Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2014): February"
:
9 Documents
clear
Analisis Tingkat Pendapatan Petani Kakao di Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen
Anwar Anwar
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.662
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan rata-rata setiap bulan dan kendala yang dialami oleh petani kakao di Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kakao di Kecamatan Peusangan Selatan kabupaten Bireuen yang berjumlah 215 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dimana prosedur pengambilan sampel secara acak sederhana. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 34 orang petani kakao di Kecamatan Peusangan Selatan kabupaten Bireuen. Analisis data menggunakan rumus rata-rata dan persentase. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pendapatan bersih rata-rata petani kakao per bulan adalah Rp.1.245.000,- per hektar luas lahan yang cenderung dipengaruhi oleh harga jual per kilo di pasaran. Sedangkan yang menjadi kendala para petani kakao antara lain: gagal panen, harga pupuk yang cenderung mahal, tingginya biaya produksi dan operasional buruh tani dalam masa panen, hama dan penyakit tanaman kakao yang menyebabkan tanaman kakao tidak mau berbuah.
Pengaruh Modal Usaha Lembaga Keuangan Mikro terhadap Volume Usaha Kecil di Kabupaten Aceh Besar
Murtala Murtala
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.655
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal usaha Lembaga Keuangan Mikro terhadap volume usaha kecil di Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Aceh Besar, variabel dalam penelitian ini dibatasi hanya variabel jumlah dana yang disalurkan oleh lembaga keuangan mikro kepada usaha kecil dan mikro dan variabel total penerimaan untuk semua usaha kecil dan mikro yang terdapat di Kabupaten Aceh Besar dari tahun 2000-2006. Dari hasil penelitian diperoleh perkembangan Lembaga Keuangan Mikro di Kabupaten Aceh Besar dari tahun 20002006 menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Jumlah Lembaga keuangan Mikro dari tahun 2000 sebanyak 2 unit kemudian bertambah menjadi 3 unit pada tahun 2001 dan 2002, sampai tahun 2006 jumlah Lembaga keuangan Mikro menjadi 8 unit. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien determinan (R2) bernilai 0,881 atau 88,1 persen menunjukkan bahwa determinan variabel modal usaha untuk pengembangan usaha kecil berpengaruh terhadap volume usaha kecil di Kabupaten Aceh Besar sebesar 88,1 persen, sedangkan sisanya sebesar 11,9 persen adalah faktor-faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini yang mempengaruhi volume usaha kecil di Kabupaten Aceh Besar. Diharapkan kepada pengusaha kecil dan menengah di Kabupaten Aceh Besar dapat terus meningkatkan kinerjanya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan volume usaha, hal ini dapat dilakukan dengan menambah modal, dan strategi pemasaran untuk menarik minat beli dari konsumen.
Optimalisasi Pengolahan Limbah Plastik dengan Simulasi dan Analisis Kelayakan Investasinya di Kota Lhokseumawe
Syaifuddin Yana
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.658
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi dan kelayakan pengolahan limbah plastik menjadi produk plastik cacahan (chips) dengan menggunakan mesin grinding sederhana sehingga diperoleh hasil olahan yang bernilai ekonomis. Riset ini juga ingin melihat bagaimana kemungkinan peluang yang dilakukan oleh industri kecil untuk tetap eksis dalam melakukan kegiatan mereka dalam perubahan fluktuasi harga dan permintaan terhadap limbah plastik setelah masa krisis. Kajian pengolahan limbah plastik ini dilakukan di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan model maksimasi keuntungan berdasarkan asumsi dengan menggunakan simulasi dari rencana pengolahan limbah plastik dalam kurun waktu setahun dengan mempertimbangkan mengikuti harga yang berlaku dipasar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Disamping itu, untuk menilai kelayakan pengolahan limbah plastik yaitu dengan menggunakan parameter investasi seperti Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Profitabilitas Index (PI). Hasil dari pengolahan data yang diperoleh menunjukkan bahwa optimalisasi pengolahan limbah plastik menjadi plastik cacah berdasarkan simulasi dari 3 (tiga) variabel simulasi yaitu X1, X2 dan X3 yaitu pada kondisi dimana i = 18% dimana X1 = 100% dan X2 dan X3 = 0%, dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp 127.604.565.
Analisis Derajat Desentralisasi Fiskal, Elastisitas, Efisiensi, dan Efektifitas Pendapatan Asli Daerah Aceh
Marlina Marlina
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.663
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elastisitas PAD terhadap PDRB, efisiensi dan efektifitas PAD, dan derajat Desentralisasi fiskal di Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder periode 2000 sampai 2010 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menggunakan model regresi linier untuk menghitung elastisitas PAD terhadap PDRB Aceh dan formula yang telah distandarkan digunakan untuk menghitung nilai efisiensi, efektifitas, dan derajat Desentralisasi fiskal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan PAD tidak elastis terhadap perolehan PDRB Aceh. Nilai efektifitas PAD rata-rata sebesar 106,71 persen dan tergolong sangat efektif. Nilai efisiensi rata-rata sebesar 9,34 dan tergolong sangat tidak efisien. Derajat desentralisasi fiskal Pemerintah Aceh selalu berada dalam kategori sangat kurang. Pemerintah Aceh diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan mempertahankan efektifitas pencapaian PAD setiap tahunnya.
Elastisitas Investasi dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan PDB Sektor Pertanian di Indonesia
Mahdi Mahdi
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.656
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan besarnya elastisitas investasi terhadap pertumbuhan PDB sektor pertanian di Indonesia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Ruang lingkup penelitian mencakup perkembangan investasi dalam pembangunan nasional di Indonesia, dibatasi tahun 1994–2003. Mengingat luasnya aspek analisis maka akan dibatas hanya pada analisis investasi dalam negeri dan investasi luar negeri terhadap PDB sektor pertanian di Indonesia. Analisis pengaruh investasi terhadap pertumbuhan PDB sektor pertanian di Indonesia dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yang diolah melalui bantuan komputer pada Program SPSS. Dari hasil penelitian diperoleh kedua koefisien elastisitas untuk variabel bebas dalam peneltian bersifat elstisitas, untuk variabel investasi luar negeri lebih elastis dari pada variabel investasi dalam negeri. Koefisien determinan (R2) bernilai 87,5 % atau 0,875 menunjukkan variabel investasi dalam negeri dan investasi luar negeri mempengaruhi variabel pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 87,5 %, sedangkan sisanya 12,5 % dipengaruhi oleh faktor lainnya. Sesuai dengan hasil estimasi dapat menjelaskan bahwa investasi swasta baik PMDN maupun PMA di Indonesia adalah bersifat tidak elastis. Maka diharapkan supaya kondisi perekonomian dan keamanan bisa lebih bagus di masa yanag akan datang sehingga keinginan untuk berinvestasi lebih besar baik investasi dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Pertamina (Persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh
Badaruddin Badaruddin
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.661
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertamina (persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh baik secara parsial dan simultan. Responden penelitian sebanyak 54 orang karyawan instansi tersebut yang diambil dengan menggunakan metode sensus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan peralatan statistik regresi linier berganda. Penelitian menemukan bahwa kompensasi finansial dan kompensasi non finansial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertamina (persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh. Semakin baik kompensasi finansial dan kompensasi non finansial semakin tinggi pula kinerja kerja karyawan tersebut. Diantara dua variabel independen tersebut, variabel kompensasi non finansial memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan, kemudian diikuti oleh variabel kompensasi finansial. Hasil penggujian statistik menunjukkan nilai F hitung F tabel (18.5123.183), dan nilai t hitung t tabel kompensasi finansial sebesar (3.3242.005) dan kompensai non finansial nilai t hitungt tabel sebesar (4.5022.005). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompensasi finansial dan kompensasi non finansial secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertamina (persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh. Maka, hipotesis Ha diterima dan sebaliknya hipotesis Ho ditolak. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kinerja karyawan pada PT. Pertamina (persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh secara nyata dipengaruhi oleh kompensasi finansial dan kompensasi non finansial. Karena itu, PT. Pertamina (persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh sebaiknya lebih memperhatikan kompensasi yang diberikan kepada karyawan dan kenyamanan lingkungan kerja perlu ditingkatkan lagi agar kinerja karyawan dapat meningkat.
Perubahan Struktur Ekonomi Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe
Martahadi Martahadi
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.657
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi regional Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe yang diindikasikan dengan pergeseran posisi keunggulan kompetitif dan spesialisasi daerah. Penelitian ini menggunakan formula shift-share Esteban Marquilas. Hasil penelitian menemukan bahwa selama periode 2002-2008 struktur ekonomi Kabupaten Aceh Utara mengalami pergeseran dalam sektor pertanian, yang bergeser dari posisi keunggulan kompetitif dan tidak berspesialisasi pada awal tahun observasi menjadi memiliki keunggulan kompetitif dan berspesialisasi pada tahun akhir observasi. Sedangkan pada tingkat sub sektor terdapat 6 (enam) sub sektor yang mengalami pergeseran posisi serupa, yaitu: sub sektor kehutanan, sub sektor perikanan, sub sektor air bersih, sub sektor bank, sub sektor jasa penunjang angkutan dan sub sektor jasa perorangan dan rumah tangga. Di Kota Lhokseumawe hanya sektor jasa-jasa yang mengalami pergeseran dari posisi tidak kompetitif dan berspesialisasi pada awal tahun observasi menjadi tidak kompetitif dan tidak berspesialisasi pada akhir tahun observasi. Sebaliknya, sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Bireuen tidak mengalami pergeseran posisi dari efek alokasi, tetapi pada tingkat sub sektor terjadi pergeseran posisi pada sub sektor jasa perusahaan dari posisi tidak memiliki keunggulan kompetitif dan berspesialisasi menjadi tidak memiliki keunggulan kompetitif dan tidak berspesialisasi.
Pengaruh PDRB, Inflasi dan Pengangguran terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Aceh
Nasir Nasir
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.664
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh PDRB perkapita, pengangguran dan inflasi terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu tahun 2003-2012. Metode penelitian yang digunakan dalam analisis ini adalah Ordinary Least Square dengan menggunakan metode regresi linear berganda dan alat yang dipakai untuk mengololah data yaitu SAZHAM 9.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PDRB perkapita, Pengangguran, dan Inflasi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh.
Ketimpangan Pendapatan antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah
Khairul Aswadi
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jseb.v1i1.660
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan pendapatan antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah dan pergeseran kompetitif sektor-sektor ekonomi unggulan. Penelitian ini menggunakan Indeks Williamson dan Analisis Shift- Share Esteban Marquilas. Hasil penelitian selama kurun waktu 2003-2009 menunjukkan bahwa Koefisien Indeks Williamson di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah baik yang dibandingkan dengan Provinsi Aceh maupun yang dibandingkan dengan Kabupaten Induk menunjukkan ketimpangan yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi pendapatan merata di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Aceh Tengah. Selanjutnya hasil analisis shift share Kabupaten Aceh Tengah yang dibandingkan dengan Provinsi memperlihatkan bahwa pada akhir periode observasi terdapat dua sektor yang yang berspesialisasi dan memiliki keunggulan kompetitif yaitu sektor pertanian dan sektor jasa-jasa. Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah hanya sektor bangunan yang berspesialisasi dan memiliki keunggulan kompetitif. Sedangkan hasil analisis shift share Kabupaten Aceh Tengah yang dibandingkan dengan Kabupaten Induk memperlihatkan bahwa pada akhir periode observasi terdapat satu sektor yang berada dalam posisi keunggulan kompetitif tetapi tidak berspesialisasi yaitu sektor pertanian. Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah pada akhir periode observasi terdapat tiga sektor yang yang berspesialisasi dan memiliki keunggulan kompetitif yaitu sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan.