cover
Contact Name
Baiq Emy Nurmalisa
Contact Email
lentoranursingjournal@gmail.com
Phone
+628114500898
Journal Mail Official
lentoranursingjournal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lagumba No. 25 Mamboro Barat Palu Utara, Palu, Sulawesi Tengah Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Lentora Nursing Journal
ISSN : 27761371     EISSN : 27761622     DOI : 10.33860/lnj.v
Core Subject : Health,
Lentora Nursing Journal (eISSN: 2776-1622 & pISSN: 2776-1371 ) is a peer-reviewed journal published by Poltekkes Kemenkes Palu, which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published in October 2020, and it is published twice a year, issued in April and October. Lentora Nursing Journal aims to provide a forum exchange and an interface between researchers and practitioners in any nursing related field. This journal only accepts articles from original research results, case study articles, and scientific review articles. Lentora Nursing Journal is a scientific publication for widespread research and criticism topics in nursing studies, but are not limited in the following issues: pediatric nursing, women and children health in nursing, community health nursing, psychiatric nursing, medical-surgical nursing, emergency & disaster nursing, and nursing education.
Articles 48 Documents
Factors Related to Family Decision-Making on the Utilization of Basic Immunization Services for Babies : Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengambilan Keputusan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Sarana Pelayanan Imunisasi Dasar Pada Bayi Nur, Akbar; Mustadiarto, Mustadiarto; Patandean, Dewarawati; Suryadi, Suryadi; Dwi Swarjana, I Kadek
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.1722

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu indikator keberhasilan program imunisasi adalah tercapainya Universal Child Immunization (UCI). Kegiatan imunisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementrian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mencapai Milenium Development Goals (MDGs) khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak. Tujuan: Tujuan dalam penelitian ini untuk mengatahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan sarana pelayanan imunisasi dasar bayi di Posyandu Coklat Indah UPT Puskesmas Sarudu II. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan desain Cross Sectional Study. Adapun populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah Posyandu Coklat Indah UPT Puskesmas Sarudu II, dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa untuk variabel pengetahuan didapatkan nilai P lebih kecil dari nilai α yaitu (ρ = 0.002 < 0.05), untuk variabel pekerjaan didapatkan nilai P lebih besar dari nilai α yaitu (ρ = 0.283 > 0.05), untuk variabel motivasi keluarga didapatkan nilai P lebih kecil dari nilai α yaitu (ρ = 0.000 < 0.05), dan untuk variabel dukungan keluarga didapatkan nilai P lebih kecil dari nilai α yaitu (ρ = 0.006 < 0.05). Kesimpulan:Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, motivasi keluarga dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan sarana pelayanan imunisasi, dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan pemanfaatan sarana pelayanan imunisasi dasar di Posyandu Coklat Indah UPT Puskesmas Sarudu II.
Physical Activity in Communities Exposed and Unexposed to Covid-19: Aktivitas Fisik pada Masyarakat yang Terpapar dan Tidak Terpapar Covid-19 Restu Pertiwi, Melinda; Solehatun, Fitriani; Hardiyanti, Diana; Wardhani, Annalia
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.1723

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 menjadi masalah global dengan angka kematian 5.020.204 jiwa di seluruh dunia (226 negara), hal ini juga menurunkan aktivitas fisik pada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat aktivitas fisik pada masyarakat yang terpapar dan tidak terpapar covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1 Tahun 2022. Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain case control, Populasi penelitian sejumlah 246 orang. Sampel terdiri dari 90 responden yang terpapar Covid-19 dan 90 responden yang tidak terpapar Covid-19. Variabel independent yaitu aktivitas fisik variabel dependen terpapar atau tidak terpapar Covid-19. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner elektronik melalui Google form, kemudian diuji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai statistik p-value <α 0,05 atau 0,004 < 0,05 sehingga ada perbedaan tingkat aktivitas fisik pada masyarakat yang terpapar dan tidak terpapar Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1. Kesimpulan: Aktivitas fisik pada kelompok tidak terpapar Covid-19 sebagian besar adalah aktivitas sedang yaitu sebanyak 55 responden (61,1%), sedangkan pada responden terpapar hanya 33 responden (36,7%) atau hampir setengah pada tingkat sedang. Artinya pada masyarakat yang sedang aktivitasnya (pola yang baik) menunjukkan risiko paparan Covid juga kurang dibanding kelompok yang lainnya.
Effectiveness of Vein Viewer in Supporting Nursing Care: Literature Review : Efektifitas Vein Viewer dalam Menunjang Asuhan Keperawatan: Literature Review Sari, Bunga Putri Permata; Kurniawan, Udy; Kurniawan, Moh Heri
Lentora Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2021): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v1i2.1786

Abstract

Pemasangan akses perifer intravena merupakan salah satu tindakan invasif yang paling sering dilakukan oleh perawat. Tingkat keberhasilan jauh dari ideal, dimana hanya 48% pasien yang berhasil mendapatkan akses intravena pada upaya pertama insersi. Vein Viewer adalah sebuah teknologi yang dirancang untuk memfasilitasi akses vaskular dengan menggunakan cahaya inframerah (NIR) yang dapat memudahkan pemasangan akses intravena. Tujuan penelitian ini mengetahui seberapa efektif vein viewer dalam menunjang asuhan keperawatan. Metode pencarian sistematis dilakukan di beberapa database yaitu PubMed melalui google scholar dengan kata kunci yang digunakan adalah pemindaian vena, vein viewer, intravenous access, dan vein visualization technology. Dalam menulis literature review ini penulis menentukan beberapa kriteria inklusi, yaitu publikasi dalam 10 tahun terakhir dari 2011 sampai 2021, full text, semua metode penelitian baik kualitatif, kuantitatif, metode campuran, kohort maupun survey dimasukkan dan menggunakan bahasa Inggris. Hasil : Diperoleh delapan artikel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat tujuh artikel yang menunjukkan angka keberhasilan upaya insersi pertama yang lebih tinggi dibandingkan tanpa pemindai vena. Satu artikel yang menunjukkan tidak meningkatkan keberhasilan kanulasi IV. Simpulan : Vein Viewer meningkatkan angka keberhasilan upaya insersi pertama yang lebih tinggi dalam pemasangan akses perifer intravena dibandingkan tanpa menggunakan alat tersebut.
Level of Knowledge of Andini Persada Mamuju Health College Students about Covid 19: Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Stikes Andini Persada Mamuju tentang Covid 19 Tikirik, Wita Oileri; Nurindahsari; Sahrianti , Nini; Patandean, Dewarawati
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.1789

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus dengan gejala umum demam, lemah, batuk, kejang. Penyebaran Covid-19 berlangsung sangat cepat sehingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat memastikan diri terhindar dari virus corona. Latar Belakang: Upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang baik, karena mahasiswa merupakan salah satu komponen masyarakat yang memiliki pengetahuan tinggi yang diharapkan dapat memiliki pengetahuan yang baik tentang Covid-19 sehingga dapat berkontribusi dalam pencegahan Covid-19.Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa STIkes Andini Persada. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Penelitian ini di laksanakan di kampus STIKes Andini Persada Mamuju pada bulan Oktober- November 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 152 responden dari jumlah populasi mahasiswa angkatan 2018-2020. Hasil: tingkat pengetahuan menunjukkan bahwa responden berpengetahuan baik dengan persentase 74%, 24% responden yang berpengetahuan cukup dan 1% yang berpengetahuan kurang. Kesimpulan: dapat di simpulkan bahwa tingkat pengetahuan Mahasiswa STIKes Andini Persada Mamuju dapat dikategorikan baik atau banyak tahu tentang Covid-19
Determinants of The Incidence of Multidrugs Resistant Tuberculosis (MDR TB) In North Luwuk District : Determinan Kejadian Multidrugs ResistenTuberculosis (MDR TB) di Kecamatan Luwuk Utara Sukmawati, Sukmawati; Galenso, Nitro
Lentora Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2021): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v1i2.1885

Abstract

Indonesia termasuk high burden countries, artinya Indonesia memiliki permasalahan besar menghadapi TB. Penelitian bertujuan mengidentifikasi Karakteristik Penderita dan determinan MDR-TB di wilayah Kecamatan Luwuk Utara. Jenis Penelitian Case control study. Teknik sampel dengan total sampling. Analisis data dengan Odds Ratio untuk mengetahui besar peluang variabel beresiko terhadap kejadian kasus MDR-TB. Odds Ratio dengan 95% confidence interval diperoleh bahwa PMO, Dukungan Keluarga, dan Keteraturan Minum Obat adalah 100% sehingga tidak dilanjutkan untuk melihat besarnya peluang beresiko. Pengetahuan merupakan determinan MDR TB dengan nilai OR >0,1. Analisis variabel akses pelayanan menunjukkan nilai OR>1,75 artinya variabel akses pelayanan Kesehatan pada responden memiliki peluang 1,75 lebih besar menderita MDR TD. Penyuluhan Kesehatan diperoleh nilai OR>11 jadi 11,5 lebih berpeluang memiliki risiko MDR-TB. Hasil analisis variabel petugas Kesehatan menunjukkan nilai OR>5,8. Artinya peluang berisiko variabel petugas Kesehatan adalah 5,8 lebih besar menderita MDR-TB. Kesimpulan penelitian adalah Karakteristik MDR TB tertinggi pada usia 17-25 tahun dan 46-55 tahun, jenis kelamin laki-laki, Pendidikan SLTA dan pekerjaan wiraswasta. Hasil analisis Odds Ratio menunjukkan bahwa yang bermakna adalah variabel pengetahuan dimana OR>0,1.
The Effect Of Using SDKI And Wilkinson Book On The Accuracy Level Of Nursing Diagnosis by Poltekkes Palu Nursing Student: PENGARUH PENGGUNAAN BUKU STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA (SDKI) DAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN WILKINSON EDISI 10 TERHADAP TINGKAT KETEPATAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN MAHASISWA POLTEKKES PALU Hasan, Sri Musriniawati; Mulyanto, Atim
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.2054

Abstract

Nursing diagnosis is a clinical judgement made by a nurse about patients’ respond towards their health condition. Data shows that 40% of nursing students don’t have enough skills to make precise nursing diagnose. The aim of this study is to assess the effect of the use of the SDKI book and Wilkinson nursing diagnosis 10th edition book on the nursing students’ accuracy in making nursing diagnoses. We use a quasi-experimental method with the second grade of Poltekkes Palu nursing students as the subject of this study (n=93). The subjects were then divided into 3 groups. The first group was given the SDKI book as the intervention, the second group with the Wilkinson, and the third group was the control. Data were collected and analyzed with one-sample t-test (α<0,05) to assess the students’ nursing diagnose accuracy before and after interventions. Results show that there is a statistically significant increment before and after intervention in the Wilkinson group (α = 0,018). While there are no significant increments both in the SDKI group (9,2 point increment), Wilkinson group (42 point increment), and in the control group (10,8 point of increment). In conclusion, the use of Wilkinson nursing diagnoses 10th edition affects the increment of Poltekkes Palu students’ nursing diagnosis accuracy.
The Effect of Diabetic Foot Exercises on Ankle Brachial Index Values and the Degree of Diabetic Foot Risk in Diabetes Melitus Patients: Pengaruh Senam Kaki Diabetik terhadap Nilai Ankle Brachial Indeks dan Derajat Risiko Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Nurmalisa, Baiq Emy; supirno, Supirno
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.2075

Abstract

Background: The prevalence of Diabetic Foot Ulcers (DFU) in diabetics is 4-10% where this condition more often affects the elderly. DFU is a serious marker of a disease that if optimal prevention is not carried out from the start, the wound deteriorates rapidly, and the worst is amputation. Diabetic foot exercises are used as leg exercises and are beneficial in reducing pain, reducing nerve damage, controlling blood sugar and increasing blood circulation in the feet. The purpose of this study was to analyze the effect of diabetic foot exercise on the degree of risk of diabetic foot ulcers and the Ankle brachial index value in Diabetes Mellitus patients in the Work Area of the Mamboro Health Center. Methods: This type of research is quasi-experimental with a one group pretest posttest design. The sample is 16 people. The instruments used were a monofilament test, sphygmomanometer, stethoscope, and an instrument for assessing the risk of diabetic foot. Data analysis used is paired t test and Wilcoxon test. Results The results showed that diabetic foot exercise had an effect on changes in the value of blood circulation (ABI) with a p value (0.000) and a score of degrees of risk of diabetic foot with a p value (0.001). Conclusion of this study is that diabetic foot exercise has a statistical effect on both the ABI value and the diabetic foot degree score. Suggestions from this study are that nurses more often conduct DM foot exercise education in an effort to prevent DFU
Factors Associated with Pulmonary TB Patients' Self Efficacy in Undergoing Treatment: Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Self Efficacy Pasien TB Paru dalam Menjalani Pengobatan Nurmalisa, Baiq Emy
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.2076

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a direct infectious disease caused by bacteria. Efforts to control pulmonary TB with the DOTS strategy have been implemented in various countries. In addition to the DOTS strategy, self-efficacy or confidence in the patient is the most important factor in controlling pulmonary TB. Self efficacy is an individual's belief in managing certain behaviors to achieve healing. Self efficacy is influenced by one's own experience, observation of others, verbal persuasion, and physiological evaluation. The purpose of this study was to determine the relationship between self-experience, observation of others, verbal persuasion, physiological evaluation and self-efficacy in pulmonary TB patients undergoing treatment in the UPTD area of ​​the Tangeban Health Center. Methods: This study uses an analytic design through a cross sectional approach with a sample of 33 people, obtained from the total sampling. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results of the analysis of research data obtained a correlation value between one's own experience and self-efficacy with a significance level of 0.024 (α<0.05), observation of other people with self-efficacy with a significance level of 0.013 (α<0.05), verbal persuasion with self efficacy with a significance level of 0.031 (α<0.05), and the results of the correlation value between physiological evaluation and self efficacy with a significance level of 0.027 (α<0.05). Conclusion there is a significant relationship between self-experience, observation of others, verbal persuasion and physiological evaluation with the self-efficacy of TB patients.
Relationship between Mother's Knowledge about Exclusive Breastfeeding and Giving MPASI with Stunting Incidence in Children Aged 24-59 Months in Bale Village Working Area of Wani Health Center, Donggala District: Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Asi Eksklusif dan Pemberian MPASI dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Desa Bale Wilayah Kerja Puskesmas Wani Kecamatan Donggala Nurmalisa, Baiq Emy
Lentora Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v2i2.2078

Abstract

Stunting is a condition in which toddlers have less length or height when compared to their age. Globally in 2016 as many as 22.9% or around 154.8 million children under five in the world suffer from stunting. The number of stunting cases in toddlers in Bale Village was 58 children. The aim of the study was to find out the relationship between mother's knowledge about exclusive breastfeeding and giving MP-ASI with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Bale Village, working area of ​​the Wani Health Center, Tanantovea District, Donggala Regency. Methods This type of research is a correlation analytic method with a cross sectional design. The population in this study were all mothers with toddlers aged 24-59 months in Bale Village totaling 188 populations. The number of samples is 53 samples, with the sampling technique proportional random sampling. Data analysis used the chi-square test. The results showed that there was a relationship between mothers' knowledge about exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Bale Village, Working Area of ​​the Wani Public Health Center, Tanantovea District, Donggala Regency (p-value = 0.001) and there was a relationship between complementary feeding and stunting. in toddlers aged 24-59 months in Bale Village, Working Area of ​​Wani Public Health Center, Tanantovea District, Donggala Regency (p-value = 0.000). The conclusion of this study is that there is a relationship between mother's knowledge about exclusive breastfeeding and giving MP-ASI with the incidence of stunting in toddlers aged 24 -59 months in Bale Village working area of ​​the Wani Health Center, Tanantovea District, Donggala Regency. It is hoped that the Wani Health Center will routinely carry out health counseling and provide nutritious MP-ASI so that it can prevent stunting in toddlers.
Pengaruh Guide Imagery Relaxation terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Fraktur yang dilakukan Tindakan Pembedahan di Ruang Paviliun Teratai RSUD Undata Palu: The Effect of Guide Imagery Relaxation on Pain Levels in Fracture Patients Undergoing Surgery in the Teratai Pavilion Undata Hospital Palu ndama, metyrs; Ismunandar, Ismunandar
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2023): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i2.2680

Abstract

Latar Belakang: Gejala fraktur yang paling umum adalah rasa sakit, pembengkakan dan kelainan bentuk. Rasa sakit akan bertambah berat dengan gerakan dan penekanan diatas fraktur. Salah satu tindakan keperawatan untuk mengatasi nyeri adalah tindakan guide imagery relaxation. Berdasarkan wawancara dengan perawat, tehnik ini jarang dilakukan sementara tehnik ini mudah dan praktis dalam pelaksanaan. Tujuan penelitian ini diketahuinya pengaruh guide imagery relaxation terhadap tingkat nyeri pada pasien fraktur yang dilakukan tindakan pembedahan di ruang pavilion Teratai RSUD Undata Palu. Metode Penelitian ini adalah  penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest group design. Populasi adalah pasien fraktur yang dilakukan tindakan pembedahan, besar sampel adalah 15 orang yang dihitung dengan menggunakan rumus estimasi proporsi populasi tidak diketahui. Cara pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengolahan data menggunakan fasilitas komputer, análisis yang digunakan adalah análisis univariat dan análisis bivariat dengan menggunakan uji T Dependen dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian diperoleh sebelum dilakukan tindakan guide imagery relaxation penderita yang mengalami nyeri kategori sedang lebih banyak yaitu 86,6% den mean rata rata adalah 5,53. Setelah dilakukan tindakan guide imagery relaxation 100 % pasien mengalami nyeri dengan kategori ringan dan mean rata rata 2,867. Hasil uji T Dependen diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh tindakan guide imagery relaxation terhadap tingkat nyeri pada pasien fraktur yang dilakukan tindakan pembedahan (H0 di tolak).  Disarankan kepada perawat di RSUD Undata Palu untuk dapat mengajarkan dan menerapkan tindakan keperawatan ini pada pasien yang mengalami masalah keperawatan nyeri.