cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
pematarbiyah@uinsu.ac.id
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
pematarbiyah@uinsu.ac.id
Editorial Address
Kampus UIN Sumatera Utara Medan Kantor Jurnal PEMA Tarbiyah Jl. Williem Iskandar Pasar V, Medan Estate North Sumatera, Indonesia 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pema Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : 29619289     DOI : 10.30829
Core Subject : Education,
JOURNAL PEMA TARBIYAH is a peer-reviewed journal about education, especially community service, sharing knowledge and information about research reports on all aspects of education and community service. JURNAL PEMA TARBIYAH specifies on Education Publications published an article in the form of the results of thought, research and community service education. The focus and scope of the published article is about education, islamic education, to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning models, learning methods and instructional media.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
PERANAN GURU BK DALAM PROSES BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Yana Sadila; Yuki Juniva Audry; Sri Agustina; Siti Maysaroh; Ummi Hayati
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1466

Abstract

Pengarahan diberikan kepada anak berkebutuhan khusus agar mereka lebih mengenal diri sendiri, mengenali diri sendiri sesuai kondisinya, memahami kekurangannya, dan dapat membimbing diri sesuai kapasitasnya. Melalui tugas memberikan arahan kepada para pendidik dalam siklus belajar bagi anak berkebutuhan khusus, diperlukan untuk meningkatkan dan menginspirasi siswa ke arah yang benar, mengejutkan lebih baik. Pada dasarnya, anak berkebutuhan khusus membutuhkan pasangan di fase awal perubahan iklim wali kelas yang jelas berbeda dengan iklim masa lalu. Pengajar BK dapat diartikan sebagai orang dewasa yang membantu dan mengarahkan anak-anak dengan kebutuhan luar biasa dalam hal skolastik dan non-akademik di yayasan sekolah luar biasa, atau sekali lagi sekolah formal. Karena bagian dari pergi dengan pendidik diharapkan memiliki pilihan untuk mempersiapkan kemampuan anak-anak dengan unik harus lebih ideal dan praktis. Kapasitas instruktur dalam siklus pertunjukan juga sangat dapat diterima dan berbagai upaya telah dilakukan oleh pendidik untuk anak-anak berkebutuhan khusus sehingga siswa dengan kebutuhan khusus dapat meningkatkan interaksi belajar yang sebenarnya.
STIMULASI KEGIATAN MEWARNAI UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Hilda Zahra Lubis; Rizky Fadila; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Nanda Fadhillah
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini pada Kegiatan mewarnai. Ruang lingkup yang diambil adalah menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai. Kegiatan mewarnai yang merupakan salah satu kegiatan yang disukai anak usia dini. Kegiatan mewarnai yang menyenangkan dan sederhana ini dapat membantu perkembangan anak usia dini karena Kegiatan mewarnai dapat dijadikan sebagai kegiatan mengekspresikan diri anak, mengenalkan perbedaan warna pada anak, meningkatkan konsentrasi anak, mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih kesabaran anak, dan merangsang kreativitas anak sejak dini. Dengan melakukan aktivitas seperti Kegiatan mewarnai yang dapat menstimulasi perkembangan anak usia dini. Pada pengabdian ini akan dilaksanakan kegiatan mewarnai yang digelar dalam bentuk perlombaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di TK/SDIT Mutiara Azzahra di Desa Bintang Meriah, Dusun. V, Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik TK/SD IT Mutiara Azzahra. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data Penelitian dan Pembahasan maka diperoleh hasil bahwa menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai sangatlah berdampak bagi perkembangan anak termasuk pada setiap aspek perkembangan seperti kognitif, motorik, sosial emosional dan seni. Pada proses pelaksanaan kegiatan mewarnai melalui perlombaan terdapat beberapa pengalaman untuk peserta didik seperti melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, fisik motorik, dan meningkatkan kreativitas anak. Faktor pendukung pelaksanaan perlombaan mewarnai meliputi kertas bergambar untuk diwarnai anak dan krayon untuk masing-masing anak. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa orang tua Memahami pentingnya perkembangan anak pada setiap aspek perkembangan dan manfaatnya dari kegiatan mewarnai. Melalui Kegiatan mewarnai dapat menstimulasi setiap aspek perkembangan.
URGENSI MEMAHAMI PERKEMBANGAN REMAJA DALAM MENYELARASKAN PROSES BELAJAR YANG SPESIFIK Efrida Mandasari Dalimunthe; Cindri Cantika; Nurul Delilah Harahap; Mustafa Habib; Siti Khodijah
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1484

Abstract

Setiap peserta didik tentunya mengalami perubahan dan perkembangan. Perkembangan pada anak-anak tentunya bergantung dari lingkungan dan pembawaan mereka dari lahir. Pembelajaran yang ada pada disekolah merupakan penyesuaian untuk peserta didik baik itu kondisi ataupun tingkatan agar siswa dapat memahami penjelasan dari materi pembelajaran yang telah diberikan guru. Keberhasilan dari pendidikan yang disesuaikan melalui perkembangan anak yang telah diselaraskan dengan materi yang disediakan oleh lembaga pendidikan formal tentunya dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor baik itu tenaga kependidikan, kurikulum, peserta didik, biaya, sarana dan prasarana, serta faktor lingkungan. Terpenuhinya faktor-faktor tersebut dapat melancarkan proses belajar mengajar agar tercapainya hasil belajar yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Seorang pendidik harusnya pemahaman konseptual pasa peserta didik. Terutama pada pendidik diharapkan mampu untuk mengenal dasar ilmiah perkembangan peserta didik terutama saat mereka menginjak masa remaja serta cara belajar yang efektif pada peserta didik. Dengan pemahan konseptual yang dimiliki guru bisa menerapkan dan menyelenggarakan proses belajar yang mengarah pada perkembangan remaja.
PEMBINAAN ANAK-ANAK KAWASAN ZONA MERAH BENCANA LETUSAN GUNUNG SINABUNG Alfauzan Ramadhanny Simangunsong; Musdalifah Musdalifah; Novi Laila Maghfiroh; Anni Mariani
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1462

Abstract

Pendidikan merupakan kunci dari kemajuan peradaban, sehingga pembinaan yang pada dasarnya sebagai bagian dari pendidikan perlu dilaksanakan. Pembinaan ini dilaksanakan di Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Pembinaan melalui beberapa kelas yang diadakan di kaki gunung sinambung ini, atau zona merah di kawasan gunung api sinambung yang sedang aktif merupakan bentuk pengabdian masyarakat secara langsung di daerah rawan bencana. Pembinaan ini dilaksanakan di tiga sekolah yakni satu Taman Kanak-kanak (TK), Satu Sekolah Dasar Negeri 040471 Relokasi Akibat Bencana Gunung Meletus, dan Satu Sekolah Dasar Negeri 047174 yang terletak di Desa Kuta Rayat. Pembinaan ini bertujuan untuk memberikan edukasi perlindungan diri dari bencana letusan gunung api, pembinaan mental melalui inspirasi dan motivasi, membina kesehatan, dan pengembangan bakat serta kreativitas. Pembinaan ini bermanfaat untuk anak-anak yang berada di kawasan ini. Pembinaan ini terdiri dari beberapa kelas yakni kelas Inspirasi, kelas Bencana, kelas Role Play, kelas Kreativitas, kelas Seni Budaya, kelas Kesehatan, Rumah Pelangi, dan Kelas Motivasi. Pembinaan ini dilaksanakan selama 14 Hari mulai tanggal 25 Januari 2019 sampai tanggal 7 Februari 2019. Pembinaan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap anak-anak yang berada di kawasan tersebut. Sehingga motivasi mereka kian bertambah karena kelas yang dilaksanakan di rancang sedemikian rupa agar tidak membosankan, dan terkesan menyenangkan. Pembinaan bukan hanya dilaksanakan di jam sekolah saja, sebab ada beberapa kelas yang juga dilaksanakan sepulang sekolah.
MELATIH KREATIVITAS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA DARUL AL IKHLAS LUBUK PAKAM MELALUI KEGIATAN KOLASE Nurlaili Nurlaili; Nanda Syahputri; Khoirunisa Khoirunisa; Amalia Qori; Siti Nurhayati
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1482

Abstract

Mengembangkan suatu kreativitas pada anak usia dini dibutuhkan suatu stimulus tertentu seperti kegiatan yang berkaitan untuk melatih proses berpikir anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melatih kreativitas anak melalui kegiatan Kolase biji kacang hijau. Metode pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif di mana hasil penelitian diuraikan dalam bentuk narasi dan uraian dalamĀ  paragraf. Objek dari penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun yang berada di RA Al Darul ikhlas Lubuk Pakam. Hasil penelitian didapat bahwa kegiatan Kolase secara tidak langsung dapat melatih kreativitas yang dimiliki oleh anak hal itu dikarenakan melalui kegiatan Kolase anak dilatih untuk mengembangkan ide-ide dan kreasi yang dimiliki olehnya.
TEKNIK BELAJAR MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Muhammad Arif Hidayat; Sofia Rahmi
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1464

Abstract

Pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati. Karena pelajaran ini sering dianggap sulit dalam menyelesaikan pelajaran tersebut membutuhkan rumus dan penyelesaian yang panjang. Beberapa ,etode dikembangkan untuk meingkatkan rasa senang dalam belajar matematika terutama bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) diantaranya metode kumon, gasing, jarimatika,sempoa, mathmatic dan beberapa metode lainnya. Beberapa metode tersebut mampi meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika. Selain itu ada juga metode gaming edukatif yang mampu mengajak siswa menyelesaikan soal matematika dengan cara bermain game. Siswa yang senang belajar matematika akan melatih untuk meningkatkan kemampuannya dalam berpikir kritis, logis dan rasional.
TINGKAT PEMAHAMAN BAHASA INGGRIS BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Azhary Tambusai; Khairina Nasution
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i1.1465

Abstract

Pelajaran bahasa Inggis bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) salah satu mata pelajaran wajib.hanya saja untuk sebagian sekolah penggunaan bahasa Inggris jarang dilakukan untuk berbagai aktivitas.untuk dapat memahami pelajaran bahasa Inggris bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) dapat dilakukan dengan berbagai metode diantaranya metode membaca, mendengarkan musik, physical responsing, metode kumpul-kumpul dan lain-lain. Akan tetapi metode yang paling diminati siswa dalam meningkatkan pemahaman bahasa Inggris adalah metode membaca. Karena dengan adanya membaca siswa mampu untuk meningkatkan konsentrasinya dan memahami makna teks secara efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7