Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture (ACESA) (ISSN: 2716-0890) is an open access international journal aims to provide a medium for the academic community to publish the latest research results in all fields of civil engineering and architecture. The journal is published biannually, in March and September, by Petra Christian University, Surabaya INDONESIA. The journal welcomes contributions in the form of original research articles, case and technical reports, review articles, and extended abstracts.
Articles
143 Documents
STUDI KARAKTERISTIK FISIK LOBBY LIFT SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL DI APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA
Celicia Aurielle Angdjaja;
Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12947
Berkurangnya interaksi sosial pengguna apartemen diakibatkan oleh perancangan apartemen yang kurang mengedepankan aspek kebutuhan sosial penghuni. Beberapa perancangan telah merancang ruang interaksi sosial, namun jarang digunakan karena peletakannya yang jauh dari unit kamar. Ruang interaksi sosial akan berpotensi digunakan jika menjadi bagian dari ruangan sehari-hari. Salah satu ruang sehari-hari yang selalu digunakan penghuni adalah lobby lift. Potensi ini didukung dengan adanya perjumpaan pasif penghuni serta aktivitas sederhana yang dilakukan seperti menunggu. Untuk itu penelitian ini mengevaluasi karakteristik fisik lobby lift melalui parameter ruang interaksi sosial yaitu pencapaian, perletakan, pengalaman spasial dan batasan dengan metode pengambilan data melalui observasi dan dianalisis menggunakan pemetaan zonasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat karakteristik memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain dalam membentuk ruang lobby lift sebagai ruang interaksi sosial.
PARAMETER DESAIN UNIT HUNIAN RAMAH ANAK PADA APARTEMEN MENENGAH KEBAWAH (STUDI KASUS APARTEMEN CBD DI SURABAYA)
Kevin Eduard Wuwung;
Rully Damayanti;
Timoticin Kwanda
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12946
Perkembangan penduduk yang cukup pesat di kota Surabaya menyebabkan adanya tren perpindahan dari landed house ke vertical housing. Tapi sayangnya sering kali apartemen menengah kebawah tidak mempertimbangkan anak – anak dan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar padahal anak – anak memiliki pemahaman ruang dan kebutuhan ruang yang berbeda denga orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Setelah memperoleh data yang dibutuhkan dilakukan proses pengecheckan dengan variabel dan indikator ramah anak. Dari hasil data tersebut diperoleh parameter desain unit hunian ramah anak pada apartemen kelas menengah kebawah.
ALTERNATIF MATERIAL ABSORPSI AKUSTIK DARI MODUL LIMBAH KARTON
Jocelyn Emilia Ukalvin;
Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12945
Penelitian ini merupakan upaya pemanfaatan limbah karton untuk mengurangi banyaknya sampah karton yang dihasilkan akibat banyaknya konsumsi packing dari karton. Daur ulang karton yang dilakukan yaitu dengan memodifikasi material karton menjadi sebuah partisi akustik. Hal ini didasari dari kesadaran para peneliti sebelumnya bahwa karton merupakan material yang berpotensi dikembangkan menjadi material bangunan dan digunakan untukkebutuhan akustik interior. Pengolahan limbah karton menjadi alternatif material akustik murah sangat dibutuhkan terutama bagi berbagai bangunan yang mencakup berbagai kegiatan dan memerlukan bahan penyerap. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Untuk tahap pertama yaitu studi literatur, observasi awal, dan pengumpulan data. Tahap selanjutnya adalah melakukan pengetesan berbagai modul karton menggunakan tabung impedansi untuk menemukan koefisien absorpsi dari berbagai modul karton. Hasil penelitian ini berupa data-data koefisien absorpsi dari modul karton sebagai acuan untuk penggunaan dalam ruang.
STUDI EVALUASI DAN POTENSI SENSE OF PLACE PADA BALKON APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA
Cynthia Christianty Carolina Eka Yudo;
Rully Damayanti;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12943
Apartemen merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari beberapa unit hunian yang dilengkapi dengan fasilitas umum bersama, juga balkon pada tiap unitnya. Balkon termasuk ruang luar tambahan yang berfungsi untuk mengakomodasi aktivitas penghuninya. Namun sekarang balkon berubah fungsi menjadi ruang penyimpanan dan ruang peletakan outdoor AC. Hal ini tentunya mempengaruhi persepsi dan interaksi pengguna terhadap balkon. Penelitian ini mengidentifikasi masalah dan potensi sense of place khususnya pada balkon Apartemen Metropolis Surabaya. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengevaluasi faktor sense of place yaitu physical feature, activities, meanings dan individual features melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting balkon berpotensi terhadap hadirnya sense of place khususnya melalui tiga kondisi pada balkon, yaitu penambahan dan penggunaan properti untuk kebutuhan servis, kebutuhan servis, dan penambahan properti untuk fasilitas. Kondisi yang berpotensi paling tinggi adalah bentuk balkon; pada bentuk balkon L dapat menampung aktivitas pengguna beserta propertinya dengan lebih berkualitas. Selain itu, balkon berbentuk huruf L juga memberikan kenyamanan bagi penghuni untuk tetap berada disana dikarenakan lebih private dan didukung oleh view yang optimal dari dua arah. Sedangkan pada balkon berbentuk persegi sense of place kurang terjadi karena peletakan property yang kurang memadai dan kurang nyaman dalam mengakomodasi aktivitas pengguna.
EVALUASI UNIT HUNIAN GRAHA APARNA SIWALANKERTO SURABAYA BERDASARKAN KRITERIA RUMAH SEHAT DI MASA NEW NORMAL
Christina Putri Larasati;
Lilianny Sigit Arifin;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12942
Lockdown atau stay at home akibat penyebaran Coronavirus 2019 telah sedikit banyak menyadarkan pentingnya kesehatan, kenyamanan space, serta fleksibilitas ruang untuk mewadahi kebutuhan penggunanya diera new normal dalam hunian termasuk hunian vertikal sederhana. Melalui penelitian di Graha Aparna Siwalankerto berupa evaluasi kualitas ruang berdasarkan kriteria rumah sehat di empat unit dari dua tower yang dipilih dengan tujuan melihat kesehatan ruang dalam unit unit tersebut untuk pengembangan hunian vertikal sederhana kedepannya nanti. Ada lima variabel utama yang diujikan yakni indoor air quality , indoor acoustic comfort, lighting, temperature comfort, dan indoor space quality. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data di awal didapat dari survei di lapangan langsung kemudian dibandingkan dengan ketentuan standar dan dijabarkan secara deskriptif berdasarkan tiap poinnya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa unit yang berada di lantai dasar masih perlu dilakukan pengembangan untuk mencapai unit hunian yang sehat dimasa new normal.
KRITERIA DESAIN FASAD APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN REGIONALISME DI SURABAYA
Terrence Seymour Luntungan;
Timoticin Kwanda;
Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12940
Fasad adalah elemen yang penting dalam penyampaian fungsi serta makna budaya dimana bangunan itu berdiri. Penerapan fasad yang buruk dapat memburuknya kualitas visual kawasan dan lunturnya identitas. Fenomena tersebut terjadi di seluruh dunia, dimana desain arsitektur yang bergaya internasional menjadi referensi umum dalam merancang bangunan tanpa peduli identitas kawasan dan budayanya. Fenomena tersebut juga terjadi di Surabaya dimana penerapan desain tanpa memperdulikan identitas lokal. Beberapa arsitektur di Surabaya sudah menerapkan desain yang merespon budaya dan identitas lokal, tetapi masih belum ada apartemen di Surabaya yang desain arsitekturnya belum melibatkan budaya dan identitas lokal dalam perancangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fasad pada sampel bangunan budaya di sekitar eksisting (Surabaya) dan juga sampel bangunan yang lain demi mendukung penelitian ini. Dari karakteristik yang di dapat dari sampel tersebut, diambil karakter pengikat yang dapat dijadikan kriteria desain fasad agar bangunan baru dapat dibangun selaras dan memperkuat identitas kawasan dengan pemikiran regionalisme.
APLIKASI TEORITIS KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA LINGKUNGAN PERKANTORAN
Gelbriel Michelle Gracella Nartha Sambira;
Rully Damayanti;
Laksmi Kusuma Wardani
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12939
Usia dewasa merupakan usia yang rentan terkena stres karena besarnya kewajiban dan peran yang harus dipenuhi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat stres kaum dewasa muda adalah lingkungan kerja karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Menurut Okezone.com, 64% pekerja di Indonesia mengalami peningkatan stres kerja dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan stres tersebut adalah perusahaan yang lebih mementingkan faktor ekonomi dibandingkan kenyamanan karyawannya. Ketika karyawan kurang merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya maka tingkat stres mereka akan bertambah dan dapat mengakibatkan dampak negatif pada kinerja karyawan dan pada perusahaan. Oleh karena itu diperlukan parameter desain lingkungan kerja perkantoran yang dapat menurunkan stres dan meningkatkan produktivitas karyawan. Konsep Healing Environment merupakan sebuah teori perancangan yang menghubungkan antara ruang dengan kesehatan dan well-being manusia agar menciptakan ruang yang membuat pengguna merasa lebih baik dan lebih bahagia. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada gedung perkantoran dengan menggunakan metode studi literatur yaitu metode yang dilakukan hanya dengan berdasarkan karya tertulis yang relevan dengan teori Healing Environment, data yang didapatkan dari hasil analisis kemudian saling dikaitkan dan dirangkum untuk menghasilkan parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada perkantoran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada perkantoran yaitu heirarki, daylight & lighting, natural air & penghawaan, view & nature, material & colors, dan can rest.
KAJIAN ASPEK TERRITORIAL REINFORCEMENT DALAM CPTED PADA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA SOMBO SURABAYA
Ariel Jehu;
Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12937
Pertumbuhan jumlah penduduk pada Kota Surabaya yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia setiap tahun. Dari beberapa upaya yang telah dilakukan, upaya pendekatan Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa bagi penduduk berpenghasilan rendah merupakan salah satu solusi efektif. Namun, pada kenyataannya rusunawa yang sudah dibangun belum memberikan tempat tinggal yang nyaman dan aman. Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi tahun 2007 belum secara fokus membahas pencegahan tindak kriminal melalui perancangan bangunan. Penelitian ini disusun untuk memberikan rekomendasi desain ruang semi-publik yang berpotensi terjadi tindak kriminal karena merupakan wadah bertemunya penghuni dalam dan luar. Penelitian ini mengevaluasi ruang semi-publik Rusunawa Sombo Surabaya menggunakan prinsip Crime Prevention Through Environmental Design dengan melakukan observasi langsung untuk mendapatkan data lapangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa selain aspek perancangan bangunan, terdapat aspek sosial dan kebudayaan yang masih diterapkan oleh penghuni rusunawa yang dapat mendukung pencegahan tindak kriminal.
STUDI POTENSI KORIDOR DI APARTEMEN CBD SURABAYA MENJADI RUANG SOSIAL ANAK
Stanley Odwin;
Timoticin Kwanda;
Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12936
Perkembangan kognitif positif pada anak sangat penting karena dapat mengkonstruksi pola pikir dan kepribadian. Kognitif positif didukung dengan adanya sosialisasi yang terjadi dari aktivitas sosial sehingga anak mampu memahami dan mengeksplorasi ruang sekitarnya. Aktivitas sosial membutuhkan ruang yang memadai. Hal ini menjadi masalah bagi anak yang tinggal di apartemen karena keterbatasan lahan dan fasilitas yang tidak ramah anak. Koridor memiliki potensi sebagai ruang bermain anak karena jarak yang dekat dengan unit hunian. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ruang koridor di Apartemen CBD sebagai ruang sosial anak berdasarkan pemahaman kebutuhan kognitif. Melalui teknik observasi, wawancara, dan pemetaan perilaku ditemukan bahwa koridor di apartemen CBD belum memenuhi parameter ruang ramah anak; tetapi memiliki potensi di parameter pencahayaan alami, dimensi ruang, dan warna. Temuan ini bermanfaat untuk memberitahu masyarakat di Indonesia betapa pentingnya tempat bersosialisasi yang ramah anak untuk perkembangan kognitifnya.
Pengaruh Karakteristik Konsumsi Energi Terhadap Pencapaian Efisiensi Energi— Studi Kasus Di Perumahan Bulan Terang Utama Malang
Ratna Dhani Setyowati;
Jani Raharjo
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 1 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v5i1.13450
Tingginya konsumsi energi listrik di Indonesia merupakan masalah yangberdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Perilaku atau karakteristik adalahfaktor yang paling berpengaruh dalam penghematan konsumsi energi listrik padasektor rumah tangga, maka perlu adanya penelitian mengenai pengaruhkarakteristik konsumsi energi dalam IKE (Intensitas Konsumsi Energi) terhadapefisiensi energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik danintensitas konsumsi energi di perumahan Bulan Terang Utama Malang, serta untukmengetahui pengaruh karakteristik konsumsi energi dalam IKE terhadap efisiensienergi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskiptif dan tabulasi IKE(Intensitas Konsumsi Energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitaskonsumsi energi di Perumahan Bulan Terang Utama masih tergolong efisiendengan konsumsi energi terbesar di area dapur dan terendah ialah di pencahayaan.Sementara secara parsial, hanya karakteristik bangunan dan kepemilikan elektronikyang memiliki pengaruh terhadap pencapaian efisiensi energi.