cover
Contact Name
Dewi Kartika
Contact Email
dewikartika@binawan.ac.id
Phone
+6285742578888
Journal Mail Official
julipsbinawan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalibata Raya No. 25-30, Cawang, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial
Published by Universitas Binawan
ISSN : 29876966     EISSN : -     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini meliputi kebijakan sosial, pelayanan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, penyuluhan sosial, administrasi dan manajemen pekerjaan sosial, bantuan sosial bagi kelompok rentan / kurang beruntung dan pengembangan potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
Articles 22 Documents
PENGGUNAAN METODE TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID Klien “JH” DI RUMAH SAKIT JIWA SOEHARTO HERDJAN JAKARTA BARAT Abigael S Panjaitan, Putri; Nazera Nur Utami, Nazera; Hanafi Rochman, Uut
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial No. 1 (2023): Vol. 2 No.1, Tahun 2023
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, perubahan perilaku Klien “JH” setelah penerapan metode token ekonomi. Metode penelitian yang diterapkan ialah kualitatif deskriptif. Metode ini memafaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan 1Klien sudah berani untuk melakukan senyum, salam, sapa baik kepada teman-teman day care, petugas rehab maupun peneliti. 2Pasien mampu meningkatkan activity dayli living khususnya interaksi sosial dan 3Pasien dapat percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki, serta berani untuk tampil ketika kegiatan sedang berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode token ekonomi menunjukkan perubahan positif. Oleh sebab itu, maka perlunya intervensi yang bevarisi dalam menangani pasien skizofrenia paranoid dan berkesinambungan pada tingkat institusi Kesehatan mental.
PENILAIAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS RUNGU WICARA TENTANG PENTINGNYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DI SLB-B NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG Karuniati Ramadhan, Aulia
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial No. 1 (2023): Vol. 2 No.1, Tahun 2023
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelibatan penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana sangat bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penilaian anak penyandang disabilitas rungu wicara terhadap pengenalan bencana dan pemantauan risiko bencana, perencanaan partisipatif penanggulangan bencana, pengembangan budaya sadar bencana, peningkatan komitmen terhadap penanggulangan bencana; dan penerapan upaya fisik, nonfisik dan peraturan penanggulangan bencana.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penelitian deskriptif. Peneliti melakukan pemilihan responden dengan menggunakan sensus, dimana seluruh jumlah anggota populasi dijadikan sampel. Jumlah responden yang diambil adala 53 murid. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui teknik angket dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penilaian para murid terhadap upaya pengurangan risiko bencana di sekolah dapat dikatakan positif. Para murid merasa harus lebih mengetahui mengenai upaya pengurangan risiko bencana. Mereka bersedia untuk turut serta dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Penelitian di SLB-B Negeri Cicendo, Bandung, menunjukkan bahwa anak penyandang disabilitas rungu wicara memiliki pemahaman yang baik terhadap risiko bencana dan menunjukkan komitmen tinggi terhadap peran mereka dalam penanggulangan bencana. Dukungan positif juga terlihat dalam partisipasi mereka dalam perencanaan, pengembangan budaya sadar bencana, dan antusiasme terhadap berbagai upaya penanggulangan bencana di sekolah. Meskipun demikian, diperlukan perhatian lebih untuk memastikan keterlibatan mereka yang proporsional dan efektif dalam semua aspek penanggulangan bencana
PENINGKATAN KEMAMPUAN RELAWAN BENCANA DALAM PENANGANAN DARURAT BENCANA MELALUI TABLE TOP EXERCISE (TTX) DI DESA MARGAMUKTI, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG Subarkah, Ade
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyoroti pengaruh implementasi Table Top Exercise (TTX) dalam meningkatkan kemampuan relawan bencana dalam menangani darurat di Desa Margamukti, Pangalengan, Bandung. Dengan latar belakang kondisi geografis yang rawan bencana, terutama tanah longsor, serta jumlah kejadian bencana yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak intervensi TTX terhadap peningkatan kemampuan relawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan eksperimen subyek tunggal (SSD), dengan fase baseline sebelum intervensi (baseline A) dan fase intervensi (baseline B). Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan relawan setelah penerapan TTX, dengan tidak adanya tumpang tindih data antara baseline A dan B. Kesimpulannya, intervensi TTX berhasil meningkatkan kemampuan relawan dalam menangani darurat bencana, dengan rekomendasi untuk penguatan program dan penelitian lanjutan
AGRESIVITAS KOMUNITAS PUNK DI KOTA KEDIRI, PROVINSI JAWA TIMUR Karomalloh, Ahmad Darojatun
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Social inequality can provoke jealousy and envy among the majority of the poor, which ultimately prompted the formation of punk community groups as a form of protest and resistance and criticism of the rich. Criticism and behavior from the punk community often lead to aggressive behaviors. The study aims to determine the level of aggressiveness of the punk community in Kediri, East Java Province, both in terms of physical aggression, verbal agresion, anger, and hostility. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The total number of respondents was 40 respondents with registration techniques in which members of the population took samples. Data collection techniques through questionnaires, observations, and documentation. The assessment in this study uses the Buss and Perry aggression scales. (Kuesioner Agresi). The results of the study showed that the punk community's aggressiveness in the city of Kediri in terms of physical aggression was in the middle category with a score of 1119 of the lowest score and the highest score was 360 and 1800. The aspects of verbal aggresión were in the medium category with the score of 676 of the lower score, and the top score was 200 and 1000. Based on the results of the study, it shows the level of aggressiveness of the punk community in Kediri City, East Java Province, especially in terms of physical, verbal aggression, anger, and hostility. Based on the findings, the researchers recommended the "Side Punk Creative Home Program" as an attempt to change and prevent such aggressive behavior so that it does not become normative in accordance with the values and norms of society.
Bentuk Dukungan Psikososial Antar Sesama Anak Korban Kekerasan Seksual di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Asrama Kediri Nevita, Fitri Deny
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Social institutions are a form of state presence and intervention in responding to incidents of sexual violence which are often experienced by women as victims. Women victims of sexual violence live together in one dormitory during the social rehabilitation process which involves professional parties such as doctors, psychologists, social workers and the social rehabilitation center staff themselves. On the other hand, as fellow victims who lived in the same dormitory for a certain period of time, a phenomenon of mutual support was found as a form of solidarity. Therefore, the aim of this research is to describe the forms of psychosocial support between victims of sexual violence at the UPT Protection and Social Services for Child Care at the Kediri Dormitory. This research uses a qualitative method with a case study type. Based on the snowball sampling technique in determining research informants, three informants were selected, namely informant N, informant A, and informant Z. Data collection used in-depth interviews, observation, and documentation studies. All data obtained was analyzed using the concept of Milles and Hubberman (2014) data analysis techniques, namely data collection, data condensation, data display, as well as verification and conclusions. Efforts to improve research quality use standards of credibility, dependability, transferability and confirmability (Newman, 2014). Keyword: Psychosocial support, Child victims of sexual violence Abstrak: Panti sosial merupakan bentuk kehadiran dan intervensi negara dalam merespon peristiwa kekerasan seksual yang sering dialami oleh perempuan sebagai korbannya. Para perempuan korban kekerasan seksual tinggal bersama di dalam satu asrama selama proses rehabilitasi sosial yang melibatkan pihak-pihak profesional seperti dokter, psikolog, pekerja sosial, dan staf panti rehabilitasi sosial itu sendiri. Pada sisi lain, sebagai sesama korban yang menempati asrama yang sama selama kurun waktu tertentu, ditemukan fenomena saling dukung sebagai bentuk solidaritas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dukungan psikososial antar sesama korban kekerasan seksual di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Asrama Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Berdasarkan teknik snowball sampling dalam menetapkan informan penelitian, maka terpilih tiga orang informan yaitu informan N, informan A, dan informan Z. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Seluruh data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan konsep teknik analisa data Milles dan Hubberman (2014) yaitu pengumpulan data, kondensasi data, display data, serta verifikasi dan kesimpulan. Upaya peningkatan kualitas penelitian menggunakan standar kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas (Newman, 2014).   Kata Kunci: Dukungan Psikososial, Anak Korban Kekerasan Seksual
PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL DALAM OUTREACH DAN PENDAMPINGAN PENYINTAS COVID-19 DI JAKARTA Rustanto, Bambang; Vinka Ariska , Dela
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan Pandemi Internasional (World Health Organization, 2020), hingga Pekerja Sosial memiliki peran vital dalam penanganan virus tersebut. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 4 April 2020, menembus angka 2.092 jiwa. Penderita COVID-19 saat ini dapat disebut hidden population. Hal ini tentunya membutuhkan keterampilan profesional. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Outreach dan Pendampingan Praktik Pekerjaan Sosial terhadap Penyintas Covid-19 di Kota Jakarta. Jenis penelitian adalah kombinasi (Mixed Methods Research) yang menggabungkan antara penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Jenis populasi penelitian ini adalah populasi target yaitu seluruh pekerja sosial di DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel bertingkat. Sumber data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam, sedangkan Sumber Data kuantitatif diperoleh melalui sebaran angket kepada Pekerja Sosial yang menangani pasien positif COVID-19. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan studi dokumentasi. Uji validitas pada penelitian ini yaitu uji validitas muka (face validity). Uji reliabilitas pada penelitian ini yaitu uji reliabilitas internal. Teknik analisis data kuantitatif yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan statistik inferensia. Teknik analisis data kulitatif yang digunakan yaitu teknik analisis data dan pengujian keabsahan data. Hasil dari penelitian ini, pertama pekerja sosial pada Satpelsos di Jakarta yaitu bantuan kepada Penyintas dan keluarga penyintas dalam menjangkau fasilitas kesehatan, menjangkau pelayanan pemerintahan lokal. Kedua, memberikan terapi psikososial dan mencari akses yang dipelukan serta pendampingan dalam mobilisasi sosial. Ketiga, melakukan koordinasi dengan multidisplin dan juga advokasi terhadap multidisiplin maupun ketika apabila ada kendala dalam menangani Penyintas Covid- 19.
Pengaruh Strategi Coping Korban Penyalahgunnaan NAPZA Perempuan Terhadap Kecenderungan Relapse Ismudiyati, Yuti Sri; Aam Muharam
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi coping terhadap kecenderungan relapse pada korban penyalahgunaan NAPZA (KPN) perempuan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 43 responden dari tiga Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui angket, FGD, observasi, dan studi dokumentasi. Strategi coping diukur melalui dua dimensi, Problem Focused Coping (PFC) dan Emotional Focused Coping (EFC), sedangkan kecenderungan relapse diukur melalui lima aspek, seperti kecemasan dan dorongan untuk kembali menggunakan obat. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden cenderung menggunakan strategi coping EFC (67,44%) dan memiliki kecenderungan relapse dalam kategori sedang (60,47%). Namun, uji regresi menunjukkan bahwa baik PFC maupun EFC tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan relapse. Kesimpulannya, meskipun strategi coping digunakan oleh KPN perempuan, hal tersebut belum mampu secara signifikan mengurangi kecenderungan relapse. Hal ini mengindikasikan perlunya intervensi yang lebih efektif dan komprehensif untuk mendukung pemulihan KPN perempuan dari penyalahgunaan NAPZA.
Model Model Pendampingan Sosial KPM PKH dalam Rangka Pencapaian Graduasi Mandiri Sejahtera Di Jawa Tengah: Model Pendampingan Sosial KPM PKH dalam Rangka Pencapaian Graduasi Mandiri Sejahtera Di Jawa Tengah Hastin
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Independent Graduation is one of aims of Family Hope Program. The Province of Jawa Tengah has been receiving it’s program at ten years, since 2011 until 2021. Refer to independent graduation, Jawa Tengah Province at 2020 named by the Ministry of Social as the highest number of graduation of beneficiaries. According to the data for the last 4 year: at 2017, it was 18.997 beneficiaries (2%), at 2018 it was 9.321 beneficiaries (0.06%), at 2019 it was 14.718 beneficiaries (0.09%), and at 2020 it was 82.296 beneficiaries (5.4%). However, when it measured by manual books, the figure is still small than the target. Therefore, research about model of social assistance and the impact to independent graduation is needed. It’s a quantitative research with survey as design, with 2.885 respondent from 5.069 population of field assistors. With convenience as sampling. Independent variables: (i) years of experience in job, (ii) years of program beneficiaries, (iii) home-visit intensity, (iv) networking with external organization, and (v) mastering knowledge and skill of social assistance. Dependent variable is independent graduation of beneficiaries of PKH. Result is more than 50% respondence said that graduating is most difficult processes. That’s no standard operational about intensities for home-visit. There’re minimal 25% of beneficiaries can be graduated as independent graduation at recent year. And there’s no same form about networking was done by field assistors with beneficiaries. Correlational test shows us that there’re a close relation between intensity of home-visit and graduating processes.
A PENGASUHAN ANAK PADA KOMUNITAS PEMULUNG DI KAMPUNG SUMUR BINAAN YAYASAN SWARA PEDULI INDONESIA : Pengasuhan Yandri Jufri
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan pada bulan Juni 2022, sering terjadi pola asuh yang kurang baik pada keluarga pemulung, terdapat indikasi kekerasan verbal dan nonverbal yang dilakukan oleh orang tua, untuk memahami pola asuh yang diterapkan oleh orang tua pemulung, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ciri-ciri orang tua pemulung, bagaimana pengalaman mereka dalam mengasuh anak, apa saja kendala dan tantangan orang tua dalam membesarkan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik, pengalaman pengasuhan, hambatan dan tantangan pengasuhan yang berprofesi sebagai pemulung, metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, bertujuan untuk dapat menginterpretasikan dan menjelaskan pengalaman yang dialami seseorang dalam kehidupannya, dengan menggunakan metode dan penjelasan, sehingga proses dari suatu fenomena dapat terlihat dengan jelas dan nyata. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan kepustakaan, dalam menganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel, gambar dan deskriptif dengan pemilihan hal-hal penting dan utama serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari 5 informan yang menjadi sampel dalam penelitian adalah pemulung yang dibina oleh yayasan Swara Peduli Indonesia, semua informan menunjukkan bentuk pola asuh yang sama, diterapkan pada anak usia sekolah dasar yaitu otoriter (otoriter) dan pola asuh permisif (permisif). Pola asuh yang lebih dominan pada orang tua yang berprofesi sebagai pemulung di Desa Sumur adalah pola asuh permisif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola asuh orang tua dapat dilakukan oleh orang tua pada saat memiliki waktu luang, waktu kerja orang tua tidak teratur dan cukup lama, serta tidak adanya waktu liburan yang terjadwal dan rutin, bahkan di rumah orang tua masih bekerja memilah-milah yang digunakan. barang hasil memulung, sehingga sangat sedikit kesempatan bagi anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang dan berkumpul dengan orang tua.
Burnout Karyawan Swasta Di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah latifah, faridlatul
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara empiris tentang burnout karyawan karyawan swasta di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Burnout merupakan keadaan yang sering dialami oleh manusia, burnout adalah suatu reaksi yang menegangkan karena adanya tekanan dari perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya penanganan burnout meliputi, kelelahan fisik, kelelahan emosional, dan kelelahan mental yang dialami oleh karyawan Swasta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik cluster sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi, dan studi dokumentasi. Uji validitas menggunakan validitas muka dan uji realibilitas menggunakan teknik belah dua (Split half) dengan hasil 0,965 termasuk kategori sangat kuat (sangat reliable). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosional termasuk dalam kategori tinggi yaitu dengan skor 4.807, sedangkan kelelahan fisik 7.557 dalam kategori sedang dan kelelahan mental 1.888 berada dalam kategori sedang. Berdasarkan perhitungan tersebut maka kelelahan emosional merupakan aspek burnout yang paling tinggi dialami karyawan, maka perlunya pengembangan strategi penanganan burnout dikalangan karyawan swasta.

Page 2 of 3 | Total Record : 22