cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2021): Juni" : 6 Documents clear
Teknologi Attractor Cumi Rangka Besi : Upaya Meningkatkan Produktifitas Sumberdaya Perikanan di Perairan Desa Kalasey Dua, Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Wilhelmina Patty; Fransisco P. T. Pangalila; Mariana E. Kayadoe; Eldy Majore; Heffry V. Dien
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.24843

Abstract

Kondisi terumbu karang diperairan Sulawesi Utara, khusus di perairan Desa Kalasey Dua sudah dirusakan oleh kegiatan reklamasi yang dimulai sejak Tahun 2011. Dampak ekologi yang sudah dirasakan oleh masyarakat nelayan akibat proyek reklamasi pantai di Kalasey antara lain: rusaknya lahan mangrove dan terumbu karang akibat penimbunan material tanah dan batu secara langsung ke dalam perairan. Akibat rusaknya ekosistim pesisir di wilayah pesisir seperti terumbu karang, algae dll, membuat berkurangnya telur dan individu dewasa cumi-cumi di wilayah pesisir. Salah satu  proses yang dilakukan untuk dapat mempertahankan kelangsungan generasi atau memcegah kepunahan suatu sumberdaya adalah reproduksi atau perkembangbiakan. Dalam konteks penyediaan sumber hidup alternatif, maka Teknologi squid attractor (atraktor cumi). merupakan salah satu sarana buatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya dukung dan kelestarian sumberdaya cumi-cumi. Squid attractor mempunyai fungsi utama sebagai tempat melekatkan telur cumi-cumi sampai menetas; dan dalam kondisi tertentu sarana ini dapat berfungsi sebagai  fishing ground. Melihat Manfaat dari teknologi atraktor cumi ini, maka beberapa atraktor cumi-cumi rangka besi telah diletakan di perairan Desa Kalasey Dua, dengan tujuan utama memperkaya sumberdaya cumi-cumi di kawasan pesisir, dengan desain  atraktor yang dimodifikasi sehingga dalam pembuatanya mudah dan ramah lingkungan. Penerapan teknologi Attractor cumi ini memilik tingkat efektifitasnya antara 50 – 100 %, atau sebahagian besar sampai seluruh tali ditempeli dengan telur. Hal ini berarti ada penambahan stock sumberdaya cumi di perairan Desa Kalesey dua serta Konservasi lingkungan perairan Desa Kalasey dua.
Pengaruh perbedaan ukuran mata jaring dan waktu tangkap terhadap hasil tangkapan bottom gill net di Perairan Liang, Maluku Tengah Muhidin Syamsuddin; Deni sarianto; Reny Wulandari
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.30399

Abstract

Perairan Negeri Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu daerah penangkap yang potensial dengan berbagai jenis alat tangkap yang digunakan. Salah satunya adalah alat jaring insang yang menjadi alat tangkap dominan di Perairan Negeri Liang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 April sampai dengan 29 Mei 2019 di Perairan Negeri Liang. Tujuan dari pengamatan yaitu mengamati dan menganalisis analisis hasil tangkapan bawah jaring  berdasarkan ukuran mata jaring dan waktu tangkap di Perairan Negeri Liang sehingga diperoleh ukuran mata jaring dan waktu yang efektif. Efektifitas ukuran mata jaring dan waktu tangkap ditentukan berdasarkan jumlah tangkapan terbanyak. Metode penelitian yang digunakan adalahpenangkapan ikan eksperimental dan analisa data secara deskriptif menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa ukuran mata berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah hasil tangkapan ikan (Fhit> Ftabel α0,01), tetapi waktu penangkapan maupun interaksi sama-sama tidak berpengaruh (Fhit <Ftabel α0,01). Berdasarkan hasil uji Tukey menunjukkan ukuran mata jaring 2 inci yang mempunyai kemampuan tangkap yang lebih banyak dibandingkan 1,5 inci maupun 3 inci.
Studi tanggapan masyarakat nelayan desa Kema III terhadap kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing Ruland Albert Assa; Frangky Erens Kaparang; Janny Franka Polii
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.30947

Abstract

AbstrakPenenggelaman kapal illegal fishing yang terbukti melakukan praktek pencurian ikan telah memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Pasal 69 ayat 4 dan Pasal 76A Undang-Undang Perikanan menyebutkan penyidik dan pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran atau penenggelaman kapal illegal fishing berbendara asing. Menurut Qodir dan Basuki 2014, illegal fishing secara sederhana berarti bahwa penangkapan ikan dilakukan dengan melanggar aturan-aturan yang telah ada, atau kegiatan penangkapan ikan dapat dikatakan illegal jika terdapat aturan-aturan tetapi ternyata dalam pelaksanaannya aturan-aturan tersebut tidak efektif ditegakkan di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan illegal fishing merupakan kegiatan yang menyalahi aturan baik undang-undang dasar maupun hukum adat. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui tanggapan masyarakat nelayan Desa Kema III terhadap kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing, dan menganalisis tanggapan masyarakat nelayan Desa Kema III terhadap kebijakan Penenggelaman kapal dan illegal fishing. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti metode deskriktif yang meneliti suatu metode didasarkan pada studi kasus. Pengambilan data juga dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan dari 30 responden tanggapan tentang kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing paling banyak menunjuk pada skor 4 yaitu “Setuju” dengan jumlah 16 orang. Alasan dari responden bahwa responden merasa dengan adanya kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing yang dilakukan oleh Pemerintah dapat membuat hasil tangkapan nelayan Desa Kema III meningkat dan mengurangi tindakan illegal fishing.AbstractSinking of illegal fishing vessels proven to have committed if has a strong legal basis in Indonesia. This article, especially in Law Number 45 of 2009 Article 69 paragrah 4 and Article 76A of the Law on fisheries staces that fisheries investigators and super visor can take specialis action in the form of burning or sinking illegal fishing vessels with foreign flags. According to Qodir and Basuki 2014, illegal fishing simply means that fishing is carried out in violation of existing regulation or fishing activities can be said to be illegal if there are regulations, but in realty , these rules are not effectively enforced in the field. This shows that illegal fishing is an activity that violates the rulers of both the constituation and customary law. The purpose pf this research is of find out the response of the fishing community in Kema III village tocthe illegal fishing policy and to analyze the responses of the fishing community in the Death Village to the boat sinking and illegal fishing policy. This research was conducted by following a descriptive method that examines a method based on case study. Data collection was also carried out through a survey by distributing questionnaires and interview at the research location. The result showed that from 30 respondents, the most respondenses about the policy of sinking illegal fishing boats. Showed that the highest score was 4, namely agreeing with the number of 16 people. The reason from the responden feels that the government has made the policy of sinking illegal fishing boats to increase the catch of ficherman in Kema III village and reduse illegal fishing.
Kajian soma dampar dalam konteks peraturan pemerintah kelautan dan perikanan nomor 2 tahun 2015 Wulan Prily Loth; Lefrand Manoppo; Mariana Elizabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.31159

Abstract

ABSTRACTIn 2015, the Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a regulation concerning on several types of fishing equipment. The Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015 prohibits the use of trawler fishing equipment (trawls) and pull trawler (seine nets), where Soma Dampar is one of the fishing tools prohibited by the regulation. This research aims to find out the contrary of Soma Dampar operation to the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015, and also to find out the advantages and disadvantages from the use of Soma Dampar fishing equipment. This research was done by following a descriptive method, which is a method of examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought, or a class of events in the present. The data was retrieved by conducting interviews, and through data with library studies. The result shows that the use of Soma Dampar does not conflict with Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015, because the operation of Soma Dampar in North Suawesi, especially in Kelurahan Binuang has more regular procedures of operation. The ecological impact caused is relatively small, and in terms of economic, it is very useful for the life of the fishermen. The government is expected to run a training regarding the use of environmentally-friendly fishing equipment to the community, especially to fishermen; and also to review the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015.ABSTRAK Pada tahun 2015 Kementrian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan peraturan tentang pelarangan beberapa jenis alat penangkapan ikan yang di keluarkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan No.2 Tahun 2015 tentang   larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawl) dan pukat tarik (Seinen Nets),di mana salah satu alat tangkap yaitu Soma Dampar merupakan salah satu alat tangkap yang di larang oleh peraturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoperasian Soma Dampar bertentangan dengan Permen Kelautan dan Perikanan No.2 Tahun 2015 dan untuk mengetahui baik buruknya penggunaan alat tangkap Soma Dampar. Penelitian ini dikerjakan dengan mengikuti metode deskriptif yang merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan data dengan studi pustaka. Hasil Penelitian menujukan bahwa penggunaan soma dampar tidak bertentangan bertentangan dengan Permen Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015. Sebab pengoperasian Soma Dampar di Sulawesi Utara khususnya kelurahan Binuang memiliki prosedur atau tata cara pengoperasian yang lebih teratur. Dampak ekologi yang diakibatkan relative kecil, dan dari segi ekonomi sangat memberikanan manfaat bagi kehidupanan masyarakat nelayan. Diharapkan Pemerintah mensosialisasikan pelatihan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan kepada masyarakat khususnya nelayan dan pengkajian kembali Permen KP. No.02 Tahun 2015.
Keadaan Umum Alat Tangkap Ikan di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Juando Prasetya Roat; Lusia Manu
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.33709

Abstract

ABSTRACTFishery is an economic activity that utilizes resources in fisheries by using science and technology for human welfare by optimizing and maintaining the productivity of fishery resources and fisheries sustainability (Yuniardi, 2011). This field work practice aims to (1) Know the general condition of capture fisheries in Makawidey Village (2) Present written information about the general condition of capture fisheries in Makawidey Village (3) Improve student work abilities in collecting capture fisheries information (4) Train students to preparation of field work practice reports. The data collection method is carried out through a survey which is based on the descriptive method. Data collection can be obtained directly from fishermen with direct interviews and written information from the local government. Makawidey Village is located in the city of Bitung with a population of 1393 people, where most of the population works as fishermen, amounting to 192 (73.84). The area of Makawide Village is 110 Ha consisting of residential areas, plantations, protected forests and state land. The fishing gear used by purse seines, soma dampar, noru fishing rods with the dominant catch is selar "tude" (Selaroides leptolepis), fly fish "malalugis" (Decapterus), anchovy "white fish" (engraulidae).ABSTRAKPerikanan adalah suatu kegiataan perekonomian yang memanfaatkan sumber daya dalam perikanan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan  teknologi untuk kesejahteraan manusia dengan mengoptimalisasikan dan memelihara produktivitas sumber daya perikanan dan kelestarian perikanan (Yuniardi, 2011). Praktek kerja lapangan ini bertujuan untuk (1) Mengetahui keadaan umum perikanan tangkap di Kelurahan Makawidey (2) Menyajikan informasi tertulis mengenai keadaan umum perikanan tangkap di Kelurahan Makawidey (3) Meningkatkan kemampuan kerja mahasiswa di dalam mengumpulkan informasi perikanan tangkap (4) Melatih mahasiswa untuk pembuatan laporan praktek kerjaa lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei yang di dasarkan pada metode deskriptif. Pengumpulan data di dapat langsung dari nelayan dengan wawancara langsung dan informasi tertulis dari pemerintahan setempat. Kelurahan Makawidey yang terletak di kota Bitung dengan jumlah penduduk 1393 jiwa dimana sebagian besar penduduk bermata pencarian sebagai nelayan yang berjumlah 192 (73,84). Luas wilayah Kelurahan Makawide 110 Ha terdiri atas pemukiman penduduk, perkebunan, hutan lindung dan tanah negara. Alat tangkap yang digunakan pukat cincin, soma dampar, pancing noru dengan hasil tangkapan dominan adalah ikan selar “tude” (Selaroides leptolepis), ikan layang “malalugis” (Decapterus), ikan teri ‘ikan putih” (engraulidae).
Keadaan Umum Perikanan Tangkap di Kelurahan Binuang Kecamatan Lembe Utara Kota Bitung Wilston Urulamo; Lusia Manu
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.33737

Abstract

This study aims to determine the general condition of capture fisheries in Binuang sub-district, North Lembeh District, Bitung City. The data collection method is carried out through a survey which is based on the descriptive method. Binuang sub-distric has an area of 320 ha, where most of the population works as fishermen, amounting to 174 people (62.49%). There are four kinds of fishing gears used, namely  beach seine (soma dampar,15 units) (8), lift net (bagan, 5 units), tuna hand line ( 12 units) and hand line (noru, 170 units). The dominant fish catches are mackeral (Selaroides leptolepis), mackerel scard (Decapterus sp) and anchovy (Stolephorus sp), squid (Loligo sp.), long jawed mackerel (Rastrelliger sp) and tuna (Thunnus sp).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keadaan umum perikanan tangkap di Kelurahan Binuang, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung.  Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengutipan data sekunder yang tersedia di kantor Kelurahan Binuang yang didasarkan pada metode deskriptif. Kelurahan Binuang memiliki luas 320 ha dengan jumlah penduduk 908 jiwa, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan yang berjumlah 174 orang (62.49 %).  Alat tangkap yang digunakan terdiri dari empat jenis, yaitu soma dampar (pukat pantai) 15 unit, bagan 5 unit, pancing tuna 12 unit dan pancing noru  sebanyak kurang lebih 170 unit. Hasil tangkapan ikan yang dominan adalah selar (Selaroides leptolepis), layang (Decapterus sp), teri (Stolephorus sp), cumi-cumi (Loligo sp.), kembung (Rastrelliger sp) dan tuna (Thunnus sp).

Page 1 of 1 | Total Record : 6