cover
Contact Name
Isnani Agriandita
Contact Email
isnaniee@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
isnaniee@gmail.com
Editorial Address
Institut Teknologi Petroleum Balongan, Jl. Soekarno-Hatta, Indramayu
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian
ISSN : -     EISSN : 26156695     DOI : -
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan dan telah ber e-ISSN 2615-6695. Selain itu sesuai dengan SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset no. 225/E/KPT/2022 tanggal 7 Desember 2022, Jurnal Migasian terakreditasi SINTA 4. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik Perminyakan, Fire and Safety atau K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), serta disiplin ilmu keteknikan lainnya, dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember oleh LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan. Penulis yang artikelnya diterbitkan akan diberikan LOA, e-sertifikat, dan DOI.
Articles 104 Documents
Analisa Pengangkatan Cutting Pemboran dengan Perhitungan Lifting Capacity Isnani Agriandita
Jurnal Migasian Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i1.155

Abstract

Kemampuan lumpur pemboran dalam mengangkat cutting perlu diperhatikan, hal ini untuk meminimalisir terjadinya masalah pemboran yaitu terjepitnya rangkaian pemboran yang dikarenakan oleh adanya cutting yang menumpuk pada rangkaian alat pemboran. Salah satu parameter penting yang perlu diperhatikan pada lumpur pemboran dalam proses pengangkatan cutting adalah Lifting Capacity. Pada penelitian ini untuk mendapatkan Lifing Capacity dilakukan perhitungan kecepatan lumpur pemboran di Annulus dan kecepatan turun cutting pemboran. Dari hasil perhitungan kecepatan lumpur pemboran dan kecepatan turun cutting didapatkan bahwa kecepatan lumpur pemboran lebih besar dari kecepatan (slip) turun cutting, hal ini menunjukkan bahwa fluida lumpur pemboran berhasil mengangkat cutting pemboran. Keberhasilan proses pengangkatan cutting didukung dengan hasil yang didapat dari nilai Lifting Capacity dengan tingkat keberhasilan menunjukkan prosentase sebesar 91% sampai 92.346%. Hasil dari tingkat keberhasilan yang tinggi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, densitas dari fluida pemboran, viskositas fluida pemboran, tipe aliran fluida, ukuran lubang anulus, kecepatan pada lubang anulus, serta bentuk dan ukuran cutting.
MEMBANGUN USAHA KREATIF DAN INOVATIF DALAM BERWIRAUSAHA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA AKAMIGAS BALONGAN Pupung Syaeful Rohman; Dedy Kusnaendar
Jurnal Migasian Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan muda khususnya mahasiswa dikarenakan ingin mengubah mindset mereka agar bisa membuat ide atau inovasi baru dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah usaha selama pandemi Covid-19 terjadi. Adapun beberapa aspek yang diambil yaitu melihat dari segi pendapatan mahasiswa yang mengalami perubahan, sehingga membuat mahasiswa menjadi lebih produktif dengan memulai berwirausaha di masa pandemi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan sumber data primer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa di Akamigas Balongan mengalami penurunan pendapatan dan telah membuka usaha baru yang kreatif dan inovatif atau memulai berwirausaha dimasa pandemi Covid-19 ini. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Angkatan 17 Akamigas Balongan yang berjumlah 317 orang. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa responden mempunyai jiwa wirausaha yang cukup tinggi terlihat dari total responden 317 orang, yang memilih untuk berwirausaha yaitu 89 orang, jenis wirausaha yang dilakukan oleh responden, terdapat 49 orang memilih Online Shop, Programmer & Web Developer sebanyak 5 orang, Jual Jajanan ringan atau snack 8 orang, Jasa Fotografi dan Video 13 orang, Event Organizer 6 orang, Jasa Servis Laptop/Komputer 8 orang. Diharapkan mahasiswa mampu membangun jiwa kewirausahaan yang lebih lagi, sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya berkonsentrasi untuk mencari pekerjaan, namun juga menciptakan lapangan pekerjaan.
Kajian Kompetensi Ahli K3 Terhadap Kinerja SMK3 pada PLTGU POMU Priuk Refdi Madefri; Tatan Sukwika
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.160

Abstract

Hasil penilaian audit internal dan atau ekternal pada kinerja system manajemen K3 (SMK3) cenderung fluktuatif di perusahaan PLTGU POMU Priuk sepanjang tahun 2015-2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kompetensi ahli K3 terhadap kinerja SMK3. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 135 orang, data yang dikumpulkan berupa persepsi terhadap ahli K3 mengenai kompetensi (sikap, pengetahuan, kemampuan) dan kinerja SMK3. Metode analisis data digunakan uji asumsi klasik, regresi, determinasi dan hipotesis. Hasil penelitian diketahui bahwa secara simultan bahwa sikap, pengetahuan dan kemampuan terbukti mempengaruhi kinerja SMK3. Kesimpulannya yaitu sikap yang dijalankan oleh Ahli K3 tidak terbukti mampu mempengaruhi kinerja, sebaliknya, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki Ahli K3 terbukti mampu mempengaruhi kinerja. Implikasi manajerialnya perusahaan perlu berupaya meningkatkan kompetensi dengan melalui pendidikan dan pelatihan melalui pelatihan on job training atau praktek kerja lapangan.
Penentuan Injeksi Udara Optimum Dalam Operasi Aerated Drilling Pada Sumur Panas Bumi PT Air Drilling Associates Rial Dwi Martasari; Dany Wiratama; Dwi Arifiyanto
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.166

Abstract

Kesuksesan pengeboran adalah faktor penting dalam mengembangkan bidang panas bumi, pengeboran dilakukan setelah survei geologi, geofisika, hidrologi dan geokimia serta perencanaan sumur telah selesai. Dalam proyek pengeboran, sistem sirkulasi membutuhkan biaya yang cukup besar mengingat tantangan mengebor di panas bumi yang akan menghadapi temperature yang sangat tinggi dengan tekanan yang rendah karena terdapat banyak rekahan pada formasi batuan. Penting untuk memilih fluida pemboran yang akan memberikan pertimbangan terbaik dalam hal biaya, keselamatan, mencapai kedalaman yang diinginkan dan output dari sumur. Pengeboran dengan aerated fluid adalah teknik pengeboran balance mendekati underbalance dan aerated drilling telah terkenal baik dipakai untuk menembus zona potensi sumur panas bumi. Teknik pengeboran aerated dilakukan dengan menambahkan kompresi udara ke fluida pemboran (lumpur atau air). Fluida pemboran aerated memiliki densitas lebih rendah dari fluida pemboran konvensional, sehingga tekanan hidrostatik dalam sumur dapat lebih rendah daripada tekanan formasi. Fluida pemboran aerasi ini memiliki densitas efektif antara 5-7 ppg. Penentuan rentang volume injeksi udara ke dalam sirkulasi lumpur dibuat untuk mengetahui Equivalent Circulating Density yang efektif untuk operasi aerated drilling pada pemboran panas bumi. Pengujian dilakukan dalam simulasi pemboran aerasi pada sumur geothermal dengan trayek 12 “ di kedalaman 2000 meter, trayek 9 ” di kedalaman 2400 meter dan trayek 7 “ di kedalaman 3000 meter diprediksi terdapat zona rekahan pada setiap kedalaman tersebut.
Studi Pendahuluan Sintesis Metil Ester Sulfonat Dari Tanaman Jarak Pagar Menggunakan Katalis Hidrotalsit Nurmaya Arofah; Eka Larasanti
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.167

Abstract

Telah dilakukan penelitian studi pendahuluan sintesis surfaktan metil ester sulfonat (MES) dari metil ester (ME) minyak jarak pagar hasil transesterifikasi dengan katalis hidrotalsit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dari katalis hidrotalsit MgAl-CO3 yang digunakan dalam sintesis MES, mengidentifikasi gugus fungsi MES dengan spektrofotometri FTIR serta menentukan nilai HLB MES yang dihasilkan. Metode penelitian ini dengan cara reaksi transesterifikasi menggunakan katalis basa hidrotalsit MgAlCO3 dan sulfonasi menggunakan natrium bisulfit. Hasil identifikasi gugus fungsi pada MES dengan FT-IR dihasilkan adanya gugus sulfonat yang ditunjukkan dalam spektrum FTIR pada bilangan gelombang 1107,94 cm-1 dan nilai HLB MES sebesar -1,6343.
Efektivitas Penerapan Program K3LLP pada Kawasan Pengeboran Sumur Parang II Sepanjang Pandemik Covid-19 Tatan Sukwika; Fredy Riwayando
Jurnal Migasian Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v6i2.168

Abstract

During the Covid-19 pandemic, health, work safety, environmental protection and security (K3LLP) conditions in the Parang II well drilling area became a big problem. Business activities were limited, resulting in a decline in demand in the global oil market. This study aims to examine the effectiveness of K3LLP risk management in drilling the Parang II well during the covid 19 pandemic. The research method is a survey method using a questionnaire. A sample of 67 people includes permanent workers, contracts, and contractors involved in drilling projects, both at the supervisory level and field leaders. Data analysis used regression analysis. The results show that K3LLP risk management is effective with a significant contribution value. In conclusion, the implementation of K3LLP risk management is well and effectively. Therefore, the managerial implications need adjustments based on ISO standards such as ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001 and ISO 31000.
Evaluasi Penerapan Program “Peka Perisai” (Studi Kasus Bagian Pemboran Dan WOWS PT. Pertamina EP Asset V) Andri Tri Susanto; Maya Dewi Dyah Maharani; Tatan Sukwika
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.172

Abstract

Permasalahan di PEP Asset 5 berupa perilaku tidak aman seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan sehingga gagal mengingatkan, mengamankan, serta mengidentifikasi bahaya. PEKA PERISAI sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja resmi dilaksanakan tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan PEKA PERISAI, kendala-kendala dalam penerapannya, dan pengaruh PEKA PERISAI terhadap K3 di PEP Asset 5. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan ISM (Interpretative Structural Model) untuk mengevaluasi tujuan dan kendala dalam penerapan PEKA PERISAI, dan uji regresi linear untuk mengevaluasi pengaruh PEKA PERISAI terhadap K3 di PEP Asset 5. Hasil penelitian yaitu (1) Evaluasi tujuan berdasarkan ISM menunjukkan bahwa tujuan utama sebagai penggerak yaitu mendukung penerapan Pertamina HSE Golden Rules (Patuh, Intervensi, dan Peduli), dan didukung tujuan kedua berupa memberikan coaching dan consoling agar pekerjaan aman dilakukan sesuai prosedur. (2) Evaluasi kendala berdasarkan ISM menunjukkan bahwa semua kendala makro menjadi kendala besar terutama kurangnya pembinaan, bimbingan, dan pengawasan pengendalian bahaya. Tahun 2020 ditemukan 1.792 kasus tidak aman dengan 1.517 kasus (84,65 %) merupakan human error (3) Penerapan PEKA PERISAI berpengaruh positif dan signifikan terhadap K3 sebesar 16 %, artinya dengan peningkatkan PEKA PERISAI maka K3 di PEP Asset 5 pun dapat meningkat. Kata kunci: evaluasi, hsse, ism, peka perisai, pep.
Analisa Lifetime Katalis Pada Reaktor Fix Bed Di Catalytic Condensation Unit Light End Unit Yully Mulyani; Ivan Fadila
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.176

Abstract

Konfigurasi kilang difokuskan pada pengubahan kandungan residu yang dominan pada minyak mentah berat tersebut menjadi produk-produk yang lebih berharga. Light End Unit (LEU) merupakan secondary processing yang dibangun untuk mengolah top product dari main column pada unit Residue Catalytic Cracking (RCC). Dalam LEU terdapat 5 bagian unit salah satunya Unit 20 Catalytic Condensation Unit (CCU). Unit 20 ini mengolah Butane mix dari unit 19 Propylene Recovery Unit (PRU) dan dihasilkan produk utama polygasoline dengan angka oktan yang tinggi. Produk lainnya yang dihasilkan adalah butane untuk blending LPG. Dalam unit CCU terdapat 3 reaktor yang merupakan tempat terjadinya reaksi polymerisasi yang dibantu oleh katalis. Reaktor yang digunakan dalam unit ini bertipe Fix Bed Reactor yang berarti katalis tetap berada didalam reaktor. Sehingga sewaktu – waktu katalis dapat mengalami rusak/deaktivasi. hasil lifetime katalis berguna sebagai perkiraan waktu penggantian katalis. Berdasarkan hasil evaluasi lifetime katalis, diperoleh data terakhir lifetime sebesar 0,124 m3/kg dari lifetime design 0,75 m3/kg. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi katalis pada kurun waktu yang dievaluasi belum mengalami deaktivasi sehingga belum perlu dilakukan penggantian. Data yang diperoleh untuk rata-rata produksi polygasoline masih dibawah design dengan rata-rata nilai end point dari produk polygasoline sebesar 201⁰C dan syarat maksimal adalah 205⁰C. Rata-rata RON adalah >100 dengan syarat minimal 98. Sedangkan rata-rata RVP adalah 6,06 Psig untuk syarat RVP maksimal 6,5 Psig.
Identifikasi Hambatan Pada Penanganan Penanggulangan Kebakaran Di Wilayah Jakarta Timur menggunakan metode bowtie analysis dan A'WOT analysis Fajar Septian; Tatan Sukwika; Maya Dewi Dyah Maharani
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.180

Abstract

Abstract. Increased population density, community activities, lack of infrastructure and people unable to cope with fires are fire-prone areas. This study aims to identify barriers to fire prevention in the East Jakarta area so that fires can be prevented and dealt with properly. This study uses a qualitative descriptive analysis method with content analysis, bowtie analysis and A'WOT analysis. The results show that the response time of the officers according to the target time reached 98% and 2% did not, the most fire objects were residential buildings 28%, 81% extinguished by officers and 19% extinguished by the community, the area that covers a radius of 2km from the 160.59Km2 fire post service has not been reached 27 ,44Km2. Bowtie's analysis shows the hazard of fire, the top event is limited in fire management supervision, the threat response time is more than 15 minutes the barrier increases the preparedness and skills of officers, uses an effective, fast, and accurate fire report application, the threat of lack of coverage area of the barrier post increases the number of fire stations. fires, providing fire extinguishers and hydrants. The A'WOT analysis shows the quadrant IV integration strategy, conditions that grow and develop. It can be concluded that the lack of service coverage areas and fire facilities and infrastructure in the community can inhibit fire fighting. The managerial implication is expected to increase the number of posts to support the punctuality of the response time of officers, facilitate socialization, training, fire simulations on a regular basis and thoroughly to the public so that they are more concerned about the threat of fire hazards. Keywords: Officer response time, fire department service coverage area, fire prevention and control
Analisis Insiden Fatality Akibat Covid-19 Menggunakan Metode 5 Why, SCAT, BowTie, dan Interpretive Structural Model (ISM) Dewayani Nur Wijayanti; Tatan Sukwika; Soehatman Ramli
Jurnal Migasian Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i1.186

Abstract

Abstract. The research in general aims to analyze the fatality incident due to Covid-19 that occurred on March 28, 2021 using a combined method of 3 root cause methods, namely the SCAT, 5 Why, and Bow Tie methods, and ends by prioritizing improvements with the Interpretive Structural Model method ( ISM) And specifically the purpose of this research is to determine the root causes of the main causes using the 5 Why and SCAT methods, Determine the factors before and after the top event that contribute to the threat and consequences of the Covid-19 pandemic risk using the BowTie method, and determine the Barrier factors from BowTie Analysis which are critical factors that must be implemented. The results of the analysis using 5 Whys and PHE SCAT show that there are unsafe actions both from human factors and conditions that cause workers to be exposed to COVID-19 at work sites. To optimize the condition so that it doesn't happen again, a follow-up analysis using BowTie was carried out and the results of the research used ISM (Interpretive Structural Modeling) for critical Barriers for threats (treats) which prioritized to be implemented and monitored, namely A1 (on-site emergency planning). Critical factors Barriers to become (Consequences) that are key to implementation are the main sub-element B2

Page 7 of 11 | Total Record : 104