cover
Contact Name
Akhis Soleh Ismail
Contact Email
ismailakhissoleh@umm.ac.id
Phone
+6281222914790
Journal Mail Official
aras@umm.ac.id
Editorial Address
Department of Animal Science, University of Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Malang, Indonesia, 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Animal Research and Applied Science
ISSN : 27222071     EISSN : 27222063     DOI : https://doi.org/10.22219/aras.v4i1.28223
Core Subject : Health, Agriculture,
ARAS is a scientific journal covering animal science aspects. ARAS receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical or sub-tropical animal sciences: - animal nutrition - animal reproduction, breeding and genetic - animal feed sciences - animal productions and technology - animal post-harvest and by-product biotechnology - animal behavior and welfare - animal microbiology - animal physiology - veterinary - livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024" : 5 Documents clear
EVALUASI PENERAPAN BIOSEKURITI PADA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING SISTEM OPEN HOUSE: EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF BIOSECURITY IN THE OPEN HOUSE SYSTEM OF BROILER REARING Anggraini, Apriliana devi; Kurniawan, Tajuddin Nur; Adiyastiti, Bayu Etti Tri; Syaifuddin, Achmad
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.32540

Abstract

Biosekuriti merupakan salah satu program keamanan yang diterapkan pada proses pemeliharaan ayam pedaging untuk mengurangi maupun menghindarkan ternak dari penularan penyakit menular, parasit, dan hama yang dapat menurunkan produktivitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan pelaksanaan biosekuriti pada peternakan ayam pedaging. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di 10 responden yang ada di Kabupaten Blitar dan Malang. Indikator biosekuriti yang diamati yaitu kontrol terhadap hewan pengganggu, pengawasan lalu lintas, penanganan ternak, kebersihan kandang dan peralatan, pencegahan penyakit dan penanganan limbah.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Penilaian terhadap penerapan biosekuriti menggunakan skala likert. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan biosekuriti pada pemeliharaan ayam pedaging di Talun Kabupaten Blitar dikategorikan “Baik” dengan bobot nilai 178 sedangkan di Tumpang dan Dampit Kabupaten Malang dikategorikan “sedang” dengan bobot nilai 158. Penerapan biosekuriti lebih diplikasikan di manajemen peternakan ayam pedaging di daerah Talun Kabupaten Blitar.Perbedaan penerapan biosekuriti pada kedua wilayah tersebut yaitu pada penerapan penanganan ternak
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT DALAM MENGONSUMSI DAGING SAPI SELAMA MASA PANDEMI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI PROVINSI SULAWESI BARAT: ANALYSIS OF PUBLIC PERCEPTIONS IN BEEF CONSUMPTION DURING THE PANDEMIC OF FOOT AND MOUTH DISEASES IN PROVINCE WEST SULAWESI Ermanda, Adli Putra; Pratiwi, Nita Adillah
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.34166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana respon persepsi masyarakat terutama ibu rumah tangga dalam mengonsumsi daging sapi selama berlangsungnya pandemi penyakit mulut dan kuku di Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan ibu rumah tangga yang dipilih berdasarkan purposive sampling sebanyak 100 orang sebagai responden dengan mengajukan pertanyaan menggunakan kuisioner yang disebar diseluruh kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat meliputi variabel kualitas fisik, organoleptik, penanganan serta keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki skor yang menyatakan setuju bahwa persepsi konsumen berhubungan dengan keputusan untuk mengonsumsi daging sapi selama masa pandemi penyakit mulut dan kuku dengan masing masing skornya untuk kualitas fisik sebesar 1881, organoleptic sebesar 1790, penanganan 1987 dan keamanan 1929. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persepsi konsumen dalam hal ini ibu rumah tangga menyatakan bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini seperti kualitas fisik, organoleptik, penanganan dan keamanan dari daging sapi mampu mempengaruhi persepsi terutama dalam masa berlangsungnya pandemi penyakti mulut dan kaki yang menyerang Provinsi Sulawesi Barat
REVIEW: POTENSI HORMON DAN GEN GH SEBAGAI METODE SELEKSI PERFORMA PRODUKSI TELUR ITIK LOKAL: REVIEW: POTENTIAL GROWTH HORMONES AND GH GENES AS A SELECTION METHOD FOR LOCAL DUCK EGG PRODUCTION PERFORMANCE Rafian, Teguh; Bilyaro, Woki; Lase, Jonathan Anugrah
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.34184

Abstract

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan dasar seleksi menggunakan penanda genetik terhadap performa produksi telur itik lokal melalui gen GH. GH dalam tubuh terlibat dalam menentukan waktu awal pubertas atau kematangan organ reproduksi. Selain itu, GH dalam tubuh secara tidak langsung dan secara langsung mempengaruhi produksi telur, dan secara tidak langsung GH mempengaruhi bobot telur. Berdasarkan hal tersebut, gen GH diduga dapat dijadikan kandidat penanda genetik untuk performa reproduksi telur itik.
SUHU KERUT DAN KETAHANAN RETAK KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus) SAMAK PADA BERBAGAI KONSENTRASI MIMOSA: WRINKLE TEMPERATURE AND CRACK RESISTANCE OF RABBIT (Oryctolagus cuniculus) TANNING SKIN IN VARIOUS MIMOSA CONCENTRATIONS Prayogo, Muhammad Bangun; Pancapalaga, Wehandaka; Hartatie, Endang Sri
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.37932

Abstract

Potensi kulit kelinci di Indonesia sangat melimpah. Itu membuat peningkatan limbah kulit. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyamakan agar kulit kelinci dapat bertahan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mimosa pengaruh konsentrasi terhadap suhu kerut dan ketahanan retak untuk mengetahui tingkat konsentrasi mimosa terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan konsentrasi mimosa : 5%, 10%, 15%, 20%. Variabel yang diukur adalah suhu kerut dan ketahanan retak. Hasil yang diperoleh dari pengaruh konsentrasi mimosa terhadap nilai suhu kerut tertinggi 20% sebesar 84,33 oC dan terendah pada 5% adalah 70,33 oC. Diperoleh hasil konsentrasi terhadap ketahanan retak nilai terendah 5% adalah 4,75 dan nilai tertinggi 20% adalah 5,32. Kesimpulan dari hasil penelitian, semakin tinggi tingkat mimosanya diberikan, hal ini akan meningkatkan suhu kerutan pada kulit kelinci tetapi tidak berpengaruh menuju tahan retak. Kadar konsentrasi mimosa terbaik adalah sebesar 20%
PENGARUH LAMA PERENDAMAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereuspolyrhizus) TERHADAP KEKUATAN BENGKUNG DAN KELEMASAN KULIT KELINCI SAMAK MIMOSA : THE EFFECT OF LONG SOAKING OF NATURAL DYEING DRAGON FRUIT (Hylocereuspolyrhizus) SKIN EXTRACT ON THE BOND STRENGTH AND WEAKNESS OF MIMOSA RABBIT SKIN Isnaini, Arif Bakhtiar; Pancapalaga, Wehandaka; Hartatie, Endang Sri
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.38253

Abstract

Pewarnaan merupakan proses akhir pengolahan kulit untuk memperindah penampakan produk kulit tersamak. Pewarnaan kulit pada umumnya dilakukan dengan menggunakan pewarna sintetis, akan tetapi penggunaan nya banyak menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman ektrak kulit buah naga terhadap kekuatan bengkung dan kelemasan kulit kelinci samak mimosa dan mencari lama perendaman terbaik pada proses pewarnaan. Penelitian ini menggunakan kulit kelinci sebagai materi dan ekstrak kulit buah naga sebagai pewarna alami dengan perlakuan lama perendaman selama 60, 90 dan 120 menit dengan variable control perendaman selama 5 menit dengan napthol. Parameter yang di analisis meliputi kekuatan bengkung dan kelemasan. Hasil pewarnaan alami ekstrak kulit buah naga menghasilkan kulit kelinci samak mimosa dengan nilai kekuatan bengkung 3 (retakan) perendaman 5 menit menggunakan nepthol, dan 2 (sedikit retek) pada perendaman 60, 90, dan 120 menit. Dengan menggunakan penilaian standard grey scale dan kelemasan 2.09 mm sampai 2.56 mm. Analisis Kruskal wallis yang dilakukan menunjukkan pengaruh nyata (P < 0.05) selanjutnya dari uji Mann Whitney menunjukkan lama perendaman terbaik adalah 60 menit jika ditinjau dari kekuatan bengkung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lama perendaman ekstrak kulit buah naga pada proses pewarnaan kulit kelinci samak mimosa memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kekuatan bengkung tetapi berpengaruh tidak nyata pada uji kelemasan. Adapun lama waktu perendandaman terbaik adalah 60 menit

Page 1 of 1 | Total Record : 5