cover
Contact Name
Agung Setya Wibowo
Contact Email
jurnal.grafting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.grafting@gmail.com
Editorial Address
Jalan Majapahit No. 4 Kec. Sananwetan, Kota Blitar
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Grafting : Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian
ISSN : 20882440     EISSN : 2963041X     DOI : https://doi.org/10.35457/grafting
Core Subject : Agriculture,
Grafting : Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian adalah jurnal yang diterbitkan oleh departemen pertanian untuk para peneliti dan dosen yang akan mempublikasikan atau mempublikasikan penelitiannya. Tujuan jurnal ini adalah untuk memfasilitasi publikasi ilmiah dari hasil penelitian di Indonesia dan berpartisipasi dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian bagi akademisi dan peneliti. Jurnal Grafting diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Grafting berfokus pada pertanian termasuk Hortikultura, Agronomi, Pemuliaan tanaman, Ilmu tanah, Perlindungan tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Manajemen Agribisnis, Komunikasi dan pemberdayaan pertanian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2025): September 2025" : 5 Documents clear
ANALISIS PENDAPATAN DAN RISIKO USAHA PEMBIBITAN ALPUKAT (Persea americana) PADA CV. KARYA TANI MANDIRI DI KABUPATEN LANGKAT Pratama, Agus; Rini Mastuti; Rozalina
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3716

Abstract

The aim of the research is to analyze the income and risks of the CV avocado breeding business. Karya Tani Mandiri in Langkat Regency. The research method used in this research is the case study method. Research data analysis includes; cost analysis, revenue, income, R/C ratio, BEP and risk analysis. Results of analysis of avocado breeding business income at CV. Karya Tani Mandiri Langkat Regency in 2022 is IDR 335,291,500. The results of the BEP analysis are BEPProduction calculated as 6,531 seeds/year < actual production 15,200 seeds/year so BEP has been achieved and BEPRupiah calculated as Rp. 27,931/seed < actual price Rp. 65,000/kg so BEP has been achieved. The results of the R/C ratio analysis are an R/C Ratio value of 1.79 > 1, meaning the business is profitable and worth continuing. The results of the risk analysis are production risk, the CVProduction = 0.14 < 0.5, meaning it has a small risk, the risk of receiving the CVRevenue = 0.13 < 0.5, meaning it has a small risk and the income risk the CVIncome = 0.3 < 0.5 and the lower limit value (L) of income of IDR 10,761,063 means that the CV avocado breeding business. Karya Tani Mandiri has small risks and is profitable (positive income).
ANALISIS USAHA PEMBIBITAN TANAMAN ALPUKAT ALIGATOR (Studi Kasus Di Dusun Sokosari Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar) Sahrul Zahri; Eko Wahyu Budiman; Yuhanin Zamrodah; Luhur Aditya Prayudhi
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3786

Abstract

Buah alpukat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi yang diperdagangkan baik di dalam maupun luar negeri. Dengan melakukan perhitungan pendapatan, petani dapat mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang keadaan usahatani mereka dan dapat membuat pertimbangan yang lebih bijaksana dalam mengelola atau menjalankan usaha tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Juni 2023 di beberapa tempat usaha yang menanam bibit alpukat aligator di Dusun Soko Sari, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pembibitan tanaman alpukat aligator di Dusun Sokosari Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, (2) Mengetahui besarnya biaya produksi usaha pembibitan alpukat alligator di Dusun Sokosari Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Blitar. (3) Mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh dalam usaha pembibitan alpukat aligator di Dusun Sokosari Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Blitar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi yang dilakukan pada usaha pembibitan tanaman alpukat aligator di Dusun Soko Sari jika dilihat sifat dari proses produksi, yaitu jenis produksi bibit tanaman alpukat Aligator. Berdasarkan analisis usaha yang sudah dilakukan usaha pembibitan tanaman alpukat aligator di Dusun Soko Sari layak untuk dijalankan. Hal ini terlihat dari (1) untuk memenuhi kebutuhan para petani dan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan petani buah alpukat (2) Hasil dari penelitian tersebut juga mengetahui biaya yang dikeluarkan dari usaha pembibitan tanaman alpukat aligator yang di lakukan di Dusun Soko Sari, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yaitu sebesar Rp.133.190.000 per periode tanam bibit. (3) Hasil dari perhitungan pendapatan yang di dapat dari usaha pembibitan tanaman aligator di Dusun Soko Sari, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar sebesar Rp. 600.000.000 dengan keuntunga Rp. 466.810.000 per periode penjualan, titik impas harga sebesar Rp. 61.875.000 per periode penjualan yang berarti usaha pembibitan tanamana alpukat aligator Dusun Soko Sari, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tidak mengalami keuntungan dan kerugian, dan titik impas volume produksi bibit tanaman alpukat mencapai 1.235 pohon per periode tanam, usaha pembibitan tanaman alpukat Dusun Soko Sari tidak mengalami kerugian dan keuntungan. Sementara nilai dari hitungan menggunakan R/C Ratio diperoleh yaitu 4.505. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya usa pembibitan tanaman alpukat aligatorlayak dan menguntungkan karena nilai R/C Ratio lebih dari 1.
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI CABAI KERITING DENGAN PUPUK CAMPURAN DAN PUPUK ANORGANIK Saputro, Dimas Arya; Rima Dewi Oriza sativa; Tri Kurniastuti; Jeka Widiatmanta
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan usahatani cabai keriting dengan menggunakan pupuk campuran (organik dan anorganik) dan pupuk anorganik di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Penentuan Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling sehingga diperoleh total 30 responden, dengan rincian 15 petani menggunakan pupuk campuran dan 15 petani menggunakan pupuk anorganik. Penelitian ini memanfaatkan empat alat analisis utama untuk mengolah dan menginterpretasikan data, yaitu Analisis Deskriptif, Analisis Pendapatan, Analisis R/C Ratio dan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan Pendapatan usahatani cabai keriting dengan pupuk campuran adalah Rp 61.104.259,00, sedangkan dengan pupuk anorganik adalah Rp 24.247.550,00, menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar Rp 36.856.709,00 per hektar per musim tanam. R/C ratio usahatani cabai keriting dengan pupuk campuran adalah 2,66, sedangkan dengan pupuk anorganik adalah 1,51, menunjukkan kedua usahatani tersebut menguntungkan karena nilai R/C ratio lebih besar dari 1. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara pendapatan petani dengan pupuk campuran dan anorganik, dengan rata-rata perbedaan sebesar Rp 8.611.875.200, di mana pendapatan dengan pupuk campuran lebih tinggi secara signifikan.
PENGARUH BERBAGAI KOMBINASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Qoyim, Zainul; Serdani, Army Dita; Widiatmanta, Jeka; Kurniastuti, Tri
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3916

Abstract

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi hortikultural yang memiliki nilai komersial yang cukup baik. Namun budidaya yang kurang baik dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan menyebabkan kendala dalam produksi dan kesehatan. Penggunaan pupuk NPK menjadi solusi dan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran. Perakaran selada yang pendek menyebabkan selada membutuhkan media tanam dengan struktur gembur agar perkembangan akar baik dan dapat menembus tanah dengan mudah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dan dosis pupuk NPK, serta interaksi antara berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dengan berbagai dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pekarangan Rumah desa Dilem kecamatan Kepanjen kabupaten Malang mulai bulan Mei 2024 sampai dengan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan medote faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu. Faktor pertama (K) adalah kombinasi media tanam yang terdiri dari 3 kombinasi (Tanah + cocopeat (K1), Tanah + pupuk kandang kambing (K2), dan Tanah + arang sekam padi (K3)). Faktor kedua ialah konsentrasi pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf (terdiri atas 4 taraf yaitu N0 : tanpa pemberian pupuk NPK 16:16:16 (kontrol), N1 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 200 kg/ha setara 1 g/polybag, N2 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 300 kg/ha setara 1,5 g/ polibag dan N3 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 400 kg/ha setara 2 g/ polibag). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% jika ketiga perlakuan berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan (P) berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang , dan berat segar konsumsi. Pada hasil penelitian ini juga melihat perlakuan (N) berepengaruh nyata terhadap semua variabel. dan interaksi (KxN) berepengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil terbaik diperoleh pada K1N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan cocopeat (K1) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) untuk tinggi tanaman sedangkan untuk jumlah daun, diameter batang dan bobot segar konsumsi interaksi perlakuan terbaik nya pada K2N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan Pupuk kandang (K2) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) yaitu dengan rata-rata berat konsumsi pertanaman 93,67gram.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR Ahmad Nizar Hasbulloh; Widiatmanta, Jeka; Prayudhi, Luhur Aditya; Budiman, Eko Wahyu
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.5027

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkatan saluran pemasaran cabai rawit, mengetahui fungsi pemasaran yang dilakukan oleh tiap lembaga pemasaran, serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran cabai rawit di Kecamatan Selopuro. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. Penentuan sampel menggunakan metode sampel acak untuk responden awal atau petani, sementara dalam menentukan responden selanjutnya atau pelaku pemasaran hingga konsumen menggunakan metode snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara secara langsung dan disertai kuesioner, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan dan menggambarkan pola saluran pemasaran cabai rawit serta fungsi dari tiap lembaga pemasaran, sementara analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis nilai farmer’s share, marjin pemasaran, biaya pemasaran, dan efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat setidaknya 5 pola saluran pemasaran: 1.) Petani – Konsumen. 2.) Petani – Pengecer – Konsumen. 3.)Petani – Pengepul – Pengecer – Konsumen. 4.) Petani – Pengepul – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen. 5.) Petani – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen. Dalam menjalankan fungsi pemasaran petani umumnya hanya melakukan penjualan dan sebagian kecil melakukan fungsi pemasaran pada saluran 1 dan 2, karena petani secara langsung ikut terlibat dalam distribusi. Sementara pengepul, pedagang besar dan pengecer menjalankan sebagian besar fungsi pemasaran. Saluran pemasaran cabai rawit di kecamatan Selopuro sudah efisien, yang paling efisien secara berurutan adalah saluran pemasaran 1, 2, 3, 5, dan 4, dengan masing-masing nilai efisiensi 100%, 85%, 77%, 75% dan 71%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5