cover
Contact Name
Mhd Alfahjri Sukri
Contact Email
malfahjrisukri@uinmybatusangkar.ac.id
Phone
+6281223184701
Journal Mail Official
polis@uinmybatusangkar.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No.137, Lima Kaum, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat.
Location
Kab. tanah datar,
Sumatera barat
INDONESIA
Politik Islam
ISSN : -     EISSN : 3021758X     DOI : http://dx.doi.org/10.31958/pi
Politik Islam is a journal published by the Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. The focus of this journal is all matters relating to the discussion of politics in general and Islamic politics related to local, national and international politics. Specifically, the discussion deals with various themes, starting from political thinking, democracy, foreign policy, conflict and security, regional autonomy, general elections, political parties, comparative politics, political communication, political psychology, issues of the Islamic world and Islamic politics.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024)" : 6 Documents clear
Politik Identitas di Panggung Demokrasi: Melihat Simbol Agama Melalui Lensa Habitus dan Dramaturgi Abadi, Muhammad Zidan
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.13898

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan politik identitas berbasis agama di Indonesia, yang menjadi isu penting dalam konteks dinamika demokrasi modern. Fokus utama penelitian adalah bagaimana simbol-simbol agama digunakan dalam kampanye politik untuk menarik dukungan publik, serta dampaknya terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, mengadopsi teori habitus dari Pierre Bourdieu dan dramaturgi Erving Goffman untuk memahami interaksi antara simbol agama dan praktik politik. Hasil temuan menunjukkan bahwa meskipun politik identitas berbasis agama dapat meningkatkan partisipasi politik dan solidaritas kelompok, dampak negatifnya juga signifikan. Penggunaan simbol agama sering kali menciptakan polarisasi sosial dan diskriminasi, yang dapat merusak kohesi masyarakat. Sebagai contoh, dalam berbagai pemilu, simbol-simbol agama dimanfaatkan untuk membentuk citra politik yang mengarah pada pembagian masyarakat menjadi "kami" dan "mereka." Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan beberapa langkah strategis. Pertama, pentingnya pendidikan multikultural untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keberagaman. Kedua, perlu adanya regulasi yang ketat terhadap pemanfaatan simbol agama dalam politik untuk mencegah eksploitasi yang berlebihan. Ketiga, penguatan dialog antar-komunitas sangat diperlukan untuk membangun saling pengertian dan toleransi. Melalui pendekatan ini, diharapkan politik berbasis identitas dapat sejalan dengan nilai-nilai demokrasi yang inklusif dan berkeadilan, serta menjaga harmoni sosial dan integrasi nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kelembagaan Adat Dalam Penguatan Demokrasi Lokal di Kabupaten Tanah Datar Ramadhani, Rindi
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.13912

Abstract

Pokok problematika dalam riset ini adalah membahas peran dan kotribusi serta tantangan dan hambatan kelembagaan adat dalam penguatan demokrasi lokal di Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mendeskripsikan peran dan kontribusi kelembagaan adat dalam penguatan demokrasi lokal di Tanah Datar serta menjabarkan tantangan dan hambatan yang ditemui oleh lembaga adat dalam mewujudkan demokrasi lokal di Tanah Datar. Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan dalam riset ini adalah wawancara melalui metode purposive sampling dan dokumentasi melalui tulisan berupa artikel jurnal, skripsi dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa kelembagaan adat yang dalam hal ini dipresentasikan oleh LKAAM Tanah Datar beserta KAN Cubadak dan KAN Sumaniak turut serta berproses dalam penguatan demokrasi lokal di Kabupaten Tanah Datar. Ada beberapa ciri dari demokrasi lokal, di antaranya adalah terdapatnya fungsi mediasi dan resolusi konflik yang memadai dalam suatu lembaga. Berdasarkan ciri tersebut, LKAAM Tanah Datar berupaya menyelesaikan perkara adat seperti masalah sako dan pusako yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar dengan menjalankan fungsi sebagai mediator dan menawarkan rekomendasi solusi untuk menengahi permasalahan dari kedua belah pihak yang berperkara.Kata kunci: Lembaga adat, demokrasi lokal, LKAAM Tanah Datar 
Representasi Gender dan Masyarakat dalam Film Kim Jiyoung, Kelahiran 1982: Sebuah Analisis Feminis putri, rahma nia
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.12676

Abstract

Jurnal ini membahas representasi gender dan masyarakat dalam novel "Kim Jiyoung, Lahir 1982" karya Cho Nam Joo. Dalam konteks budaya patriarki Korea Selatan, penulis menggambarkan perjuangan seorang wanita bernama Kim Jiyoung dalam menghadapi ketidaksetaraan gender dan stereotip yang menghambat kehidupannya. Budaya patriarki yang masih kuat di Korea Selatan memengaruhi peran gender dalam masyarakat, menciptakan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan.Melalui analisis feminis, jurnal ini menyoroti dampak negatif stereotip gender terhadap perempuan, termasuk perlakuan tidak adil dalam berbagai aspek kehidupan.Novel ini menunjukkan bagaimana budaya patriarki dan pelabelan negatif terhadap perempuan dapat memperkuat ketidaksetaraan gender dan melemahkan kesejahteraan perempuan secara keseluruhan.Oleh karena itu, jurnal ini memberikan pandangan mendalam mengenai kompleksitas permasalahan gender dalam masyarakat Korea, menunjukkan pentingnya terus memperjuangkan kesetaraan gender dan mengatasi stereotip yang merugikan perempuan.
Analisis Pelayanan Administrasi Kantor Camat Batipuh Kabupaten Tanah Datar Nusantara, Kukuh
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.11886

Abstract

The main problems in this thesis are officers who lack discipline, officers who are less friendly and officers who lack insight in providing services to the community. The purpose of this discussion is to determine the quality of service that occurs at the Batipuh District office, Tanah Datar Regency. The type of research that the author uses is qualitative descriptive research, to obtain data from the problems studied. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Data processing is carried out descriptively, then the aspects of certain problems are described and classified and explained in effective sentences. Based on the research results, it can be concluded that the efficiency principle put forward by AG. Subarsono has not been implemented properly by the Batipuh District Head's office. This can be seen from officers' delays in starting the service process and officers' lack of understanding in providing administrative information to the public. However, the service meets the time standards set by providing one active admin officer and there are no costs for carrying out the service process. The principle of responsiveness has also not been implemented well, as can be seen from officers using high-pitched voices when giving directions to the public. However, the Batipuh sub-district office also provides a suggestion box as a forum for input, criticism and aspirations from the community. Based on non-partisan principles, the Batipuh Subdistrict Office also strives to provide special routes for people with disabilities to make it easier and more comfortable for people with disabilities to provide services. However, in its implementation, the Batipuh District office also experienced problems, namely sudden power outages and poor network.
EKSISTENSI ORGANISASI BUNDO KANDUANGDI KABUPATEN TANAH DATAR Ridwan, Muhammad
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.14075

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi organisasi Bundo Kanduang dalam konteks budaya Minangkabau di Kabupaten Tanah Datar. Bundo Kanduang, sebagai simbol keibuan dan pemimpin perempuan dalam masyarakat matrilineal Minangkabau, memiliki peran penting dalam mempertahankan dan mentransmisikan nilai-nilai budaya serta adat istiadat kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap anggota organisasi Bundo Kanduang di beberapa nagari dan kecamatan di kabupaten tanah datar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bundo Kanduang berperan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, seperti upacara adat, pendidikan informal, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Namun, eksistensi organisasi ini menghadapi tantangan dari modernisasi dan perubahan sosial yang cepat, yang kadang-kadang bertentangan dengan nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, keberlanjutan Bundo Kanduang memerlukan adaptasi strategi untuk menghadapi dinamika perubahan zaman tanpa menghilangkan esensi budaya yang dijunjung tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi Bundo Kanduang tetap relevan dan berdaya guna dalam masyarakat Minangkabau, namun memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mempertahankan dan memperkuat perannya di tengah arus globalisasi dan modernisasi.
Pengaruh Media Sosial dalam Penyebaran Narasi Politik oleh Para Tokoh Agama Hujaimah, Salamah; Shahada, Edria Al; Mauludini, Silfi
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.13955

Abstract

Perkembangan media sosial telah menciptakan platform baru bagi tokoh agama untuk menyebarkan narasi politik, memengaruhi opini publik, dan membentuk preferensi politik masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial dalam penyebaran narasi politik oleh tokoh agama di Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyebaran narasi politik. Narasi politik tokoh agama berpotensi meningkatkan partisipasi politik tetapi juga menimbulkan risiko polarisasi sosial jika tidak dikelola secara bijaksana. Penelitian ini menyoroti pentingnya tokoh agama dalam memprioritaskan nilai-nilai persatuan, keadilan, dan etika komunikasi dalam penyampaian narasi politik sesuai dengan ajaran Islam. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6