NJOP pengaruh yang sangat kecil terhadap nilai jual lahan. Kata Kunci : Harga Lahan, Koridor Jalan, Analisis Regresi Sederhana, Analisis Regresi Linear Berganda Abstract Kalawat Sub-District is one of the sub-districts in North Minahasa Regency which is directly adjacent to Manado City, so that some of the people who live in Kalawat Sub-district do their activities in Manado City. The district that has the highest population growth is in North Minahasa Regency. On the Manado - Bitung highway, a road that connects 2 major cities in North Sulawesi Province( Manado City and Bitung City). This has caused an increase in land prices in Kalawat District, especially in the Manado – Bitung Highway Corridor area. This study aims to analyze and determine the model of land prices in the Manado - Bitung highway corridor, using simple regression analysis and multiple linear regression analysis using 3 research variables, namely land prices, distance to the corridor, and NJOP prices. The results showed that the first partial, the distance to the corridor has a negative or opposite effect on the selling value of land, the second partial NJOP has a positive effect on the selling value of land. Simultaneously, the effect of Distance to the Corridor greatly affects the selling value of land, while the NJOP has very little effect on the selling value of land. Keywords : Land Price, Road Corridor, Simple Regression Analysis, Multiple Linear Regression Analysis
Ketangguhan Wilayah Peri Urban Menghadapi Bencana Non Alam Covid 19 di Kecamatan Mandolang Raintung, Vira N.; Warouw, Fela; Karongkong, Hendriek
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48812

Abstract

Ketangguhan Masyarakat dalam menghadapi bencana, Sebelumnya yang harus diketahui ialah segala macam bentuk bencana yang terjadi di dunia ini baik dari alam maupun yang tidak, semuanya akan membawa pengaruh bagi kehidupan. Kemampuan suatu wilayah yang bisa menyesuaikan diri (beradaptasi) dari suatu kejadian bencana ialah disebut dengan Ketangguhan Wilayah. Di tahun 2021 jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kecamatan Mandolang termasuk tinggi dibandingkan dengan daerah Peri Urban lainnya dengan jumlah kasus yaitu 147 orang terinfeksi, maka perlu di lakukan penelitian lebih lanjut terkait Ketangguhan Masyarakat di Daerah Peri Urban yaitu di Kecamatan Mandolang yang di mana Kecamatan ini juga merupakan Kecamatan yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Metode analisis yang dipakai dalam penulisan penelitian ini adalah menggunakan Analisis Likert dimana untuk mengukur ketangguhan di tiap aspek dalam penelitian. Hasil dari analisis ini yaitu mengidentifikasi tingkat ketangguhan dan juga adaptasi masyarakat untuk tetap bertahan menghadapi Bencana Non Alam Covid 19. Kata Kunci : Ketangguhan, Pandemi, Peri Urban Abstract Community resilience in the face of disasters, Previously, what must be known is that all kinds of disasters that occur in this world, whether from nature or not, will all have an impact on life. The ability of an area that can adjust (adapt) to a disaster event is called Regional Resilience. In 2021 the number of positive confirmed cases in Mandolang Sub-district is high compared to other Peri Urban areas with 147 infected people, so it is necessary to conduct further research related to Community Resilience in Peri Urban areas, namely in Mandolang sub-district where this Sub-District is also a Sub-district that continues to grow from year to year. The analysis method used in writing this research is to use Likert analysis where to measure resilience in each aspect of the research. The result of this analysis is to identify the level of resilience and also the adaptation of the community to survive in the face of Non-Natural Disasters Covid 19. Keywords : Resilience, Pandemic, Urban Fairy
Dampak Pertambangan Emas PT MSM Bitung Minahasa Utara Terhadap Kawasan Permukiman dan Sosial Ekonomi Masyarakat Kereh, Vista M.; Supardjo, Surijadi; Lintong, Steven
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48814

Abstract

Perubahan radikal pada lanskap dan dampak lingkungan yang signifikan terjadi di wilayah tempat penambangan dilakukan. Aktivitas pertambangan dikelola oleh PT Maeres Soputan Mining (MSM). Aktivitas pertambangan tersebut bersifat terbuka, yang berpotensi melebar dan berlokasi cukup dekat dan berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi dan permukiman masyarakat. Untuk itu, maka perlu dianalisis bagaimana perubahan lahan pertambangan emas PT. MSM dan dampaknya terhadap kawasan permukiman dan sosial ekonomi masyarakat. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah dengan menggunakan analisis spasial untuk melihat perubahan Penggunaan Lahan serta analisis skala likert untuk mengukur hasil kuesioner. Hasil penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan per 5 tahun yang terjadi pada tahun 2012, 2016, dan 2021 serta mengetahui dampak pertambangan emas PT. MSM terhadap Kawasan permukiman dan sosial ekonomi masyarakat. Secara keseluruhan, perubahan penggunaan lahan di Kelurahan Pinasungkulan untuk lahan permukiman tahun 2012 15 ha, 2016 menjadi 16 ha dan tahun 2021 menjadi 17 ha. Lahan tambang tahun 2012 5 ha, 2016 menjadi 21 ha dan tahun 2021 menjadi 36 ha. Sedangkan pada Desa Pinenek untuk lahan permukiman tahun 2012, 2016, 2021 tidak mengalami perubahan. Lahan tambang tahun 2012 332 ha, 2016 menjadi 453 ha dan tahun 2021 menjadi 585 ha. Hasil kuesioner menunjukkan berdampak positif bagi pendapatan masyarakat, kualitas air berih dan kesehatan masyarakat, negatif bagi tingkat kualitas lingkungan dan kondisi jalan. Kata kunci: Pertambangan Emas, Kawasan Permukiman, Sosial dan Ekonomi, Bitung - Minut. Abstract Radical changes to the landscape and significant environmental impacts occur in areas where mining is carried out. Mining activities are managed by PT Maeres Soputan Mining (MSM). The mining activity is open in nature, which has the potential to expand and is located quite close and affects the socio-economic conditions and community settlements. For this reason, it is necessary to analyze how changes in PT. MSM and its impact on residential areas and socio-economic communities. The research method used in this study is to use spatial analysis to see changes in land use and Likert scale analysis to measure the results of the questionnaire. The results of this study are to determine changes in land use per 5 years that occurred in 2012, 2016 and 2021 and to determine the impact of PT. MSM for Residential Areas and the socio-economic community. Overall, changes in land use in the Pinasungkulan Village for residential land in 2012 were 15 ha, 2016 became 16 ha and in 2021 became 17 ha. The mining area in 2012 was 5 ha, in 2016 it was 21 ha and in 2021 it was 36 ha. Whereas in Pinenek Village, the land for settlements in 2012, 2016, 2021 has not changed. Mining area in 2012 was 332 ha, 2016 was 453 ha and in 2021 was 585 ha. The results of the questionnaire show a positive impact on people's income, clean water quality and public health, negative for the level of environmental quality and road conditions. Keywordsx: Gold Mining, Residential Areas, Social and Economic, Bitung - Minut.

Page 10 of 14 | Total Record : 132