Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2018)"
:
15 Documents
clear
Pengembangan Dan Peningkatan Nilai Tambah Budidaya Jamur Tiram Melalui Pelatihan Nugget Jamur Di Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar
Ambar Wariati;
Andjar Putri Wijayanti;
Muhammad Khoiruman
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.362
Produksi jamur tiram cukup melimpah di Kabupaten Karanganyar termasuk di Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan yang menjadi desa mitra Tim Pengabdian. Nilai jual jamur tiram dapat ditingkatkan dengan membuat produk makanan berbahan dasar jamur tiram, seperti : kripik jamur tiram, sate jamur, stick jamur, serundeng jamur dan produk jamur lain yang mempunyai nilai tambah. Kelompok Ibu PKK Desa Gerdu mencari alternatif produk berbahan dasar jamur tiram yang dianggap mampu diproduksi dan bisa meningkatkan tambahan pendapatan dari para anggota PKK. Nuget Jamur menjadi pilihan produk yang akan dikembangkan oleh mitra dengan alasan : 1) Produk nuget jamur masih sangat jarang di jual di pasar, 2) Diharapkan nuget jamur bisa menjadi alternatif pengganti nuget sapi dan ayam yang sudah terlebih dahulu populer di masyarakat. 3) Nuget Jamur diharapkan menjadi produk unik yang dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di kabupaten Karanganyar. Untuk pencapaian tujuan tersebut maka Tim Pengabdian melakukan pelatihan dan pendampingan bagi mitra berupa : 1) pelatihan pembuatan produk nuget jamur tiram 2) pelatihan pengemasan produk nuget jamur tiram dan 3) pendampingan perijinan usaha. Kata Kunci : Jamur Tiram, produk nuget jamur, pengemasan, perijinan usaha
Training Of Trainer (Pelatihan Untuk Pelatih) Bagi Kader Pemberdayaan Ekonomi Desa (KPED)
Tri Nurdyastuti;
Adi Penawan;
Lukman Ahmad Imron Pahlawi
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.367
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu meningkatkan keterampilan sebagai seorang pelatih serta pemahaman sebagai seorang fasilitator bagi kader pemberdayaan ekonomi desa (KPED) dan pengurus kelompok penerima manfaar pinjaman dana bergulir dana amanah pemberdayaan masyarakat UPK-PDB DAPM Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berbentuk pendampingan pelatihan tentang cara-cara menjadi seorang tenaga pendamping bagi KPED dan pengurus kelompok penerima manfaat Pinjaman Dana Bergulir Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (PDB DAPM) di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Dari hasil Pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman terhadap materi sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan pada peserta Training of Trainer, sebelum pelatihan rata-rata pemahaman terhadap materi dari 35 orang peserta adalah sebesar 60,9%, sementara setelah diberikan pelatihan rata-rata pemahaman peserta sebesar 89,4%. Nilai thitung sebesar -15.929 dengan sig 0.000 < 0.05, artinya rata-rata pemahaman sebelum dan sesudah pelaksanaan Training of Trainer terhadap peserta terdapat perbedaan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa penyampaian materi Training of Trainer sangat mempengaruhi terhadap pemahaman peserta pelatihan.Kata kunci: Training of Trainer, Unit Pengelola Kegiatan (UPK)
Optimalisasi Wirausaha Salah Satu Faktor Pendukung Terciptanya Kemandirian Ekonomi Daerah
Eko Meiningsih Susilowati;
Endah Nawangsasi
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.358
Wirausaha merupakan suatu yang sangat penting. Dalam wirausaha ada aktivitas atau kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan. Meskipun banyak persaingan dalam usaha haruslah tetap berusaha untuk dapat bertahan dan berkembang. Agar pendapatan dapat meningkat hal yang dapat dilakukan salah satunya adalah mengoptimalkan wirausaha yang baik dan benar. Cara yang dapat dilakuakan dengan membuat skala prioritas kegiatan apa dulu yang harus dilakukan. dan apabila diperlukan dapat mengevaluasinya. Kegiatan pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dalam mengoptimalkan wirausaha menuju kemandirian ekonomi. Pelaksanaan kegiataan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2018 di Dusun karagpandan Desa Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Metode pelatihan menggunakan metode ceramah dan penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, dan konsultasi berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta memperoleh bekal ilmu tentang optimalisasi wirausaha untuk meningkatkan pendapatan dengan tujuan agar kemandirian ekonomi dapat terwujud.Kata kunci: wirausaha, kemandirian ekonomi
Pengembangan Sentra Wisata Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Pengembangan Desa Mitra
Iin Purnamasari;
Ikhwanudin Ikhwanudin;
Ndaru Hario Sutaji;
Ekasari Setianingsih
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.363
Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) secara khusus bertujuan untuk menghilirisasikan hasil riset unggulan Universitas PGRI Semarang antara lain penelitian kaji tindak di Fakultas Teknik seperti penataan kawasan permukiman untuk melakukan penataan desa Sepakung sebagai kawasan wisata berbasis potensi alam. Hasil penelitian lain adalah bidang pendidikan yang diterapkan untuk pendidikan wisata, serta pemberdayaan masyarakat menuju desa wisata mandiri. Metode PPDM dilakukan dengan tahap persiapan, tahap pemberdayaan masyarakat yang meliputi pembinaan, pendampingan, dan evaluasi dalam semua kegiatan serta tahap menuju desa wisata. Kegiatan dilaksanakan dalam waktu tiga (3) tahun, dengan fokus utama pada tahun ke-1 adalah pengembangan sentra usaha kecil berbahan ketela mangul bagi kelompok UKM, pembentukan Kelompok Guidance Tourism (GT) bagi kelompok Karang Taruna, dan pembuatan Site/Master Plan Kawasan wisata cagar alam Desa Sepakung bagi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS).Kata Kunci: sentra wisata, potensi lokal, desa mitra
Pembuatan Handycraft Dari Bambu Untuk Peningkatan Komoditas Kerajinan Bambu Pada Karang Taruna Di Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta
Dinna Riana;
I Gusti Putu Diva Awatara;
Joko Sekti Riyadi
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.368
Bambu merupakan jenis tanaman yang sering kita jumpai di negeri tercinta ini. Tumbuhan satu ini sangat cocok tumbuh di negeri ini karena letak geografis dan iklimnya, sehingga pertumbuhan dan persebarannya sangat cepat dan mudah. Kelebihan dari bambu adalah batang yang lentur sehingga menyebabkan tidak mudah patah, dinding kayunya yang keras serta pemanfaatannya bisa berumur panjang. Disamping itu juga bahannya mudah dicari. Alasan inilah bambu dioptimalkan sebagai handycraft yang mempunyai nilai lebih walaupun pengerjaan lebih rumit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan pembuatan handycraft bambu pada pengrajin bambu untuk meningkatakan komoditas kerajinan bambu, selain itu pendampingan ini juga dapat memberi nilai labih pada produk bambu serta meningkatkan harga jual kerajinan bambu yang semula hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saja. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota Karang Taruna di Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta dapat meningkatkan kerajinan handycraft berbahan baku bambu, menumbuhkan kreativitas anggota Karang Taruna dan meningkatkan nilai jual tanaman bambu yang semula hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Kata kunci: handycraft, bambu, kerajinan, karang taruna
Pelatihan: Strategi Pemberdayaan Koperasi Di Era Digital Pada Koperasi Ksb 210 Sumber Surakarta
Irwan Christanto Edy;
Shandy Marsono;
Supriyono Supriyono
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.359
Koperasi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Dalam pasal 33 UUD 1945 dinyatakan bahwa ”Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”. Koperasi Sumber Bahagia (KSB) 210 merupakan koperasi warga RT.02 RW 10 Kelurahan Sumber Surakarta yang sudah mengalami perkembangan cukup besar dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Permasalahan yang masih ada pada koperasi tersebut adalah pemberdayaan kemampuan usaha untuk meningkatkan pendapatan koperasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota. Selama ini koperasi hanya mengandalkan unit simpan pinjam kepada anggota koperasi, dimana struktur modal masih terbatas dan kemampuan manajemen masih konvensional. Jika koperasi ingin lebih berkembang, maka perlu adanya manajemen yang baik dan dapat mengoptimalkan peran media digital. Berdasarkan kajian situasi tim pengabdian pada masyarakat menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan strategi pemberdayaan koperasi di era digital seperti pengenalan internet, facebook, instragram dan toko online untuk meningkatkan pelayanan dan pemasaran. Kegiatan ini memberikan hasil kepada anggota Koperasi KSB 210 Sumber Surakarta yaitu 1)memiliki pemahaman tentang internet untuk meningkatkan dan memberdayakan koperasi seperti wacana toko online, promosi melalui facebook, instagram, 2)memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang strategi pemberdayaan koperasi dengan media digital, 3)pelatihan bidang teknologi pada koperasi akan lebih optimal jika ada pendampingan secara berkala. Kegiatan ini membuka wacana lebih luas untuk memberdayakan koperasi melalui program pengyuluhan, pelatihan dan pendampingan di bidang teknologi internet.Kata kunci : Koperasi, Pemberdayaan, Era Digital
Peningkatan Produktivitas Produksi Brem Sebagai Upaya Untuk Mengangkat Potensi Kabupaten Wonogiri
Y. Djoko Suseno;
Edi Wibowo
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.364
Tengar Village Nguntonadi sub-district is one of brem-producing centers in Wonogiri region with high quality. However, in the management of brem production many experience barriers in addition to technology and marketing problems. The purpose of this community service activity is to transfer technology to improve the quality of brem production, and marketing management training to increase brem sales value. The method used is through training, mentoring to partners and monitoring although community service activities have been completed to maintain the sustainability of the program. The impact of community service activities is that there has been a transfer of technology from traditional to modern so that brem making becomes more hygienic and quality, as well as changes in marketing patterns from direct sales to sales through social media.Key words : Wonogiri’s brem, technology, marketing.
Pendampingan Pembuatan Kemasan Dan Pelabelan Produk Makanan Berbahan Ubi Ungu Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.394
Pengabdian kepada masyarakat Tentang Pendampingan Pembuatan Kemasan Dan Pelabelan Produk Makanan Berbahan Ubi Ungu Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar dengan sasaran home industry makanan berbahan ubi ungu yang dikerjakan oleh ibu ibu.Tujuan kegiatan pengabdian dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang pembuatan kemasan dan pelabelan produk makanan berbahan dasar ubi ungu di Di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, agar produsen makanan berbahan ubi ungu menyadari betapa pentingnya kemasan yang baik dan pemberian label, sehingga mampu membuat kemasan yang menarik dan aman, mampu membuat label, mau memperbaiki ataupun meningkatkan isi dan tampilan label pada kemasan produknya sehingga mempunyai daya saing dan penghasilan meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian ini adalah metode ceramah tentang fungsi pengemasan yang baik dan fungsi pelabelan produk makanan berbahan dasar ubi ungu, serta pendampingan pembuatan kemasan dan membuat label yang dapat meningkatkan nilai jual. Para peserta terlibat berlatih dan berkraeasi membuat kemasan dan pelabelan untuk meningkatkan nilai jual. Setelah mengikuti pelatihan pembuatan kemasan dan pelabelan para peserta antusias untuk mencoba membuat kemasan yang baik yaitu kemasan yang dapat melindungi makanan dan menarik bagi calon konsumen yang dapat meningkatkan nilai jual. Mereka juga antusias untuk memberi label pada produknya sehingga konsumen mengetahui komposisi bahan yang digunakan yang dapat menarik calon konsumen karena bahan bakunya ubi ungu yang banyak khasiatnya dan tanpa pengawet. Target setelah dilaksanakan pendampingan cukup menggembirakan 65 % tujuan pendampingan tercapai dan sisanya perlu ditindak lanjuti.Kata kunci: Ubi ungu, kemasan, pelabelan
Pendampingan Tentang Pengelolaan Pembiayaan Produk-Produk Syariah Di Koperasi Serba Usaha” Karya Sembada” PERUSDA PPK Pedaringan Surakarta
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.416
Koperasi Serba Usaha“Karya sembada” sebagai koperasi serba usaha sebagaimana Koperasi pada umumnya mempunyai tujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Koperasi serba usaha Karya sembada yang selama ini masih dikelola secara konvensional, mempunyai wacana untuk memgembankan ke arah unit usaha syariah dengan pengelolaan melalui pembiayaan dengan prinsip syariah.dan menerapkan produk-produk syariah Dalam hal ini dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan paradigma baru dalam pengeloalan maupun pengembangan kegiatan usahaKoperasi Karya Sembada. Untuk itu tim pengabdiaan pada kegiatan awal sebelumnya sudah mengadakan pelatihan tentang bagaimana pengelolaan lembaga syariah yang berpedoman pada syariah islam. Untuk kedua kalinya tim mengadakan pendampingan yang lebih mengarah langkah menuju proses persiapan terbentuknya usaha unit syariah dengan memberikan gambaran mekanisme pembentukan, pendirian yaitu sosialisasi untuk kesepatan kepada pengurus dan semua anggota, membentuk susunan pengurus yang akan mengelola, permodalannya serta persiapan kelengkapan administrasi sesuai ketentuan.
Pelatihan “Bisnis Keluarga” Bagi Kaum Wanita Dalam Mendukung Terciptanya Kemandirian Ekonomi Daerah Di Soloraya
Shandy Marsono;
Irwan Christanto Edy;
Heriyanta Budi Utama
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.360
Pemberdayaan kaum wanita binaan Dinas Sosial di Panti Pelayanan Sosial Wanita “Wanodyatama” Surakarta, merupakan kegiatan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Permasalahan yang dihadapi kaum wanita meliputi bidang sosial dan ekonomi. Oleh karena itu pemberdayaan kaum wanita binaan Dinas Sosial diharapkan mampu memberikan peningkatan kualitas individu baik dari kualitas karakter maupun ketrampilan bidang ekonomi. Berdasarkan kajian situasi Tim pengabdian pada masyarakat menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemberdayaan kaum wanita binaan di Panti Pelayanan Sosial Wanita “Wanodyatama” Surakarta. Dalam kegiatan ini memberikan dampak pada kaum wanita binaan Panti Palayanan Sosial Dinas Sosial “Wanodyatama” Surakarta sehingga mereka 1)memiliki pemahaman dan motivasi untuk kewirausahaan, 2)memiliki ketrampilan tentang bisnis keluarga (family business). Komunikasi yang umpan balik mampu meningkatkan partisipasi dan motivasi peserta kegiatan dalam memahami setiap materi yang diberikan. Pengetahuan, pemahaman dan motivasi tentang Bisnis Keluarga ini menjadi modal awal bagi kaum wanita dapat mengembangkan bisnis yang berbasis pada keluarga. Kata kunci : Bisnis Keluarga, Pemberdayaan Wanita, Kewirausahaan