cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 209 Documents
Analisis Kriteria Komponen Teknologi Humanware Nelayan Perahu Katir Dengan Tipe Pumpboat di Tabukan Utara Kepulauan Sangihe (Analysis of the humanware technology components criterion of outrigger boat fisherman with pumpboat type in the Northern Tabukan of Sangihe District) Fitria Fresty Lungari; Ishak Bawias
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.1.2020.26349

Abstract

Penggunaan teknologi dalam industri perikanan tangkap menjadi bagian yang penting dalam usaha peningkatan daya saing nelayan di kepulauan Sangihe. Perahu Katir dengan tipe pumpboat merupakan bagian dari teknologi yang paling banyak digunakan oleh nelayan lokal sebagai armada penangkapan ikan di Sangihe. Sehingga nelayan pengguna perahu katir menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk dievaluasi tingkat kapasitasnya. Pada penelitian ini, tingkat kecangihan humanware dihitung dengan menggunakan metode teknometrik yang dikembangkan oleh UN-ESCAP. Penilaian derajat kecanggihan disesuaikan dengan penilaian kondisi pekerjaan nelayan yang memiliki perahu katir tipe pumpboat yang mencakup qualification, creativity, innovation and achievement, cooperation, ability to face the risk and discipline, sedangkan untuk pembobotan tiap kriteria dan sub kriteria menggunakan metode pairwise comparison. Hasil analisis yang diperoleh yaitu kontribusi kesiapan teknologi nelayan pengguna perahu katir di Tabukan Utara yaitu Embuhanga 0.203, Petta 0.228 dan Enemawira 0.220.  Nilai ini menunjukan bahwa kondisi nelayan di Tabukan Utara masih jauh dari angka kecanggihan yaitu 1 (satu), sehingga membutuhkan pengembangan yang besar dalam enam hal kriteria pengukuran yang diukur.The use of technology in the capture fisheries industry is an important part in efforts to increase the competitiveness of fishermen in the Sangihe islands. Outrigger boat with pumpboat type is the most widely used technology by local fishermen as a fishing fleet in Sangihe. So that the outrigger boat fishermen become an inseparable part to evaluate their capacity level. In this study, the level of humanware sophistication was calculated using the technometric method developed by UN-ESCAP. The degree of sophistication is adjusted to the assessment of the working conditions of fishermen who have an outrigger boat type pumpboat which includes Qualification, Creativity, Innovation and achievement, Cooperation, Ability to face the risk and Discipline, while for weighting each criterion and sub-criteria using pairwise comparison method. The results of the analysis obtained are the contribution of technological readiness of fishermen using the outrigger boat in North Tabukan is Embuhanga 0.203, Petta 0.228 and Enemawira 0.220. This value shows that the condition of fishermen in North Tabukan is still far from the sophistication rate of 1 (one), so that it requires a large development in the six terms measured measurement criteria.
Kajian efisiensi teknis alat tangkap pukat cincin KM. SL Tidore (Study of technical efficiency of purse seine KM. SL Tidore ) Aleks Rafid Singale; Johnny Budiman; Revols Dolfi Christian Pamikiran
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.1.2020.27160

Abstract

The research on the technical aspects of the purse seine SL Tidore is a descriptive study that aims to identify construction and technical efficiency that includes setting speed of the nets, sinking speed of the nets, and   haulling speed of the ring ropes. The results showed that the purse seine SL Tidore including Japanese purse seine nets type pocket found in the middle and on the left and right side of the net portion shoulder, abdomen, and wings. Purse seines SL Tidore has a length of 400 meters and a width or in the pocket section 80 meters.  Hanging ratio every part webs vary at 53% on the pocket, 56% on the shoulder, 58% of the stomach, and 60% in the wings, and has a ratio of buoyancy forces and sinking forces at 2,31: 1 (932 063 kgf : 402,778 kgf). The achievement of technical efficiency is as follows: the average setting speed of the nets is 2,819 meters/sec, sinking speed of the nets is 0,265 meters/second, and haulling speed of the ring ropes is 0.215 meters/second. Based on the construction and technical efficiency, the purse seine SL Tidore included in good categories.  ABSTRAKPenelitian tentang aspek teknis pukat cincin SL Tidore adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan efisiensi teknis yang meliputi kelajuan melingkar jaring, kelajuan tenggelam tali pemberat, dan kelajuan penarikan tali cincin.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pukat cincin SL Tidore termasuk pukat cincin tipe jepang dengan jaring kantong terdapat pada bagian tengah, dan di bagian sisi kiri dan kanan terdapat bagian jaring bahu, perut, dan sayap.  Pukat cincin SL Tidore memiliki ukuran panjang 400 meter dan lebar atau dalam pada bagian kantong 80 meter.  Hanging ratio setiap bagian jaring berbeda-beda yaitu 53% pada bagian kantong, 56% pada bagian bahu, 58% pada perut, dan 60% pada bagian sayap, dan memiliki perbandingan gaya apung dan gaya tenggelam sebesar 2.31 : 1 (932.063 kgf : 402.778 kgf ). Capaian efisiensi teknis adalah sebagai berikut : rata-rata kelajuan melingkar jaring adalah 2,819 meter/detik, rata-rata kelajuan tenggelam tali pemberat adalah 0,265 meter/detik, dan rata-rata kelajuan penarikan tali cincin adalah 0,215 meter/detik.  Berdasarkan pada konstruksi dan efisiensi teknis, maka pukat cincin SL Tidore termasuk dalam kategori baik.
Kajian Operasi Penangkapan Pancing Ulur Pelagis Besar yang Menggunakan Umpan Hidup (The Study of Operation of Large Pelagic Hand line Using Live Bait) Rival Sangkoy; Ivor Lembondorong Labaro; Isrojaty Johanes Paransa
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.1.2020.27394

Abstract

The Large pelagic hand lines operated by fishermen in the Village of Ranomea, South Minahasa Regency, aims to catch large pelagic fishes, especially tuna species. Large pelagic hand lines used in this study uses live bait, so the aspect under study are specialized in the use of effective live bait speciesto catch large pelagic fish.Live bait which is used as a treatment are two species each, small tuna (Thunnus sp.) and Yellowstripe scad (Selaroides leptolepis). The purpose of this study was to determine the effective of live bait to be used on large pelagic hand line, and to find out the number and species of catch in each treatment. Data collection was carried out by operating 2 units of Large pelagic hand line with different live baits around FADs  in the Manado Tua waters for 7 trips.The catch during the study amounted to 15 fishes consisting of 11 fishes caught with small tuna and 4 fishes caught with yellowstripe scad live bait.Results of the t-test analysis showed that the use of small tuna was not significantly different from the yellowstripe scad live bait on the catches.The catches obtained consists of 10 yellowfin tuna (Thunnus albacares), 3 common dolphinfish (Coryphaena hippurus), and 2 black marlin (Makaira indica). ABSTRAKPancing ulur pelagis besar yang dioperasikan oleh nelayan Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang timur Kabupaten Minahasa Selatan, bertujuan untuk menangkap Ikan-ikan pelagis besar khususnya jenis tuna (Thunnus sp). Pancing ulur pelagis besar yang digunakan pada penelitian ini adalah pancing ulur yang menggunakan umpan hidup, sehingga aspek yang diteliti dikhususkan pada  penggunaan jenis umpan hidup yang efektif untuk menangkap ikan pelagis besar.  Umpan hidup yang digunakan sebagai perlakuan adalah dua jenis masing-masing, ikan tuna kecil maesang (Thunnus sp.) dan ikan selar (Selaroides leptolepis). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis umpan yang terbaik untuk digunakan pada pancing ulur pelagis besar, dan mengetahui jumlah dan jenis hasil tangkapan pada masing-masing perlakuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengoperasikan 2 unit pancing ulur tuna dengan umpan yang berbeda disekitar rumpon/ponton di perairan  Manado Tua selama 7 trip, dan setiap trip dilakukan 12 kali pengoperasian. Hasil tangkapan selama penelitian berjumlah 15 ekor yang terdiri dari 11 ekor tertangkap dengan umpan ikan maesang dan 4 ekor tertangkap dengan umpan ikan selar. Hasil analisis uji t menunjukan bahwa penggunaan umpan ikan maesang tidak berbeda nyata dengan umpan ikan selar terhadap hasil tangkapan pancing ulur pelagis besar.  Jenis hasil tangkapan yang diperoleh tediri dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebanyak 10 ekor, ikan lemadang (Coryphaena hippurus) 3 ekor, dan ikan setuhuk hitam/ black marlin (Makaira indica) 2 ekor.
Pengaruh umur bulan terhadap hasil tangkapan dengan jaring insang hanyut (Soma Landra) (Effect of moon phase on catches of drift gill net (Soma Landra)) Ditsen Pangauan; Lefrand Manoppo; Mariana Elizabeth Kayadoe; Lusia Manu
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.1.2020.27449

Abstract

Soma landra is classified as drift gillnet which rectangular shaped and it equipped with  floats, head rope, buoy rope, towing rope and sign buoy. In operation, it is installed in a position to cut the current direction with the intention of blocking the fish motion. The influence of moon phase is one of the factors that is closely related to fish behavior, where one of them is interested in light. Besides the brightness of the moonlight can be affected to the efficiency of capture. Therefore, the aims of this study were determined the effect of moon phase on catches and determined the catches at each moon phase. Randomized Block Design (RBD) was used in this study. The analyzed indicated that difference or reject Ho, means there are differences in catches in each moon phase. The species of fish caught is flying fish in the local language known as Marluga (Cypsilirusolegoleptis) as a target fishes with a total catch of 364.On the full moon as many as 106 (29.12%), the final perennial of 57 (15.66%), the dark moon of 79 (21.70%) and the initial peraniage of 122 fishes (33.52%).
Size structure, the pattern of growth and the average length at first captured by fish Madidihang (Thunnus albacares) in the waters of Bitung Franky Adrian Darondo; Sugianto sugianto Halim; Wudianto Wudianto Wudianto; Meuthia Aula Jabbar
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.1.2020.28048

Abstract

Bitung City is the center of fisheries industries in North Sulawesi. Fisheries production in Bitung Oceanic Fishing Port showed an increasing trend until the first semester of 2019. Yellowfin tuna is the dominant catches that landed at the port. Along with the increasing fishing efforts but lack of information regarding capture size, research to support its sustainable management need to be carried out. This study aims to determine the average size structure from four type fishing gears used by fishermen, the growth pattern, and the length at first captured (Lc). Fish were sampled randomly from landed catches at Bitung fishing port. The samples were taken from August 2019 to October 2019 with the total number of 3,900 fish samples. The results from the purse seine showed that Lc of yellowfin 47.32 cm FL. Comparing to the length at first maturity (Lm) from the previous research result of 94 cm Fl, it can be concluded that the first catches were of young fish (juvenile). If this continues to happen without being balanced by a management effort, it will lead to overfishing that endangers the sustainability of yellowfin fish resources.Keywords: Purse seine, yellowfin, length, growth pattern, Bitung City.
Modifikasi pemberat hand line dengan inovasi menggunakan pemberat batu beton pada penangkapan tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung Franky Adrian Darondo; Sugianto Halim; Wudianto Wudianto
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.28921

Abstract

Penangkapan hand line tuna dapat dikategorikan sebagai perikanan skala kecil. Namun demikian secara kuantitatif jumlah alat tangkap hand line tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (PPS Bitung), sangat dominan dibandingkan purse seine, long line, dan pole and line. Di lokasi penelitian terdapat masalah untuk keberlangsungan alat tangkap hand line tuna di masa yang akan datang yaitu bahan atau material dari komponen alat tangkap hand line yang terbatas persediannya di alam, oleh karena itu penelitian ini bertujuan membuat modifikasi pemberat yang praktis tersedia bahannya di alam yaitu dengan inovasi pemberat pancing hand line dari batu alam menjadi batu dari beton dan untuk mengetahui penggunaan batu beton mempunyai dampak terhadap hasil tangkapan di daerah penangkapan ikan (fishing ground). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengujian batu beton memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan. Keberlangsungan usaha penangkapan untuk hand line tuna di Kota Bitung dikemudian hari masih bisa bertahan apabila ketersediaan batu alam yang terbatas dapat diganti dengan inovasi pemberat batu beton.AbstractHandline can be categorized as small scale fisheries. However, quantitatively the number of Hand Line Tuna fishing gears in the Bitung Oceanic Fishing Port (PPS Bitung) is highly dominant compared to purse seine, longline, and pole and line. There is a problem at the research area for the sustainability of the handline tuna fishing gear in the future, such as substances or materials from handline fishing gear components that are limited in nature, therefore the aims of this study to create weigher modifications that are practically available in natural material, by innovating sinker on tuna handline from the natural stone into concrete stone. And to know the use of concrete stones have an impact on catches in the fishing ground. The results of this study indicate that concrete stone testing has a significant influence on the catches. The sustainability of the capture business for the tuna handline in the city of Bitung will still be able to survive if the availability of limited natural stone can be replaced by the innovations of concrete stone weights
Musim penangkapan tuna hand line di Laut Maluku Jefry Dalegi; Revols D. Ch. Pamikiran; Fransisco P.T. Pangalila
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.29743

Abstract

Bitung City is one oftunafisheries production centers hand line the very strategicin Indonesia, which is located between two fisheries management areas WPP 715 (Maluku Sea) and WPP 716 (Sulawesi Sea). In the Minister of Fisheries and Fisheries Decree No.50/Kepmen-KP /2017 it is explained that in WPP-NRI 715 it can be estimated to have a large pelagic fish potential of 555,982 tons, the amount of catch allowed (JTB) 444,786 tons, and the level of utilization of fish resources is 0,88. Tuna fishing, which is a large pelagic fish species in the Maluku sea, is generally dominated by hand line tuna ships based in the City of Bitung, but the problem is that they cannot regulate fishing activities more effectively and efficiently to increase catch production. So there needs to be research to find out how the fluctuation of tuna fishing every year and when the tuna fishing season period gives the best catch in the waters of the Maluku Sea. This study aims to determine the fluctuations in tuna fishing activities each year and to determine when the time period of the tuna fishing season provides the best catch in the Maluku Sea. The location of data collection is at the Bitung Maritime and Fisheries Resources and Marine Fisheries Supervision Base (PPS) Bitung office, Bitung City, North Sulawesi Province. Presentation and analysis of data are made in the form of cross tabulations and mapped in various graphic forms usingthe Average Percentage Methodbased on theTime Series Analysis. AbstrakKota Bitung merupakan salah satu sentra produksi perikanan tuna hand line di Indonesia yang sangat strategis, yang terletak di antara dua wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yaitu WPP 715 (Laut Maluku) dan WPP 716 (Laut Sulawesi). Dalam Keputusan Menteri Keluatan dan Perikanan No.50/Kepmen-KP/2017 dijelaskan bahwa di WPP-NRI 715 dapat diestimasi memiliki potensi ikan jenis pelagis besar 555.982 ton, jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) 444.786 ton, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan sebesar 0,88. Penangkapan ikan tuna yang merupakan jenis ikan pelagis besar di laut Maluku secara umum didominasi oleh kapal tuna hand line yang berpangkalan di Kota Bitung, namun permasalahannya mereka belum dapat mengatur aktifitas kegiatan penangkapan ikan secara lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan pruduksi tangkapan. Sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui bagaimana fluktuasi penangkapan ikan tuna setiap tahun dan kapan periode musim penangkapan ikan tuna yang memberikan hasil tangkapan terbaik di perairan Laut Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi kegiatan penangkapan ikan tuna setiap tahun dan untuk mengetahui kapan periode waktu musim penangkapan ikan tuna yang memberikan hasil tangkapan terbaik di Laut Maluku. Lokasi pengambilan data yaitu di kantor Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Bitung dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Penyajian dan analisis data dibuat dalam bentuk tabulasi silang dan dipetakan dalam berbagai bentuk grafik dengan menggunakan metode Presentasi Rata-rata (the Average Percentage Methodes) yang didasarkan pada Analisis Runtun Waktu (Time Series Analysis).
Kajian pasokan dan kebutuhan kayu untuk pembuatan kapal di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah Karyanto Karyanto; . Darmawan; Tri Widji Nurani
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30123

Abstract

Keberlangsungan dan produktivitas galangan kapal kayu di Kabupaten Batang bergantung adanya persediaan dan kelancaran pasokan kayu dari pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan kayu di galangan kapal kayu Kabupaten Batang, mengidentifikasi pemasok dan menghitung ketersediaan pasokan kayu, dan mengidentifikasi alur pasokan kayu. Analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif untuk memaparkan hasil-hasil perbandingan antara kebutuhan dan pasokan kayu selama tahun 2014-2018. Kayu yang digunakan  untuk membuat kapal berukuran dibawah 30 GT adalah jenis bengkirai sebesar 70%, kayu rimba campur 17% dan kayu laban 13%. Total kebutuhan kayu selama tahun 2014-2018 jenis kayu bengkirai sebesar 6.431,67 m3 dan jenis kayu rimba campur sebesar 1.561,98 m3. Ada 8 perusahaan yang menjadi pemasok utama di galangan Batang. 2 perusahaan berlokasi di kecamatan Batang, 6 perusahaan berlokasi di Kecamatan Tulis dan  Subah.  Ketersediaan kayu bengkirai (20.439,09 m3) dan rimba campur  (42.550,00 m3 ) di 8 perusahaan. Stok tersebut  masih lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan seluruh galangan di Kabupaten Batang  selama tahun 2014-2018, yang hanya sebesar 6.431,67 m3 untuk kayu bengkirai dan sebesar 1.561,98 m3 untuk kayu rimba campur. Alur pasokan kayu dimulai dari supplier (perusahaan Kalimantan dan Maluku), agen kayu di Wilayah Semarang, penjual kayu di Kabupaten Batang, galangan kapal kayu. Kayu dipesan dalam bentuk kayu bulat atau gelondongan, namun kayu dikirim ke galangan dalam bentuk kayu olahan.
Pengawasan aktivitas kapal pukat cincin yang berpangkalan di PPI Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Fenly Robby Rantung; Effendi Pangihutan Sitanggang; Fanny Silooy
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30296

Abstract

The principal problems of fish catching in Indonesia until now is rampant illegal fishing, contributing negatively to the fisheries resources, regional and fishermen incomes. To avoid this illegal, unreported and unregulated fishing, the Indonesian government issued a lot of regulations related to fishery surveillances. This research was to study the surveillance implementation of Law bases and its application, of illegal fishing potencies and legal actions, of law enforcement obstacles for fishing vessels unreported their arrival, and on General surveillance, and to study the relation of GT group size of purse seiners on 3 surveillance domains. From 95 purse seiners existing, 50 purse seiners have selected as samples, i.e. 9 units of 5 - 10 GT, 39 units of 11 - 30 GT, and 2 units of > 30 GT. One respondent is purposively selected as sample from each purse seiner sample, such as skippers (including assistants) and crews (fishermen), to be directly interviewed by using a Likert’s scale questionnaire, the total score is then articulated into 2 surveillance categories (bad or good) based on median value. The research showed that the surveillance of Law bases and its application was 60% good; of Potencies of illegal fishing and legal actions was 54% good, of The obstacles of law enforcement for fishing vessels disobeyed to report their arrival was 58% good; and of General surveillance was 56% good. The Pearson’s correlation analysis showed that there were no a significant relation between GT group size of purse seiners and the implementation of 3 surveillance domains. As recommendations, Fishery Surveyor at PPI Belang have to increase their surveillance quality by training and education program and by optimizing existing surveillance instruments. Surveillance coordination between Fishery Surveyor and stakeholders need to be improved for increasing fishermen incomes, as well as regional incomes of Southeast Minahasa Regency, North Sulawesi Province and Central government. Socialization and education of regulation laws in fishing need to be implemented including the socialization on the importance of sustainability fishery resource and fishing activities, as well as the safety, security and convenience of the crews and fishing boats.AbstrakPermasalahan utama dalam perikanan tangkap di Indonesia hingga saat ini adalah maraknya kegiatan penangkapan ikan secara ilegal, yang berkontribusi negatif terhadap keberadaan sumberdaya ikan, perekonomian daerah dan ekonomi nelayan. Dalam upaya melawan illegal, unreported and unregulatedfishing (IUU) tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah peraturan perundang-undangan terkait pengawasan perikanan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan pengawasan terhadap aktivitas purse seiners dalam bidang Dasar hukum dan operasionalisasinya, Potensi illegal fishing dan sanksi hukum, dan Hambatan penegakan hukum bagi kapal yang tidak taat melaporkan kedatangannya, pada purse seiners yang berpangkalan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Belang oleh Pengawas Perikanan, dan hubungan antara kelompok GT purse seiners terhadap ketiga bidang tersebut, serta Pengawasan secara umum. Dari 95 purse seiners yang ada, 50 purse seiners dipilih sebagai sampel (9 kapal ukuran 5 - 10 GT, 39 kapal 11 - 30 GT, dan 2 kapal > 30 GT).  Satu orang responden dipilih secara purposive dari setiap sampel, yaitu nahkoda (KKM) dan nelayan, untuk diwawancarai langsung menggunakan Likert’s scale questionnaire, yang kemudian diartikulasikan kedalam 2 kategori pengawasan (tidak baik atau baik) berdasarkan nilai median. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan aktivitas purse seiners dalam bidang Dasar hukum dan operasionalisasinya, 60% terkategori baik; bidang Potensi illegal fishing dan sanksi hukum, 54% baik, bidang Hambatan penegakan hukum bagi kapal-kapal yang tidak taat melaporkan kedatangannya, 58% baik; dan bidang pengawasan secara keseluruhan 56% baik. Analisis Pearson’s correlation menunjukkan tidak ada hubungan antara kelompok ukuran purse seiners di PPI Belang dengan pelaksanaan pengawasaan ketiga bidang tersebut. Disarankan agar Pengawas Perikanan di PPI Belang perlu lebih meningkatkan kualitas pengawasannya melalui diklat dan mengoptimalkan instrumen pengawasan yang ada. Koordinasi pengawasan antara Pengawas Perikanan dan stakeholders perlu terus ditingkatkan dalam upaya meningkatkan pendapatan  nelayan, Kab. Minahasa Tenggara, Prov. Sulawesi Utara dan pemerintah pusat. Sosialisasi dan edukasi peraturan perundang-undangan di bidang perikanan kepada para pelaku usaha perikanan tangkap perlu terus ditingkatkan, termasuk sosialisasi terhadap pentingnya kelestarian sumberdaya perikanan dan keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan serta sosialisasi terhadap keselamatan, keamanan dan kenyamanan kru dan kapal penangkap ikan
Pengaruh perbedaan ukuran mata jaring dan waktu tangkap terhadap hasil tangkapan bottom gill net di Perairan Liang, Maluku Tengah Muhidin Syamsuddin; Deni sarianto; Reny Wulandari
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.30399

Abstract

Perairan Negeri Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu daerah penangkap yang potensial dengan berbagai jenis alat tangkap yang digunakan. Salah satunya adalah alat jaring insang yang menjadi alat tangkap dominan di Perairan Negeri Liang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 April sampai dengan 29 Mei 2019 di Perairan Negeri Liang. Tujuan dari pengamatan yaitu mengamati dan menganalisis analisis hasil tangkapan bawah jaring  berdasarkan ukuran mata jaring dan waktu tangkap di Perairan Negeri Liang sehingga diperoleh ukuran mata jaring dan waktu yang efektif. Efektifitas ukuran mata jaring dan waktu tangkap ditentukan berdasarkan jumlah tangkapan terbanyak. Metode penelitian yang digunakan adalahpenangkapan ikan eksperimental dan analisa data secara deskriptif menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa ukuran mata berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah hasil tangkapan ikan (Fhit> Ftabel α0,01), tetapi waktu penangkapan maupun interaksi sama-sama tidak berpengaruh (Fhit <Ftabel α0,01). Berdasarkan hasil uji Tukey menunjukkan ukuran mata jaring 2 inci yang mempunyai kemampuan tangkap yang lebih banyak dibandingkan 1,5 inci maupun 3 inci.