cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
aquaticmspulm@gmail.com
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
aquaticmspulm@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Gedung 1, Lantai 2 Jl. Jenderal A. Yani, Km.36,6, Simpang Empat Banjarbaru Postal Code: 70714 Tel/Fax. (0511) 4772124 Journal Website: aquaticmspulm@gmail.com Email: aquaticmspulm@gmail.com
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
ISSN : -     EISSN : 30250218     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
AQUATIC adalah Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan yang memuat artikel-artikel Tugas Akhir Mahasiswa dengan ruang lingkup; Hewan air (baik vertebrata atau invertebrata yang hidup di air untuk sebagian atau seluruh hidupnya), Ekosistem Perairan (sistem lingkungan yang terletak di badan air), Tumbuhan Air (tanaman hydrophytic atau hydrophytes, yang telah beradaptasi dengan kehidupan di atau di lingkungan akuatik) dan Pemanfaatan Teknologi yang berhubungan dengan Manajemen Sumberdaya Perairan
Articles 100 Documents
KOMPOSISI JENIS IKAN YANG ADA DI PASAR PATANAK KECAMATAN KAHAYAN HILIR, KABUPATEN PULANG PISAU, KALIMANTAN TENGAH Riska Septia Riestari; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang kaya dan potensial, baik dari perikanan laut, perairan umum dan perikanan budidaya. Melihat ikan sangat penting untuk kebutuhan manusia maka pengusahaannya pun semakin maksimal pula, guna memenuhi permintaan konsumen. Permintaan ikan di Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini juga semakin meningkat sehingga membuat pedagang ikan semakin meningkat pula dalam penyediaannya. Komposisi merupakan suatu variasi yang terdapat didalamnya berbagai macam komponen yang salah satunya termasuk dalam faktor alami dan biologis. Dalam penelitian ini ada empat karakteristik yang diteliti yaitu: Asal ikan, Asal perairan, Jenis ikan, dan Berat total ikan. Pasar yaitu tempat untuk jual-beli sehingga banyak hal yang dapat ditemui dan juga dipelajari disana hingga kita juga dapat mengetahui informasi tentang asal ikan dan juga mengetahui secara spesifik jenis stok ikan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau. Indonesia has rich and potential fishery resources, both from marine fisheries, public waters and aquaculture. Seeing that fish is very important for human needs, it will be even more optimal in its exploitation, in order to meet consumer demand. Until now, the demand for fish in Pulang Pisau Regency has also increased, which has made fish traders increase their supply. Composition is a variation that contains various kinds of components, one of which includes natural and biological factors. In this study, four characteristics were examined, namely: fish origin, water origin, fish species, and fish total weight. The market is a place for buying and selling so that there are many things that can be found and studied there so that we can also find out information about the origin of fish and also know specifically the types of fish stocks in Pulang Pisau Regency.
ANALISIS PERIFITON PADA TUMBUHAN AIR RAWA “DANAU BANGKAU” KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN Rio Rizky Kurniawan; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa “Danau Bangkau” merupakan salah satu ekosistem rawa gambut yang besar dan mengandung berbagai macam potensi sumberdaya, seperti flora, fauna, organisme akuatik dan mikroorganisme seperti plankton, algae dan perifiton. Perifiton merupakan kumpulan mikroorganisme atau jasad renik berupa hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang hidup menempel pada substrat yang terendam di dalam air. Perifiton memiliki peran penting dalam kehidupan biota air. Berdasarkan hasil perhitungan, struktur komunitas perifiton di rawa “Danau Bangkau” memiliki kelimpahan berkisar 6.715 – 11.640 yang termasuk kategori sedang. Filum Cyanobacteria (9 jenis) dan Chlorophyta (10 jenis) merupakan filum yang paling banyak ditemukan. Kehadiran beberapa kelompok perifiton dapat menjadi bioindikator. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman perifiton menunjukkan bahwa perairan rawa “Danau Bangkau” termasuk ke dalam kategori kestabilan komunitasnya sedang. Kualitas air yang optimal dapat mendukung kehidupan perifiton. Sedangkan, kandungan DO di perairan rawa “Danau Bangkau” relatif rendah. Oleh karena itu, nilai indeks keanekaragaman dikorelasikan dengan kualitas (Suhu, pH, DO dan kecerahan) untuk mengetahui hubungan setiap parameter kunci tersebut terhadap keanekaragaman perifiton di rawa “Danau Bangkau”. The “Danau Bangkau” swamp is one of the large peat swamp ecosystems and contains a variety of potential resources, such as flora, fauna, aquatic organisms and microorganisms such as plankton, algae and periphyton. Periphyton is a collection of microorganisms or micro-organisms in the form of animals and plants that live attached to a substrate submerged in the air. Periphyton had an important role in the life of air biota. Based on the calculations, the periphyton community structure in the “Danau Bangkau” swamp was about 6,715 – 11,640. Phylum Cyanobacteria (9 species) and Chlorophyta (10 species) were the most common phylum that was found. The presence of several periphyton groups can be a bioindicator. The results of the calculation of the periphyton diversity index showed that the swamp waters of "Danau Bangkau" are included in the category of moderate community stability. Optimal water quality can support periphyton life. Meanwhile, the DO content in the swamp waters of “Danau Bangkau” is relatively low. Therefore, the diversity index value was correlated with quality (temperature, pH, DO and brightness) to determine the relationship of each of these key parameters to periphyton diversity in the “Danau Bangkau” swamp.
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO (SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI NAGARA, SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARABAHAN DAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI KUIN) PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Alpiannur Alpiannur; Mijani Rahman; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai menjadi penyedia air untuk berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari seperti perikanan, pertanian, perkebunan, transportasi, industri serta domestik. Setiap aktivitas-aktivitas yang dilakukan turut menyumbang limbah pada perairan, jika limbah ini terakumulasi dalam skala kecil tidak akan menimbulkan masalah Namun bila terakumulasi dalam skala besar, akan menimbulkan permasalahan yang dapat menggangu keseimbangan lingkungan dan ekosistem perairan. Sehingga perlu dilakunnya anaisis untuk mengetahui bagaimana Status Mutu Kualitas Air dan Daya Tampung Beban Pencemar sungai Barito. Analisis status mutu kualitas air menggugankan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Kepmen-LH No.115 Tahun 2003 dan Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP) berdasarkan Kepmen-LH No.110 Tahun 2003. Hasil analisis IP, sungai Barito masuk kedalam kondisi baik sampai tercemar ringan dan untuk DTBP belum melampaui baku mutu kualitas air kelas III. Banyaknya aktivitas masyarakat ini harus lebih diperhatikan sehingga tidak terus menambah beban pencemar yang masuk kedalam sungai Barito. Pada stasiun I masuk dalam kategori kondisi baik, stasiun II masuk dalam kategori kondisi cemar ringan sampai dengan kondisi baik, sedangkan stasiun III juga masuk dalam kategori kondisi cemar ringan sampai dengan kondisi baik. Sehingga dapat dikatakan sungai Barito masih dapat menampung beban pencemar yang masuk berdasarkan baku mutu air kelas III PP No.22 Tahun 2021 peruntukan aktivitas budidaya ikan air tawar. Rivers provide water for various daily community activities such as fisheries, agriculture, plantations, transportation, industry and domestic. Every activity carried out contributes to waste in the waters, if this waste accumulates on a small scale it will not cause problems. However, if it accumulates on a large scale, it will cause problems that can disrupt the balance of the environment and aquatic ecosystems. So it is necessary to carry out an analysis to find out how the Status of Water Quality and Pollutant Load Capacity of the Barito River are. Analysis of the quality status of water quality using the Pollution Index (IP) method based on the Decree of the Minister of Environment No.115 of 2003 and the Pollutant Load Carrying Capacity (DTBP) based on the Decree of the Minister of Environment No. 110 of 2003. The results of the IP analysis show that the Barito river is in good condition until lightly polluted and the DTBP has not exceeded the class III water quality standard. This number of community activities must be paid more attention so that it does not continue to add to the burden of pollutant entering the Barito river. At station I it is in the good condition category, station II is in the category of lightly polluted to good condition, while station III is also in the category of lightly polluted to good condition. So it can be said that the Barito river can still accommodate the incoming pollutant load based on the class III water quality standard PP No. 22 of 2021 for freshwater fish cultivation activities.
KAJIAN KUALITAS AIR PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARTAPURA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Irvan Dwi Pramono; Rizmi Yunita; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai menggambarkan sumber air permukaan yang penting terhadap kehidupan manusia. Mutu sungai mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh bermacam kegiatan serta kehidupan manusia. Masalah yang terjadi pada Sub Daerah Aliran Sungai Martapura yaitu banyaknya kegiatan masyarakat di pinggiran sungai meliputi kegiatan MCK, wisata, dan pelabuahan mengakibatkan pencemaran pada sungai martapura yang akan mengganggu kehidupan ikan yang ada di sepanjang aliran sungai martapura. Sampel air pada Sub DAS Martapura meliputi parameter pH, DO, BOD, COD, suhu, TSS, Pb, Fe, dan Cd. Posisi stasiun penelitian di tetapkan secara Purpossive Random Sampling, Metode adalah salah satu metode pengambilang dengan memakai banyak pertimbangan. Mempertimbangkan vegetasi dan letak geografis pada lokasi penelitian dilakukan secara langsung dengan visual dan secara tidak langsung dengan aplikasi google earth. Hasil data dihitung dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor. 22 Tahun 2021 dari setiap stasiun di uji dengan uji ANOVA Rivers represent surface water sources that are important to human life.. Quality of river has changed which is influenced by various activities and human life. The problem that occurs in the Martapura River Basin is that many community activities on the banks of the river include MCK activities, tourism, and ports resulting in pollution of the Martapura river which will disrupt the life of fish along the Martapura river. Water samples in the Martapura sub-watershed include parameters of pH, DO, BOD, COD, temperature, TSS, Pb, Fe, and Cd. The position of the research station was determined by purposive random sampling, the method is one method of taking by using many considerations. Considering the vegetation and geographical location of the research location, this is done directly with visuals and indirectly with the Google Earth application. The data results are calculated by referring to Government regulations Number. 22 Year 2021 from each station tested with ANOVA test.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS BAKING SODA (Natrium Bikarbonat) YANG BERBEDA TERHADAP KADAR DO (Dissolved Oxygen) DENGAN TINGKAT KEMATIAN IKAN BUDIDAYA DI PERAIRAN BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN PT. GALUH CEMPAKA Dewi Permatasari; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galuh Cempaka terletak di desa Tambak Jariyah Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Penambangan Intan Alluvial dilakukan sendiri oleh PT. Galuh Cempaka. Dari kegiatan penambangan intan tersebut terjadilah 3 (tiga) buah danau bekas galian tambang (void). Penelitian dilakukan dengan penambahan dosis baking soda (Natrium bikarbonat) yang berbeda terhadap kadar DO(Dissolved oxygen) dengan tingkat kematian ikan budidaya di perairan bekas galian tambang intan. Hasil penelitian dari penambahan dosis baking soda tidak terlalu efektif terhadap kadar DO (Dissolved oxygen), akan tetapi pada perlakuan penambahan baking soda sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh ikan uji. Terbukti dengan menurunnya tingak kematian pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan ikan Mas (Cyprinus carpio). Hasil analisis data menggunakan metode RAK (rancangan acak kelompok) dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Galuh Cempaka is located in the village of Tambak Jariyah, Palam Village, Cempaka District. Alluvial Diamond Mining is carried out by PT. Galuh Cempaka. From the diamond mining activities, there were 3 (three) lakes of former mining excavations (voids). The study was conducted by adding different doses of baking soda (Sodium bicarbonate) to DO(Dissolved oxygen) levels with the mortality rate of farmed fish in the waters of former diamond mine excavations. The results of the study from the addition of a dose of baking soda were not very effective on DO (Dissolved oxygen) levels, but the treatment of adding baking soda greatly affected the immune system of the test fish. Proven by the decrease in mortality rates in Tilapia (Oreochromis niloticus) and Goldfish(Cyprinus carpio). The results of data analysis used the RAK method (randomized group design) with 4 treatments and 3 repetitions.
STATUS MUTU AIR DAN KELAYAKAN KUALITAS AIR DALAM KEGIATAN BUDIDAYA IKAN SUNGAI BARITO (STUDI KASUS DI SUB DAS MARABAHAN, SUB DAS NEGARA, SUB DAS KUIN) Hafifah Nanda Sumardiono; Mijani Rahman; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Barito bermuara pada laut Jawa dan berhubungan langsung dengan ibu kota Kalimantan Selatan yakni kota Banjarmasin. Bagian hulu sungai Barito berada di kaki pegunungan muller perbatasan antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan di Sub Das Nagara, Sub Das Marabahan dan Sub Das Kuin. Berdasarkan hasil status mutu air menggunakan metode (Storet & IP) menunjukkan kondisi di Das Sungai Negara, Das SUB DAS Marabahan dan Das SUB DAS Kuin menggunakan metode storet total skor yang didapatkan yaitu -24 pada stasiun 2 SUB DAS Marabahan dan -21 pada stasiun 3 SUB DAS Kuin yang artinya mutu air termasuk dalam kelas C kategori cemar sedang, sedangkan tingkat pencemaran Status mutu perairan ke 3 stasiun termasuk dalam kondisi Cemar Ringan dengan nilai IP pada sungai Negara (1,28), Sungai Marabahan (Sampling ke-1 1,37 dan Sampling ke-2 1,00) dan Sungai Kuin (Sampling ke-1 1,30 dan Sampling ke-2 1,24). Jenis ikan yang direkomendasikan untuk kegiatan budidaya sesuai SNI yaitu Ikan Nila (Oreochormis niloticus L), Ikan Mas (Cyprinus carpio L), Ikan Lele (Clarias gariepinus L) dan Ikan Patin (Pangasius hypthalmus S). The Barito River empties into the Java Sea and is directly connected to the capital city of South Kalimantan, namely the city of Banjarmasin. The upper reaches of the Barito River is at the foot of the Muller Mountains on the border between South Kalimantan and East Kalimantan. The research was conducted in the Nagara sub-watershed, the Marabahan sub-watershed and the Kuin sub-watershed. Based on the results of the water quality status using the (Storet & IP) method showing conditions in the Sungai Negara watershed, the Marabahan watershed and the Kuin sub-watershed using the storet method, the total score obtained is -24 at station 2 SUB watershed Marabahan and -21 at station 3 SUB DAS Kuin which means that the water quality is included in class C category of moderate pollution, while the level of pollution The status of the water quality of the 3 stations is included in the condition of Light Pollution with IP values in the Negara river (1.28), Marabahan River (1st sampling 1, 37 and 2nd Sampling 1.00) and Sungai Kuin (1st Sampling 1.30 and 2nd Sampling 1.24). Types of fish recommended for aquaculture activities according to SNI are Tilapia (Oreochormis niloticus L), Carp (Cyprinus carpio L), Catfish (Clarias gariepinus L) and Catfish (Pangasius hypthalmus S).
ANALISIS STATUS KUALITAS AIR PADA PERAIRAN SUNGAI DI KELURAHAN SUNGAI PARING KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dessy Musyaffa Rahmadhaniah; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan sungai yang berada di Kelurahan Sungai Paring merupakan anak sungai yang berfungsi sebagai badan air yang terletak di selatan kawasan perkotaan martapura. Adanya aktivitas yang ada disekitar perairan sungai baik dari dalam maupun dari luar dapat mempengaruhi kondisi perairan sungai tersebut. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sungai Paring bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan dengan analisa menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Environment Quality Index (EQI). Berdasarkan pengukuran kualitas air pada variabel suhu, pH, DO, kecerahan dan nitrat termasuk memenuhi baku mutu kelas dua sedangkan pada variabel fosfat dan amoniak telah melampaui baku mutu kelas dua. Berdasarkan hasil perhitungan status kualitas perairan sungai di Kelurahan Sungai Paring menunjukkan kondisi tercemar dengan tingkat pencemaran status mutu perairan ke 3 stasiun pada kawasan akvititas yang berbeda. Kisaran nilai IP yang diperoleh pada stasiun 1 kawasan industri pengolahan tahu (0,83 – 1,22), stasiun 2 kawasan perikanan budidaya (1,36 – 1,69), stasiun 3 kawasan pemukiman (1,32 – 2,00) termasuk dalam kondisi baik hingga tercemar ringan, sedangkan kondisi dan kelayakan kualitas perairan menggunakan metode EQI skor nilai yang didapatkan yaitu 0,11-0,13 pada stasiun 1, 0,15-0,16 pada stasiun 2 dan 0,12 – 0,19 pada stasiun 3 yang artinya sifat kualitas air termasuk dalam kelas I kategori sangat buruk. River waters located in Sungai Paring Village are tributaries that function as water bodies located in the south of the Martapura urban area. The existence of activities around the river waters both from inside and outside can affect the condition of the river waters. The research was conducted in Sungai Paring Village with the aim of knowing the condition of the waters by analysis using the Pollution Index (IP) and Environment Quality Index (EQI) methods. Based on the measurement of water quality on the variables of temperature, pH, DO, brightness and nitrate, including meeting the second class quality standard, while the phosphate and ammonia variables have exceeded the second class quality standard. Based on the results of the calculation of the quality status of river waters in Sungai Paring Village, it shows a polluted condition with the level of pollution of the water quality status to 3 stations in different activity areas. The range of IP values obtained at station 1 of the tofu processing industrial area (0,83 – 1,22), station 2 of aquaculture area (1,36 – 1,69), station 3 resedential area (1,32 – 2,00) included in good condition to lightly polluted, while the condition and feasibility of water quality using the EQI method the scores obtained are 0,11 – 0,13 at station 1, 0,15 – 0,16 at station 2 and 0,12 – 0,19 at station 3 which means that the water quality is included in class I in the very poor category.
ANALISIS KUALITAS AIR SETTLING POND PT.BINA INDO RAYA SITE BUNATI KECAMATAN ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Agan Sabrani; Mijani Rahman; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan batu bara penghasil air limbah yang cukup besar yang menghasilkan dampak buruk terhadap lingkungan terutama pada lingkungan perairan. Maka dari itu PT. BINA INDO RAYA melakukan pengolahan limbah menggunakan kolam Settling Pond sebagai penstabilan air limbah. Penelitian yang dilakukan pada Settling Pond PT.BINA INDO RAYA Site Bunati menunjukkan tingkat Efisiensi yang baik dan juga tingak beban pencemaran yang tidak melampaui batas. Dimana tingkat efesiensinya menunujukkan angka <60% tidak efektif namun efesien, pada hasil daya tampung beban pencemaran diketahui parameter pH dengan daya tampung maksimum yaitu 3,787 ton/hari, kemudian parameter TSS daya tampung maksimumnya 121,803 ton/hari, parameter Besi (Fe) daya tampung maksimumnya 4,271 ton/hari, parameter Mangan (Mn) daya tampung maksimumnya 2,417 ton/hari dan untuk parameter Kadmium (Cd) dengan daya tampung maksimumnya 0,029 ton/hari. Coal companies are one of the largest producers of wastewater which have a negative impact on the environment, especially in the aquatic environment. Therefore PT. BINA INDO RAYA performs waste treatment using a Settling Pond as a waste water stabilier. Research conducted at the Settling Pond PT. BINA INDO RAYA Site Bunati shows a good level of efficiency and also the level of pollution load that does not eceed the limit. Where the efficiency level shows the number <60% is not effective but efficient, on the results of the pollution load capacity it is known that the pH parameter with a maimum capacity of 3.787 tons/day, then the TSS parameter has a maimum capacity of 121.803 tons/day, the parameter Iron (Fe) capacity the maimum capacity is 4.271 tons/day, for the parameter Manganese (Mn) the maimum capacity is 2.417 tons/day and for the Cadmium (Cd) parameter the maimum capacity is 0.029 tons/day.
TRUKTUR KOMUNITAS IKAN BADUT YANG BERASOSIASI DENGAN ANEMON DI TERUMBU KARANG DI DESA TELUK TAMIANG KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Hafiz; Mijani Rahman; Suhaili Asmawi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Tamiang mempunyai luas perairan laut lebih kurang 2.289,8 Ha dengan panjang garis pantai kurang lebih satu kilometer di dalam terdapat sumberdaya hayati perikanan dan kelautan, termasuk terumbu karang dan asosiasinya. Perairan Teluk Tamiang diperkirakan potensial untuk tumbuh dan berkembang anemon sebagai tempat tinggal ikan badut. Ikan Badut dan anemon laut biasa hidup saling berhubungan, adapun hubungan yang dilakukan adalah simbiosis mutualisme yaitu saling menguntungkan. Hasil analisis kelimpahan (K) ikan badut pada perairan Desa Teluk Tamiang di emua stasiun dengan nilai sebesar 0,25 ekor/meter². Pada stasiun I di peroleh ikan badut sebanyak 4 ekor yang berarti masuk kedalam kategori sedikit, pada stasiun II tidak ditemukan adanya ikan badut yang berarti masuk kedalam kategori sedikit dan stasiun III di temukan sebanyak 21 ekor yang berarti masuk kedalam kategori melimpah. Tamiang Bay has an area of sea waters of approximately 2,289.8 hectares with a coastline of approximately one kilometer and contains marine and fisheries biological resources, including coral reefs and their associations. Tamiang Bay waters are estimated to have the potential to grow and develop anemones as a habitat for clown fish. Clown fish and sea anemones usually live in a symbiotic way, while the symbiosis that is carried out is symbiotic mutualism (mutual benefit). The results of the analysis of the abundance (K) of clownfish in the waters of Teluk Tamiang Village at all stations with a value of 0.25 fish/meter². At station I, 4 clown fish were found, which means they were in the low category, at station II there were no clown fish, which meant they were in the low category, and at station III, 21 fish were found, which means they were in the abundant category.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KUALITAS AIR KOLAM PENDEDERAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio, Linnaeus) Nia Normahyani Anjeliani; Suhaili Asmawi; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang mempunyai peluang pengembangan budidaya untuk meraih potensi pasar yang terus meningkat. Pengukuran kualitas air pada kolam pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) dengan dosis pupuk yang berbeda didapatkan bahwa pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap kualitas air kolam pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) telah memenuhi persyaratan pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) berdasarkan Standar Nasional Indonesia Pembenihan Ikan Mas 01-6137-1999 dan berdasarkan penelitian sebelumnya (menurut para ahli). Dosis pupuk kandang ayam memberikan perbedaan kualitas air pada keadaan suhu, pH, DO dan amoniak. Goldfish (Cyprinus carpio, Linnaeus) is one of the freshwater fish species that has the opportunity to develop aquaculture to reach the market potential that continues to increase. Measurement of water quality in carp (Cyprinus carpio, Linnaeus) seed nursery ponds with different fertilizer doses, it was found that the effect of chicken manure manure on the water quality of carp (Cyprinus carpio, Linnaeus) nursery ponds met the requirements of carp hatchery (Cyprinus carpio, Linnaeus) based on the Indonesian National Standard for Carp Hatchery 01-6137-1999 and based on previous research (according to experts). The dose of chicken manure gave differences in water quality in conditions of temperature, pH, DO and ammonia.

Page 6 of 10 | Total Record : 100