cover
Contact Name
Rahman
Contact Email
rahman.fkm@uho.ac.id
Phone
+6285222268124
Journal Mail Official
jakk-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Jl. H.E.A. Mokodompit Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27976831     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jakk
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.
Articles 107 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2022 Putriani, Ni Kadek; Zainuddin, Asnia; Yasnani, Yasnani
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Status gizi merupakan ukuran keberhasilan untuk memenuhi nutrisi kebutuhan pada anak yang ditunjukkan melalui capaian berat badan terhadap umur. Berdasarkan data absensi di wilayah kerja puskesmas yang ada di Kabupaten Konawe Selatan, Puskesmas Lameuru memiliki wilayah kerja dengan jumlah gizi buruk terbanyak yaitu di Desa Jati Bali dengan jumlah balita sebanyak 19 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.Analisis yang digunakan yakni analisis bivariat dan univariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan antara dengan pvalue < 0,05. Hasil penelitian didapatkan (52,0%) tingkat pengetahuan terhadap status gizi balita, pekerjaan Ibu (52,0%) Pendapatan Keluarga 60,0%),pola asuh ibu baik (74,7%) anak balita memiliki status gizi kurang. Setelah dilakukan uji statistik Chi- Square terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi (p value = 0,003) dan pola asuh (p value = 0,005) dengan status gizi pada anak balita. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, dengan status gizi balita di Desa Jati Bali Kecamatan Ranoomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022.Ada hubungan antara pendapatan keluarga dan pola asuh dengan status gizi balita di Desa Jati Bali Kecamatan Ranoomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022. Abstract Background: Nutritional status is a measure of success in meeting children's nutritional needs as demonstrated by achieving weight for age. Based on attendance data in the work area of the community health center in South Konawe Regency, the Lameuru Community Health Center has the work area with the highest number of malnourished children, namely in Jati Bali Village with 19 children under five. Objective: This study aims to determine the factors related to the nutritional status of toddlers in Jati Bali Village, West Ranomeeto District, South Konawe Regency in 2022. Method: Quantitative research with a cross-sectional research design. The total sample was 75 respondents who were selected using a purposive sampling technique. The analysis used was bivariate and univariate analysis using the Chi Square test. Results: The results of the research showed a relationship with p value < 0.05. The research results showed that (52.0%) the level of knowledge regarding the nutritional status of toddlers, mother's occupation (52.0%) Family income 60.0%), mother's parenting patterns were good (74.7%) children under five had poor nutritional status. After carrying out the Chi-Square statistical test, there was a significant relationship between history of infectious diseases (p value = 0.003) and parenting patterns (p value = 0.005) with nutritional status in children under five. Conclusion: There is no relationship between the mother's level of knowledge, mother's occupation, and the nutritional status of toddlers in Jati Bali Village, West Ranoomeeto District, South Konawe Regency in 2022. There is a relationship between family income and parenting patterns and the nutritional status of toddlers in Jati Bali Village, West Ranoomeeto District, South Konawe Regency. Year 2022
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALENGKABOLA KABUPATEN MUNA TAHUN 2023 Herlinayanti, Herlinayanti; Ahmad, La Ode Ali Imran; Rahman, Rahman
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan observasi awal Di wilayah kerja puskesmas Walengkabola banyak ibu tidak menggunakan KB di karena kebanyakan dari suami mereka adalah Perantauan dan masih adanya anggap masyarakat tentang banyak anak banyak rezeki. jadi, dua alasan ini menjadi alasan paling utama masyarakat di desa walengkabola untuk tidak menggunakan KB. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk melihat Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Dukungan Suami Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Walengkabola. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Suami Dengan penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur Di Wilayah kerja Puskesmas Walengkabola Kabupaten Muna Tahun 2023 Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study, dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel yakni 89 orang. Hasil: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu p value = 0,002) dan dukungan suami (p value = 0,002) dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur, namun tidak terdapat hubungan antara sikap (p value = 1,000) responden dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur. Sedangkan, Tidak ada hubungan antara sikap responden dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur. Sehingga perlu meningkatkan penyuluhan terhadap masyarakat dengan melibatkan pasangan suami istri untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang manfaat penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) dengan memberikan edukasi melalui penyuluhan. Abstract Background: Based on initial observations, in the working area of the Walengkabola Health Center, many mothers do not use family planning because most of their husbands overseas and there main reasons for the community’s opinion that many children have a lot of fortune, so these to reasons for the community in Walengkabola village not to use family planning o it is necessary to do research to see the relationship between Knowledge, Attitude and Husband Support with the Use of Contraceptive Devices in Couples of Reproductive Age in the Work Area of the Walengkabola Health Center. Objectives: To strengthen the relationship between husband’s knowledge, atitude and support with the use contraeption for couples of childbearing age in the working area of the Walengkabola Health Center, Muna Regency in 2023. Methods: This type of quantitative researcg with a shad cross sectionl design, and pressure sampling using acidental sampling method with the number the sample is 89 people. Result: there is a relationship between the mother’s level of knowledge p value= 0.002) and husband’s support (p value=1.000) with the use of contraceptives in coupels of childbearing age, but there is no relationship betweenthe attitude (p value 1.000) of respndents and the use of contraeptives in couples of childbearing age fertile. Conclusion: there is a relationship between the level of mother’s knowledge and husbands support with the use of contraception in couples of childbearing age. Meanwhile, there is no relationship between the attitudes of respondents and the use of contraception in couples of childbearing age. So it is necessary to increase counseling to the community by involving married couples to further increase knowledge about the benefits of using contraception for couples of childbearing age (PUS) by providing education through counseling.
IMPLEMENTASI PROGRAM PROMOTIF DAN PREVENTIF DI PUSKESMAS PASIR PUTIH KECAMATAN PASIR PUTIH TAHUN 2023 Mulfatun, Atri; Sabilu, Yusuf; Suhadi, Suhadi
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kesehatan merupakan kebutuhan setiap manusia dalam kehidupan. Namun, di era globalisasi ini tidak sedikit masyarakat yang kurang peduli dengan pencegahan penyakit, bahkan penyelenggara fasilitas kesehatan lebih mementingkan upaya kuratif dibandingkan upaya promotif dan preventif. Pelayanan promotif dan preventif merupakan kegiatan yang bersifat promosi dan pencegahan masalah kesehatan atau penyakit yang perlu lebih diutamakan dan diperhatikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat kearah yang lebih baik. Tujuan: Mengetahui implementasi program promotif dan preventif di puskesmas pasir putih kecamatan pasir putih Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan wawancara mendalam (deep interviews). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program promotif dan preventif belum optimal, hal tersebut ditinjau dari aspek komunikasi, masyarakat masih kurang percaya dengan petugas kesehatan dan kurangnya partisipasi Masyarakat dalam mengikuti program yang diselenggarakan puskesmas. Aspek sumber daya, yaitu petugas belum pernah mengikuti pelatihan serta masih kerja merangkap, sumber daya berupa sarana/peralatan yang tidak berfungsi dengan baik namun penganggaran dari program promotif dan preventif sudah mencukupi. Dari aspek diposisi, masih belum mengetahui kebijakan atau aturan mengenai pengelolaan program promotif dan preventif. Aspek struktur birokrasi, yakni belum adanya pembagian tugas serta ketidakjelasan tupoksi para anggota. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini yaitu implementasi program promotif dan preventif belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, baik dari segi komunikasi, sumber daya, disposisi maupun struktur birokrasi. Diharapkan puskesmas lebih memperhatikan kendala dalam pelaksanaan program promotif dan preventif untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dan optimalisasi program. Abstract Background: Health is a needs for every human being. However, in this era of globalization, quite a few people are less concerned with disease prevention, even health facility administrators prioritize curative efforts rather than promotive and preventive efforts. Promotive and preventive services are activities that promote and prevent health problems or diseases that need to be prioritized and paid attention to in order to improve public health for the better. Objectives: The purpose of this study was to determine the implementation of promotive and preventive programs at the Pasir Putih Health Center, Pasir Putih sub-district. Methods: This type of research is descriptive qualitative research with a case study approach. Results: The research results show that the implementation of promotive and preventive programs is not optimal, this is seen from the communication aspect, the community still lacks trust in health workers and there is a lack of community participation in participating in programs organized by the health center. The resource aspect, namely officers have never attended training and are still working concurrently, resources in the form of facilities/equipment that are not functioning properly but the budget for promotive and preventive programs is sufficient. From the position aspect, we still don't know the policies or rules regarding the management of promotive and preventive programs. Aspects of the bureaucratic structure, namely the lack of division of tasks and unclear duties and functions of the members. Conclusion: The conclusion of this research is the implementation of promotive and preventive programs has not been fully implemented well, both in terms of communication, resources, disposition and bureaucratic structure. It is hoped that community health centers will pay more attention to obstacles in implementing promotive and preventive programs to further increase community participation and optimize programs.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEROANG KABUPATEN MOROWALI TAHUN 2022 Umar, Siti Marwa; Ahmad, La Ode Ali Imran; Hartoyo, Agnes Mersatika
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI kepada bayi sejak dilahirkan sampai berusia 6 bulan tanpa adanya tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin, dan mineral. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian bayi (AKB) di indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan kabupaten Morowali cakupan pemberian ASI Eksklusif Tahun 2021 sebesar (56,1%) capaian cakupan ASI eksklusif masih terhitung rendah. Berdasarkan dari data cakupan yang ada pada UPT Puskesmas Kaleroang Tahun 2020 tercatat jumlah bayi (0-6 bulan) yang mendapat ASI eksklusif sebesar 31,0%. Dan pada Tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 26,18%. Terlihat bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif masih berada dibawah dari target yaitu sebesar 50% sehingga melatarbelakangi penelitian ini dilakukan di UPT Puskesmas Kaleroang. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Kabupaten Morowali tahun 2022. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis univariat serta bivariat yaitu frekuensi data independen dan dependen . Analisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikan sebesar (α) 0,05. Hasil: Ada hubungan antara pengetahuan (p-value= 0,038 p
ANALISIS PELAKSANAAN SOP, SARANA DAN PRASARANA, KETERSEDIAAN TENAGA PENANANGANAN KELUHAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN JKN DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2023 Widi Astuti, Ni Putu Elis; Suhadi, Suhadi; Rahman, Rahman
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Indeks Kepuasan Pasien di RSUD Kota Kendari pada tahun 2020 sebesar 82%, dalam hal ini capaian kepuasan pasien berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di RSUD Kota Kendari belum mencapai standar IKM yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar 95%. Meningkatnya jumlah pasien rawat jalan khususnya BPJS bukan berati tidak ada keluhan. Pasien yang sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan rumah sakit. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di RSUD Kota Kendari, umumnya pasien JKN mengeluhkan tentang pelayanan Kesehatan yang diterimanya diantaranya proses pendaftaran pasien, sistem antrian yang lama/panjang, waktu tunggu pelayanan yang cukup lama, tidak ada umpan balik penanganan keluhan yang terupdate di pajang. Umpan balik pada papan pengaduan yang belum maksimal dan kurang menarik sehingga pasien terasa sulit untuk melihat umpan balik tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana penanganan keluhan pelayanan Kesehatan pasien JKN di RSUD Kota Kendari dari segi SOP, Sarana dan Prasarana, Serta Ketersediaan Tenaga. Metode: penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Case Study dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi yang melibatkan informan yaitu Kasubag Pengaduan, Wadir Pelayanan, Staff Pengaduan dan pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan keluhan pelayanan kesehatan dilakukan berdasarkan SOP yaitu Standar Pengaduan RSUD Kota Kendari. Bentuk sarana dan prasarana yang mendukung untuk penanganan pengaduan di RSUD kota Kendari yaitu tersedia kotak saran, melalui scan barcode, melalui WhatsApp, serta pengaduan ke unit pengaduan dan aplikasi SP4N LAPOR untuk komplain pelanggan. Namun masih ada beberapa Gedung yang belum ada kotak saran, karena ada beberapa kotak saran yang rusak dan akan dilakukan pengadaan kotak saran. Ketersediaan staf pengaduan sudah ada. Namun staf pengaduan memiliki pekerjaan yang banyak dan jumlah staf yang kurang oleh karena itu mereka kewalahan dan belum bisa mengontrol papan pengaduan yang seharusnya berisi umpan balik pasien yang menyalurkan keluhannya. Staf pengaduan tidak pernah diberikan pelatihan terkait penangan pengaduan atau yang sejenisnya dari RSUD Kota Kendari . Kesimpulan: Penaganan keluhan pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Kendari telah dilakukan berdasarkan Standar pelayanan Pengaduan. Namun masih ada beberapa Gedung yang belum ada kotak saran. Selain itu Staf pengaduan tidak pernah diberikan pelatihan terkait penangan pengaduan atau yang sejenisnya. Sehingga rumah sakit perlu memperbaiki kualitas pelayanan dengan menambahkan sarana dan prasarana Penanganan keluhan, merencanakaan pengadaan Saranana dan prasarana penanganan keluhan dan menambah staf penanganan keluhan. Abstract Background: The Patient Satisfaction Index at the Kendari City Hospital in 2020 was 82%, in this case the achievement of patient satisfaction based on the Community Satisfaction Index (IKM) at the Kendari City Hospital has not reached the IKM standard set by the Ministry of Health at 95%. The increasing number of outpatients, especially BPJS, does not mean there are no complaints. Patients make a huge contribution to hospital income. Based on an initial survey conducted at the Kendari City Regional Hospital, JKN patients generally complained about the health services they received, including the patient registration process, a long queue system, long waiting times for services, and no updated complaint handling feedback on display. Feedback on the complaint board is not optimal and less interesting so patients find it difficult to see the feedback. Objectives: To find out how JKN patient health service complaints are handled at the Kendari City Regional Hospital in terms of SOPs, Facilities and Infrastructure, and Availability of Personnel. Methods: Qualitative research using a Case Study approach using interview, observation and documentation data collection techniques involving informants, namely the Head of Complaints Subdivision, Deputy Director of Services, Complaints Staff and patients. Results: The results of the research show that the handling of health service complaints is carried out based on the SOP, namely the Kendari City Hospital Complaint Standards. The forms of facilities and infrastructure that support complaints handling at the Kendari City Hospital include a suggestion box, barcode scanning, WhatsApp, as well as complaints to the complaints unit and the SP4N LAPOR application for customer complaints. However, there are still several buildings that do not yet have suggestion boxes, because several suggestion boxes were damaged and suggestion boxes will be procured. Availability of complaints staff already exists. However, the complaints staff has a lot of work and the number of staff is not enough because of their desires and cannot control the complaints board which should contain feedback from patients who submit their complaints. Complaints staff have never been given training regarding handling complaints or anything similar from the Kendari City Regional Hospital. Conclusion: Handling of health service complaints at Kendari City Regional Hospital has been carried out based on Complaint Service Standards. However, there are still several buildings that do not have suggestion boxes. Apart from that, the complaints staff has never been given training regarding handling complaints or anything similar. So hospitals need to improve the quality of service by adding facilities and infrastructure for handling complaints, planning the procurement of facilities and infrastructure for handling complaints and adding complaint handling staff.
HUBUNGAN BEBAN KERJA, MOTIVASI, DAN KOMPENSASI DENGAN KINERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DEWISARTIKA KENDARI TAHUN 2023 Muhaymin, Muhaymin; Yuniar, Nani; Lestari, Hariati
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tenaga keperawatan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan perawatan bagi pasien di rumah sakit, sebagai faktor yang berhubungan langsung dengan pasien dalam waktu yang lama. Rekapan absensi di RSU Dewi Sartika Kendari pada tiga bulan awal tahun 2023 tingkat keterlambatan setiap bulannya mengalami kenaikan, yaitu pada Januari sebanyak 38%, Februari sebanyak 46%, dan Maret sebanyak 48%. Dengan keterlambatan kehadiran tenaga keperawatan ini berakibat pada penurunan kinerja tenaga keperawatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja, motivasi, dan kompensasi dengan kinerja tenaga keperawatan di RSU Dewi Sartika Kendari tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, dengan sampel sebanyak 74 responden sesuai dengan jumlah populasi. Hasil: Menunjukan bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan kinerja dengan nilai p=0,000 (p
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN Efendi, Efendi; Imran, La Ode Ali; Liaran, Rastika Dwiyanti
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Disiplin merupakan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dan harus dipatuhi oleh setiap pegawai dengan rasa senang tanpa ada paksaan. Permasalahan kedisiplinan khususnya kedisiplinan pegawai, hingga saat ini masih mendapat sorotan yang tajam dari masyarakat. Berdasarkan data absensi pegawai puskesmas Lapandewa didapatkan bahwa beberapa pegawai memiliki tingkat kehadiran kurang dari 80%, kenyataan ini menunjukkan disiplin kerja belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan disiplin kerja pegawai di Puskesmas Lapandewa Kabupaten Buton Selatan tahun 2023. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di puskesmas Lapandewa sebanyak 53 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel sensus yang meliputi jumlah populasi. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan disiplin kerja pegawai (p value = 0,041), tidak ada hubungan antara motivasi dengan disiplin kerja (p value = 0,114), ada hubungan antara sanksi dengan disiplin kerja (p value = 0,030), tidak ada hubungan antara pengawasan dengan disiplin kerja (p value = 0,187), dan ada hubungan antara gaji dengan disiplin kerja (p value = 0,002). Kesimpulan: Kepemipinan, sanksi dan gaji memiliki hubungan yang signifikan dengan disiplin kerja pegawai, sebaliknya motivasi dan pengawasan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan disiplin kerja pegawai. Abstract Background: Discipline is the rules that have been set and must be obeyed by every employee with pleasure without any coercion. Discipline issues, especially employee discipline, until now still receive sharp scrutiny from the public. Based on employee absence data at the Lapandewa Health Center, it was found that some employees had an attendance rate of less than 80%, this fact shows that work discipline is not optimal. Objectives: The purpose of this study was to determine the factors related to employee work discipline at the Lapandewa Community Health Center, South Buton Regency in 2023. Methods: quantitative research with a cross-sectional research design. The population in this study were all employees at the Lapandewa health center as many as 53 people. The sample in this study uses a census sample which includes the total population. The research instrument used was a questionnaire Results: The results showed that there was a significant relationship between leadership and employee work discipline (p value = 0.041), there was no relationship between motivation and work discipline (p value = 0.114), there was a relationship between sanctions and work discipline (p value = 0.030), there is no relationship between supervision and work discipline (p value = 0.187), and there is a relationship between salary and work discipline (p value = 0.002). Conclusion: It can be concluded that leadership, sanctions and salary have a significant relationship with employee work discipline, whereas motivation and supervision have no significant relationship with employee work discipline.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP IBU HAMIL DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI TAHUN 2023 Azis, Wa Ode Nur Amalia; Suhadi, Suhadi; Kalza, Lade Albar
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Cakupan Antenatal care di Sulawesi Tenggara mencapai 74,7% atau menduduki enam terbawah. Puskesmas Nambo merupakan salah satu Puskesmas dengan jumlah pemanfaatan Antenatal care tinggi namun belum mencapai target pemanfaatan Antenatal care. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap ibu hamil dan dukungan suami dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Nambo Kota Kendari Tahun 2023. Metode: Penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan rancangan cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi square. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Nambo yang berjumlah 173 ibu hamil ditahun 2022 dan ibu yang telah melahirkan minimal 12 bulan kelahiran. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 responden. Hasil: ada hubungan antara dukungan suami (p value = 0,034 < 0,05) dengan pemanfaatan antenatal care, sebaliknya tidak ada hubungan pengetahuan (p value = 0,097 > 0,05) dan sikap ibu hamil (p value = 0, 110> 0,05) dengan pemanfaatan antenatal care. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan suami dengan pelayanan antenatal care sedangkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tidak berhubungan. Sehingga suami harus terlibat dalam kegiatan penyuluhan sehingga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran suami untuk memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya guna untuk mengetahui perkembangan calon anak mereka. Abstract Background:. Antenatal care coverage in Southeast Sulawesi reached 74.7% or occupied the bottom six. Nambo Health Center is one of the Health Centers with a high number of antenatal care utilization but has not yet reached the target of antenatal care utilization. Objective: To find out the relationship between knowledge, attitudes of pregnant women and husband's support with the utilization of antenatal care services in the working area of the Nambo Health Center, Kendari City, in 2023. Purpose: Quantitative research is analytic in nature with a cross-sectional study design with a proportional random sampling technique. Statistical test using the Chi square test. The population in this study were all pregnant women in the working area of the Nambo Health Center, totaling 173 pregnant women in 2022 and women who had given birth at least 12 months after birth. The sample in this study amounted to 63 respondents. Results: there is a relationship between husband's support (p value = 0.034 0.05) and attitudes of pregnant women (p value = 0.110 > 0.05 ) with the use of antenatal care. Conclusion: There is a relationship between husband's support and antenatal care services, while knowledge and attitudes of pregnant women are not related. So that the husband must be involved in counseling activities so as to increase the husband's knowledge and awareness to provide support to pregnant women to check their pregnancies in order to find out the development of their future child.
STUDI KOMPARATIF TINGKAT KEPUASAN PASIEN PESERTA BPJS DAN NON-BPJS TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Said, Wa Ode Nur Anisa; Zainuddin, Asnia; Hartoyo, Agnes Mersatika
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan yang diberikan. Terdapat banyak Permasalahan mengenai pelayanan kesehatan yang dikeluhkan oleh pasien peserta BPJS. Beberapa Keluhan pasien BPJS Kesehatan yaitu tidak mendapat pelayanan maksimal seperti penolakan pada pasien BPJS Kesehatan, waktu pelayanan yg cukup lama dan layanan untuk obat yg terkadang tidak sesuai dibandingkan dengan pasien yg bayar langsung. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien peserta BPJS dan non-BPJS terhadap mutu pelayanan kesehatan di puskesmas poasia kota kendari tahun 2023 . Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode komparatif dan menggunakan pendekatan cross sectional Hasil: Hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan (reliability) dengan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), terdapat perbedaan tingkat kepuasan pada dimensi daya tanggap (responsive) dengan p-value sebesar 0,001 (p < 0,05)., tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan pada dimensi bukti fisik (tangible) dengan p-value sebesar 0,713 (p >0,05)., tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan pada dimensi jaminan (asurance) dengan p-value sebesar 0,068 (p > 0,05). dan terdapat perbedaan tingkat kepuasan empati (emphaty) dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) terhadap mutu pelayanan kesehatan di puskesmas poasia kota kendari tahun 2023. Kesimpulan: Ada perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan Non-BPJS terhadap mutu pelayanan kesehatan di puskesmas poasia kota kendari tahun 2023. meningkatkan pelayanan kepada pasien yang dating berobat ke puskesmas poasia tanpa membedakan status BPJS maupun Non BPJS dan kepada petugas kesehatan agar memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara professional dan merata tanpa memandang status ekonomi pasien. Abstract Background: The health services provided greatly influence patient satisfaction. Many BPJS participating patients complain about problems related to health services. Complaints from BPJS Health patients are that they often do not receive maximum service, such as rejection by BPJS Health patients, long service times and services for medicines that are sometimes inappropriate compared to patients who pay directly. Objectives: to determine the difference in the level of patient satisfaction of BPJS participants and non-BPJS participants regarding the quality of health services at the Poasia Health Center, Kendari City in 2023. Methods: This type of research is quantitative research with comparative methods and uses a cross sectional approach Results: The results of the research showed differences in satisfaction levels in the reliability dimension with a p-value of 0.003 (p < 0.05), there were differences in satisfaction levels in the responsiveness dimension with a p-value of 0.001 (p < 0.05 )., there is no difference in the level of satisfaction in the physical evidence (tangible) dimension with a p-value of 0.713 (p > 0.05)., there is no difference in the level of satisfaction in the insurance dimension with a p-value of 0.068 (p > 0.05). and there is a difference in the level of empathy satisfaction with a p-value of 0.000 (p < 0.05) on the quality of health services at the Poasia Health Center in Kendari City in 2023. Conclusion: There is a difference in the level of satisfaction between BPJS and Non-BPJS patients regarding the quality of health services at the Poasia Health Center in Kendari City in 2023. Improve services for patients who come for treatment at the Poasia Health Center without differentiating between BPJS and Non-BPJS status and for health workers to provide health services to society in a professional and equitable manner regardless of the patient's economic status.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAPUNTO KABUPATEN MUNA TAHUN 2022 Sumarni, Sumarni; Effendy, Devi Safitri; Yuniar, Nani
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyebab kematian ibu terjadi karena penanganan yang kurang baik dan tepat, adanya faktor tiga terlambat (3T) yaitu terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat merujuk dan terlambat mendapat pelayanan yang optimal. Faktor tersebut merupakan penyebab tidak langsung, namun menjadi penyeba mendasar dalam kematian ibu. Adapun faktor pelayanan kesehatan disebabkan oleh masih jauhnya jangkauan pelayanan KIA dan penanganan kelompok berisiko, masih rendahnya cakupan Antenatal care dan pertolongan persalinan 3 oleh tenaga kesehatan, keterlambatan penanganan adekuat, akses pelayanan kesehatan (jarak, biaya, waktu dan transportasi) yang tidak terjangkau. Dari Observasi awal yang dilakukan calon peneliti di Puskemas Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna, ditemukan permasalahan yang ada di dalamnya adalah masih banyak ibu hamil yang tidak memanfaatkan pelayanan antenatal care secara terpadu seperti kurangnya informasi mengenai pemanfaatan pelayanan antenatal care dan sosialisasi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan Antenatal care pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wapunto Kabupaten Muna Tahun 2022. Metode: Metode kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study yang di maksudkan untuk mengetahui factor yang berhubungan pemanfaatan pelayanan ANC (Antenatal care) di Puskesmas Wapunto Kabupaten Muna. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Hasil: Ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga (p value = 0,006 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan antentatal care. Sebaliknya tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0, 217 > 0,05), media informasi (p value = 0,425 > 0,05), sosial budaya (p value = 0,059 > 0,05), dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel pengetahuan, media informasi dan sosial budaya tidak memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care sedangkan variabel dukungan keluarga memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. oleh karena itu, petugas kesehatan perlu meningkatkan sosialisasi agar masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan. Abstract Background: Causes of maternal death also occur due to poor and appropriate handling, there is a factor of three being late (3T), namely late recognizing signs danger, late referral and late receiving optimal service. These factors are indirect causes, but they are causes fundamental in maternal death. The health service factor is caused by the lack of stable coverage of MCH services and handling of risk groups, low coverage of Antenatal care and delivery assistance by health personnel, delays in adequate treatment, access to health services (distance, cost, time and transportation) that are inaccessible. From initial observations made by prospective researchers at the Wapunto Public Health Center, Duruka District, Muna Regency, it was found that there were still many pregnant women who did not utilize integrated antenatal care services, such as lack of information regarding the use of antenatal care services and socialization. Objective: To determine the factors related to the utilization of Antenatal care services for Pregnant Women in the Wapunto Community Health Center Working Area, Muna Regency in 2022. Method: Quantitative method using a cross sectional study design which is intended to determine factors related to the use of ANC (Antenatal care) services at the Wapunto Community Health Center, Muna Regency. The data collection uses a questionnaire. Results: There was a significant relationship between family support (p value = 0.006 < 0.05) and the utilisation of antenatal care services. In contrast, there is no significant relationship between knowledge (p value = 0, 217 > 0.05), information media (p value = 0.425 > 0.05), social culture (p value = 0.059 > 0.05), with the utilisation of antenatal care services. Conclusion: The conclusion in this study is that the variables of knowledge, information media and socio-culture do not have a relationship with the utilisation of antenatal care services while the variable of family support has a relationship with the utilisation of antenatal care services. Therefore, health workers need to increase outreach so that people use health facilities.

Page 10 of 11 | Total Record : 107