cover
Contact Name
Dady Sulaiman
Contact Email
dadysulaiman92@gmail.com
Phone
+6282251722114
Journal Mail Official
dady@fmipa.unikaltar.ac.id
Editorial Address
Jl. Sengkawit, Tanjung Selor, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara
Location
Kab. bulungan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Sains Benuanta
Published by Universitas Kaltara
ISSN : 29647169     EISSN : 28303423     DOI : https://doi.org/10.61323/jsb.v2i1.78
Elektronika dan Istrumentasi Material dan bahan Fisika Komputasi Matematika Teori dan Terapan Teknik Sipil dan Arsitek Teknologi Pertanian
Articles 27 Documents
Estimasi Kawasan Rawan Banjir Di Kabupaten Bulungan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Adymas Putro Utomo
Jurnal Sains Benuanta Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sains Benuanta Vol. 1 No. 2 Desember 2022
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v1i2.60

Abstract

Banjir merupakan suatu peristiwa bencana alam yang menyebabkan daerah dataran menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa dataran rendah hingga cekung serta penggunaan lahan yang berlebihan. Hampir setiap tahun tepatnya pada musim penghujan terjadi banjir di wilayah Kabupaten Bulungan. Banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan masalah drainase serta penumpukan sampah juga turut menyebabkan meluapnya air sehingga menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bulungan. Dalam tulisan ini banjir yang tersebar di Kabupaten Bulungan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode perhitungan skoring dan pembobotan. Selanjutnya dilaksanakan tahap analisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan hasilnya adalah sebaran tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan yang dibuat berdasarkan peta – peta faktor penentu banjir dan luas sebaran banjir dari lima kelas kerawanan banjir yaitu : kelas sangat aman, kelas aman, kelas sedang, kelas rawan, dan kelas sangat rawan.
Estimasi Tingkat Kekritisan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kecamatan Tanjung Selor) Adymas Putro Utomo
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i1.62

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kalimantan Utara tahun 2016 mencatat, luas lahan kritis di provinsi Kalimantan Utara mencapai 124.993,532 Hektar (Ha). Jumlah tersebut menyumbang sekitar 0,53 persen dari jumlah lahan kritis nasional yang mencapai 24 juta Ha. Luas lahan kritis di Kabupaten Bulungan seluas 7.398,22 Ha, dan memiliki lahan dengan status sangat kritis yakni seluas 232,68 Ha. Hal ini menunjukan bahwa lahan kritis telah terjadi hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sebaran luasan tingkat kekritisan lahan di daerah Kecamatan Tanjung Selor. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial atas berbagai parameter dengan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil pemetaan kelas kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor diperoleh bahwa Lahan Kritis 33,96 Ha (0.06%), Lahan Agak Kritis 4,747.49 Ha (8.87%), Lahan Potensial Kritis 39,860.11 Ha (74.45%) dan Lahan Tidak Kritis 8,898 Ha (16.62%).
Estimasi Sebaran Tingkat Kekritisan Lahan Di Kecamatan Tanjung Selor Menggunakan Lai (Leaf Area Index) Hasil Analisis Citra Satelit Landsat 8 Oli Tirs Adymas Putro Utomo
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i1.63

Abstract

Penyediaan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor sangat penting dalam rangka mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian. Metode yang digunakan adalah informasi Leaf Area Index (LAI). Tujuan Penelitian ini untuk perhitungan tingkat kekritisan lahan dari parameter vegetasi. Diperoleh bahwa sebaran luas kekritisan lahan yaitu pada kelas tidak kritis 8.185,35 ha (15,29%), potensial kritis 40.620,82 ha (75,87%), agak kritis 3.630,13 ha (6,78%), kritis 33,96 ha (0,06%) dan sangat kritis 72,83 ha (0,14%); sebaran luas kekritisan lahan pada desa dengan nilai tertinggi terdapat pada desa Tengkapak seluas 1.454,90 ha (24,25%), sedangkan kekritisan terendah terdapat pada desa Tanjung Selor Hilir seluas 1,82 ha (0,03%); dan sebaran luas kekritisan lahan pada penggunaan lahan yang memiliki nilai tertinggi dan terendah terdapat pada penggunaan lahan sebagai hutan, yaitu kelas potensial kritis seluas 8.741,36 ha (80,22%) dan kelas sangat kritis seluas 0,12 ha (0,00%).
Analisis Kestabilan Model Epidemik Seir Pada Penyebaran Penyakit Menggunakan Metode Runge Kutta Orde 4 Ratna Dwi Christyanti; Abdul Arif; Eka Wahyunita Sari Puluadji
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i1.64

Abstract

Salah satu contoh model matematika yang dapat digunakan pada penyebaran penyakit adalah model epidemik SEIR. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemodelan matematika pada model epidemik tipe SEIR, bentuk kesetimbangan dalam model epidemik tipe SEIR, dan analisis kestabilan model epidemik SEIR. Pada penelitian ini, akan dilakukan dengan menggunakan metode Runge Kutta orde 4 dan diselesaikan berbantu software Maple. Berdasarkan hasil penelitian, didapat model epidemik SEIR yaitu , , , . Titik kesetimbangan penyakit yaitu dan ( , , , ). Dan diperoleh analisis kestabilan titik kesetimbangan bebas penyakit yaitu , , , ) dan analisis kestabilan titik kesetimbangan epidemik .
Analisis Sifat Kelistrikan Pada Campuran Kulit Nanas Dan Kulit Singkong Sebagai Energi Terbarukan Silawati Alawiyah; Wibowo Romadhoni; Siti Maria Ulva; Dady Sulaiman
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i1.65

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana campuran kulit nanas dan kulit singkong dapat menjadi energi alternatif terbarukan dalam menyalakan LED 3,2 volt, mengetahui besar tegangan, arus, energi listrik dan pH yang dihasilkan dan mengetahui hubungan tegangan, arus, energi listrik dan pH pada campuran kulit nanas dan kulit singkong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Variasi lama waktu fermentasi yang dilakukan yaitu 48, 96, 144, 192 dan 240 jam dengan komposisi bahan 50% : 50%, 20% : 80% dan 80% : 20%. Berdasarkan hasil pengujian yang telah di lakukan, di dapatkan campuran bubur kulit nanas dan pasta kulit singkong dengan komposisi campuran terbaik 50% : 50% memiliki nilai tegangan listrik sebesar 3,78 Volt, arus listrik sebesar 3,58 ???? dengan waktu fermentasi 192 jam dan menghasil daya listrik sebesar 12,172 Watt yang mampu menghidupkan lampu LED 3,2 Volt dengan terang.
Analisis Tekanan Biogas Dari Kotoran Sapi Pada Miniatur Reaktor Biogas Dari Galon Bekas Ayu Lingga Ratna Sari; Siti Maria Ulva; Melisa
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i1.66

Abstract

Energi terbarukan diperlukan untuk mengatasi peningkatan permintaan energi. Teknologi biogas memungkinkan diversifikasi sumber energi, dapat membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan mengurangi dampak fluktuasi harga minyak di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif reaktor biogas untuk menghasilkan biogas dari kotoran sapi pada skala kecil dengan menggunakan bahan bekas dan mudah didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan miniatur reaktor biogas dari bahan bekas dapat menghasilkan biogas ditunjukkan dengan adanya peningkatan tekanan. Untuk tekanan biogas yang dihasilkan mengalami peningkatan dari hari ke-1 hingga hari ke-12, pada hari ke-1 menghasilkan tekanan biogas 101.461,93 N/m2 dan pada hari ke-13 tekanan gas tidak mengalami perubahan pada nilai 103.300,64 N/m2. Hal ini menunjukan bahwa tekanan biogas yang dihasilkakan oleh miniatur reaktor biogas dari bahan bekas ini dapat menghasilkan tekanan biogas tertinggi pada hari ke-13 sebesar 103.300,64 N/m2.
Penerapan Single Exponential Smoothing dalam Peramalan Produksi Koran Kaltara Arik Agustian Priautama; St Syahdan
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i1.78

Abstract

Single Exponential Smoothing merupakan metode peramalan rata-rata bergerak dengan pembobotan canggih, namun masih mudah digunakan dimana dalam mtode ini sangat sedikit pencatatan data masa lalu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode Single Exponential Smoothing dalam meramalkan produksi koran kaltara. Adapun tujuan yang di harapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode Single Exponential Smoothing dalam meramalkan produksi koran kaltara. Perhitungan metode Single Eksponential Smoothing dilakukan dengan memilih parameter terbaik terlebih dahulu. Nilai terbaik yang terpilih adalah 0,9 untuk selanjutnya digunakan dalam menghitung peramalan. Berdasarkan parameter tersebut diperoleh hasil peramalan pada periode selanjutnya sebesar . Nilai MAPE yang diperoleh dari peramalan dengan menggunakan Single Eksponential Smoothing adalah sebesar Hal ini menunjukkan bahwa nilai MAPE berada pada kriteria yang berararti nilai MAPE berada pada kriteria sangat baik sehingga dapat dikatakan bahwa metode Single Eksponential Smoothing memiliki tingkat akurasi yang sangat baik dalam mendapatkan nilai taksiran
Penerapan Metode TOPSIS dalam Penentuan Penerimaan Bantuan RASKIN Berbantu GUI MATLAB (STUDI: DESA LONG SAM) Aisyah, Siti; Vensensius; Christyanti, Ratna Dwi
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 2 Desember 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i2.79

Abstract

Upaya penanggulangan kemiskinan melalui pembagian Raskin dicantumkan dalam rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2009 pada prioritas I yaitu peningkatan pelayanan dasar dan kriteria penerima manfaat tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh ketentuan yang berlaku, Penentuan kriteria penerima manfaat Raskin seringkali menjadi persoalan yang rumit. Oleh sebab itu diperlukan metode yang tepat untuk memberikan keadilan bagi sesama rumah tangga miskin. Metode yang digunakan untuk memilih berhak menerima beras miskin Raskin adalah metode Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Dari hasil perhitungan menggunakan metode TOPSIS, diperoleh urutan peringkat yang berhak menerima Raskin, yaitu memperoleh nilai tertinggi dengan nilai 0.752 dan berhak menerima bantuan Raskin dilingkungan Desa Long-Sam Kecamatan Tanjung Palas Barat
Pemanfaatan Limbah Potongan Kayu Ulin Menjadi Cuka Kayu Melalui Proses Kondensasi Menggunakan Reaktor Drum Bekas Sari, Ayu Lingga Ratna; Winarti; Ulva , Siti Maria; Sulaiman, Dady
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 2 Desember 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i2.80

Abstract

Kayu ulin merupakan salah satu kayu yang paling banyak berada di habitat hutan Kalimantan. Kayu ulin biasanya digunakan sebagai bahan bangunan dan furniture, sementara limbahnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga dalam penelitian ini limbah sisa potongan kayu ulin akan dimanfaatkan sebagai bahan cuka kayu melalui proses kondensasi dengan menggunakan reaktor drum bekas. Cuka kayu dapat dimanfaatkan sebagai pengawet makanan, pembasmi hama dan penyakit tanaman, pupuk cair organik, penyubur tanaman dan desinfektan. Cuka kayu dibuat melalui proses kondensasi menggunakan reaktor drum bekas. setelah itu, dilakukan pengujian menggunakan data nilai kalor, Densitas dan pH cuka kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pembakaran 60 kg limbah potongan kayu ulin dengan proses kondensasi menghasilkan cuka kayu rata-rata 500 ml dengan jumlah kalor yang dibutuhkan dalam proses pembuatan sebesar 76,257 Joule. Pada pengujian densitas didapatkan hasil bahwa nilai densitas cuka kayu yang dihasilkan dari proses pembakaran dan kondensasi limbah potongan kayu ulin rata-rata sebesar 1,020 kg/ml, dimana nilai tersebut lebih besar dari standar yang ditetapkan yaitu <1,005 kg/ml yang menandakan masih banyak terdapat kandungan tar pada cuka kayu. Sedangkan hasil pengukuran pH menunjukkan cuka kayu memiliki pH sebesar 4 yang menandakan cuka kayu bersifat asam dan masuk dalam golongan grade 3 yaitu cuka kayu dengan kualitas rendah.
Perbandingan Metode Least Cost dan Vogel’s Approximation (VAM) dalam Optimasi Masalah Transportasi UD. Sari Bumi Raya Syahdan, St; Arianti, Suci
Jurnal Sains Benuanta Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Sains Benuanta Vol. 2 No. 2 Desember 2023
Publisher : FMIPA-Unikaltar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61323/jsb.v2i2.81

Abstract

Pendistribusian barang atau jasa merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan sebuah instansi pemerintahan ataupun perusahaan tertentu. UD. Sari Bumi Raya merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang pendistribusian gula merah. Untuk meminimumkan biaya transportasi dalam pendistribusian produk dapat diselesaikan dengan metode transportasi dalam program linier. Tujuan penelitian ini untuk meminimumkan biaya transportasi dengan membanding metode Least Cost dengan Vogel’s Approximation Method (VAM) dan mengetahui metode mana yang paling minimum dalam penyelesaian awal. Penelitian ini menggunakan metode Least Cost dan VAM dari kedua metode ini akan membantu menyelesaikan masalah biaya transportasi. Setelah kedua metode ini dikerjakan secara manual maka akan dilihat metode manakah yang dapat menekan biaya distribusi yang optimal. Berdasarkan dari hasil perhitungan dengan metode Least Cost dan VAM diperoleh perhitungan metode Least Cost sebesar Rp 665.820.000 dan VAM sebesar Rp. 576.680.000. Dari kedua perhitungan tersebut maka metode VAM yang lebih optimal dan memiliki selisih Rp. 89.140.000 dari perhitungan kedua metode awal.

Page 2 of 3 | Total Record : 27