Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 4 (2020)"
:
10 Documents
clear
Profil Dan Pola Kepekaan Bakteri Penyebab Ventilator Associated Pneumonia Di RSUP H. Adam Malik Medan
Dian Dwi Wahyuni;
Sri Amelia;
Wulan Fadine
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5284
Ventilator-associated pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang banyak terjadi di intensive care unit dan masih menjadi masalah di bidang kesehatan. Hal ini menyebabkan tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi, biaya pengobatan yang besar, serta munculnya bakteri resisten terhadap banyak antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan pola kepekaan antimikroba pada bakteri penyebab VAP di RSUP H Adam Malik Medan. Penelitian prosfektif terhadap pasien suspek VAP dilakukan dari bulan Agustus hingga November 2017. Sebanyak 22 sampel sputum aspirat endotrakeal diperiksa. Pemeriksaan mikroskopik menggunakan metode pewarnaan Gram dari kultur yang tumbuh. Identifikasi dan uji kepekaan bakteri menggunakan alat VITEC 2 Compact (bioMrieux). Total 28 isolat bakteri telah diidentifikasi, terdiri dari 26 basil gram negatif (92,9%) and dua bakteri Gram positif. Bakteri yang paling banyak adalah Acinetobacter baumannii (39,3%), diikuti Pseudomonas aeruginosa (21,4%), dan Escherichia coli (14,8%).Terdapat 19 isolat bakteri patogen Multi Drug Resistant (ESBL,Carbapenemase resistant, MRSA). Basil Gram negatif masih peka terhadap amikasin mencapai 76%, dan hampir seluruhnya resisten terhadap sefalosporin generasi 3. Semua isolat Acinetobacter baumannii resisten terhadap meropenem, sedangkan Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia masih sensitif seluruhnya (100%). Acinetobacter baumannii merupakan penyebab utama VAP. Resistensi antibiotik mengalami peningkatan karena munculnya bakteri patogen multidrug resistance.
Efek Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Terhadap Kadar HDL Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Nova Anggraini Dalimunte;
Shahrul Rahman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5565
Kolesterol ialah suatu zat lemak yang ada di dalam darah, berwarna kekuningan seperti lilin di produksi dalam hati dan sangat penting bagi tubuh. Kolesterol merupakan golongan lipid yang tidak terhidrolisis dan merupakan sterol utama dalam tubuh. Kolesterol yang diproduksi terdiri dari 2 jenis yaitu kolesterol HDL, dan mempunyai sifat antioksidan sehingga dapat mencegah terjadinya oksidasi LDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein). Berdasarkan latar belakang pada uraian diatas peneliti belum menemukan data-data tentang peningkatan kadar HDL setelah dan sebelum pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) yang diberikan kepada manusia normal, supaya untuk pencegahan terhadap terjadinya penyakit jantung koroner. Sehingga peneliti tertarik meneliti tentang pemberian jus buah jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap peningkatan kadar HDL (High Density Lipoprotein) pada manusia normal. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan desain one group only pret-test post-test design.. Pada uji normalitas Shapiro-Wilk, didapatkan nilai pada data pre-test dan post-test masing-masing adalah 0.705 dan 0.609. Dalam uji normalitas, data dianggap terdistribusi normal apabila didapatkan nilai p0.05. Pada uji t-test berpasangan, dapat dilihat antara nilai pretest dan post-test, memiliki nilai p sebesar 0.0005 (p0.05). Dari penelitian ini di ternyata dapatkan penurunan kadar HDL pada pemberian jus buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) sebanyak 250 ml/hari selama 14 hari.
Hubungan Higiene Perorangan Dengan Angka Kejadian Dermatofitosis
Endang Riyadi;
Dian Erisyawanty Batubara;
Febrina Dewi Pratiwi Lingga
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5307
Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang dapat menyerang jaringan yang mengandung keratin seperti stratum korneum pada kulit, rambut dan kuku manusia, yang disebabkan oleh individu yang tidak dapat menjaga kebersihan dengan baik, yang dapat mengakibatkan terjadinya dermatofitosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dengan kejadian dermatofitosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya kejadian dermatofitosis disebabkan oleh perubahan gaya hidup seperti memelihara hewan peliharaan dan kontak tidak langsung dengan hewan liar di perkotaan. Selain itu, sanitasi lingkungan yang buruk dan kebersihan pribadi menyebabkan lebih banyak infeksi jamur. Ada hubungan higiene perorangan dengan kejadian dermatofitosis.
Efek Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Terhadap Kadar Kolesterol LDL Pada Serum
Surya Alinta Putri;
Shahrul Rahman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5613
Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi pada sebagian besar negara berkembang. Peningkatan kolesterol adalah penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyakit perlemakan hati sehingga meningkatkan beban penyakit keduanya. Salah satu alternatif yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah jangka panjang adalah penggunaan bahan alami seperti buah jambu biji merah diketahui mempunyai kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang dapat menghambat oksidasi LDL sehingga dapat menurunkan kadar LDL dan dapat mencegah terjadinya aterosklerosis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain pre test and post test tanpa grup kontrol, subjek penelitian diberikan jus buah jambu biji merah sebanyak 250ml/hari selama 14 hari. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan nilai rata-rata LDL sebelum perlakuan (pretest) 129.08 mg/ dl dan sesudah perlakuan (posttest) nilai rata-rata LDL 82.92 mg/dl. Pemberian jus jambu biji merah terdapat nilai pretest dan post-test, memiliki nilai p sebesar 0.0001.
Penapisan dan Pencegahan Sindroma Metabolik pada Masyarakat di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar
Dimas Pramita Nugraha;
Inayah Inayah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5360
Dalam beberapa dekade terakhir, gaya hidup modern telah menyebabkan perubahan dramatis status masyarakat dari undernutrition menjadi overnutrition. Akibatnya terjadi peningkatan prevalensi obesitas dan penyakit terkait obesitas, salah satunya adalah sindroma metabolik. Pengabdian ini bertujuan menapis sindroma metabolik yang ada di masyarakat dan kemudian memberikan terapi komunitas untuk mencegah dan mengatasi sindroma metabolik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui dua tahapan, yang pertama adalah dengan melakukan penapisan sindroma metabolik melalui pemeriksaan antropometri berupa pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), pemeriksaan lingkar perut (obesitas sentralis), pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kolesterol darah. Kemudian tahapan yang kedua melalukan terapi komunitas berupa edukasi dengan penyuluhan, pembagian poster dan buku saku tentang sindroma metabolik. Hasil pengabdian didapatkan sebanyak 16,39% peserta pengabdian suspek memiliki sindroma metabolik, dengan kelompok wanita memiliki proporsi sindroma metabolik (18,37%) yang lebih besar dibandingkan pria (8,33%). Pengabdian kepada masyarakatpenapisan dan pencegahan sindroma metabolik merupakan salah satu usaha yang sangat penting untuk membantu masyarakat terhindar dari sindromametabolik dan risiko komplikasipenyakit ginjal, kardiovaskularmaupun serebrovaskular.
Penggunaan Flap Transposisi Untuk Rekonstruksi Defek Kulit Mandibula
Taufik Akbar Faried Lubis;
Alexandria Stephanie;
Yugos Juli Fitra
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5361
Pendahuluan:Trauma kulit pada daerahmandibula merupakan kasusrekonstruksi yang sulit.Cacat yang melibatkan kehilangan jaringan keras dan lunak lebih menantang, karena masalah pada cakupan jaringan lunak.Ilustrasi Kasus:Seorang pria berusia 42 tahun datang ke UGD setelah terjadi kecelakaan sepeda motor. Dia sadar sepenuhnya, tidak ada patah tulang atau kondisi darurat lainnya.Terdapat lukadengan jaringan kulit yang hilang sebagian di bagian kirimandibulaseluas kurang lebih 5x6cm.Pada kaus inidigunakan flap transposisi untukmenutup defek padakulitmandibula.Diskusi:Penggunaanflap transposisi untukmenutup defekpada daerah mandibula merupakanpilihan terbaikketikapenjahitan luka secara langsungtidak dapatmemungkinkan. Flap lokal memberikan hasil terbaik karena kecocokan yang baik dari kulit dalam hal warna, tekstur, dan ketebalan serta mematuhi salah satu prinsip dasar dalam operasi plastik "ganti denganyang serupa" untuk menyamarkan bekas luka operasi, tepi garis flap dirancang untuk terletak di sepanjang batas anatomi. Selain itu, simetrisitas wajah perlu diperimbangkan dalam rekonstruksi ini.Kesimpulan:Flap transposisi untuk rekonstruksidefek pada daerahmandibula merupakan pilihan terbaiktentunya dengan mempertimbangkan unit fungsional dan aspek estetika pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Vitamin D Dengan Tingkat Kepadatan Tulang Pada Guru SD Muhammadiyah Medan
Debby Mirani Lubis
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.4746
Manfaat vitamin D sangat banyak bagi kesehatan terutama untuk tulang dan sistem imunitas untuk melawan infeksi. Tingkat pengetahuan tentang vitamin D yang baik akan menyebabkan masyarakat lebih paham tentang memilih sikap dan sumber yang baik untuk memperoleh vitamin D sehingga akan berdampak pada tingkat kesehatan tulangnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang vitamin D dengan tingkat kepadatan tulang pada guru SD Muhammadiyah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.. Tempat penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 1 dan 3 pada bulan April sampai dengan Juni 2019. Sebanyak 28 subjek memiliki tingkat kepadatan tulang normal (58,3%). Ada 11 orang subjek yang osteopenia (23%) dan sebanyak 9 orang subjek di kategorikan osteoporosis (18,7%). Berdasarkan hasil uji statistik hubungan tingkat pengetahuan dan kepadatan tulang didapati nilai p = 0,74. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vitamin D dengan tingkat kepadatan tulang.
Hubungan Hipertensi dengan Gangguan Pendengaran di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan
Dinda Syari Nasution;
Muhammad Edy Syahputra Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5434
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang penting dikarenakan prevalensinya tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Salah satu organ sasaran hipetensi adalah sistem auditorik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Faktor risiko gangguan pendengaran seperti diabetes melitus, hipertensi, merokok, obesitas, dan hiperlipidemia diindikasikan berhubungan dengan gangguan pendengaran namun mekanismenya masih belum diketahui sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan hipertensi dengan gangguan pendengaran di Rumah Sakit TK II Bhayangkara Medan. Sebanyak 60 subjek terdiri dari 30 subjek kelompok hipertensi dan 30 subjek kelompok kontrol (kelompok normotensi), laki-laki dan perempuan, berusia 25-60 tahun dilakukan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer serta pemeriksaan pendengaran dengan garpu tala dan audiometri nada murni. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain case control study. Analisis hasil penelitian ini menggunakan chi-square dan uji Fisher exact. Hasil Penelitian: Terdapat 18 penderita hipertensi yang mengalami gangguan pendengaran, 12 penderita hipertensi tidak mengalami gangguan pendengaran, 2 penderita normotensi gangguan pendengaran, dan 28 penderita normotensi tidak mengalami gangguan pendengaran. Jadi terdapat hubungan antara hipertensi dengan gangguan pendengaran.
Hubungan Kebersihan Diri dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Murid SD
Siti Lasmi Yani Al Azhar;
Siti Mirhalina Hasibuan;
Riri Arisanty Syafrin Lubis;
Heppy Jelita Sari Batubara
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5256
Pedikulosis kapitis adalah infeksi kulit dan rambut kepala yang di sebabkan oleh Pediculus humanus var. capitis. Pediculus ini merupakan parasit obligat yang harus menghisap darah manusia untuk dapat bertahan hidup. Jenis kelamin dan kebersihan diri merupakan faktor resiko terjadinya pedikulosis kapitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan kebersihan diri dengan kejadian pedikulosis kapitis pada siswa SDN 018455 Desa Tanah Tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik denga desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN 018455 Desa Tanah Tinggi yang terdaftar di administrasi sekolah. Teknik penelitian ini menggunakan consecutive sampling dan analisa data uji chi-square. Pengambilan data melalui pengisian kuisioner dan pemeriksaan langsung pada sampel. Hasil penelitian ini memperoleh bahwa sebanyak 22 orang anak perempuan (56.4%) menderita pedikulosis kapitis, sedangkan pada anak laki-laki sebanyak 5 orang (14.7%) dan anak dengan kebersihan diri yang baik sebanyak 3 orang (7.9%) menderita pedikulosis kapitis,sedangkan pada anak dengan kebersihan kurang baik sebanyak 24 orang (68.6%) menderita pedikulosis kapitis. Hasil Uji Chi-square di dapati p=value 0.000. Adanya hubungan antara kebersihan diri dan jenis kelamin dengan kejadian pedikulosis kapitis pada siswa SDN 018455 Desa Tanah Tinggi.
Perbandingan Efektivitas Pirantel Pamoat Dengan Albendazol Terhadap Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Siswa SD Tahun 2018
Nurhasanah Nurhasanah;
Nelli Murlina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jph.v1i4.5435
Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan kelompok cacing parasit nematoda yang menyebabkan infeksi pada manusia melalui kontak dengan telur parasit atau larva yang tumbuh subur di tanah yang hangat dan lembab di negara tropis dan subtropis dunia. Sebagai cacing dewasa, cacing yang ditularkan melalui tanah hidup dan di saluran pencernaan manusia. Cara yang paling aman dalam menangani infeksi STH adalah memutus lingkaran hidup cacing, yaitu dengan cara memperbaiki pengetahuan masyarakat dan penggunaan obat cacing. World Health Organization (WHO), World Bank dan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) memberi perhatian khusus untuk memperbaiki infeksi kecacingan. Pirantel pamoate merupakan salah satu obat anti helminth yang umum digunakan di Indonesia dan Albendazol berkerja dengan cara menghambat pembentukan energi cacing sehingga dapat mengakibatkan kematian pada cacing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pretest Posttest Control Group Design. Jumlah sampel pada penelitian diperoleh dengan metode total sampling. Tidak terdapat perbedaan perbandingan efektivitas antara pemberian pirantel pamoat dan albendazol terhadap infeksi STH. Kesimpulan : Dari penelitian ini dijumpai bahwa pemberian pirantel pamoate dan albendazol pada infeksi STH setelah 1 minggu terdapat penurunan telur STH, namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna.