cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
ISSN : 20851545     EISSN : 2339093X     DOI : -
Core Subject : Health,
Sains Medika is journal of medicine and health, is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from Biomedical Sciences, Public Health, Clinical Sciences, and Medical Education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews article, and also interesting case reports.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Side Effects Associated with Short-Term Treatment Regimens among MDR TB Patients with Treatment Failure: A Clinic-Based Case-Control Study in Central Java, Indonesia Muhamad Zakki Saefurrohim; Intan Henda Ardiani; Alma Feriyanti; Intan Zainafree; Fildza Huwaina Fathnin
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v17i1.45038

Abstract

Prevalensi kegagalan pengobatan TB MDR regimen jangka pendek di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mencapai 70,59% dengan 15,3% diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status pekerjaan, status HIV, hasil pemeriksaan sputum awal, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap berbagai kategori kegagalan pengobatan TB MDR yaitu gagal, perubahan diagnosis, perubahan regimen, putus berobat, dan kematian. Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol berbasis klinik yang dilakukan di fasilitas pengobatan TB MDR di Jawa Tengah, Indonesia. Data diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) pada pasien TB MDR yang menjalani terapi antara tahun 2021 hingga 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Gamma dan uji Kruskal-Wallis. Status pekerjaan menunjukkan hubungan signifikan dengan kegagalan pengobatan (p=0,022), Hal ini terlihat bahwa pasien yang tidak bekerja lebih banyak mengalami putus berobat (82,5%) dan kematian (59,6%). Status HIV juga berpengaruh signifikan (p=0,009), dengan pasien HIV reaktif lebih sering mengalami perubahan regimen (1,8%). Hasil pemeriksaan sputum awal memiliki hubungan paling signifikan (p=0,000), di mana pasien dengan sputum negatif lebih sering mengalami perubahan diagnosis (49,1%) dan pasien dengan hasil sputum tidak diketahui lebih sering mengalami putus berobat (66,7%). IMT rendah (<18,5 kg/m²) juga berkorelasi dengan kegagalan pengobatan (p=0,037), dengan proporsi putus berobat tertinggi (75,4%) dan kematian (33,3%) dibandingkan kelompok IMT lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor sosial-ekonomi, status HIV, hasil pemeriksaan sputum awal, dan status gizi memiliki memiliki hubungan dengan berbagai kategori kegagalan pengobatan TB MDR jangka pendek terutama pada angka putus berobat dan kematian.
Validity and Reliability of Indonesian Version of Diabetes Self-Management Questionnaire in Patients with Type 2 Diabetes at Primary Care Akhmad Azmiardi
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v15i2.39337

Abstract

Introduction: Diabetes self-management is critical for effective diabetes mellitus management. This study aimed to assess the validity and reliability of the Indonesian version of the Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) among patients with type 2 diabetes in a primary care setting.Methods:This cross-sectional study was conducted among patients with type 2 diabetes at primary health care facilities in Singkawang City, West Borneo, Indonesia. Data were collected through interviews or face-to-face meetings with 30 patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus undergoing outpatient treatment. The selection criteria included: patients aged 20-75 years, not pregnant or breastfeeding, free from complications affecting physical, mental, and emotional states, and willing to participate voluntarily. The DSMQ assesses self-management behaviors through a multidimensional questionnaire rated on a four-point scale. Construct validity was evaluated using Pearson’s r correlation values, and reliability was assessed using Cronbach’s alpha coefficient, with thresholds set at >0.361 and >0.70, respectively.Results:The study population primarily consisted of women (76.7%), with most respondents aged 50 years and older (53.3%) and predominantly married (93.3%). Educational levels were generally low, with 40% having primary education. The DSMQ showed high validity and reliability across its subscales. Pearson’s r values ranged from 0.393 to 0.865, indicating significant correlations. Cronbach’s alpha coefficient for the DSMQ was 0.930, reflecting excellent internal consistency.Conclusions: The Indonesian version of the DSMQ demonstrated strong validity and reliability for assessing diabetes self-management behaviors in patients with type 2 diabetes