cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285865733742
Journal Mail Official
saluta@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC Universitas Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28093984     DOI : https://doi.org/10.26714/SJPKM
Core Subject : Health, Education,
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (eISSN: 2809-3984) merupakan jurnal yang mempublikasikan karya hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal akan menerbitkan 2 edisi dalam 1 tahun (Juni dan Desember). Jurnal ini dipublikasikan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Semarang. SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dibuat untuk memfasilitasi tenaga kesehatan yang ingin menyebarluaskan pemikiran konseptual serta ide dan hasil penelitiannya berbasis pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada masalah yang berhubungan dengan layanan di masyarakat, terkait dengan topik-topik berikut: Keperawatan Anak Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Gerontik Keperawatan Jiwa Keperawatan keluarga Keperawatan Komunitas Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal Bedah Manajemen Keperawatan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Meningkatkan Kapasitas Kader melalui Pelatihan Kader Lansia di RW 5 Desa Mranggen Setyawati, Dewi; Warsono, Warsono; Yanto, Arief; Cahyani, Amalia Dwi Nur
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i1.15411

Abstract

Kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kesehatan, mampu meningkatkan umur harapan hidup (life expectancy). Dengan meningkatnya angka harapan hidup lanjut usia yang semakin tinggi, maka dibutuhkan kualitas hidup yang lebih bermakna di bandingkan dengan kualitas hidup yang sekarang yang masih relatif rendah, khususnya masalah kesehatan. Untuk meningkatkan kesejahteraan khususnya sosial, ekonomi , kesehatan dan kemampuan lanjut usia, perlu di selenggarakan suatu suatu program yang berbentuk pelayanan dan pengembangan kelembagaan yang menangani masalah-masalah tersebut. Posyandu lansia merupakan salah satu wadah yang dapat membantu masyarakat melakukan upaya peningkatan dan pencegahan terhadap masalah kesehatan yang dialami oleh lanjut usia sehingga tercapai kualitas hidup yang optimal, tetapi pelaksanaannya seringkali tidak berjalan dengan baik karena dukungan masyarakat yang masih kurang, keterbatasan jumlah kader, sulitnya mencari kader yang memiliki waktu luang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia melalui rekruitmen dan pelatihan kader kesehatan. Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan para lansia di desa Mranggen, Kabupaten Demak. Kegiatan dilakukan dengan tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Perencanaan dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya posyandu lansia dan penyakit yang lazim terjadi pada lansia yang perlu penanganan khusus dan kontinyu. Pelaksanaan rekruitmen dan pelatihan kader untuk membekali kader dalam pelayanan posyandu. Kegiatan dilaksankan dengan baik dan mendapat respon kooperatif, antusias dan aktif setiap kegiatan dilakukan pemerintah desa, masyarakat dan Puskesmas Mranggen I mendukung keberadaan posbindu untuk mengendalikan dan mengontrol masalah kesehatan yang dialami oleh lanjut usia khususnya penyakit degeneratif.
Telekonseling Dismenorea terhadap Kecemasan dan Self Care pada Remaja Putri yang mengalami Dismenorea Arisani, Greiny; Wahyuni, Seri
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i1.12057

Abstract

Kejadian yang muncul saat pubertas adalah pertumbuhan badan yang cepat, timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder, menarche dan perubahan psikis. Pada wanita pubertas ditandai dengan terjadinya menstruasi atau menstruasi. Menstruasi yang dialami remaja dapat menimbulkan masalah salah satunya adalah dismenorea. Dismenorea adalah masalah ginekologi paling umum yang dialami wanita dan salah satu dari beberapa penyebab nyeri pelvis yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan pembatasan aktivitas. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meminimalisir tingkat intensitas dismenorea, mengurangi kecemasan remaja terhadap dismenorea dan meningkatkan self care remaja dengan melakukan telekonseling dengan subjek sasarannya adalah remaja putri yang mengalami dismenorea. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah konseling online melalui komunikasi interpersonal konseling (KIP/K), informasi dan edukasi remaja yang mengalami nyeri menstruasi (dismenorea) dengan langkah-langkah konseling berupa GATHER (great, ask, tell, help, explain dan return). Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa telekonseling dismenorea dapat mengurangi intensitas dismenorea, mengurangi kecemasan dan meningkatkan self care remaja dalam menghadapi dismenorea di setiap periode siklus menstruasi setiap bulannya sehingga telekonseling dapat menjadi alternatif komunikasi remaja putri yang dapat digunakan sebagai media komunikasi interpersonal konseling (KIP/K) remaja yang mengalami dismenorea untuk mengurngi intensitas dismenorea, mengurangi kecemasan dan meningkatkan self care.
E-Modul Sebagai Upaya Pemahaman Remaja Tentang Sehat Jiwa Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Surakarta Ardiani, Nurul Devi; Mardiyah, Siti; Norratri, Erika Dewi
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i1.15068

Abstract

Kesehatan jiwa harus diperhatikan sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Pemahaman sehat jiwa sangat diperlukan bagi siapapun, begitupun dengan remaja yang masih berada dalam kondisi labil. Remaja harus mendapatkan materi tentang sehat jiwa serta memahami dengan baik agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Pencegahan terjadinya masalah kesehatan jiwa pada remaja penting untuk dilakukan dengan baik sehingga terhindar dari gangguan jiwa atau masalah metal yang lebih lanjut. Edukasi tentang sehat jiwa pada remaja sangat diperlukan dan media yang digunakanpun harus sesui supaya informasi dapat ditangkap dengan cepat. E-modul merupakan media yang tepat dengan sasaran remaja karena memodifikasi modul konvensional dengan memadukan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga modul yang ada dapat lebih menarik dan interkatif. Hal ini dapat mennjadi sumber belajar yang menarik, interaktif. Modul digital (e-modul) yang dilengkapi dengan teknologi audio visual diharapkan mampu menarik minat peserta didik, sehingga kegiatan belajar mengajar akan tercipta secara kondusif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang sehat jiwa. Waktu pelaksanaan kegiatan akan dilakukan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 selama 50 jam dengan metode Edukasi kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta khususnya di wilayah Kadipiro. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan serta pemahaman tentang sehat jiwa pada remaja berdasarkan hasil evaluasi setelah selesai kegiatan. Pengetahuan remaja meeningkat dari 60 ke 80%.
Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat Melalui Skrining Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang Olina, Yanuan Ben; Ernawati, Ernawati; Aisah, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Setyawati, Dewi; Baidhowy, Arief Shofyan; Arifianto, Naufal
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i1.16404

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Deteksi dini dan pencegahan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi PTM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendeteksi faktor risiko PTM di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang melalui skrining kesehatan dan edukasi.Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan melibatkan 56 peserta yang dipilih secara purposive. Skrining mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu, indeks massa tubuh (IMT), serta pengumpulan data demografis. Setelah skrining, peserta mendapatkan edukasi tentang pola hidup sehat. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi prevalensi faktor risiko.Hasil menunjukkan bahwa 33,9% peserta memiliki tekanan darah tinggi, 26,8% memiliki kadar gula darah sewaktu tinggi, dan 55,3% mengalami kelebihan berat badan (kegemukan dan obesitas). Mayoritas peserta memiliki IMT normal (41,1%), tetapi prevalensi obesitas kelas 1 dan 2 mencapai 16%. Hasil ini menunjukkan bahwa gaya hidup kurang sehat menjadi faktor risiko utama. Edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan rutin.Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan pencegahan PTM. Skrining kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam mengidentifikasi faktor risiko PTM dan memberikan edukasi tentang pola hidup sehat. Program ini dapat menjadi model untuk upaya pencegahan PTM di komunitas lain, mendukung kebijakan kesehatan nasional untuk menurunkan prevalensi PTM di Indonesia.
Optimalisasi Kemandirian Dan Fungsi Kognitif Lansia Melalui Edukasi Perkembangan Psikososial Hidayati, Eni; Fitrikasar, Alifiati; Sakti, Hastaning; Dewi, Nur Setiawati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i1.16735

Abstract

Lansia merupakan tahapan terakhir dalam  proses  kehidupan  yang  seringkali  mengalami  perubahan  dalam  aspek  sosial  dan  emosional. Tujuan untuk mengkaji perkembangan psikososial lansia terhadap peningkatan sikap mandiri dan fungsi kognitif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab mengenai perkembangan psikososial lansia terhadap peningkatan sikap mandiri dan fungsi kognitif. Hasil kegiatan berlangsung dalam penyuluhan mendapatkan sambutan baik darilansia ditandai dengan antusias lansia dalam bertanya dan memberikan tanggapan. Kesehatan lansia perlu diperhatikan secara bio, psiko, sosio dan spiritual, dikarenakan lansia akan mengalami perubahan secara biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Lansia didefinisikan sebagai individu dengan usia lebih dari 65 tahun ataupun lebih. Bertambahnya usia maka, akan terjadi perubahan fungsi secara fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual. Kesehatan psikososial lansia tercermin dalam kemampuannya untuk beradaptasi terhadap  kehilangan  fisik,  sosial,  dan  emosional,  serta  mencapai  tingkat  kebahagiaan,  kedamaian,  dan kepuasan hidup yang optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5