cover
Contact Name
Lukman Aditya
Contact Email
elektro@unkris.ac.id
Phone
+6281384435444
Journal Mail Official
elektro@unkris.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik-Universitas Krisnadwipayana. Jalan Raya Jatiwaringin, RT. 03 / RW. 04, Jatiwaringin, Pondok Gede, RT.009/RW.005, Jaticempaka, Kec. Pd. Gede, Kota Bks, Jawa Barat 13077
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Elektro
ISSN : 23024712     EISSN : 28296869     DOI : -
Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan artikel penelitian dan review artikel orisinal yang berkualitas tinggi pada bidang Teknik Elektro diantaranya : 1. Ketenaga Listrikan 2. Telekomunikasi 3. Mekatronika & Elektronika Terapan 4. Energi Terbarukan 5. Komputer Sains
Articles 110 Documents
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN PANEL SURYA (PV) TERHADAP KELUARAN DAYA Abdul Kodir Albahar; Muhammad Faizal Haqi
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Elektro Edisi Juli 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi terbarukan mempunyai sifat terbarukan serta berkesinambungan dan pemanfaatan sumber energi terbarukan merupakan alternatif yang perlu terus dikembangkan. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menggunakan energi matahari sebagai sumber terbarukan dan mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Untuk memaksimalkan intensitas matahari yang diterima oleh panel surya maka pada perancangan sistem dibutuhkan sudut kemiringan panel surya yang paling tepat untuk menerima radiasi matahari yang paling tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan arus keluaran terhadap perubahan sudut kemiringan pada photovoltaic, hasil yang diperoleh pengukuran sudut kemiringan PV yang optimum peletakan panel surya dalam menerima paparan radiasi sinar matahari pada sudut 150, dengan tegangan sebesar 18 Volt, nilai arus keluaran sebesar 6,8 Ampere sehingga menghasilkan daya sebesar 122,4 Watt. Panel surya yang digunakan adalah sebesar 100 WP sebanyak 4 modul dipasang dengan diparallel dilengkapi sistem penyimpanan Baterai berkapasitas 12 V, 100 AH sebanyak 1 buah. Kapasitas Solar Charge Control sebesar 30 Ampere
RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP YAGI SEBAGAI PENERIMA TV DIGITAL VIDEO BROADCASTING TERESTERIAL SECOND GENERATION Slamet Purwo Santosa; Dinda Yandita
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Elektro Edisi Juli 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena mikrostrip untuk antena penerima TV masih jarang dilakukan karena sifatnya yang mempunyai bandwith sempit dan gain yang rendah. Dengan gain yang rendah pada antena mikrostrip diharapkan dapat berfungsi sebagai antena penerima siaran televisi. Maka dari itu, dirancang antena Mikrostrip Yagi yang bertujuan untuk menerima siaran televisi DVB-T2. Range frekuensi yang digunakan adalah dari 478 MHz sampai dengan 806 MHz, dan frekuensi tengahnya adalah 642 MHz. Frekuensi kerja pada antena Mikrostrip Yagi menggunakan frekuensi tengah UHF yaitu 642 Mhz perancangan antena menggunakan simulasi CST Studio Suite 2018. Hasil simulasi diperoleh nilai return loss sebesar -28,33 dB, VSWR sebesar 1,079 dan gain sebesar 0,7788 dB. Dalam realisasi pembuatan antena menggunakan PCB dengan jenis FR4 epoxy double layer dengan ketebalan 1,6 mm dan nilai konstanta dielektrika sebesar 4,4. Hasil pengukuran realisasi antena ini memiliki nilai return loss sebesar -32,176 dB, VSWR sebesar 1,058 dan gain antena sebesar 4,76 dB. Dan diperoleh pola radiasinya adalah unidirectional, dan bandwidth sebesar 25 MHz. Antena Mikrostrip Yagi yang difungsikan untuk menerima siaran televisi digital diperoleh sebanyak 27 Channel dengan kualitas audio dan video yang sangat baik dengan ditandai tanpa flickr dan freeze pada tampilan siaran televisi digital dan bisa digunakan dalam pengaplikasian sehari-hari
RANCANG BANGUN ANTENA QUAD LOOP BERBENTUK BELAH KETUPAT 1λ PADA FREKUENSI 452,5 MHZ Slamet Purwo Santosa; Puji wiharto
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangan teknologi dan aplikasi nirkabel, bermunculan pula berbagai jenis antena yang dirancang dengan karakter-karakternya yang berbeda-beda. Dalam menentukan karakteristik sebuah antena terdapat beberapa besaran-besaran penting yang menjadi parameter dalam spesifikasi sebuah antenna, yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya. Salah satu struktur antena sederhana adalah menggunakan antena loop berbentuk belah ketupat 1λ. Dalam merancang antena loop berbentuk belah ketupat 1λ, kami menggunakan bahan logam steinless yang berdiameter 0,5 cm yang bekerja pada frekuensi 452.50 MHz dengan total panjang fisik antena sebesar 63 cm dengan masing-masing panjang ¼ λ-nya adalah 16,5 cm untuk 2 sisi atas dan 15 cm untuk 2 sisi bawah. Pengukuran karakteristik antena dilakukan dengan menggunakan Sistem Pemancar UHF (Ultra High Frequency) yang terdiri dari beberapa modul alat ukur. Nilai VSWR yg didapat dari hasil pengukuran daya keluaran pemancar UHF pada posisi stub tuner 1 cm adalah 1,4 dengan daya yang dipancarkannya (PFWD) sebesar 0,4 Watt dan daya pantulnya (PREV) 0,1 Watt. Dari hasil pengukuran didapatkan bentuk pola radiasi dari antena quad loop berbentuk 1λ yang bekerja pada frekuensi 452,5 Mhz yaitu pola radiasi dengan polarisasi vertikal dan pola radiasi dengan polarisasi horizontal.
RANCANG BANGUN ANTENA VERTIKAL GROUND PLANE ¼ λ PADA FREKUENSI 470 MHZ Teten Dian Hakim; Sigit Bagus Bawono
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendukung teknologi wireless, pemilihan jenis antena yang dirancang akan menentukan karakter yang beragam dalam penerapannya. Untuk menentukan karakteristik sebuah antenna terdapat beberapa besaran-besaran penting yang menjadi parameter dalam spesifikasi sebuah antenna, yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya. Salah satu struktur antena sederhana adalah menggunakan jenis dipol dan loop hertz. namun dari dua jenis antena tersebut, penggunaan antena dipol panjang jenis kawat ini bisa memberikan solusi perancangan antenna yang lebih aplikatif terutama diterapkan pada aplikasi nirkabel. dalam merancang antena vertikal ground plane ¼ λ menggunakan bahan logam almunium yang berdiameter 0,8 cm yang bekerja pada frekuensi 470 mhz dengan panjang fisik antena vertikal sebesar 32 cm dengan masing-masing panjang antena ground plane ¼ λ-nya adalah 16 cm. pengukuran karakteristik antena dilakukan dengan menggunakan sistem pemancar uhf (ultra high frequency) yang terdiri dari beberapa modul alat ukur. nilai vswr yg didapat dari hasil pengukuran adalah 1,8 dengan daya yang dipancarkannya (pfwd) sebesar 1,5 watt dan daya pantulnya (prev) 0,5 watt.
RANCANG BANGUN ANTENA SLOT ½λ PADA FREKUENSI 407 MHZ Sri Hartanto
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis antena yang umum digunakan pada penerima komunikasi radio VHF/UHF adalah antena slot ½λ dengan bentuk fisiknya yang mudah disesuaikan. Antena slot ini dapat dilipat sehingga berbentuk tabung atau persegi, yang berpengaruh terhadap sifat kapasitif dan induktifnya pada saat resonansi. Dalam penelitian yang dilakukan, antena slot ½λ dirancang untuk bekerja pada frekuensi 407 MHz dan dibuat dengan dimensi panjang slot antena sebesar 35 cm, lebar slot antena sebesar 4 cm, panjang antena sebesar 52,3 cm dan lebar antena sebesar 17,7 cm. Dari hasil pengukuran dan pengujian antena yang sudah dibuat, didapat nilai VSWR sebesar 1,0; nilai daya pantul adalah 0,08 watt yang relatif kecil dibandingkan dengan daya yang dipancarkan sebesar 0,2 watt. Antena slot ½λ merupakan jenis antena ke semua arah (omnidirectional) yang ditunjukkan pada pola radiasi yang dihasilkan dimana besarnya tegangan sinyal yang dipancarkan hampir sama di semua arah, dari rentang 0,538 volt DC hingga 0,765 volt DC.
ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI TRAFO DISTRIBUSI PENYULANG 20 kV DI GI PULOGADUNG ujang wiharja; Doddi Supri Hartono
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkoordinasikan penyetelan arus dan waktu pada relai pengaman trafo di sisi incoming dan penyulang 20 kV sehingga gangguan dapat dilokalisir. Penelitian ini dilakukan di PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali APP Pulogadung Gardu Induk Pulogadung, Jakarta Timur. Dari data pengujian arus kerja minimum dan kembali pada incoming maupun penyulang bahwa kondisi relai masih layak digunakan karena dari hasil uji rasio dilihat bahwa arus kerja dan arus kembali masih diatas 90%. Sedangkan dari data karakteristik waktu pada incoming dan penyulang bahwa pengujian karakteristik waktu pada incoming masih relatif sama dengan perhitungan dari data arus dan waktu moment pada incoming dan penyulang bahwa arus kerja dan waktu kerja masih sesuai dengan denting arus dan senting waktunya. Pada kasus gangguan Ground Fault Relay, seharusnya PMT penyulang trip dengan indikasi relai MGFR (setting MGFR penyulang = 780 Amp), namun karena PMT gagal trip maka arus gangguan akan dibaca oleh relai OCR ( Over current Relay ) incoming. Relai OCR incoming membaca sebagai gangguan GFR dan bekerja mentripkan PMT incoming. Sedangkan pada kasus gangguan OCR relai penyulang bekerja dengan indikasi MOC ( Moment Over Current ) dan berhasil mentripkan PMT ( Pemutus Tenaga ) penyulang tersebut.
STUDI ANALISA PENTANAHAN TANKI BBM PT. AKR CORPORINDO TBK CIWANDAN-BANTEN Tri Ongko Priyono; Angga Pramodita
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia dilewati oleh garis ekuator dunia yang menyebabkan Indonesia menjadi daerah konvektif paling aktif. Didukung dengan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas menghasilkan awan-awan cumolonimbus yang merupakan awan penyebab utama kejadian petir dan juga hujan. Dalam pekerjaan teknik listrik sering terjadi orang terkena induksi (aliran listrik) dan sering terjadi salah sambung atau terjadinya kecelakaan. Salah satu hal dalam kehandalan beroperasinya sistem kelistrikan dan keamanan pada manusia yang berada disekitarnya adalah sistem pentanahan. Batasan nilai tahanan pentanahan untuk area bagian konduktor terbuka dan pentanahan pada proteksi penyalur petir maksimal yang diizinkan adalah 3 ꭥ di lokasi tanki BBM PT.Akr Corporindo Tbk dengan kondisi tanah berjenis humus lembab. Obyek yang dilakukan pengukuran dan perbaikan tahanan pentanahan terdiri dari 7 titik pentanahan pada area bagian konduktor terbuka dan 1 titik pentanahan proteksi penyalur petir. Pengukuran tahanan pentanahan menggunakan metode 3 titik, alat ukur yang digunakan adalah digital earth resistance tester. Perbaikan nilai tahanan pentanahan untuk hasil yang tidak sesuai menggunakan metode driven ground, elektroda batang yang digunakan adalah copper rod berdiameter 15mm²
STUDI PERANCANGAN KUMPARAN STATOR MOTOR LISTRIK TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI DAYA Lukman Aditya; Lukman Pamungkas
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mesin cuci komponen motor listrik adalah peran terpenting, karena berfungsi sebagai rangkaian arus listrik yang bekerja menjadi penggerak saat mencuci maupun pengering. Supaya konsumsi daya bisa menurun, maka perlu ada perubahan desain pada komponen motor listrik pada rangkaian lilitan maupun diameter kabel. Daya dan Arus listrik pada mesin cuci kapasitas 6 kg yang semula mempunyai daya 344 Watt, dengan arus 1,606 Amper setelah adanya perubahan lilitan stator daya listrik menjadi lebih efisien 221 Watt dengan arus 1,033 Amper dengan kecepatan yang masih memenuhi standar pabrikan.
ANALISA PENGUKURAN TAHANAN NGR PADA GENSET PT. PERTAMINA ASSET 3 TAMBUN Nurhabibah Naibaho; Toyibah Toyibah
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembumian yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Resiko yang ditimbulkan adalah arus lebih tidak dapat disalurkan secara maksimal kembali ke bumi. Semakin kecil nilai tahanan pembumian maka semakin baik sistem pembumianya. Nilai pengukuran Neutral Grounding Resistance pada ke 2 genset setelah perbaikan turun menjadi 0,16 Ohm. Nilai perhitungan untuk tahanan pada genset, 1 dan 2, adalah 1,8 Ohm dan 2,03 Ohm untuk nilai tahanan totalnya adalah 3,83 Ohm. Dengan demikan setelah perbaikan terhadap komponen pada sistem grounding dengan cara mengganti batang elektroda dengan diameter 150 mm nilai grounding masih memenuhi standard.Yang telah ditetapkan oleh peraturan yang berlaku, yaitu standard dari PUIL 2011, memperbolehkan bahwa resistansi maksimal sebesar 5Ω
ANALISA PERUBAHAN CUACA TERHADAP TEGANGAN INPUT PANEL SURYA 100 WP Abdul Kodir Albahar; Lobes Syam Paiso
JURNAL ELEKTRO Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Elektro Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel surya adalah sebuah elemen semi konduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik . Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh sel surya dipengaruhi oleh dua variabel fisis, yaitu intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu lingkungan. Dalam pengambilan data posisi panel surya berada di kemiringan 40° ke arah utara dan pada pengambil data dilakukan setiap 10 menit dalam 1 jam mulai pukul 09.00 - 15.00 dalam waktu 3 hari . Dari hasil pengukuran intensitas cahaya (Lux), arus (Amp) dan tegangan (Voc) yang dihasil kan dalam setiap 10 menit pertama berbeda beda dan tidak selalu stabil di setiap hari pada hari pertama titik puncak maksimal didapat pada pukul 13.00-14.00 dengan intensitas cahaya 50000 lux, arus 5 A dan tegangan 20,4 V dan pada hari ke dua titik puncak pada pukul 12.00-13.00 dengan intensitas cahaya 49166 lux, arus 4,9 A dan tegangan 20.4 V dan pada hari ketiga titik puncak pada pukul 12.00-13.00 dengan intensitas cahaya 50000 lux, arus 5 A, dan tegangan 20,5 V

Page 5 of 11 | Total Record : 110