cover
Contact Name
Baiq Emy Nurmalisa
Contact Email
lentoranursingjournal@gmail.com
Phone
+628114500898
Journal Mail Official
lentoranursingjournal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lagumba No. 25 Mamboro Barat Palu Utara, Palu, Sulawesi Tengah Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Lentora Nursing Journal
ISSN : 27761371     EISSN : 27761622     DOI : 10.33860/lnj.v
Core Subject : Health,
Lentora Nursing Journal (eISSN: 2776-1622 & pISSN: 2776-1371 ) is a peer-reviewed journal published by Poltekkes Kemenkes Palu, which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published in October 2020, and it is published twice a year, issued in April and October. Lentora Nursing Journal aims to provide a forum exchange and an interface between researchers and practitioners in any nursing related field. This journal only accepts articles from original research results, case study articles, and scientific review articles. Lentora Nursing Journal is a scientific publication for widespread research and criticism topics in nursing studies, but are not limited in the following issues: pediatric nursing, women and children health in nursing, community health nursing, psychiatric nursing, medical-surgical nursing, emergency & disaster nursing, and nursing education.
Articles 48 Documents
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pasien Penyakit Ginjal Kronik Dengan Pembatasan Jumlah Minum Di Ruangan Hemodialisis RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Relationship between Knowledge and Attitude of Chronic Kidney Disease Patients with Limitation of Drinking Amount in Hemodialysis Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Collein, Irsanty; Ardiwahyudi, I Komang Gde; Zainul, Zainul
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4130

Abstract

Latar Belakang: Pasien ginjal kronik memiliki masalah kelebihan volume cairan dengan adanya penurunan ekskresi natrium yang dapat menyebabkan retensi air, retensi natrium dan cairan ini yang mengakibatkan ginjal tidak mampu dalam mengkonsentrasikan atau mengencerkan urine secara normal pada penyakit ginjal kronik sehingga dapat menyebabkan edema. Tujuan: mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pembatasan jumlah minum di ruangan Hemodialisis RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: menggunakan metode Cross Sectional, populasi adalah pasien penyakit ginjal kronik dengan pembatasan jumlah minum di ruangan Hemodialisis RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple random sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Analisis yang digunakan uji chi square Hasil: terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pembatasan jumlah minum ρ value = 0,034 tetapi tidak terdapat hubungan antara sikap dengan pembatasan jumlah minum dengan ρ value = 0,418. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan pembatasan jumlah minum pasien yang menjalani hemodialisis akan tetapi tidak ada hubungan antara sikap dengan pembatasan jumlah minum pasien yang menjalani hemodialisis.
Penerapan Mirror Therapy untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Kasus Stroke Non-Hemoragik : Application of Mirror Therapy to Overcome Physical Mobility Disorders in the Elderly with Non-Hemorrhagic Stroke Cases Yuwono, Dian Kurniasari; Sandagang, Windy Syafitri; Dg.Mangemba; Nurarifah, Nurarifah; Sukmawati, Sukmawati; Galenso, Nitro; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Umar, Nurlailah
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4144

Abstract

Background: According to the Indonesian Health Survey, 35.4% of people between the ages of 65 and 74 had a stroke. A non-pharmacological technique called "mirror therapy" uses the cerebral cortex's mirror neuron system to assist stroke victims recover. Purpose: This study aims to investigate the use of mirror therapy in older adults who have had non-hemorrhagic stroke. Method: A case study design of a single elderly patient in the Simpong Health Center area who suffered a non-hemorrhagic stroke in February 2025. Physical examinations, interviews, and observation were used to gather data, which were then processed and presented using a nursing care method. Results: The patient experienced headaches, dizziness when walking 8 meters, trouble sleeping, and frequent awakenings. He also had trouble using his left limbs. blood pressure 173/97 mmHg, rotational movement ability 90 degrees, and upper left extremity’s muscle strength is 3. Ineffective cerebral perfusion, decreased physical mobility, and irregular sleep patterns are among the nursing diagnosis. Vital sign monitoring, medication instruction, mobilization help using mirror therapy twice daily for 30 minutes for five days, and sleep support were among the therapies offered. Upper left extremity’s muscle strength increased by 4 with 180-degree rotating movements on the sixth day of examination. In conclusion, older adults who have had a non-hemorrhagic stroke may benefit from using mirror therapy to strengthen their muscles. Further research is needed to explore the effectiveness of this method on a wider scale
Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruangan Instalasi Gawat Darurat Rsud Anutapura Palu Provinsi Sulawesi Tengah: Relationship Between Nurse Response Time and Patient Family Anxiety Level in Emergency Room of Anutapura Hospital, Palu, Central Sulawesi Province Arifuddin, Arifuddin; Ismunandar, Ismunandar; Amyadin, Amyadin; Supetran, I Wayan; Nurmalisa, Baiq Emy
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4147

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sering menunjukkan tanda kecemasan seperti gelisah, menangis, atau bahkan agresif akibat kekhawatiran terhadap kondisi pasien. Faktor pemicu kecemasan antara lain lambatnya pelayanan, kurangnya pemahaman tentang sistem triase, dan pengalaman pertama di IGD RSUD Anutapura Palu. Berdasarkan data awal 23 Januari 2025, IGD memiliki 38 perawat yang melayani 18.328 pasien per tahun, sehingga beban kerja berpotensi memengaruhi response time. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara response time perawat dan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Anutapura Palu. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada 11–15 Maret 2025 di IGD RSUD Anutapura Palu, Sulawesi Tengah. Sampel berjumlah 68 responden diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan pada kelompok dengan waktu tanggap cepat (≤5 menit) terdapat 21 responden (30,8%) mengalami kecemasan berat dan 46 responden (67,6%) menunjukkan kecemasan ringan. Sedangkan pada kelompok dengan waktu tanggap lambat (>5 menit) menunjukkan hanya 1 responden (1,5%) yang mengalami kecemasan berat. Uji chi-square menunjukkan  nilai  (p) 0,486, yang mengindikasikan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kecepatan respon perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Anutapura Palu. Temuan ini semakin diperkuat melalui uji Fisher's exact test yang menunjukkan nilai p=1,000, semakin mengkonfirmasi tidak adanya korelasi antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kecepatan respon perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Anutapura Palu.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Patient Safety: Correlation between Nurses' Knowledge and the Implementation of Patient Safety Amir, Amir; Supirno, Supirno; Ilahude, Hamdani
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4151

Abstract

Latar belakang : Penerapan patient safety merupakan tugas pentingbagi perawat yang merupakan kelompok professional kesehatan terbesaryang paling interaktif dengan pasien. Perawat juga terlibat dalammencegah dan mengurangi risiko insiden keselamatan pasien. Perawatdalam memberikan asuhan keperawatan harus memiliki pengetahuan,keterampilan dan sikap yang tepat untuk menangani kompleksitasperawatan dan mempertahankan budaya keselamatan pasien. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat denganpenerapan patient Safety di salah satu RS di Kota PaluMetode: Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross-sectionalstudy. Waktu penelitian tahun 2024. Populasi berjumlah 118 perawatruang rawat inap umum. Sampel penelitian berjumlah 52 perawatdengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Datadianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil: penelitian menunjukkan dari 32 responden yang memilikipengetahuan baik terdapat 31 responden (97%) yang memilikipenerapan patient safety baik dan 1 responden (3%) memiliki penerapanpatient safety cukup. Sedangkan, dari 20 responden yang memilikipengetahuan cukup, terdapat 4 responden (20%) yang memilikipengetahuan baik dan 16 responden (80%) yang memiliki pengetahuancukup . Uji Chi-Square test didapatkan hasil uji nilai p = 0,000 (p < 0,05)yang berarti secara statistic ada hubungan antara pengetahuan denganpenerapan patient safety. Kesimpulan: Sebagian besar perawat memilikipengetahuan yang baik dan terdapat hubungan yang signifikanpengetahuan perawat dengan penerapan patient safety. Saran bagiinstitusi pelayanan kesehatan agar meningkatkan pengetahuan dankesadaran tentang budaya patient safety
Leaflet Sebagai Media Edukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswi Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Sadari: The Role of Leaflet Media in Promoting Understanding of Early Breast Cancer Detection in a Student Population Patompo, Fadli Dg; Nurmalisa, Baiq Emy
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4195

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara menjadi masalah kesehatan global dengan insiden yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) berperan penting dalam improving outcomes kesehatan. Namun, pengetahuan remaja putri tentang SADARI masih rendah, berpotensi menyebabkan keterlambatan deteksi. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang efektif, seperti penggunaan media leaflet, diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media leaflet dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang SADARI di SMA Negeri 7 Palu. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 66 siswi kelas X yang dipilih melalui proportional random sampling. Intervensi berupa edukasi SADARI berbasis media leaflet. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstandar yang telah teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-intervensi. Proporsi responden dengan pengetahuan baik meningkat dari 43,9% menjadi 87,9%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0.001), membuktikan efektivitas media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan SADARI. Kesimpulan dan Saran: Simpulan: Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Saran: Media leaflet dapat diadopsi sebagai alat edukasi standar dalam program promosi kesehatan, khususnya deteksi dini kanker payudara, di sekolah
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Pemberian Imunisasi Measles Rubella di Wilayah Kerja Puskesmas Sinorang : The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes with Providing Measles Rubella Immunization in the Working Area of the Sinorang Community Health Center Ambotang, Kursia; Nurmalisa, Baiq Emy; Masulilli, Fitria
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2023): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i2.4265

Abstract

Latar Belakang: Cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di Puskesmas Sinorang mengalami penurunan dari 62,5% (195 anak) pada tahun 2020 menjadi 55% (186 anak) pada tahun 2021. Pengetahuan dan sikap ibu diduga menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian imunisasi MR pada Baduta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu dari Baduta (balita di bawah dua tahun) di wilayah kerja Puskesmas Sinorang (N=305). Sampel sebanyak 39 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, serta data imunisasi dari Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p-value = 0,028) dan sikap ibu (p-value = 0,010) dengan pemberian imunisasi MR. Kesimpulan: Kedua variabel, yaitu pengetahuan dan sikap ibu, memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi MR pada Baduta. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan imunisasi MR disarankan untuk fokus pada intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif ibu, misalnya melalui penyuluhan kesehatan yang intensif.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa SMA di Palu: The Influence of Education on Knowledge about Clean and Healthy Living Behavior in Palu Senior High School Students Nurfadila, Nurfadila; Nurmalisa, Baiq Emy; Tampake, Rina
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2023): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i2.4267

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menolong diri sendiri dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan PHBS pada siswa sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada 5 September 2022 di SMA Karya Bakti Mamboro dengan sampel 37 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan PHBS. Data dianalisis secara univariat dan uji paired t-test untuk menguji perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pengetahuan PHBS sebelum dan setelah intervensi (p-value = 0,000). Nilai rata-rata pengetahuan setelah intervensi (82,4 ± 8,7) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi (65,2 ± 10,3). Kesimpulan: Edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan PHBS pada siswa SMA Karya Bakti Mamboro. Disarankan bagi sekolah untuk menjadikan edukasi PHBS sebagai program berkelanjutan, dan bagi peneliti berikutnya untuk mengeksplorasi variabel lain seperti sikap dan praktik PHBS dengan desain penelitian yang lebih komprehensif.
The Knowledge of Chronic Kidney Disease Risk Among Diabetic Patients at Talise Public Health Center Windu, Windu Unggun Cahya Jalu Putra; Nurmalisa, Raden Bagus Edy Santoso; Wirda, Wirda; Dina Palayukan Singkali; Asmiwarti Abdullah; Nadya Safira
Lentora Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v6i1.4235

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a serious complication of diabetes mellitus, often leading to end-stage renal failure. Patient knowledge is a critical factor in preventing or slowing its progression. This study aimed to assess the level of knowledge regarding CKD risk among diabetic patients.Methods: A descriptive quantitative study was conducted in the working area of Talise Public Health Center, Palu. From a total population of 219, a sample of 69 respondents was selected using cluster random sampling. Data were collected using a structured questionnaire assessing knowledge of CKD etiology, symptoms, and risk factors. Knowledge levels were categorized as good, sufficient, or poor based on total scores.Results: The study found that less than half of the respondents (37.7%) had good knowledge of CKD risks. A plurality (47.8%) had sufficient knowledge, while 14.5% had poor knowledge.Conclusion: While most diabetic patients in this setting possess at least sufficient knowledge, the proportion with good knowledge remains under 40%. This indicates a significant need for enhanced and targeted patient education programs to improve understanding of CKD risks. Future research should investigate determinants of knowledge and develop effective community-based interventions for CKD prevention.