cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 209 Documents
KAJIAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN TERI DENGAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI SELATAN Ernes Audy Tana; Ivor Lembondorong Labaro; Mariana Elizabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i1.30640

Abstract

AbstractPinrang Regency is a province of South Sulawesi, which is geographically located at coordinates between 4º10'30 "to 3º19'13" South Latitude and 119º26'30 "to 119º47'20" East Longitude. This area is located at an altitude of 0-2,600 meters above sea level.A stick-on chart is a fishing tool consisting of a rectangular bamboo arrangement attached with a fixed construction so that it stands firmly on the water, and in the middle of the building a net is attached which functions as a fishing tool which is operated by lifting. The purpose of this study was to study the patterns of the anchovy fishing season in Pinrang waters based on the catch of the fixed chart and to determine the composition of the catch.The operation of the sticky chart is usually carried out at night, by taking advantage of the fish's characteristic, namely positive phototaxis, which uses an LED light attached to the stick-on chart, to stimulate the fish to approach the stick-on chart. To achieve the research objectives, the method to be used is a survey method with a descriptive approach. The survey method is an investigation carried out to obtain facts from existing symptoms from seeking factual information (based on facts) about the area (location) and the results can be used in planning and decision making in the future. The descriptive approach is an approach method in examining the status of an object or a class in the present. The aim is to make a descriptive or systematic, factual and accurate description of field data and the properties and relationships between the factors being investigated.The results of the study can be concluded that the fishing business of anchovy using fixed-line fishing gear is carried out throughout the year. The fishing season for anchovy occurs from July to November, while January to June and December are not the season for anchovy. The types of fish caught on the fixed chart apart from anchovy (Stolephorus sp.), Were also caught squid (Loligo spp), layur fish (Trichulus savala), tembang (Sardinella fimriata), shrimp (Penasesus sp), pepetek (Leiognathus sp) , bloating (Rastrelliger sp), and flying (Decapterus sp).AbstrakKabupaten Pinrang merupakan wilayah provinsi Sulawesi Selatan yang secara geografis terletak pada koordinat antara 4º10’30” sampai 3º19’13” Lintang Selatan dan 119º26’30” sampai 119º47’20”Bujur Timur. Daerah ini berada pada ketinggian 0-2.600 meter dari permukaan laut. Bagan tancap adalah alat penangkapan ikan yang terdiri dari susunan bambu berbentuk persegi empat ditancapkan dengan konstruksi tetap sehingga berdiri kokoh di atas perairan, dan pada bagian tengah bangunan di pasang jaring yang berfungsi sebagai alat untuk penangkapan ikan yang dioperasikan dengan cara diangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola musim penangkapan ikan teri yang ada di perairan Pinrang berdasarkan hasil tangkapan bagan tancap serta mengetahui komposisi hasil tangkapan. Pengoperasian Bagan tancap biasanya dilakukan pada malam hari, dengan memanfaatkan sifat ikan yaitu fototaksis positif , yang menggunakan cahaya lampu LED yang dipasang pada bagan tancap, untuk merangsang ikan agar mendekati Bagan tancap. Untuk mencapai Tujuan Penelitian, maka metode yang akan digunakan adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif. Metode survey adalah penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang ada dari mencari keterangan secara factual (berdasarkan kenyataan) tentang daerah (lokasi) dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa yang akan datang. Pendekatan deskriptif adalah suatu metode pendekatan dalam meneliti status suatu objek atau suatu kelas pada masa sekarang, Tujuannya adalah membuat deskriptif atau gambaran secara sistematis, factual dan akurat tentang data lapangan dan sifat-sifat serta hubungan antara faktor yang di selidiki. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan ikan teri dengan alat tangkap bagan tancap dilakukan sepanjang tahun.  Musim penangkapan ikan teri terjadi pada bulan Juli sampai November, sedangkan bulan Januari sampai Juni dan Desember bukan musim ikan teri. Jenis ikan yang tertangkap pada bagan tancap selain ikan teri (Stolephorus sp.), tertangkap juga cumi-cumi (Loligo spp), ikan layur (Trichulus savala), tembang (Sardinella fimriata), udang (Penasesus sp), pepetek (Leiognathus sp), kembung (Rastrelliger sp), serta layang (Decapterus sp).
Studi kasus ketaatan nelayan soma pajeko yang berpangkalan di PPI Amurang terhadap tempat mendaratkan hasil tangkapan Noni Anastasya Sumampouw; Frangky E. Kaparang; Vivanda O.J. Modaso
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30669

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan merupakan tempat para nelayan mendaratkan ikan hasil tangkapannya. Dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, Pasal 41 ayat 3 menegaskan bahwa“Setiap kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan harus mendaratkan ikan tangkapan di pelabuhan perikanan yang ditetapkan atau pelabuhan lainnya yang ditunjuk” Tetapi banyak nelayan Amurang yang tidak patuh terhadap aturan tersebut dengan melakukan bongkar muat atau pendaratan ikan dipesisir pantai yang tidak sesuai dengan pelabuhan yang tercantum dalam SIPI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketaatan nelayan PPI Amurang dalam mendaratkan hasil tangkapan, serta penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari aktivitas bongkar muat yang tidak dilakukan pada tempat yang semestinya.Penelitian ini dikerjakan dengan mengikuti metode deskriptif yang meneliti suatu metode didasarkan pada studi kasus. Pengambilan data juga dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuisioner dan wawancara di lokasi penelitian. Hasil Penelitian menujukan ketaatan nelayan Amurang berada dalam tingkat yang kurang taat, Penyebab Nelayan Amurang tidak mendaratkankan hasil ikan hasil tangkapan sesuai dengan SIPI karena dianggap lebih cepat melakukan pemasaran dan dekat dengan permukiman nelayan, dan juga fasilitas yang ada di PPI dianggap kurang maksimal. Akibat yang ditimbulkan berupa kurangnya retribusi dan mengakibatkan banyak sampah plastik serta bau menyengat di kawasan pengembangan pariwisata di Pesisir Boulevard Amurang. Diharapkan kepada pihak-pihak yang terkait untuk meningkatkan kesadaran nelayan dalam hal pendaratan hasil tangkapan.
STUDI PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN PANCING CUMI YANG MENGGUNAKAN LAMPU LED SYRINGE DENGAN LAMPU LED DEEP DROP DI PERAIRAN TELUK MANADO Ardinata Tubung; Fanny Silooy; Mariana Elizabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i2.30882

Abstract

ABSTRAKArdinata tubung NIM. 14051105019 ” STUDI PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN PANCING CUMI YANG MENGUNAKAN LAMPU LED SYRINGE DENGAN LAMPU LED DEEP DROP DI PERAIRAN TELUK MANADO” Di bimbing oleh; Ir. Fanny Silooy, M.Si. (Ketua) dan Ir. Mariana E. Kayadoe, M.Si. (anggota).Sumberdaya perikanan yang sudah dikenal ekonomis penting adalah dari kelas Chepalopoda; yang jenisnya terdiri dari cumi-cumi (squid) Loligo indica dan Loligo chinensis, sotong (cutilefish) dan gurita (octopus). Tetapi masyarakat lokal sering menyebut squid dengan cutilefish sebagai cumi-cumi atau suntung.  Penangkapan cumi-cumi oleh nelayan di perairan Sulawesi Utara biasanya menggunakan teknik memancing secara horizontal atau squidtrolling. LED atau light emitting diode Merupakan komponen elektronik yang sudah tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. Maka penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jenis lampu LED  mana yang baik digunakan oleh nelayan dalam pemperoleh hasil tangkapan cumi dan Mengidentifikasi hasil tangkapan dan factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pengoperasian pancing cumi. Teknik analisa data yang digunakan dalam mengolah data hasil penelitian adalah menggunakan uji statistic. Hasil analisis menunjukan bahwa  t hitung = 0,89≤t tabel 0,05;6  = 2,447;  sehingga menerima H0 dan menolak H1. Hasil penelitian menunjukan bahwa pancing cumi yang menggunakan LED Syringe, memberikan hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan pancing cumi yang menggunakan LED depp drop. Tetapi hasil analisis menyatakan bahwa jumlah tangkapan kedua jenis LED tersebut tidak berbeda nyata.ABSTRACTArdinata tubung NIM. 14051105019 "A COMPARISON STUDY OF CUMI PANCING RESULTS USING SYRINGE LED LIGHTS WITH DEEP DROP LED LIGHTS IN MANADO BAY WATERS" Supervised by; Ir. Fanny Silooy, M.Si. (Chair) and Ir. Mariana E. Kayadoe, M.Si. (member).Fishery resources that are known to be economically important are from the Chepalopoda class; which types consist of the squid (squid) Loligo indica and Loligo chinensis, cuttlefish (cutilefish) and octopus (octopus). But local people often refer to squid with cutilefish as squid or suntung. Catching squid by fishermen in North Sulawesi waters usually uses horizontal fishing techniques or squidtrolling. LED or light emitting diode is an electronic component that is familiar in human life today. So this study aims to determine which types of LED lights are good for fishermen to use in obtaining squid catches and identify catches and environmental factors that affect the operation of squid fishing rods. The data analysis technique used in processing the research data was using statistical tests. The analysis result shows that t count = 0.89≤t table 0.05; 6 = 2.447; so it accepts H0 and rejects H1. The results showed that squid fishing rods using LED Syringe provide more catch than squid fishing rods using LED depp drop. However, the results of the analysis stated that the number of catches for the two types of LEDs was not significantly different.
Studi tanggapan masyarakat nelayan desa Kema III terhadap kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing Ruland Albert Assa; Frangky Erens Kaparang; Janny Franka Polii
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.30947

Abstract

AbstrakPenenggelaman kapal illegal fishing yang terbukti melakukan praktek pencurian ikan telah memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Pasal 69 ayat 4 dan Pasal 76A Undang-Undang Perikanan menyebutkan penyidik dan pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran atau penenggelaman kapal illegal fishing berbendara asing. Menurut Qodir dan Basuki 2014, illegal fishing secara sederhana berarti bahwa penangkapan ikan dilakukan dengan melanggar aturan-aturan yang telah ada, atau kegiatan penangkapan ikan dapat dikatakan illegal jika terdapat aturan-aturan tetapi ternyata dalam pelaksanaannya aturan-aturan tersebut tidak efektif ditegakkan di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan illegal fishing merupakan kegiatan yang menyalahi aturan baik undang-undang dasar maupun hukum adat. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui tanggapan masyarakat nelayan Desa Kema III terhadap kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing, dan menganalisis tanggapan masyarakat nelayan Desa Kema III terhadap kebijakan Penenggelaman kapal dan illegal fishing. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti metode deskriktif yang meneliti suatu metode didasarkan pada studi kasus. Pengambilan data juga dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan dari 30 responden tanggapan tentang kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing paling banyak menunjuk pada skor 4 yaitu “Setuju” dengan jumlah 16 orang. Alasan dari responden bahwa responden merasa dengan adanya kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing yang dilakukan oleh Pemerintah dapat membuat hasil tangkapan nelayan Desa Kema III meningkat dan mengurangi tindakan illegal fishing.AbstractSinking of illegal fishing vessels proven to have committed if has a strong legal basis in Indonesia. This article, especially in Law Number 45 of 2009 Article 69 paragrah 4 and Article 76A of the Law on fisheries staces that fisheries investigators and super visor can take specialis action in the form of burning or sinking illegal fishing vessels with foreign flags. According to Qodir and Basuki 2014, illegal fishing simply means that fishing is carried out in violation of existing regulation or fishing activities can be said to be illegal if there are regulations, but in realty , these rules are not effectively enforced in the field. This shows that illegal fishing is an activity that violates the rulers of both the constituation and customary law. The purpose pf this research is of find out the response of the fishing community in Kema III village tocthe illegal fishing policy and to analyze the responses of the fishing community in the Death Village to the boat sinking and illegal fishing policy. This research was conducted by following a descriptive method that examines a method based on case study. Data collection was also carried out through a survey by distributing questionnaires and interview at the research location. The result showed that from 30 respondents, the most respondenses about the policy of sinking illegal fishing boats. Showed that the highest score was 4, namely agreeing with the number of 16 people. The reason from the responden feels that the government has made the policy of sinking illegal fishing boats to increase the catch of ficherman in Kema III village and reduse illegal fishing.
Studi Pola Usaha penangkapan ikan pelagis kecil pada KM. Lionel di Pulau Buhias Revi Reinaldi Bawingkung; Mariana Elizabeth Kayadoe; Heffry Veibert Dien
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i2.31057

Abstract

Ikan merupakan sumberdaya yang berpotensi dari segi jumlah dan jenisnya di Indonesia. Pulau Buhias merupakan salah satu pulau yang terdapat digugusan pulau di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (SITARO), tepatnya di Kecamatan Siau Timur Selatan yang dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari pelabuhan  Ulu Siau. Sebagian besar penduduknya adalah nelayan tradisional dengan tingkat kesejahteraan yang cukup memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penangkapan, pola usaha bagi hasil serta pendapatan nelayan yang ada di Buhias. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan Upaya penangkapan KM. Lionel menggunakan Purse Seine dengan cara melingkari gerombolan ikan. Rata- rata pendapatan per bulan nelayan Kapal Soma Pajeko Lionel adalah Rp.698.502,-. Sehingga sebagian nelayan melakukan kegiatan lain yang dapat menunjang perekonomian keluarga seperti berjualan ikan. Sedangkan untuk sistem pembagian hasil di pulau Buhias menggunakan sistem hasil tangkapan dikurangi biaya operasional trip dan hasil pendapatan bersih dibagi berdasarkan presentase yang telah disepakati.
Kajian soma dampar dalam konteks peraturan pemerintah kelautan dan perikanan nomor 2 tahun 2015 Wulan Prily Loth; Lefrand Manoppo; Mariana Elizabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.31159

Abstract

ABSTRACTIn 2015, the Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a regulation concerning on several types of fishing equipment. The Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015 prohibits the use of trawler fishing equipment (trawls) and pull trawler (seine nets), where Soma Dampar is one of the fishing tools prohibited by the regulation. This research aims to find out the contrary of Soma Dampar operation to the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015, and also to find out the advantages and disadvantages from the use of Soma Dampar fishing equipment. This research was done by following a descriptive method, which is a method of examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought, or a class of events in the present. The data was retrieved by conducting interviews, and through data with library studies. The result shows that the use of Soma Dampar does not conflict with Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015, because the operation of Soma Dampar in North Suawesi, especially in Kelurahan Binuang has more regular procedures of operation. The ecological impact caused is relatively small, and in terms of economic, it is very useful for the life of the fishermen. The government is expected to run a training regarding the use of environmentally-friendly fishing equipment to the community, especially to fishermen; and also to review the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2015.ABSTRAK Pada tahun 2015 Kementrian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan peraturan tentang pelarangan beberapa jenis alat penangkapan ikan yang di keluarkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan No.2 Tahun 2015 tentang   larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawl) dan pukat tarik (Seinen Nets),di mana salah satu alat tangkap yaitu Soma Dampar merupakan salah satu alat tangkap yang di larang oleh peraturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoperasian Soma Dampar bertentangan dengan Permen Kelautan dan Perikanan No.2 Tahun 2015 dan untuk mengetahui baik buruknya penggunaan alat tangkap Soma Dampar. Penelitian ini dikerjakan dengan mengikuti metode deskriptif yang merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan data dengan studi pustaka. Hasil Penelitian menujukan bahwa penggunaan soma dampar tidak bertentangan bertentangan dengan Permen Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015. Sebab pengoperasian Soma Dampar di Sulawesi Utara khususnya kelurahan Binuang memiliki prosedur atau tata cara pengoperasian yang lebih teratur. Dampak ekologi yang diakibatkan relative kecil, dan dari segi ekonomi sangat memberikanan manfaat bagi kehidupanan masyarakat nelayan. Diharapkan Pemerintah mensosialisasikan pelatihan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan kepada masyarakat khususnya nelayan dan pengkajian kembali Permen KP. No.02 Tahun 2015.
Aspek biologi ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus) di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, Rembang (Biological aspect of Bigeye Scad (Selar crumenophthalmus) at Tasikagung Coastal Fishing Port, Rembang) Agusta Leoni Elfrida Purwasih; Suradi Wijaya Saputra; Wiwiet Teguh Taufani
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.2.2021.33049

Abstract

The Bigeye Scad is one of the small pelagic fish catch on landing caught on land at the Tasikagung Coastal Fishing Port Beach Fishing Port. The fishing gear used is a small purse seine mini purse seine. The Tasikagung Coastal Fishing Port is the landing place for fish catch fish caught by fishermen from the Java Sea. It is feared that the use of fish resources will lead to a decline in population. The importance of the knowledge of fish biology in Selar Bentong for assessing aquatic stocks. This study aims to determine the size structure, the relationship of length weight, condition factors, Gonad maturity level, Lm50% and Lc50% of Selar Bentong fish. The research was conducted in September-November 2020 and sampling was once a month at the Tasikagung Coastal Fishery Port, Rembang. The research method used the survey method. The data collected were fish length (mmTL), fish weight (gr) and gonads. The results showed that the length range of fish was 150-250 mmTL. The long relationship of fish weight is positive allometric with a condition factor of 1.08. TKG of male fish is dominant at TKG III and female fish TKG IV. The size of the first time caught (Lc50%) was 202 mmTL smaller than the Lm50% of 205 mmTL female fish (Lc50%<Lm50%) so the conditions were not yet fit to catch. While the male fish are fit to be caught with an Lm value of 186 mmTL (Lc50% <Lm50%).AbstrakIkan Selar Bentong merupakan salah satu ikan pelagis kecil hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung. Alat tangkap yang digunakan yaitu mini purse seine. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung merupakan tempat pendaratan ikan hasil tangkapan nelayan dari Laut Jawa. Pemanfaatan sumber daya ikan dikhawatirkan akan mengakibatkan penurunan populasi. Pentingnya pengetahuan biologi ikan Selar Bentong untuk mengkaji stok di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran, hubungan panjang bobot, faktor kondisi, Tingkat Kematangan Gonad, LM dan LC50% ikan Selar Bentong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2020 dan pengambilan sampel sekali setiap bulan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang. Metode penelitian menggunakan metode survei. Data yang dikumpulkan adalah ukuran panjang ikan (mmTL), bobot ikan (gr) dan gonad. Hasil penelitian diperoleh kisaran ukuran panjang ikan 150-250 mmTL. Hubungan panjang bobot ikan bersifat alometrik positif dengan faktor kondisi 1,08 (kurang pipih). TKG ikan jantan dominan pada TKG III dan ikan betina TKG IV. Ukuran pertama kali tertangkap (LC50%) 202 mmTL lebih kecil daripada LM ikan betina 205 mmTL (LC50%<LM) sehingga kondisi belum layak tangkap. Sedangkap pada ikan jantan sudah layak tangkap dengan nilai LM 186 mmTL (LC50%<LM).
Keadaan Umum Alat Tangkap Ikan di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Juando Prasetya Roat; Lusia Manu
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.33709

Abstract

ABSTRACTFishery is an economic activity that utilizes resources in fisheries by using science and technology for human welfare by optimizing and maintaining the productivity of fishery resources and fisheries sustainability (Yuniardi, 2011). This field work practice aims to (1) Know the general condition of capture fisheries in Makawidey Village (2) Present written information about the general condition of capture fisheries in Makawidey Village (3) Improve student work abilities in collecting capture fisheries information (4) Train students to preparation of field work practice reports. The data collection method is carried out through a survey which is based on the descriptive method. Data collection can be obtained directly from fishermen with direct interviews and written information from the local government. Makawidey Village is located in the city of Bitung with a population of 1393 people, where most of the population works as fishermen, amounting to 192 (73.84). The area of Makawide Village is 110 Ha consisting of residential areas, plantations, protected forests and state land. The fishing gear used by purse seines, soma dampar, noru fishing rods with the dominant catch is selar "tude" (Selaroides leptolepis), fly fish "malalugis" (Decapterus), anchovy "white fish" (engraulidae).ABSTRAKPerikanan adalah suatu kegiataan perekonomian yang memanfaatkan sumber daya dalam perikanan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan  teknologi untuk kesejahteraan manusia dengan mengoptimalisasikan dan memelihara produktivitas sumber daya perikanan dan kelestarian perikanan (Yuniardi, 2011). Praktek kerja lapangan ini bertujuan untuk (1) Mengetahui keadaan umum perikanan tangkap di Kelurahan Makawidey (2) Menyajikan informasi tertulis mengenai keadaan umum perikanan tangkap di Kelurahan Makawidey (3) Meningkatkan kemampuan kerja mahasiswa di dalam mengumpulkan informasi perikanan tangkap (4) Melatih mahasiswa untuk pembuatan laporan praktek kerjaa lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei yang di dasarkan pada metode deskriptif. Pengumpulan data di dapat langsung dari nelayan dengan wawancara langsung dan informasi tertulis dari pemerintahan setempat. Kelurahan Makawidey yang terletak di kota Bitung dengan jumlah penduduk 1393 jiwa dimana sebagian besar penduduk bermata pencarian sebagai nelayan yang berjumlah 192 (73,84). Luas wilayah Kelurahan Makawide 110 Ha terdiri atas pemukiman penduduk, perkebunan, hutan lindung dan tanah negara. Alat tangkap yang digunakan pukat cincin, soma dampar, pancing noru dengan hasil tangkapan dominan adalah ikan selar “tude” (Selaroides leptolepis), ikan layang “malalugis” (Decapterus), ikan teri ‘ikan putih” (engraulidae).
Keadaan Umum Perikanan Tangkap di Kelurahan Binuang Kecamatan Lembe Utara Kota Bitung Wilston Urulamo; Lusia Manu
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.1.2021.33737

Abstract

This study aims to determine the general condition of capture fisheries in Binuang sub-district, North Lembeh District, Bitung City. The data collection method is carried out through a survey which is based on the descriptive method. Binuang sub-distric has an area of 320 ha, where most of the population works as fishermen, amounting to 174 people (62.49%). There are four kinds of fishing gears used, namely  beach seine (soma dampar,15 units) (8), lift net (bagan, 5 units), tuna hand line ( 12 units) and hand line (noru, 170 units). The dominant fish catches are mackeral (Selaroides leptolepis), mackerel scard (Decapterus sp) and anchovy (Stolephorus sp), squid (Loligo sp.), long jawed mackerel (Rastrelliger sp) and tuna (Thunnus sp).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keadaan umum perikanan tangkap di Kelurahan Binuang, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung.  Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengutipan data sekunder yang tersedia di kantor Kelurahan Binuang yang didasarkan pada metode deskriptif. Kelurahan Binuang memiliki luas 320 ha dengan jumlah penduduk 908 jiwa, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan yang berjumlah 174 orang (62.49 %).  Alat tangkap yang digunakan terdiri dari empat jenis, yaitu soma dampar (pukat pantai) 15 unit, bagan 5 unit, pancing tuna 12 unit dan pancing noru  sebanyak kurang lebih 170 unit. Hasil tangkapan ikan yang dominan adalah selar (Selaroides leptolepis), layang (Decapterus sp), teri (Stolephorus sp), cumi-cumi (Loligo sp.), kembung (Rastrelliger sp) dan tuna (Thunnus sp).
ANALISIS PERIKANAN JULUNG-JULUNG (ROA) (Hemirhamphus far) DENGAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN, HABITAT DAN EKOSISTEM, SERTA TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LIKUPANG BARAT Requel Serent Membri; Johnny Budiman; Mariana Elizhabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i2.36671

Abstract

Ikan julung-julung (Hemirhamphus far) atau ikan roa yang oleh masyarakat diolah secara tradisional dengan cara pengasapan. Gerombolan ikan ini mengadakan migrasi ke perairan Likupang untuk melakukan pemijahan, karena ikan ini yang tertangkap hampir seluruhnya dalam kondisi hampir bertelur. Dalam kondisi matang gonad ini tubuh ikan menjadi berat dan gerakan renang ikan menjadi lambat, pada saat inilah ikan ditangkap dengan pukat roa. Ecosystem Approch to Fisheries Management (EAFM) dapat dipahami sebagai sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan (kesejahteraan nelayan, keadilan pemanfaatan sumber daya ikan, dll) dengan tetap mempertimbangkan pengetahuan, informasi dan ketidakpastian tentang komponen biotik, abiotic dan interaksi manusia dalam ekosistem perairan melalui sebuah pengelolaan perikanan yang terpadu, komprehensif dan berkelanjutan. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis dan menentukan status perikanan julung-julung di perairan Likupang Barat dengan menggunakan domain sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, dan teknologi penangkapan ikan. Pengelolaan perikanan julung-julung di perairan Likupang Barat, dikategorikan dalam kondisi baik, dengan penilaian domain sumber daya Ikan memiliki nilai 76,67% deskripsi “baik”, domain habitat dan ekosistem yaitu 68,33% deskripsi “baik” dan domain teknologi penangkapan ikan, nilai yang diperoleh 61,67% deskripsi “baik”. Domain yang memiliki nilai komposit kurang dari pada domain yang lain, pengelolaanya harus lebih diperhatikan dan harus ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasinya sebelum status pengelolaannya semakin menurun.