cover
Contact Name
Tirsa Neyatri Bandrang
Contact Email
tirsaleihitu@gmail.com
Phone
+6281394423356
Journal Mail Official
up2mpoltes@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Kuala Pembuang, Kab. Seruyan, Prov. Kalimantan Tengah, Indonesia
Location
Kab. seruyan,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PKM Agri Hatantiring
Published by Politeknik Seruyan
ISSN : -     EISSN : 28096347     DOI : http://dx.doi.org/10.59900/pkmagri.v3i1
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal PKM Agri Hatantiring adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu pertanian, agribisnis, perkebunan, sosial humaniora bagi para peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi. Tujuan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dan dituangkan dalam jurnal ilmiah ini dapat berkontribusi dan di adopsi oleh masyarakat. Jurnal PKM Agri Hatantiring ini diterbitkan pada Bulan Juli dan Desember. Semoga dengan adanya jurnal PKM Agri Hatantiring ini dapat memberi manfaat.
Articles 39 Documents
BUDIDAYA TANAMAN TOMAT DENGAN IRIGASI TETES UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR Triandini1) Anzana Putra 1) Tri Rahayu2), Rizka Wildani 1) Mulyadi1) Muhammad Nazarul Yanis 1) Puja
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 1 Tahun Desember 2024
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v4i1.262

Abstract

Tomatoes are fruits and vegetables that are widely consumed by the community in various types of processed and fresh. The purpose of this service is to guide the Pantai Harapan Village Community to be able to cultivate tomatoes based on water-saving technology with drip irrigation sustainably to increase income. The methods used are technical assistance and learning by doing. With the technical guidance on tomato cultivation through drip irrigation, the community's knowledge and skills have gradually increased. This is supported by the evaluation results which show an increase in knowledge and production. Keywords : tomatoes, income of coastal communities, cultivation, drip irrigation
PENGEMBANGAN INOVASI BARU TERHADAP OLAHAN BUAH NANAS (INOVASI KERUPUK GANDUM NANAS) Tirsa Neyatri Bandrang2, Endah Panca Wijayanti1,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 1 Tahun Desember 2024
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v4i1.263

Abstract

The development of new innovations in processed pineapple fruits through Pineapple Wheat Cracker products is part of an entrepreneurship program aimed at students. This product combines pineapple base with wheat, resulting in a snack that not only has a unique taste, but also high nutritional benefits. Pineapple Wheat Crackers are available in various packaging sizes ranging from 100 gr to 250 gr, with selling prices ranging from Rp. 7,000 to Rp. 20,000. This product is offered in two variants, namely ready-to-eat crackers and raw crackers that can be further processed by consumers. Sales are carried out through retail or unit methods, and can be marketed online or through distribution at nearby restaurants and stores. This innovation aims to provide healthy snack alternatives that can be accepted by the wider community, as well as provide business opportunities for students in developing entrepreneurial skills and marketing locally-based food products. Keywords: Entrepreneurship, Pineapple Wheat
PELATIHAN PEMBUATAN RAISED BED DAN MEDIA TANAM TANAH SUBUR DI DESA BAUNG KECAMATAN SERUYAN HILIR Suroto, Suroto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 1 Tahun Desember 2024
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v4i1.264

Abstract

Raised bed is a planting method in which the planting area is raised from the surrounding ground level using a frame or container made of wood, stone, metal, or other materials. The main purpose of raised beds is to improve soil drainage, reduce the risk of soil erosion, control weeds, and provide a better growing environment for plants. Baung is one of the villages in Seruyan Hilir sub-district, Seruyan, Central Kalimantan. Baung Village has plain topography with an altitude of <500 meters above sea level with the plain area consisting of lowlands, hilly plains and riverbanks. Baung Village is the right target area for training in making raised beds and fertile soil planting media because the environment, especially its yards, is subject to natural constraints for planting considering the frequent ebb and flow of river water which inundates the people's yards. In utilizing their yard land, the people of Baung Village to become a source of food security for their families are less well managed due to natural constraints, because the community is more focused on working to earn their main income so that the yard land they own does not produce products that can be utilized for consumption needs, so training activities for making raised bed planting media. Then by adding a method for making solid organic fertilizer which is done directly in the raised bed that has been prepared. The PKK women who took part in this activity seemed enthusiastic and played a direct role in the making process, because the materials and tools were simple and easy to obtain, and most of the PKK women were already used to working in the garden, so they did not experience any significant obstacles in its implementation. Keywords: Baung Village, Raised Bed, Organic Fertilizer
MENINGKATKAN INTELEGENSI PETANI MENGENAI PUPUK ALTERNATIF DENGAN PUPUK ORGANIK PHOTOSYNTHETIC BACTERIA (PSB) DI DESA BIRU Setiawan2, Sabila Medina Setiawan3, Mochamad Ramdan¹*, Fajri Shiddiq2*, Hudan Luqmanul Hakim2,M. Ilh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 1 Tahun Desember 2024
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v4i1.265

Abstract

PSB (Photosynthetic Bacteria) fertilizer is an alternative fertilizer made from a variety of materials that are easily found in everyday life, with the skyrocketing prices of subsidized fertilizers PSB fertilizer is expected to be an alternative to the needs of the community to save budget. Not only about saving the budget, another advantage when using PSB fertilizer is that it makes plants get the nutrients they need and makes plants carry out photosynthesis by utilizing sunlight to the maximum. the results will also be better than plants that do not use PSB fertilizer, both in size, taste, and quality. Before introducing this fertilizer, a questionnaire was held to find out how high the knowledge of farmers about fertilizers, and the results were that farmers only knew organic fertilizers or fertilizers in general, therefore PSB fertilizer was introduced as the answer to the problems experienced by farmers starting from socialization, introducing PSB fertilizer itself, explaining the ingredients needed and their benefits, to direct practice with farmers. This aims to make farmers less dependent on subsidized fertilizers and make them more familiar with alternative fertilizers.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK MELALUI PEMBUATAN PUPUK KANDANG DALAM MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI POLITEKNIK SERUYAN serlina, yesi; Bandrang, Tirsa; Leihitu, Donny Dwy Judianto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/nv5rey21

Abstract

Pembuatan pupuk kandang merupakan salah satu upaya pengolahan limbah organik yang dapat memberikan manfaat besar bagi pertanian dan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Seruyan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada bulan Februari 2025 dengan tujuan utama untuk memanfaatkan limbah organik yang belum termanfaatkan, seperti kotoran kambing, kotoran burung walet, sekam padi, dan serbuk kayu. Bahan-bahan tersebut diolah secara sederhana hingga menghasilkan sekitar 20 kilogram pupuk kandang yang digunakan untuk tanaman hortikultura seperti bayam, sawi, dan pakcoy. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan, penerapan ilmu praktis, serta promosi pertanian berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pupuk kandang yang dihasilkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan. Dengan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dan sumber daya lokal, program ini diharapkan dapat direplikasi secara luas dalam rangka mendukung pertanian yang ramah lingkungan di wilayah Seruyan dan sekitarnya. Kata Kunci: pupuk kandang, limbah organik, pertanian berkelanjutan, mahasiswa, edukasi lingkungan
Transformasi Limbah Organik menjadi Pupuk Bernilai Ekonomis bagi Kelompok Tani Hidup Baru Bayu Mahendra; Suroto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/7b484030

Abstract

Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia menyebabkan peningkatan biaya produksi dan penurunan kualitas tanah secara berkelanjutan. Di sisi lain, limbah organik pertanian dan rumah tangga di pedesaan belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransformasikan limbah organik menjadi pupuk bernilai ekonomis guna meningkatkan kemandirian dan efisiensi usaha tani pada Kelompok Tani Hidup Baru di Kelurahan Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11–20 Mei 2025 dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri dari 20 anggota kelompok tani, 4 mahasiswa, dan 5 dosen. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kuantitatif berbasis pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,4 menjadi 84,2 (peningkatan 49,29%). Produksi pupuk organik padat mencapai 1.250 kg dan pupuk organik cair 300 liter per siklus. Analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,78 yang menandakan usaha layak dikembangkan. Program ini mampu menekan biaya pupuk hingga 32% per musim tanam serta membuka peluang usaha berbasis kelompok. Kata kunci: limbah organik, pupuk organik, pemberdayaan masyarakat, analisis ekonomi, pertanian berkelanjutan
Pengolahan Pupuk Kompos Serta Aplikasi Pada Tanaman Sayuran   Program  Pengabdian Masyarakat Pada Kelompok Masyarakat Desa Keraya Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Saprudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/zjxjac39

Abstract

Desa keraya merupakan kawasan pesisir pantai bagian selatan propinsi kalimantan tengah, tepatnya di kecamatan kumai kabupaten kotawaringin barat. Selain potensi sumber daya perairan, wisata Pantai kuliner juga kawasan ini berpotensi dikembangkan lahan pertanian. Lahan pertanian yang dikembangkan untuk komoditi perkebunan dan hortikultura. Untuk mendukung kegiatan pertanian perlu tersedianya pupuk untuk tanaman. Dari hasil tinjau lapangan di desa keraya terdapat  masyarakat tani atau kelompok tani. yang usaha tani salah satunya hortkultura baik yang dilahan maupun di pekarangan rumah. Penggunanaan pupuk organik yang dikomposkan menjadi pilihan yang tepat mengingat masyarakat tani belum begitu familiar dengan teknologi pengomposan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengolah pupuk kompos dari bahan organik yang ramah lingkungan (2) Melatih masyarakat dalam penerapan pupuk kompos pada tanaman sayuran.(3) Mendorong masyarakat untuk menerapkan pupuk kompos sebagai salah satu solusi dalam menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Manfaat kegiatan ini adalah sebagai berikut (1) Memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pengelolaan pupuk kompos yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (2) Membantu meningkatkan kesuburan tanah dengan penerapan pupuk kompos pada tanaman sayuran (3) Membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia melalui pemanfaatan pupuk organik. Dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat desa keraya ini menggunakan 2 metode  pendekatan yaitu PAR (Participatory Action Research) dan ABCD (Asset-Based Community Development). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi Sosialisasi dan Penyuluhan, Pelatihan Praktis, dan Demonstrasi Aplikasi. Hasil kegiatan yang diperoleh antara lain (1) Masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengolahan pupuk kompos dan manfaatnya untuk kesuburan tanah dan produktivitas tanaman sayuran. (2) Terbentuknya pemahaman praktik pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan bahan organik di lingkungan masing-masing. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan , diperoleh bahwa antusiasme peserta cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Peserta juga menunjukkan minat yang baik dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke lahan pertanian mereka masing-masing. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan pengamatan langsung terhadap penerapan metode dan praktik yang telah diajarkan.dengan hasil evaluasi sebelum pelatihan dan setelah pelatihan Kata Kunci : Keraya, Pertanian, Pupuk Organik, Pupuk Kompos,
PEMANFAATAN PIPA BEKAS SEBAGAI POT BUNGA RAMAH LINGKUNGAN UNTUK AREA KAMPUSUTILIZATION OF USED PIPES AS ENVIRONMENTALLY FRIENDLY FLOWER POTS FOR CAMPUS AREAS Zaid, Aditya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/4rtx6b55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pipa bekas sebagai bahan alternatif dalam pembuatan pot bunga ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah pipa ini selain mendukung program daur ulang, juga memberikan nilai estetika pada area kampus. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung dan studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa pipa bekas PVC dan paralon memiliki kekuatan, ketahanan terhadap air, serta fleksibilitas bentuk, yang cocok untuk pot tanaman hias. Desain vertikal dan horizontal memberikan variasi fungsi dan visual menarik. Kesimpulannya, pot dari pipa bekas adalah solusi kreatif, ekonomis, dan ramah lingkungan.  Kata kunci: pot bunga, pipa bekas, limbah, taman, daur ulang, desain kreatif
LANGKAH HIJAU DARI KAMPUS PRODUKSI KESET SABUT KELAPA ANTI SLIP SEBAGAI USAHA KREATIF MAHASISWA Farah Ramadhani2, Yesi Serlina3, Nopa4, Nurhasari5, Fifin Winarsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/hffb8j76

Abstract

Kegiatan praktik Technopreneurship bertajuk Langkah Hijau dari Kampus: Produksi Keset Sabut Kelapa Anti Slip sebagai Usaha Kreatif Mahasiswa dilaksanakan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) di rumah produksi Kampus Politeknik Seruyan. Program ini bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan usaha berbasis pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menumbuhkan kompetensi kewirausahaan berbasis teknologi sederhana. Kegiatan melibatkan 5 mahasiswa dalam bentuk praktik langsung pada mata kuliah Technopreneurship. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan praktik langsung (learning by doing) yang meliputi tahap persiapan, produksi, pemasaran, dan evaluasi usaha. Sebanyak 5 ( Lima) mahasiswa terlibat aktif dalam proses produksi dan manajemen usaha dalam praktek .Total biaya produksi per bulan sebesar Rp6.690.000 yang terdiri atas bahan baku Rp135.000, tenaga kerja Rp4.500.000, peralatan produksi Rp555.000, dan biaya lain-lain Rp1.500.000. Dalam satu siklus produksi dihasilkan 5 unit keset sabut kelapa anti slip. Hasil analisis menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar berasal dari tenaga kerja 67,27%, sehingga efisiensi produksi menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha. Program ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam perencanaan biaya, proses produksi, serta evaluasi kelayakan usaha berbasis ekonomi hijau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial mahasiswa, mengurangi limbah organik, serta menghasilkan produk inovatif yang berpotensi dikembangkan sebagai unit usaha berkelanjutan berbasis kewirausahaan hijau. Kata kunci: sabut kelapa, technopreneurship, analisis biaya, usaha kreatif mahasiswa, ekonomi hijau.

Page 4 of 4 | Total Record : 39