cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
aquaticmspulm@gmail.com
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
aquaticmspulm@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Gedung 1, Lantai 2 Jl. Jenderal A. Yani, Km.36,6, Simpang Empat Banjarbaru Postal Code: 70714 Tel/Fax. (0511) 4772124 Journal Website: aquaticmspulm@gmail.com Email: aquaticmspulm@gmail.com
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
ISSN : -     EISSN : 30250218     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
AQUATIC adalah Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan yang memuat artikel-artikel Tugas Akhir Mahasiswa dengan ruang lingkup; Hewan air (baik vertebrata atau invertebrata yang hidup di air untuk sebagian atau seluruh hidupnya), Ekosistem Perairan (sistem lingkungan yang terletak di badan air), Tumbuhan Air (tanaman hydrophytic atau hydrophytes, yang telah beradaptasi dengan kehidupan di atau di lingkungan akuatik) dan Pemanfaatan Teknologi yang berhubungan dengan Manajemen Sumberdaya Perairan
Articles 100 Documents
KELIMPAHAN DAN KERAGAMAN PLANKTON DI SUB DAS RIAM KANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Surya Saputra; Suhaili Asmawi; Rizmi Yunita
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS Riam Kanan merupakan aliran air dari hulu waduk Riam Kanan hinnga bagian hilir waduk Riam Kanan yang terletak di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sub DAS Riam Kanan banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan manusia yang tentunya dapat menyebabkan perubahan faktor fisika, kimia, dan biologi. Tujuan dari penelitian mengetahui status trofik perairan, kualitas air, dan plankton berdasarkan kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominasi di Sub DAS Riam Kanan. Metode yang digunakan yaitu metode deskripsi dan metode purposive sampling. Pengambilan data bulan Agustus-September 2022. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton berada dalam kategori sedang dan kelimpahan zooplankton dalam kategori kurang subur. Keanekaragaman fitoplankton berada dalam kategori sedang, keanekaragaman zooplankton berada dalam kategori rendah. Keseragaman fitoplantkon berada dalam kategori merata dan zooplankton dalam kategori cukup merata. Dominasi pada fitoplankton berada dalam kategori rendah sedangkan pada zooplankton dominasi dalam kategori rendah hingga tinggi. Kualitas air Sub DAS Riam Kanan dalam kategori baik. Status trofik perairan berdasarkan kecerahan, nitrat, fosfat, dan kelimpahan plankton Sub DAS Riam Kanan dalam kategori eutrofik. The Riam Kanan sub-watershed is a stream of water from the upper reaches of the Riam Kanan reservoir and the downstream of the Riam Kanan reservoir located in Aranio Village, Banjar Regency, South Borneo. The Riam Kanan Sub-Watershed is widely used for various human activities which can certainly cause changes in physical, chemical, and biological factors. The purpose of the study was to determine the trophic status of waters, water quality, and plankton based on abundance, diversity index, uniformity index, and dominance index in the Riam Kanan Sub-Watershed. The methods used are the description method and the purposive sampling method. Data collection for August-September 2022. The results showed that phytoplankton abundance was in the moderate category and zooplankton abundance was in the less fertile category. Phytoplankton diversity is in the moderate category, zooplankton diversity is in the low category. The uniformity of phytoplantkons is in the category of evenly distributed and zooplankton in the category is quite even. The dominance in phytoplankton is in the low category while in zooplankton the dominance is in the low to high category. The water quality of the Riam Kanan Sub-Watershed is in the good category. Trophic status of waters based on brightness, nitrate, phospate, and abundance of plankton Riam Kanan Sub-watershed is in the rutrophic category.
STATUS MUTU DAN KELAYAKAN PERAIRAN DI AREA KARAMBA JARING APUNG KAWASAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARTAPURA DESA BATU KAMBING KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Andre Hidayat; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS martapura adalah anak sungai dari Sungai Barito, yang muara sungainya terletak di Kota Banjarmasin dan hulunya terletak di Kabupaten Banjar, dan memiliki panjang kurang lebih mencapi 80 KM. Sub DAS Martapura adalah jenis Sub DAS yang berbentuk paralel yang tersusundari percabangan dua Sub Das maupun sungai yang cukup besar di bagian hulu, tetapi menyatu di bagian hilir. Daerah hulu adalah daerah yang memiliki potensial budidaya perikanan dengan media keramba jaring apung (KJA). Menjaga kualitas air khususnya di area keramba jaring apung (KJA) untuk mencapai kualitas air (pH, Suhu, DO dan Kecerahan) yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang diinginkan, perlu adanya upaya pelestarian dan pengendalian. Pelestarian kualitas air diperlukan upaya untuk memelihara fungsi air agar kualitas perairan tetap pada kondisi alamiah. The Martapura sub-watershed is a tributary of the Barito River, whose mouth is located in Banjarmasin City, and its upstream is located in Banjar Regency and has a length of approximately 80 KM. The Martapura sub-watershed is a type of sub-watershed in a parallel form composed of the branches of two sub-watersheds as well as rivers that are quite large upstream but merge downstream. Upstream areas are areas that have aquaculture using floating net cages (KJA). Maintaining water quality, especially in floating net cages (KJA) areas to achieve water quality (pH, temperature, DO, and brightness) that can be used sustainably according to the desired water quality level, conservation and control efforts are needed. Preservation of water quality requires efforts to maintain the function of water so that water quality remains in natural conditions.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI BEBERAPA KAWASAN YANG BERBEDA DI KELURAHAN SUNGAI PARING KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Annisa Della Shafira; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem air tawar memiliki kepentingan yang sangat penting karena memiliki sumber yang paling dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia salah satunya perairan sungai. Perairan Sungai Paring yang terletak di kecamatan Martapura kabupaten banjar digunakan sebagai pemasok air oleh masyarakat yang bermukim disekitaran aliran air. Adanya aktivitas masyarakat disekitar perairan sehingga dapat menimbulkan permasalah-permasalahan yang mengganggu keseimbangan perairan terutama organisme Makrozoobenthos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos & pengaruh parameter pendukung kualitas air terhadap makrozoobenthos. Berdasarkan perhitungan makrozoobenthos struktur komunitas Indeks keanekaragaman (H’) pada Stasiun I dengan kategori rendah, Stasiun II & III kategori sedang. Indeks Keseragaman (E) pada stasiun I rendah sampai dengan sedang, pada Stasiun II & III kategori tinggi dan Indeks Dominasi (C) pada Stasiun I menunjukkan ada yang mendominasi yaitu Tubifex sp, sedangkan Stasiun II & III tidak ada yang mendominasi. Berdasarkan Analisis Regresi Linier Sederhana menunjukkan adanya hubungan antara keanekaragaman makrozoobenthos dengan kualitas air ketiga Stasiun pada variabel BOD menunjukkan hubungan yang sangat kuat sedangkan variabel DO menunjukkan hubungan yang sangat rendah. Freshwater ecosystems have very important interests because they have the most needed sources to meet human needs, one of which is river waters. The waters of the Paring River, which is located in the Martapura sub-district, Banjar Regency, are used as a water supplier by the people who live around the water flow. There are community activities around the waters that can cause problems that disturb the balance of waters, especially macrozoobenthos organisms. This study aims to determine the community structure of macrozoobenthos and the effect of parameters supporting water quality on macrozoobenthos. Based on the calculation of macrozoobenthos community structure diversity index (H') at Station I with low category, Stations II & III medium category. The Uniformity Index (E) at Station I was low to moderate, at Stations II & III the high category and the Dominance Index (C) at Station I showed that one dominated, namely Tubifex sp, while Stations II & III did not dominate. Based on the Simple Linear Regression Analysis, it shows that there is a relationship between macrozoobenthos diversity and water quality for the three stations, the BOD variable shows a very strong relationship, while the DO variable shows a very low relationship.
INVENTARISASI DATA EKOLOGIS BERDASARKAN FAKTOR STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON, STATUS MUTU AIR DAN DEBIT ALIRAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI RANCAH, SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI TIUNG, DAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI SURIAN BESAR Evadiana Silalahi; Dini Sofarini; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Rancah, sub DAS Tiung, dan sub DAS Surian Besar adalah sub DAS - sub DAS yang memiliki sumbangsih terhadap kejadian banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bencana banjir dapat mengakibatkan kenaikan kecepatan arus sungai serta naiknya partikel yang ada di dasar perairan ke permukaan sehingga mempengaruhi aspek ekologis sungai yakni debit air, status mutu air, serta plankton. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan data ekologis sungai berdasarkan aspek debit velocity, status mutu air dengan metode STORET, struktur komunitas plankton di sub DAS Rancah, sub DAS Tiung dan sub DAS Surian Besar serta mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara debit velocity dengan debit rasional dan debit metode hidrograf satuan sintetik nakayasu. Berdasarkan hasil perhitungan plankton, rata-rata sub DAS – sub DAS yang diteliti memiliki kelimpahan yang tergolong rendah dengan keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi dan tidak ada dominansi. Status mutu air yang paling bagus terdapat di sub DAS Rancah dengan kriteria baik sekali, memenuhi baku mutu. Adapun hasil perhitungan debit velocity tertinggi terdapat pada sub DAS Surian Besar yakni 105,28 m3/s. The Rancah Watershed (DAS), Tiung sub-watershed, and Surian Besar sub-watershed are sub-watersheds that have contributed to flood events in Banjar Regency, South Kalimantan. Flood disasters can cause an increase in the speed of river currents and the rise of particles on the bottom of the water to the surface so that it affects the ecological aspects of the river, namely water discharge, water quality status, and plankton. The purpose of this study is to obtain river ecological data based on aspects of velocity discharge, water quality status with the STORET method, plankton community structure in the Rancah sub-watershed, Tiung sub-watershed and Surian Besar sub-watershed and find out whether there is a significant difference between velocity discharge and rational discharge and hydrograph method discharge of nakayasu synthetic units. Based on the results of plankton calculations, the average sub-watershed studied has a relatively low abundance with moderate diversity, high uniformity and no dominance. The best water quality status is found in the Rancah sub-watershed with very good criteria, meeting quality standards. The highest velocity discharge calculation results are found in the Surian Besar sub-watershed, which is 105.28 m3/s.
STATUS MUTU VOID TAMBANG BATUBARA BERDASARKAN ORGANISME PLANKTON (STUDI KASUS) DI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Haisyam Haisyam; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara dilaksanakan dengan sistem open pit diakhir kegiatannya akan meninggalkan sisa lubang bekas tambang dikenal dengan istilah void yang dapat menimbulkan air asam tambang. Salah satu komponen biotik yang penentu kehidupan di perairan adalah plankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman plankton yang terdapat di kolam bekas pertambangan batubara Kabupaten Tapin. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan metode sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesuburan perairan di void tambang berdasarkan pehitungan kelimpahan plankton berada dalam kategori kurang subur hingga kesuburan sedang, indeks keseragaman berada dalam kategori tinggi hingga sedang dan tidak ada jenis plankton yang mendominasi. Tingkat penceraman void tambang batubara berdasarkan indeks keanekaragaman berada pada kategori tercemar berat hingga tercemar ringan dan indeks saprobitas berada pada kategori tercemar sedang hingga tidak tercemar. Coal mining activities are carried out with an open pit system, at the end of the activity leaving the rest of the former mining pit or known as void. The negative impact of the mining process is the onset of acid mine water. One of the biotic components that can be used as a reference in determining life in waters is plankton. This research aims to determine the diversity of plankton found in the former coal mining pond of Tapin Regency. The method used are the observation methods and sampling methods. The results showed that the fertility rate of the waters in the mine void based on the calculation of plankton abundance was in the category of less fertile to moderate fertility, the uniformity index was in the high to medium category and no type of plankton dominated. The void rating level of coal mines based on the diversity index is in the category of heavily polluted to lightly polluted and the saprobity index is in the category of moderately polluted to unpolluted.
PENGARUH LIMBAH CAIR SASIRANGAN TERHADAP MORTALITAS IKAN PAPUYU (Anabas testudineus) Ilin Maulina; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain sasirangan merupakan kain khas Banjar yang dalam proses pewarnaannya menggunakan bahan pewarna sintetik yang mengandung bahan kimia, sehingga limbah yang dihasilkan mengandung berbagai bahan pencemar yang berdampak ke lingkungan perairan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak limbah cair sasirangan terhadap mortalitas Ikan Papuyu (Anabas testudineus) dan menghitung nilai LC50 96 jam. Adapun tahapan dari penelitian ini ada 2, yaitu uji pendahuluan dan uji utama. Data dari uji utama akan dianalisis menggunakan analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50 96 jam. Hasil perhitungan nilai LC50 96 jam yang didapat adalah pada konsentrasi limbah 5,84%, dengan beberapa variabel kualitas air yang digunakan sebagai parameter pendukung yaitu pH, DO, suhu dan amonia (NH3). Sasirangan cloth is a typical Banjar fabric which in the dyeing process uses synthetic dyes that contain chemicals, so that the waste produced contains various pollutants that have an impact on the aquatic environment. The purpose of this study was to determine the impact of sasirangan liquid waste on the mortality of Papuyu Fish (Anabas testudineus) and calculate the value of LC50 96 hours. There are 2 stages of this study, namely the preliminary test and the main test. Data from the main test will be analyzed using probit analysis to obtain a 96-hour LC50 value. The result of the calculation of the 96-hour LC50 value obtained was at a waste concentration of 5.84%, with several water quality variables used as supporting parameters, namely pH, DO, temperature and ammonia (NH3).
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DAN LAJU PERTUMBUHAN RELATIF TUMBUHAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica (forsk ) PADA LIMBAH SASIRANGAN Indriyanti Nainggolan; Zairina Yasmi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pemanfaatan dan laju pertumbuhan relatif tumbuhan kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) sebagai tumbuhan fitoremediasi pada air limbah sasirangan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, analisis sampel dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan baskom dengan variasi biomassa tumbuhan pada tiap perlakuan . Penelitian ini menggunakan Uji deskriptif dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu dengan perlakuan (A1) dengan biomassa kangkung air 100 gram, perlakuan (B1) dengan biomassa kangkung air 200 gram, dan perlakuan (C1) dengan biomassa kangkung air 300 gram, dengan parameter kromium (Cr), kadmium (Cd), dan timbal (Pb) . Data hasil dari penelitian ini dianalisa dengan Uji – T menunjukkan bahwa efektivitas tumbuhan kangkung air berbeda nyata terhadap penyerapan kadar logam berat kromium (Cr) , Penyerapan kromium (Cr) tertinggi terjadi pada perlakuan A1 dengan biomassa kangkung air (Ipomoea aquatica (forsk) sebesar 100 gram, efektivitas tumbuhan kangkung air tidak berbeda nyata terhadap penyerapan kadar logam berat kadmium (Cd) serta timbal (Pb) . Laju pertumbuhan Kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) tertinggi terdapat pada perlakuan A1 dengan biomassa100 gram The purpose of this study was to determine the effectiveness of the utilization and relative growth rate of water kale plants (Ipomoea aquatica forsk) as phytoremediation plants in sasirangan wastewater. This research was conducted by experimental sample analysis at the Center for Environmental Health Engineering and Disease Control (CEHEDC) Banjarbaru. This study was carried out for 28 days using a basin with variations in plant biomass in each treatment. This study used a descriptive test with 3 treatments and 3 tests, namely by treatment (A1) with 100 grams of water kale biomass, treatment (B1) with 200 grams of water kale biomass, and treatment (C1) with 300 grams of water kale biomass, with parameters chromium (Cr), cadmium (Cd), and lead (Pb). The data from this study analyzed with Test-T showed that the effectiveness of water kale plants differed markedly from the absorption of heavy metal levels of chromium (Cr), the highest absorption of chromium (Cr) occurred in the A1 treatment with water kale biomass (Ipomoea aquatica (forsk) of 100 grams, the effectiveness of water kale plants there is no marked difference to the absorption of heavy metal levels kadmium (Cd) and lead (Pb) . The highest growth rate of water kale (Ipomoea aquatica forsk) was found in the A1 treatment with biomass of 100 grams.
KESUBURAN PERAIRAN KOLAM BENIH DAN INDUK KOLAM IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) BERDASARKAN KANDUNGAN NITRAT, FOSFAT, SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA UPTD-PBAL KARANG INTAN, DESA JINGAH HABANG, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN S Krisna Wahyu Anjani; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit pelaksanaan teknis daerah perikanan budidaya air payau dan laut karang intan adalah salah satu instansi yang berkegiatan pada ranah budidaya perikanan, mulai dari pemijahan hingga pembesaran. Kegiatan budidaya tak lepas kaitannya dengan kesuburan perairan serta pakan alami yang terkandung didalamnya. Fitoplankton sebagai organisme autotrof yang dapat memproduksi makanan melalui proses fotosintesis, sehingga menjadikannya sebagai produsen perairan atau pakan alami bagi organisme air lainnya. Fitoplankton dapat ditumbuhkan melalaui proses pemupukan pada kolam budidaya. Pupuk mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang dibutuhkan oleh fitoplankton. Perairan dapat dikatakan subur apabila dapat memproduktivitas pakan alami serta terdapat kandungan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Kandungan kadar nitrat fosfat serta kelimpahan pakan alami yaitu fitoplankton dapat menjadi indikator kesuburan pada perairan. The technical implementation unit for brackish water and coral diamond marine aquaculture is one of the agencies that engages in aquaculture activities, from spawning to rearing. Cultivation activities cannot be separated from the fertility of the waters and the natural food contained therein. Phytoplankton as autotrophic organisms that can produce food through the process of photosynthesis, thus making it a producer of waters or natural food for other aquatic organisms. Phytoplankton can be grown through the fertilization process in aquaculture ponds. Fertilizer contains nitrogen and phosphorus elements needed by phytoplankton. Waters can be said to be fertile if they can produce natural feed and contain nutrients in the form of nitrates and phosphates. The content of nitrate phosphate levels and the abundance of natural feed, namely phytoplankton, can be an indicator of fertility in the waters.
FLUKTUASI SUHU DAN DERAJAT KEASAMAN PADA BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN DIDESA BANYU IRANG KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Purwanto Purwanto; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi suhu dan derajat keasaman (pH) perairan bekas galian tambang intan di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya perairan, data yang diperoleh dari hasil pengukuran selama pengamatan diolah dengan menggunakan metode tabel dan grafik, sedangkan analisa deskriptif dilakukan terhadap tabel dan grafik untuk melihat perubahan selama pengamatan dari parameter-parameter tersebut sehingga terlihat jelas adanya perubahan pada setiap pengukuran, adapun hasil pengamatan pada bekas galian tambang intan tersebut selama 72 jam dengan waktu interval satu jam berdasarkan parameter yang diamati dengan nilai rerata suhu selama satu hari yaitu 28.8 °C dan dihari kedua dengan nilai rerata 29.1 °C dan dihari ketiga dengan nilai rerata 28.8°C, sedangkan untuk nilai dari derajat keasaman dengan pengukuran selama 72 jam dengan waktu interval satu jam pada hari pertam mendapatkan nilai rerata 5.6 pada hari kedua didapatkan nilai rerata 5.5 dan pada hari ketiga didapatkan nilai rerata 5.2 jadi kesimpulan untuk fluktuasi nilai rerata suhu dan derajat keasaman (pH) perhari mengalami perubahan namun tidak terlalu signifikan. This study aims to determine the conditions of temperature and acidity (pH) of ex-diamond mine excavated waters in Banyu Irang Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, The results of this study are expected to be used as information material in the planning and management of aquatic resources, the data obtained from the measurement results during the observations were processed using the table and graph method, while descriptive analysis is carried out on tables and graphs to see changes during the observation of these parameters so that it is clear that there are changes in each measurement, As for the results of the observations on the former diamond mine excavation for 72 hours with an interval of one hour based on the parameters observed, the average temperature value for one day is 28.8 °C and on the second day with an average value of 29.1 °C and on the third day with an average value of 28.8°C , while for the value of the degree of acidity with measurements for 72 hours with an interval of one hour on the first day getting an average value of 5.6 on the second day the average value is 5.5 and on the third day an average value of 5.2 is obtained, so the conclusion for fluctuations in the average value of temperature and degree of acidity ( pH) per day changes but not to significant.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) DALAM PERBAIKAN KUALITAS PERAIRAN LIMBAH TAMBANG BATU BARA M. Rafiiansyah Nafis; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada void di PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap Provinsi Kalsel yang berdampak pada parameter endapan suspensi dan pH Perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok bepengaruh terhadap penurunan kadar TSS untuk perbaikan kualitas limbah tambang batu bara dengan nilai TSS berkisar antara 6.9 mg/l -122 mg/l pada pengamatan hari ke 2 perlakuan A3 (150 gr) merupakan penurunan kadar TSS paling rendah. Hasil pengujian Analisis Varian menunjukkan bahwa perlakuan A1 (50 gr). Rata- rata penurunan kandungan pH hari ke 1 sebesar (0.55mg/l), hari ke 2 sebesar (0.61mg/l), hari ke 3 sebesar (0.64mg/l), hari ke 4 sebesar (0.92mg/l), hari ke 5 sebesar (0.99 mg/l). Memiliki tingkat penurunan presentase hari ke 1 (33.46 %) hari ke 2 (17.21%) hari ke 3 (0.96%) hari ke 4 (0.95%) hari ke 5 (0.95%). Nilai rata-rata pengamatan masih dibawah baku mutu. Perlakuan A2 (100gr) berpengaruh terhadap efektivitas pemanfaatan eceng gondok (eichhornia crassipes (mart.) solms). The research was conducted on voids at PT. Anugerah Lumbung Energi Kintap Site, South Kalimantan Province which has an impact on the parameters of suspension deposits and pH of the waters. The results showed that water hyacinth had an effect on reducing TSS levels for improving the quality of coal mine waste with TSS values ​​ranging from 6.9 mg/l -122 mg/l on the second day of observation, treatment A3 (150 g) was the lowest decrease in TSS levels. The results of the Analysis of Variance test showed that the treatment was A1 (50 gr). The average decrease in pH content on day 1 was (0.55mg/l), day 2 was (0.61mg/l), day 3 was (0.64mg/l), day 4 was (0.92mg/l), day 5 of (0.99 mg/l). Has a decreasing rate of percentage on day 1 (33.46%) day 2 (17.21%) day 3 (0.96%) day 4 (0.95%) day 5 (0.95%). The average value of observations is still below the quality standard. Treatment A2 (100gr) affected the effectiveness of the use of water hyacinth (Eichhornia crassipes (mart.) solms).

Page 8 of 10 | Total Record : 100