cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS" : 15 Documents clear
ESTIMASI BIAYA KONSEPTUAL KONSTRUKSI GUDANG Muhammad Ridho Satrio; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3215

Abstract

Estimasi biaya konseptual ialah perkiraan awal untuk memprediksi biaya proyek berdasarkan perhitungan dan analisa pengalaman yang dilakukan dengan terbatas atau tidak adanya informasi desain dan rekayasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktorryang berpengaruhhpada biaya pembangunannkonstruksi gudang dan bagaimanaa membuattmodellberdasarkan faktor-faktorr dengan menggunakan metode ANN. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya konstruksi gudang yaitu lokasi proyek, topografi tanah, tipe pondasi, luas bangunan, tipe superstruktur, tinggi bangunan, bentuk bangunan, tipe atap, tahun pembangunan, durasi proyek. Setelah menguji model dilakukan Analisa hasil penelitian untuk dapat hasil yang akurat, kemudian divalidasi bahwa model tersebut mampu memprediksi data pengujian dengan tingkat kesalahan sebesar 22%. Berdasarkan AACE, klasifikasi akurasi estimasi yaitu Low : -15% sampai -20% dan High : +20% sampai +50%. Sehingga permodelan diatas sudah sesuai dengan AACE.
KAJIAN FASILITAS PEDESTRIAN PADA JALAN SILIWANGI, KOTA TANGERANG SELATAN Jaya Satria Asmara; Irfan Ihsani; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3216

Abstract

Suatu kota selalu mengalami perkembangan yang dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan berkembangnya sarana dan prasarana kota tersebut. Pertumbuhan penduduk yang tinggi berakibat pada peningkatan mobilitas masyarakat. Pergerakan utama manusia adalah dengan berjalan kaki, sehingga sewajarnya fasilitas untuk pejalan kaki menjadi prioritas utama dalam pembentukan sistem transportasi kota. Pada kenyataannya fasilitas pedestrian justru tidak diperhatikan keadaannya, salah satunya adalah pada koridor Jalan Siliwangi di Kota Tangerang Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi fisik fasilitas pedestrian yang dilakukan dengan tiga metode, yaitu meninjau fasilitas pedestrian di lapangan dan membandingkannya dengan ketentuan teknis yang berlaku, menggunakan analisis walkability index (WI), dan terakhir menganalisis tingkat persepsi masyarakat mengenai kepuasan dan kepentingan fasilitas pedestrian dengan customer satisfactory index(CSI) dan importance-perfomance analysis(IPA). Berdasarkan pengamatan langsung, fasilitas pedestrian di sepanjang jalan yang terdapat trotoar hanya 1,6 km dari total panjang jalan 2,6 km, dengan lebar jalur di antara 80- 120 cm serta tidak adanya fasilitas penyeberangan, secara hal ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Permen PU No 03 Tahun 2014 dan No 14 Tahun 2017. Pada penilaian WI sendiri, nilai yang diperoleh sebesar 53,05 dan termasuk kategori kuning, yang berarti cukup baik untuk berjalan. Namun, berdasarkan tingkat persepsi, nilai kepuasan masyarakat hanya sebesar 49,69%, menunjukan masyarakat kurang puas terhadap fasilitas pedestrian. Berdasarkan tiga analisis tersebut, ketersediaan fasilitas penyeberangan menjadi poin yang perlu diperhatikan, selain karena tidak memenuhi ketentuan, mayoritas masyarakat juga sangat tidak puas dalam menilai fasilitas penyeberangan dan keamanan dalam menyeberang, sehingga perlu menjadi prioritas perbaikan dan peningkatannya
ANALISIS PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA DAN TENAGA KERJA Vinny Aviyani; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3217

Abstract

Proyek Pembangunan PKL Higienis Kementerian PUPR mengalami kendala di lapangan sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan pekerjaan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dibutuhkan peran manajemen konstruksi dalam rangka pengawasan proyek agar tercapainya hasil yang maksimal. Langkah yang dilakukan yaitu dengan merencanakan dan menganalisis estimasi waktu dan rencana anggaran biaya proyek konstruksi pada pekerjaan struktur dengan penambahan jam kerja dan tenaga kerja menggunakan metode time cost trade off agar pembangunan proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. Hasil dari analisis didapatkan adalah estimasi waktu pelaksanaan proyek dengan metode Time Cost Trade Off adalah 155 hari kalender, lebih cepat 7 hari kalender dari normal duration (162 hari kalender). Biaya yang timbul akibat penambahan jam kerja yaitu Rp.6.729.001.682,- lebih besar Rp.822.324.128,- dari normal cost (Rp.5.906.677.554,-) dan biaya yang timbul akibat penambahan tenaga kerja yaitu Rp.5.936.467.971,-. lebih besar Rp.29.790.417,- dari normal cost (Rp.5.906.677.554,-).
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN KEBUTUHAN OKSIGEN DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT Prima Jiwa Osly; Fathia Robiyatul Adawiyah; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3218

Abstract

Pembangunan berkelanjutan adalah konsep pembangunan yang menyesuaikan antara kepentingan pembangunan dengan pengelolaan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berlangsung secara terus menerus dan konsisten dengan cara menjaga kualitas hidup, yang berjalan bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Kota Administrasi Jakarta Pusat merupakan salah satu wilayah yang peningkatan jumlah penduduknya bertambah dengan cukup pesat. Faktor lainnya adalah karena secara geografis Jakarta Pusat berada di tengah Ibukota Jakarta. Yang akan semakin banyak perkembangan serta pembangunan infrastruktur seperti perkantoran, apartment ataupun ruko yang dapat mengakibatkan semakin berkurangnya RTH yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan air karena adanya alih fungsi lahan, dari yang sebelumnya terbuka alami menjadi terbangun. Tujuan dari penelitian ini dilakukan guna mengetahui besaran kebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen serta ingin mengetahui preferensi masyarkat mengenai kebutuhan dan pengadaan RTH di Jakarta Pusat. Dengan analisis yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan RTH berdasarkan oksigen dengan metode Gerakis, 1974 yang dikembangkan Wijayanti,2003. Dan analisis yang digunakan untuk mengetahui preferensi masyarakat adalah dengan analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan hasil analisis dengan memproyeksikan 10 tahun kedepan 2021-2031, kebutuhan RTH di Jakarta Pusat belum memenuhi 30% dari luas kota. Luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen yang dibutuhkan pada tahun 2021 seluas 2368,89 hektar, sedangkan luas RTH yang tersedia baru 905,180 hektar atau sekitar 18,81%. Dan perlu menambahkan RTH seluas 538,72 hektar atau 11,19% untuk mencapai 30% minimal perwujudan RTH. Berdasarkan preferensi mengenai pengembangan RTH di Kota Jakarta Pusat, aspek lingkungan mendominasi dengan 65,47% jika dibandingkan dengan aspek lainnya. Dengan memprioritaskan pembangunan penghijauan yang ditunjang dengan kriteria manfaat RTH dan pemanfaatan ruang.
POLA PERJALANAN PENGGUNA MRT MENUJU STASIUN LEBAK BULUS GRAB Achmad Abitia Prakoso; Wita Meutia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3219

Abstract

Pembangunan Infrastruktur merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan suatu wilayah dan negara yang merupakan salah satu tugas dan kewajiban dari pemerintah baik pusat maupun daerah. MRT (mass rapid transportation) merupakan transportasi massa untuk perkotaan. Stasiun Lebak Bulus Grab yang berlokasi di Jakarta Selatan menjadi titik awal rute transportasi MRT hal ini dipicu oleh tingginya tingkat kemacetan di Jakarta selatan. Dalam Tata Kota lokasi yang paling ideal untuk membangun sarana transportasi adalah di pinggiran kota. Daerah Lebak Bulus Grab berbatasan langsung dengan Provinsi Banten sehingga masyakarat yang berada disekitar lingkar luar Jakarta dapat menjangkau transportasi MRT. Ada bebarapa cara untuk mencapai Stasiun Lebak Bulus seperti angkutan umum, kendaraan pribadi, bersepeda, berjalan kaki dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perpindahan antar moda dalam mencapai Stasiun MRT Lebak Bulus Grab. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan responden adalah pengguna MRT yang menuju Stasiun Lebak Bulus Grab. Berdasarkan analisis diperoleh preferensi orang untuk berjalan kaki sekitar 20%, angkutan umum online dan konvensional sekitar 75%, kendaraan pribadi sekitar 5%. Untuk fasilitas yang digunakan pengguna MRT dalam mencapai stasiun tersebut diperoleh ojek online 53%, ojek biasa 5%, angkot 4% busway 13%, metromini/kopaja 2%, sepeda 1%, jalan kaki 20%, kendaraan pribadi 2%.
EVALUASI PERENCANAAN PERSEDIAAN MATERIAL MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLAN (MRP) Affan Harytsyah; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3220

Abstract

Bahan material adalah faktor utama konstruksi merupakan salah satu bagian dari input yang memerlukan manajemen secara khusus. Manajemen material dilakukan untuk mendapatkan ketepatan saat konstruksi dilakukan, yaitu ketepatan waktu, ketepatan jumlah, serta ketepatan biaya. Secara umum penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perencanaan persediaan material dengan metode material requirement plan dengan tujuan untuk menentukan teknik yang paling tepat dalam menentukan ukuran pemesanan (lot size) serta untuk mendapatkan total biaya persediaan material yang paling optimum. Biaya persediaan yang dihitung meliputi biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan material. Pada proyek pembangunan KCU BCA Panakukkang – Makassar dalam menentukan total biaya persediaan yang paling optimum menggunakan tiga teknik MRP yaitu teknik Lot For Lot, teknik Economic Order Quantity, teknik Fixed Period Requirement. Dari ketiga teknik tersebut, teknik Lot for Lot yang merupakan teknik paling efektif dan efisien ditinjau dari segi biaya dengan total biaya persedian material beton yaitu sebesar Rp. 3.987.750.142, total biaya persediaan material besi yaitu sebesar Rp. 6.479.930.144, dan total biaya persediaan material bekisting yaitu sebesar Rp. 1.625.674.290. dan juga teknik penentuan ukuran pemesanan (lot size) yang sesuai dengan jumlah kebutuhan di lapangan sehingga menyebakan jumlah material tidak mengalami sisa. Penerapan teknik ini memerlukan kontrol atas penggunaan material yang sangat baik.
PENGARUH PENGGUNAAN STYRENE BUTADIENE RUBBER TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Glann Millen Simbolon; Jonbi
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3221

Abstract

Dalam pengembangan teknologi konkret yang beroprasi dengan persyratan kebutuhan darat, salah satu permintaan ini adalah bagaimana meningkatkan sifat konkret yang rapuh, dalam perkembangannya, namun beton sudah mulai menggunakan bahan subtitusi untuk mengurangi sifat rapuh beton. Bahan subtitusi adalah bahan yang dapat menggantikan bahan beton dengan kumpulan halus, agregat kasar dan semen dengan bahan lainnya. Selain menjadi salah satu bahan penting pada dunia industri, karet alam juga merupakan salah satu bahan tambah pilihan dalam pembuatan campuran beton, hal ini disebabkan karena sifatnya yang fleksibel sehingga dapat meningkatkan daktilitas beton. Penggunaan bahan tambah Styrene Butadiene Rubber ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanis beton (kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur). Selain itu, akan berguna untuk memberikan nilai tambah bagi komoditas karet yang belum dimanfaatkan secara optimal khususnya sebagai bahan bangunan. Dalam penelitian ini melakukan pembuatan beton dengan penambahan Styrene Butadiene Rubber dengan variasi tambahan 0%, 25%, 30%, 35%, dan 40% dari jumlah air yang digunakan. Metode yang digunakan dalam pembuatan beton berbentuk silinder ukuran 10x20 cm untuk masing-masing pengujian kuat tekan dan kuat tarik dan balok ukuran 60x15x15 cm untuk pengujian kuat lentur. Mutu beton yang akan direncanakan adalah 25 Mpa dan akan mengalami pengujian pada umur 7, 14 dan 28 hari. Pemakaian Styrene Butadiene Rubber sebesar 25% menaikkan nilai kuat tekan menjadi 411.51 kg/cm2 pada umur 28 hari.
PENGGUNAAN FILLER ABU SERBUK KAYU KELAPA PADA ASPAL BETON AC-WC Laurensius M. Da Gomez; Wita Meutia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3222

Abstract

Jalan adalah salah satu prasarana transportasi yang sangat penting pada kemajuan dan pembangunan untuk kehidupan masyrakat. Struktur perkerasan jalan mempunyai peran penting dalam memberi pelayanan yang optimal agar masyrakat dapat menikmati jalan dengan nyaman dan cepat agar sampai dengan tempat tujuan agar dapat tercipta pemerataan pembangunan. Pada spefikasi ini adalah adalah lapisan aspal beton (laston) atau asphalt concrete (AC). Lapisan Asphalt Concrete –Wearing Course (AC-WC) adalah lapisan paling atas yang terdiri dari strukutur pekerasan jalan raya yang berhubungan langsung dengan kendaraan dan mempunyai strutur paling halus. Bahan utama penyusun pekerasan jalan adalah agregat kasar, agregat halus, aspal dan bahan pengisi atau filler. Pemakaian bahan filler dengan berat jenis yang lebih kecil dibandingkan dengan berat jenis agregat kasar dan agregat halus dapat menyebabkan campuran menjadi kurang aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kadar Aspal Optimal penggunaan abu serbuk kayu sebagai bahan pengganti filler di dalam campuran aspal AC-WC. Dalam penelitian ini direncanakan campuran serbuk abu kelapa sebagai penambah bahan filler dengan masing masing campuran sebesar 50% dan 80% abu serbuk kelapa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kinerja campuran aspal pada kadar aspal optimum (KAO) ditinjau dari keenam nilai karakteristik marshall, yaitu nilai VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient, Filler 50% abu serbuk kayu kelapa memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan campuran filler 80% abu serbuk kayu kelapa.
ANALISIS DAMPAK VARIATION ORDER TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK Rudi Dwi Septian; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3223

Abstract

Variation order dalam proyek konstruksi bisa berupa penambahan atau pengurangan yang berdampak pada volume pekerjaan dalam kontrak, penambahan atau pengurangan jenis pekerjaan, dan perubahan spesifikasi sesuai kebutuhan dilapangan. Perubahan-perubahan ini berpengaruh pada nilai akhir proyek. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab, dampak dan solusi terhadap kinerja biaya Variation Order pada proyek Holland Village Jakarta Paket Pekerjaan MEP Services – Apartment 2. Metode yang dilakukan dengan mengumpulkan data primer dari kuisioner dengan stakeholder proyek tersebut dan data sekunder dari PT. Lantera Sejahtra Indonesia untuk di olah menjadi sebuah variation order yang mempengaruhi kinerja biaya proyek. Dari hasil analisis variation order paket pekerjaan MEP Services didapat total variation order proyek Holland Village Jakarta paket pekerjaan MEP Services – Apartment 2 sebesar Rp 619,803,100.- dan berpengaruh terhadap nilai keseluruhan proyek Holland Village Jakarta paket pekerjaan MEP Services – Apartment 2 sebesar 1.107% dari nilai awal atau Rp 56.619.803.100.- dengan kontrak awalnya adalah Rp 56.000.000.000.-
ANALISIS STRUKTUR ATAS PADA SKY HOUSE APARTMENT ALAM SUTERA BERDASARKAN SNI 2847-2019 DAN SNI 1726-2019 Riani Sudono; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3225

Abstract

Pembangunan hunian apartemen mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dikarenakan tingginya minat masyarakat di bidang investasi hunian, serta properti menjadi salah satu latar belakang dibangunnya Sky House Apartment, Alam Sutera Tangerang dengan total lantai sebanyak 39 lantai terdiri dari 1 lantai basement + 38 lantai dan roof. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi serta penulangan dari struktur bangunan Sky House Apartment Alam Sutera serta untuk melakukan perhitungan beban gempa dengan menggunakan analisa beban gempa SNI 1726-2019. Dalam analisa struktur bangunan apartemen dibantu dengan menggunakan software SAP 2000 v22 untuk mencari gaya dalam. Dari analisis yang telah dilakukan, analisa respon spektrum di peroleh nilai geser static ekivalen V = 8.397.008.48 kN. Didapatkan nilai gaya geser dasar arah X dan gaya geser dasar arah Y yang dihasilkan SAP 2000 sudah sesuai yakni Fx pada Ex kondisi Max sama dengan Fy pada Ey Kondisi Max = 839700.48 kN. Dimensi struktur pelat diperoleh sebesar 12cm untuk tebal pelat lantai basement hingga lantai 38, serta pelat lantai dengan tebal 15cm untuk pelat lantai atap apartemen. Pada kedua jenis pelat diperoleh tulangan arah x-x dan arah y-y tulangan Ø22 – 250mm dengan fy tulangan 420 Mpa. Dimensi struktur balok diperoleh ukuran 600x900 mm dengan tulangan longitudinal 3D32 untuk arah lapangan dan tumpuan serta tulangan transversal D25-150mm untuk lapangan dan tumpuan. Dimensi struktur kolom diperoleh ukuran 600x1200 mm dengan tulangan longitudinal D32 untuk arah lapangan dan tumpuan serta tulangan transversal D25- 200mm untuk lapangan dan tumpuan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15