Articles
110 Documents
ANALISA PENGARUH KONFIGURASI POWER DAN SUDUT ANTENA RFID TERHADAP JARAK PEMBACAAN DARI AUTOMATIC LANE BARRIER (ALB) KE TAG RFID KENDARAAN
Teten Dian Hakim;
Muhamad Aris Munandar
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu badan usaha jalan tol di Indonesia saat ini sedang mengembangkan sistem transaksi Single Lane Free Flow (SLFF) yang menggunakan teknologi berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Sistem transaksi Single Lane Free Flow (SLFF) merupakan sistem transaksi nirhenti atau transaksi tol tanpa harus melakukan tapping uang elektronik (E-Toll) pada saat melewati gerbang tol. Pada gerbang tol terdapat alat antena Radio Frequency Identification (RFID) sehingga ketika kendaraan yang menggunakan tag Radio Frequency Identification melewati gerbang tol maka Automatic Lane Barier (ALB) terbuka secara otomatis. Antena RFID bersifat aktif memencarkan gelombang radio RFID kemudian radio tersebut terpancar ke tag RFID yang bersifat pasif. Antena RFID dan tag RFID melakukan interaksi dengan bantuan reader RFID, setelah reader memproses signal RFID maka data yang di hasilkan dari proses tersebut akan di validasi oleh control unit yang bertindak sebagai pengelola dan memproses data yang tervalidasi pada database sistem transaksi SLFF. Setelah validasi sukses maka control unit akan mengirimkan perintah ke automatic lane barrier untuk dibuka atau mengangkat portal. Dalam penerapannya sistem teknologi SLFF yang berbasis RFID dipengaruhi oleh konfigurasi power dan sudut antena RFID terhadap jarak pembacaan dari Automatic Lane Barrier (ALB) ke tag RFID kendaraan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan konfigurasi power mulai dari 16 dBm sampai 22 dBm dan untuk kemiringan sudut muali dari 0 derajat sampai 20 derajat sehingga konfigurasi optimal yang didapatkan dari hasil pengujian yaitu dengan power 20 dBm dan sudut 5 derajat dan jarak baca 6,5 meter dimana hal ini sudah di lakukan pengujian dengan mempertimbangkan tidak terjadi tail gating ataupun bouncin
RANCANG BANGUN ALAT PENGGULUNG LILITAN TRANSFORMATOR TOROID BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega 328
Abdul Kodir Al Bahar;
Eko Akhsanul Fikri
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri dalam negeri memproduksi transformator toroid yang berfungsi sebagai penurun tegangan atau menaikan tegangan listrik. Untuk saat ini, proses pembuatannya masih banyak menggunakan mesin manual. Meskipun banyak mesin penggulung lilitan otomatis yang diproduksi luar negeri, tetapi harga mesin tersebut masih relatif mahal. Oleh karena itu, dibuat alat penggulung lilitan transformator toroid berbasis mikrokontroler ATmega328 yang dibuat dengab kualitas yang baik dengan dilengkapi fitur yang dapat mengatur jumlah lilitan, tampilan digital, sensor, dan motor yang bergerak secara otomatis dengan menggunakan sistem program Arduino. Dari hasil pengujian alat penggulung lilitan transformator toroid berbasis mikrokontroler ATmega328, didapatkan hasil yang baik dengan tingkat ketelitian sebesar 98,63%, tingkat akurasi sebesar 99,73% , dan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 0,461%. Daya yang relatif lebih rendah sebesar 55 Watt dan biaya yang relatif lebih murah dapat menjadi keunggulan alat ini
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI SEMI OTOMATIS PINTU AIR BENDUNGAN DENGAN MINI HOIST PA200 BERBASIS PLC OMRON CP1E-E20SDR-A
Lukman Aditya;
Wahyu Suryantoro
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pintu air merupakan salah satu infrastruktur untuk mengatasi debit air akibat banjir. Sistem kontrol pintu air yang baik dapat memaksimalkan efisiensi pengelolaan air pada sungai maupun bendungan. Maka perlunya suatu sistem kendali pintu air secara semi otomatis dan sistem peringatan dini debit air pada pintu air sebagai sebagai sinyal kepada operator penjaga pintu air. Penulis mendapatkan inspirasi untuk membuat Penelitian dengan judul “Rancang Bangun Sistem Kendali Semi Otomatis Pintu Air Bendungan dengan Mini Hoist PA200 Berbasis PLC Omron CP1E-E20SDR-A”. Pengujian menggunakan metode pengujian black box testing dan pengukuran nilai input dan output komponen . Sistem kendali semi otomatis pintu air bendungan bekerja secara sekuensial (berurutan) dengan PLC sebagai kendali sistemnya yang menggunakan 8 input dan 5 output dengan PLC Omron CP1E-E20SDR-A sebagai basisnya yang dilengkapi dengan float switch sebagai pengirim sinyal ketinggian air yang divisualisasikan kedalam indikator level air berupa lampu tower light yang menyala warna hijau yang mengindikasikan level 1 dengan ketinggian air sebesar 0 - 14 cm , warna kuning yang mengindikasikan level 2 dengan ketinggian air sebesar 14 - 19 cm , warna merah yang mengindikasikan level 3 dengan ketinggian air sebesar 19 - 25 cm dan suara buzzer serta dilengkapi dengan roller switch sebagai pembatas atas dan pembatas bawah pintu air. Tegangan dan arus yang terukur pada float switch, limit switch, push button switch dan emergency switch pada saat ON didapat 24.1 - 24.2 VDC dengan arus sebesar 1.86 mA DC
ANALISA SIGNAL STRENGHT SISTEM PEMANCAR BSTV (BERITA SATU) PADA SITE St MORIZ AREA JABODETABEK
Slamet Purwo Santosa;
Fauzan Aulia Rahmat
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61488/jetro.v11i2.277
Faktor utama dalam menentukan kualitas penerimaan siaran televisi adalah kuat medan atau (field strength), yaitu kekuatan sinyal pancaran yang diterima oleh TV receiver di suatu tempat. Analisa pada sistem pemancar BSTV ini dengan membandingkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan field strength. Pengukuran kuat sinyal ini dilakukan di 9 (sembilan) titik diwilayah jabodetabek, dari 9 titik wilayah, 7 lokasi yang mendapat hasil perhitungan field strength dibawah 50,00 dBμV/m, yang berpengaruh terhadap kualitas audio dan video yang diterima. Sedangkan di 1 (satu) daerah yang lain didapatkan hasil pengukuran signal strength 0 dB (μV/m), hal ini dikarenakan faktor geografis dan banyaknya penghalang (obstacle). Solusinya untuk hal ini adalah dengan menaikan daya pada pemancar BSTV. Lokasi terakhir wilayah yang mempunyai kualitas video baik sekali dimana field strength 65–70 dBμV/m hal ini karenakan lokasi tersebut dekat dengan lokasi pemancar BSTV
ANALISIS SISTEM INSTALASI LISTRIK PADA INDUSTRI DI TAMBUN SELATAN
Tri Ongko Priyono;
Fachri Ramadhan
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Listrik adalah bentuk energi yang dibutuhkan di pembangkit listrik modern. Motor induksi tiga fase adalah motor AC di mana arus mengalir melalui rotor, menyebabkan hubung singkat pada belitan rotor. Pabrik dipilih sebagai sampel karena memiliki batas konsumsi daya sebesar 500 kva yang berfungsi sebagai atas daya unit kecil mengkonsumsi lebih sedikit. Metodologi penelitian ini menguraikan langkah-langkah penulis untuk menyelesaikan karya ini. Tujuan menguraikan metodologi penelitian adalah untuk memberikan panduan yang jelas kepada penulis untuk memfasilitasi penulisan karya ini. Arus pada panel daya I (In motor) terbesar adalah 105 A. Arus maksimum panel daya II adalah 5,98 Ampere. Oleh karena itu, arus pemutus sirkuit MCCB adalah 82,14 Amp. Untuk motor dengan arus nominal 10,6 Amp. Dijelaskan bahwa di daerah dengan tahanan tanah yang tinggi, tahanan tanah bisa setinggi 10 ohm. Sehingga resistensi diatas tanah juga dapat digunakan memenuhi persyaratan
RANCANG BANGUN SISTEM PEMILAH SAMPAH OTOMATIS BERBASIS ARDUINO
Ujang Wiharja;
Muhamad Kurniyawan
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada pembuangan sampah, biasanya kebanyakan manusia menggabungkan sampah organik dan anorganik didalam satu wadah. Hal ini dapat mengakibatkan penumpukan sampah yang lambat ditangani. Kita tahu, meskipun tempat sampah organik dan anorganik sudah dibedakan, akan tetapi masih banyak manusia yang membuang sampah asal- asalan. Maka itu, penulis mencoba menciptakan suatu alat tempat sampah otomatis yang dapat memilah jenis sampah organik dan anorganik.Untuk pemilahan sampah dilakukan secara manual. Model tempat pemilah sampah organik, anorganik dan metal berbasis mikrokontroler bertujuan untuk memberikan kemudahan pada setiap orang yang akan membuang sampah dengan cara memisahkan jenis sampah secara otomatis.Tempat sampah otomatis ini dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Uno untuk mengatur kerja keseluruhan dari tempat sampah tersebut. Sensor metal sebagai pendeteksi sampah metal, sensor proximity untuk mendeteksi adanya sampah, sensor DHT11 sebagai pendeteksi kelembaban dalam wadah pemisah sampah, sensor SRF05 sebagai sensor yang mendeteksi jarak tong sampah utuk mengetahui apakah sampah penuh atau tidak. Dan NodeMCU ESP32 berfungsi untuk mengkoneksikan Wi-Fi agar dapat mengirimkan data jarak ke firebase lalu menampilkan kondisi penampungan tong sampah yang penuh ke smartphone. Hasil dari pembuatan alat yaitu seluruh komponen bekerja dengan baik dan ketika sampah sudah penuh maka akan dikirimkan berupa notifikasi ke smartphone
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL DAN ALAT MONITORING TRAFFIC LIGHT MENGGUNAKAN ESP8266 BERBASIS IOT
Bayu Kusumo;
Fathan Salam
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lampu lalu lintas merupakan alat yang memberikan isyarat atau mengatur arus lalu lintas di persimpangan jalan, perlintasan pejalan kaki, dan tempat lainnya. Fungsinya adalah untuk mengatur waktu berjalan dan berhenti kendaraan secara bergantian dari berbagai arah. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jumlah kendaraan di jalan semakin meningkat, yang menyebabkan penumpukan lalu lintas terutama di persimpangan empat. Saat ini, pengaturan lampu lalu lintas biasanya tetap berlaku sepanjang hari, padahal jumlah lalu lintas berbeda pada setiap waktu tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu mengendalikan durasi waktu nyala lampu lalu lintas secara dinamis. Dalam penelitian ini, diusulkan penerapan sistem traffic light berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengatur lalu lintas secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266. Selain itu, pengaturan manual juga dapat dilakukan melalui aplikasi smartphone bernama BLNYK. Dengan demikian, sistem ini memungkinkan kontrol waktu yang sesuai dengan jarak antrean kendaraan yang menggunakan teknologi IoT dan aplikasi smartphone
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PENGGUNAAN BEBAN LISTRIK 300 WATT MENGGUNAKAN APLIKASI MIT APP INVENTOR DAN FIREBASE
Sri Hartanto;
Cep Angga Cahya Ramdan Maulana
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan alat elektronik saat Work From Home (WFH) ternyata dapat meningkatkan konsumsi listrik lebih tinggi dan menyebabkan membengkaknya tagihan pembayaran listrik. Selain itu, terjadinya pemicu kebakaran dan peningkatan suhu global akan terjadi, jika penggunaan energi listrik tinggi. Oleh dari itu, diperlukan suatu sistem yang dilengkapi dengan sistem IOT (Internet Of Things) untuk memproteksi peralatan elektronik dari pemakaian energi listrik berlebihan dan menjaga kelestarian sumber energi. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian dilakukan dengan membuat rancang bangun sistem pengendali penggunaan beban listrik berbasis IOT (Internet Of Things). Sistem kontrol yang digunakan adalah mikrokontroler ESP 32 sebagai penunjang IOT (Internet Of Things) pada sistem. Input yang digunakan menggunakan sensor arus ACS7112 dan sensor tegangan ZMPT101B. Sedangkan output yang digunakan yaitu buzzer dan relay. Dan menggunakan aplikasi MIT APP Inverter untuk mengendalikan dan memonitoring penggunaan beban listrik. Pada metodologi penelitian digunakan beberapa metode yaitu metode pusaka yang bersumber pada literatur, metode perancangan dengan membuat rancang bangun, dan metode pengujian dengan melakukan simulasi dan uji coba. Pada penelitian yang dilakukan maka diketahui pengujian sistem memerlukan kecepatan internet yang stabil. Pembacaan sensor tegangan ZMPT101B mendapatkan rata - rata persentasi eror 1%dan pembacaan sensor arus ACS712 mendapatkan rata - rata persentasi eror 0,02%. Dalam pemonitoringan beban menggunakan aplikasi MIT App Inverter, membutuhkan rata-rata waktu 2 sampai 3 detik untuk dapat berfungsi. Buzzer berfungsi ketika dialiri arus 1,37 ampere, tegangan 226,57 volt dan daya sebesar 310,40 watt. Alat pengendali penggunaan beban listrik ini dapat bekerja sesuai yang diinginkan. Dan memiliki batas daya maksimum sebesar 300 Watt
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PERLINTASAN KERETA API BERBASIS ARDUINO UNO
Nurhabibah Naibaho;
Muhammad Rofiq Hidayat
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Elekro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pintu perlintasan kereta api merupakan salah satu dari rangkaian teknologi pada sistem kereta api. Sitem perlintasan kereta api saat ini masih dilakukan dengan dibantunya tenaga operator yang masih memanfaatkan tenaga manusia. Sehingga kesalahan pada operator ataupun gagalnya operasi palang pintu bisa mengakibatkan resiko pada kecelakaan. Metode yang digunakan dalam pencarian data dengan mempelajari refrensi literatur seperti buku, jurnal dan dokumen lain yang membahas sistem perlintasan kereta api menggunakan Arduino dan metode dalam penelitian dengan cara melakukan pembuatan alat dan pengujian terhadap alat lalu akan mengukur beberapa dalam pengujian alat tersebut. Dalam melakukan pengukuran pada pengujian mempunyai rata-rata dari 1 sampai 5 percobaan yaitu mendapatkan hasil tegangan 12,27 Volt DC dan 1,2 Amper DC. Untuk mendapatkan koneksi sensor untuk servo motor mendapatkan waktu 1,21 detik dan jarak 24,4 cm pada sensor 1 dan sensor 2 mendapatkan waktu 1,27 detik dan jarak 25,2 cm. Kemudian mengukur waktu dan jarak saat palang pintu tertutup dengan rata-rata waktu 2,71 detik, lalu sebelum palang pintu kereta mendapatkan jarak 41,61 cm dan setelah palang pintu kereta mendapatkan jarak 39,32 cm
RANCANG BANGUN CATU DAYA PORTABLE 160Watt DENGAN PANEL SURYA MONOCRYSTALLINE 100WP
Lukman Aditya;
Dea Africo
JURNAL ELEKTRO Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Elektro
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61488/jetro.v11i1.327
Energi listrik adalah kebutuhan premier di zaman pesatnya teknologi di era 4.0 seperti sekarang ini, tak banyak dari masyarakat rela mengeluarkan banyak uang demi mencukupi kebutuhan energi listrik mereka. Di era sekarang pembangkit tenaga surya menggunakan solar panel sudah tidak sedikit diterapkan oleh masyarakat maupun industrial. Semakin meningkatnya mobilitas dalam kegiatan membuat kita harus terus berinovasi terutama pada pengembangan PLTS. Pada umumnya PLTS atau solar panel berukuran cukup besar atau tidak compact untuk kebutuhan suplai tenaga AC, hal itu membuat inovasi PLTS berukuran lebih kecil dan ergonomis sangat dibutuhkan untuk keadaan mobilitas tinggi. Dalam perancangan PLTS hal paling utama adalah penentuan beban yang digunakan, selanjutnya memilih metode apakah menggunakan metode off-grid atau on-grid. Pada umumnya penggunaan off-grid lebih banyak dipilih dalam membangun sebuah PLTS dengan mengandalkan kekuatan baterai, metode off-grid sangat bergantung pada kualitas dan jenis batrei, kualitas dan jenis batrei dapat dilihat dari persentase DoD (Depth of Discharge) dimana tipe batrei VRLA (Valve Regulated Lead Acid) memiliki DoD lebih kecil yaitu 50% dibandingkan baterai jenis lithium sebesar 80%, sehingga penggunaan lithium memiliki jangka lebih Panjang dibandingkan tipe VRLA.Dari hasil kapasitas baterai maka kita dapat menentukan berapa spesifikasi panel yang akan dipakai. Dari pengujian total energi dengan perhitungan rumus Wh = V x I x t. maka, dihasilkan dari beban inverter 160 Watt sebesar 15Wh. Sedangkan daya charging yang dihasilkan oleh Solar Panel Monocrystalline 100WP sebesar 11,91Wh.