cover
Contact Name
Rahman
Contact Email
rahman.fkm@uho.ac.id
Phone
+6285222268124
Journal Mail Official
jakk-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Jl. H.E.A. Mokodompit Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27976831     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jakk
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.
Articles 107 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT SEBAGAI PESERTA BPJS MANDIRI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI TAHUN 2023 Dewi, Nilam Shari; Suhadi, Suhadi; Kalza, Lade Albar
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan data langsung dari Puskesmas Abeli bahwa kepesertaan BPJS Mandiri dari tahun 2021 sebanyak 774 jiwa menurun pada tahun 2022 menjadi 734 jiwa. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Masyarakat Sebagai Peserta BPJS Mandiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini 84 responden. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan keikutsertaan menjadi peserta BPJS Mandiri dengan nilai (value =0,001 < 0,05), tidak ada hubungan antara pendapatan dengan keikutsertaan menjadi peserta BPJS Mandiri dengan nilai (value =0,349 > 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keikutsertaan menjadi peserta BPJS Mandiri dengan nilai (value =0,467 > 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepesertaan BPJS Mandiri, dan tidak terdapat hubungan antarapendapatan dan sikap dengan keikut sertaan menjadi peserta BPJS Mandiri di wilayah kerja Puskesmas Abeli Tahun 2023. Abstract Background: Based on direct data from the Abeli health center, BPJS Mandiri membership from 2021 was 774 people decreased in 2022 to 734 people. Methods: study using a cross sectional study design. The number of samples was 84 people. Results: The results of the study there is a relationship between knowledge and partisipation in BPJS Mandiri (value = 0.001 < 0,05), there is no relationship between income and the participation of BPJS Mandiri (value = 0.349 > 0,05) and there is no relationship between attitude and the participation of BPJS Mandiri (value = 0.467 > 0,05) in this study related to community participation as participants of BPJS Mandiri. Conclusion: the conclusions of this study is that there is a significant relationship between knowledge and community participantion as BPJS Mandiri, and there is no relationship between income, and attitude and community participantion as BPJS Mandiri participants in the working area of the Abeli Community Health Center in 2023.
ANALISIS HUBUNGAN HUMAN RELATION DAN ETOS KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PUSKESMAS MABODO, KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA TAHUN 2022 One, Cicit Dwi; Ahmad, La Ode Ali Imran; Handayani, Listy
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kinerja pegawai adalah kemampuan, keterampilan, dan hasil kerja yang ditunjukkan oleh seorang pegawai. Di Puskesmas Mabodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna konflik antar pegawai masih sering terjadi hal tersebut menunjukan human relation pegawai masih rendah, selain itu masih ada pegawai yang datang terlambat hal tersebut menunjukan etos kerja pegawai masih rendah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Peneltiaan cross-sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan human relation dan etos kerja dengan kinerja pegawai Puskesmas Mabodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna Tahun 2022. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dengan sampel berjumlah sebanyak 50. Hasil: Ada antara hubungan human relation dengan kinerja pegawai Puskesmas Mabodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna Tahun 2022 dengan nilai p value 0,003 (p-value
ANALISIS KEGIATAN PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PENANGANAN KELUHAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN JKN DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2023 Fauziah, Nurul; Suhadi, Suhadi; Rahman, Rahman
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pasien JKN sering mengeluhkan tentang pelayanan Kesehatan yang diterimanya diantaranya proses pendaftaran pasien, sistem antrian yang lama/panjang, waktu tunggu pelayanan yang cukup lama, tidak ada umpan balik penanganan keluhan yang terupdate di pajang. Umpan balik pada papan pengaduan kurang menarik sehingga pasien terasa sulit untuk melihat umpan balik tersebut. Hal ini kemungkinan disebabkan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan dalam penanganan keluhan belum terlaksana dengan baik. Tujuan: Untuk mengetahui penanganan keluhan pelayanan Kesehatan pasien JKN di RSUD Kota Kendari Tahun 2023. Metode: metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi yang melibatkan informan kunci (Wadir pelayanan dan Kepala Sub Bidang hukum dan humas) dan Informan Non Kunci (Staf hukum dan humas dan pasien). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa Perencanaan penanganan keluhan di RSUD Kota Kendari masih belum optimal dalam merencanakan anggaran dan pengadaan kotak saran. ,Pengorganisasian penanganan keluhan telah terstruktur secara jelas berdasarkan tugas dan tanggung jawab unit penanganan keluhan. pelaksanaan penanganan keluhan sudah terlaksana sesuai prosedur, namun terhambat pada ketersediaan tenaga yang masih kurang terhadap penanganan keluhan.Pengawasan penanganan keluhan telah dilaksanakan dengan melaporkan hasil kegiatan penanganan keluhan yang masuk ke pihak yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan penanganan keluhan. Kesimpulan: Penanganan keluhan pasien perlu dilakukan evaluasi terkait Penyediaan sarana lengkap,anggaran yang cukup, pembaruan SOP,perbaikan papan informasi terkait penangaan keluhan . Abstract Background: JKN patients often complain about the health services they receive, including the patient registration process, long/long queuing systems, long waiting times for services, no updated complaint handling feedback on display. Feedback on the complaint board is less interesting so patients find it difficult to see the feedback. This is possibly because the planning, organizing,implementing and monitoring processes in handling complaints have not been carried out well./* Objectives: To analyze how JKN patient health service complaints are handled at the Kendari City Regional Hospital in 2023. Methods: Qualitative research method using interview data collection techniques, observation and documentation involving informants namely patients, polyclinic heads, polyclinic doctors and polyclinic officers. Results: The research results show that planning for handling complaints at the Kendari City Regional Hospital is still not optimal in planning the budget and procuring suggestion boxes. The organization of complaint handling has been clearly structured based on the duties and responsibilities of the complaint handling unit. The implementation of complaint handling has been carried out according to procedures, but is hampered by the lack of personnel available for handling complaints. Supervision of complaint handling has been carried out by reporting the results of incoming complaint handling activities to the party tasked with supervising the implementation of complaint handling. Conclusion: Handling patient complaints needs to be evaluated regarding the provision of complete facilities, sufficient budget, updating SOPs, improving information boards related to handling complaints.
ANALISIS PENANGANAN KELUHAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN JKN DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2023 Wati, Wa Ode Rahma; Yusran, Sartiah; Kamrin, Kamrin
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu tujuan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yakni memastikan kepuasan pasien. Pasien yang puas dengan pelayanan kesehatan umumnya cenderung mematuhi saran medis dan rencana pengobatan yang telah disepakati. Sebaliknya, mereka yang merasa tidak puas atau kecewa dengan pelayanan kesehatan cenderung tidak mengikuti rencana pengobatan, mencari dokter lain, atau bahkan memilih pindah fasilitas pelayanan kesehatan. Ketidakpuasan pasien muncul karena adanya perbedaan antara harapan pasien dengan kemampuan pelayanan kesehatan yang dirasakan saat menggunakan pelayanan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Poasia dari 10 orang pasien yang telah diwawancarai didapat bahwa sebanyak 6 orang pasien mengatakan kurang puas terhadap pelayanan kesehatan karena masih lama menunggu dalam pelayanan awal dan sebanyak 4 orang pasien mengatakan puas terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study, dengan jumlah sampel 72 responden dan teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Hasil: Ada hubungan antara tangible dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,015), tidak ada hubungan antara reliability dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,563), ada hubungan antara responsiveness dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,003), tidak ada hubungan antara assurance dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,49), ada hubungan antara emphaty dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,00). Kesimpulan: Ada hubungan antara tangible, responsiveness, emphaty dengan kepuasan pasien rawat inap dan tidak ada hubungan antara reliability, assurance dengan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2023, sehingga perlu adanya evaluasi dari puskesmas terkait tangible, responsiveness, emphaty agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Abstract Background: One of the goals of improving the quality of healthcare is to ensure patient satisfaction. Patients who are satisfied with their healthcare generally tend to adhere to the medical advice and treatment plans that have been agreed upon. In contrast, those who are dissatisfied or disappointed with health services tend not to follow the treatment plan, find another doctor, or even choose to move health care facilities. Patient dissatisfaction arises because of the difference between patient expectations and the perceived ability of health services when using health services. Preliminary studies conducted by researchers at the Poasia Health Center from 10 patients who have been interviewed found that as many as 6 patients said they were less satisfied with health services because they were still waiting long in the initial service and as many as 4 patients said they were satisfied with health services. Objectives: To determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of inpatients at the Poasia Health Center, Kendari City in 2023. Methods: This type of research is quantitative research using a cross sectional study design, with a sample size of 72 respondents and a sampling technique using simple random sampling. Results: There is a relationship between tangible and inpatient satisfaction (p value = 0.015), there is no relationship between reliability and inpatient satisfaction (p value = 0.563), there is a relationship between responsiveness and inpatient satisfaction (p value = 0.003), there is no relationship between assurance and inpatient satisfaction (p value = 0.49), there is a relationship between empathy and inpatient satisfaction (p value = 0.00) Conclusion: There is a relationship between tangible, responsiveness, empathy with inpatient satisfaction and there is no relationship between reliability, assurance with inpatient satisfaction at the Poasia Health Center, Kendari City in 2023, so that there needs to be an evaluation from the puskesmas regarding tangible, responsiveness, empathy in order to improve health services.
ANALISIS PENATALAKSANAAN ADMINISTRASI PADA KLINIK PRATAMA DI KOTA KENDARI TAHUN 2023 Wally, Puput; Jafriati, Jafriati; Hartoyo, Agnes Mersatika
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Klinik Pratama sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan pada penatalaksanaan administrasi di Klinik Calista Farma dan Klinik Fonaselab Medical yaitu masih adanya data pasien yang masih ditulis secara manual pada lembar kertas, dan juga beberapa informasi pasien menambahkan bahwa sulitnya berkunjung pada klinik yaitu dalam proses registrasi yang dilakukan secara berulang kali dikarenakan data mereka tidak tersimpan dalam klinik. Hal ini menjadi salah satu kelemahan karena apabila riwayat medis pasien hilang maka dapat berakibat bahwa dokter tidak bias melakukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan riwayat tersebut. Jika benar-benar hilang, maka bias dipastikan bahwa pasien tersebut harus melakukan pemeriksaan ulang seperti sebelumnya yang terkesan tidak efisien baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien. Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan administras di Klinik Pratama di Kota Kendari tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Melalui metode wawancara mendalam yang melibatkan informan yaitu PJ Klinik dan administrator. Hasil : Penatalaksanaana dministrasi pada aspek registrasi di Klinik Fonaselab yaitu sudah sesuai dengan peraturan kemenkes RI pada penetapan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana serta pengunaan teknologi, hanya saja terdapat kendala teknologi yang dugunakan masih manual kurang efisien dalam memberikan pelayanan. Sedangkan pada Klinik Pratama Callista Farma aspekregistrasinya tidak sesuai dengan peraturam Kemenkes RI Nomor 028/MENKES/PER/I/2011, hanya saja terdapat kendala dalam penyediaan sumberdaya manusianya yang masih kurang. Penatalaksanaan administrasi pada aspek pengarsipan di Klinik Fonaselab yaitu sesuai dengan peraturan Permenkes RIyang menjelaskan bahwa jenis, kualifikasi, dan jumlah tenaga kesehatan lain serta tenaga non kesehatan disesuikan dengan kebutuhan dan jenis pelayanan yang diberikan klinik, sarana dan prasarana pada penatalaksanaan Administrasi Pada Aspek penyediaan sarana dan prasarana pengarsipan di Klinik Pratama Fonaselab yaitu sudah sepenuhnya terpenuhi untuk memberikan pelayananan, serta teknologi yang digunakan sudah membantu dengan pengadaan pengarsipan secara online. Sedangkan Penatalaksanaan administrasi pada aspek pengarsipan di Klinik Callista Farma yaitu pada penyediaan sumberdaya manusia belum sesuai dengan peraturan Kemenkes RI dimana penyediaan SDM yang masih kurang sehingga pada pelayanan juga diberikan tidak maximal, akan tetapi pada penyediaan sarana dan prasarana sudah sepenuhnya di adakan yang menunjang pelayanan yang prima. Penatalaksanaan administrasi pada aspek pengumpulan dokumen di Klinik Fonaselab dan Callista Farma sudah semua sesuai dan dibuat sebaik mungkin dimana pengumpulan dokumen sudah dilakukan secara online yang mempemudah pemberian pelayanan kepada pasien. Kesimpulan : Proses penatalaksanaan administrasi di aspek registrasi sudah sesuai dengan peraturan Kemenkes RI, sedangkan pada aspek pengarsipan walaupun sudah baik tetapi memiliki hambatan pada penyediaan SDM, begitupula pada aspek pengumpulan dokumen yang pelaksanaanya sudah baik sudah dilakukansecara online. . Abstract Background: Pratama Clinic as a health service provider in administrative management at Calista Farma Clinic and Fonaselab Medical Clinic, namely that there is still patient data that is still written manually on paper sheets, and also some patient information adds that the difficulty of visiting the clinic is in the registration process which is carried out repeatedly because their data is not stored in the clinic.spect of document collection, which was already well implemented online.This is one of the weaknesses because if the patient's medical history is lost, it can result in the doctor not being able to conduct further examinations based on that history. If it is really lost, then it is certain that the patient will have to re-examine as before which seems inefficient for both health workers and patients. Objective : To find out how the administration of Primary Clinic in Kendari City in 2023. Methods : This type of research is qualitative research using a descriptive qualitative approach with a phenomenological approach. through in-depth interview methods involving informants, namely PJ Clinics and administrators. Results : Administrative management in the registration aspect at the Fonaselab Clinic is in accordance with the regulations of the Indonesian Ministry of Health regarding the determination of human resources, facilities and infrastructure as well as the use of technology, however there are obstacles that the technology used is still manual and less efficient in providing services. Meanwhile, at the Callista Farma Pratama Clinic, the registration aspect is not in accordance with the regulations of the Indonesian Ministry of Health Number 028/MENKES/PER/I/2011, it's just that there are obstacles in providing human resources which are still lacking. Administrative management in the archiving aspect at the Fonaselab Clinic is in accordance with the regulations of the Republic of Indonesia Minister of Health which explains that the type, qualifications and number of other health personnel and non-health personnel are adjusted to the needs and types of services provided by the clinic, facilities and infrastructure in administrative management in the aspect of providing facilities and The archiving infrastructure at the Pratama Fonaselab Clinic is fully equipped to provide services, and the technology used has helped with the provision of online archiving. Meanwhile, administrative management in the archiving aspect at the Callista Farma Clinic, namely the provision of human resources, is not yet in accordance with the regulations of the Indonesian Ministry of Health, where the provision of human resources is still lacking so that the services provided are not optimal, however the provision of facilities and infrastructure has been fully provided to support the services provided. prime. The administrative management of the document collection aspect at the Fonaselab and Callista Farma Clinics is all appropriate and made as good as possible where document collection is done online which makes it easier to provide services to patients. Conclusion: management process in the registration aspect is in accordance with the regulations of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, while in the archiving aspect, although it is good, it has obstacles in the provision of human resources, as well as in the aspect of document collection, which is already well implemented online.
EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN BPJS POLI PARU RAWAT JALAN DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2022 Amalia, Asri Nur; Ahmad, La Ode Ali Imran; Bahar, Hartati
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Jumlah kunjungan pasien di Poliklinik Rawat Jalan dapat memberi gambaran tinggi rendahnya pemanfaatan poliklinik RSUD Kota Kendari oleh masyarakat. Pada tahun 2019-2021 RSUD Kota Kendari mengalami penurunan pasien pada unit rawat jalan. pada tahun 2019 berjumlah 69.448 pasien, selanjutnya pada tahun 2020 menurun menjadi 54.993 pasien dan menurun lagi pada tahun 2021 menjadi 49.213 pasien. Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh sistem keterpaduan pelayanan yang tidak terpadu, koordinasi antar bagian pelayanan yang belum efektif, serta adanya konflik peran petugas. Tujuan: Mengetahui efektivitas pelayanan kesehatan pasien bpjs poli paru rawat jalan di RSUD kota kendari. Metode: Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi yang melibatkan pasien pengguna BPJS sebanyak 3 orang dan 1 orang kepala poliklinik paru. Hasil: Pelayanan pasien BPJS di Poli Paru Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari belum terlaksana secara efektif. Hal ini dikarenakan jarak antar bagian pelayanan rawat jalan dan rawat inap yang jauh sehingga menyulitkan dokter dan mengakibatkan keterlambatan dokter. Pasien juga masih merasakan berebelitnya alur pelayanan terhadap pasien BPJS. Koordinasi antar bagian pelayanan belum dilakukan dengan tepat, koordinasi antara dokter poliklinik paru dengan petugas tidak dilakukan secara tepat, koordinasi antara petugas poliklinik paru dengan petugas rekam medis tidak dilakukan dengan tepat, serta koordinasi antara petugas dengan pasien belum tepat dan cepat. Masih adanya konflik peran dokter, yakni dokter memiliki jam kerja yang sama antara pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan, hingga mengakibatkan keterlambatan pelayanan. Kesimpulan: Pelayanan pasien BPJS di Poli Paru Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari belum sepenuhnya terlaksana secara efektif. Karena pasien masih merasakan berbelitnya alur pelayanan terhadap pengguna BPJS, masih kurangnya koordinasi yang tepat antar petugas, serta masih adanya konflik peran dokter. Sehingga rumah sakit perlu melakukan perbaikan manajemen pelayanan, perlunya sistem koordinasi yang tepat dengan semua pihak dan bagian pelayanan, serta perlunya pembagian waktu sesuai porsi agar tidak terjadi konflik dan rangkap jabatan. Abstract Background: The number of patient visits at the Outpatient Polyclinic can give an idea of the high and low utilization of the Kendari City Hospital polyclinic by the community. In 2019-2021 Kendari City Hospital experienced a decrease in patients in the outpatient unit. in 2019 there were 69,448 patients, then in 2020 it decreased to 54,993 patients and decreased again in 2021 to 49,213 patients. This condition may be caused by an unintegrated service integration system, ineffective coordination between service sections, and conflicts in officer roles. Objective: To determine the effectiveness of health services for outpatient pulmonary poly bpjs patients at the kendari city hospital. Method: Qualitative research method using data collection techniques of interviews, observation and documentation involving informants, namely 3 BPJS user patients and 1 head of the pulmonary polyclinic. Results: BPJS patient services at the Kendari City Regional General Hospital Outpatient Pulmonary Clinic have not been carried out effectively. This is because the distance between outpatient and inpatient services is far away, making it difficult for doctors and resulting in delays. Patients also still feel the complicated flow of services for BPJS patients. Coordination between service sections has not been carried out appropriately, coordination between pulmonary polyclinic doctors and officers has not been carried out appropriately, coordination between pulmonary polyclinic officers and medical record officers has not been carried out appropriately. Conclusion: BPJS patient services at the Outpatient Pulmonary Clinic of the Kendari City Regional General Hospital have not been fully implemented effectively. Because patients still feel the complicated flow of services for BPJS users, there is still a lack of proper coordination between officers, and there is still a conflict in the role of doctors. So that the hospital needs to improve service management, the need for a proper coordination system with all parties and service sections, and the need for division of time according to portions so that there are no conflicts and duplicate positions.
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KESEHATAN KOTA KENDARI DALAM PELAKSANAAN VAKSINISASI COVID-19 DI KOTA KENDARI TAHUN 2023 Hasriani, Siti; Yuniar, Nani; Jafriati, Jafriati
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pelaksanaan vaksinasi tentunya menghadapi tantangan memiliki hambatan yang berbeda-beda di setiap wilayah di Indonesia. Beberapa hambatan tersebut adalah persepsi atau pendapat bahwa efek dari vaksinasi dapat menyebabkan sakit ringan, demam, lumpuh, bahkan kematian. Tujuan: Mengetahui Bagaimana Srategi Komunikasi Dinas Kesehatan Kota Kendari Dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Kendari Tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan strategi yang baik dan tepat akan mempengaruhi berhasil tidaknya suatu program yang dirancang, sehingga sangat menentukan keberhasilan suatu program. Perencanaan ini bertujuan untuk meminimalkan pemborosan sumber daya dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk mensukseskan program vaksinasi C0VID-19 di Dinas Kesehatan Kota Kendari perlu dipahami bagaimana situasi masyarakat agar pesan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Salah satu upaya agar masyarakat mau divaksinasi adalah dengan menyampaikan pesan persuasif dengan terus berusaha mengajak dan dorongan melalui spanduk-spanduk yang mengajak masyarakat untuk divaksinasi, menguatkan keyakinan dan merubah pemikiran masyarakat bahwa vaksin yang digunakan dengan standar keamanan dan telah lulus uji klinis yang ketat. Kesimpulan: Dinas Kesehatan memberikan informasi yang akurat, jelas dan mudah dipahami kepada masyarakat tentang manfaat vaksinasi, kemungkinan efek samping, dan pentingnya vaksinasi untuk perlindungan diri. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari agar masyarakat mengetahui program imunisasi adalah dengan memberikan informasi melalui berbagai platrorn media, antara lain media cetak, internet, televisi, media sosial dan media lainnya. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat dengan mudah mengetahui informasi tentang program imunisasi dari Dinas Kesehatan Kota Kendari. Antusiasme publik terhadap media sosial harus informasi kebijakan vaksinasi. Abstract Background: Vaccination implementation faces different barriers in each region in Indonesia. Some of these obstacles are perceptions or opinions that the effects of vaccination can cause mild pain, fever, paralysis, and even death. Objective: To find out how the Communication Strategy of Kendari City Health Office in the Implementation of COVID-19 Vaccination in Kendari City Health Office in 2023. Methods: This research is a qualitative study with a descriptive approach that uses primary and secondary data. Results: The results showed that the determination of a good and appropriate strategy will affect the success or failure of a program designed, thus determining the success of a program. This planning aims to minimize waste of resources in achieving the desired goals. To succeed the C0VID-19 vaccination program at the Kendari City Health Office, it is necessary to understand the situation of the community so that the message can be accepted by the community. One of the efforts to make people want to be vaccinated is by conveying persuasive messages by continuing to try to invite and encourage through banners inviting people to be vaccinated, strengthening confidence and changing people's minds that the vaccines used with safety standards and have passed rigorous clinical trials. Conclusion: It is expected to provide accurate, clear and easy-to-understand information to the public about the benefits of vaccination, possible side effects, and the importance of vaccination for self-protection. The efforts made by the Kendari City Health Service to ensure that the public is aware of the immunization program is by providing information through various media platforms, including print media, internet, television, social media and other media. In this way, the entire community can easily find out information about the immunization program from the Kendari City Health Service. Public enthusiasm for social media must be informed by vaccination policies.

Page 11 of 11 | Total Record : 107