cover
Contact Name
Johan Budhiana
Contact Email
lppmjurnalhs@stikesmi.ac.id
Phone
+6281341480791
Journal Mail Official
lppmjurnalhs@stikesmi.ac.id
Editorial Address
Jl. Karamat No.36, Karamat, Kec. Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43122
Location
Kota sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Health Society
ISSN : 22523642     EISSN : 29887062     DOI : -
Core Subject : Health,
Fokus utama bidang kesehatan dan lingkup meliputi kebidanan dan keperawatan, medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan jiwa dan manajemen keperawatan
Articles 61 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI KELURAHAN CIPANENGAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUNDUL KOTA SUKABUMI Shinta Utami; Qorry Wahyuni Septica
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - APRIL 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita adalah masa pertumbuhan sehingga memerlukan gizi yang baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah pola asuh gizi balita. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pola asuh gizi balita dengan status gizi balita di Kelurahan Cipanengah Wilayah Kerja Puskesmas Cikundul Kota Sukabumi. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu balita dengan jumlah sampel 215 responden menggunakan cluster random sampling. Analisis hipotesis menggunakan chi square p-value=0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 147 orang dan status gizi balita normal sebanyak 185 balita. Terdapat hubungan antara pola asuh gizi balita dengan status gizi balita. Simpulan terdapat hubungan antara pola asuh gizi balita dengan status gizi balita. Saran bagi pihak puskesmas yaitu untuk mempertahankan status gizi yang baik untuk balita dengan lebih operasional dalam menjalankan promotif dan preventif seperti diadakannya lomba balita sehat, jadi ketika diadakan lomba oleh petugas kesehatan ibu bisa diarahkan mengenai perilaku dalam pemberian gizi khususnya kepada balita. Kata Kunci : Pola Asuh Gizi Balita, Status Gizi Balita
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (TB PARU) DI POLI DOTS RSU JAMPANG KULON PROVINSI JAWA BARAT Dewi Nurhayati
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - APRIL 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB Paru sudah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, sekitar 9,4 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 1,7 juta orang pertahun, Salah satu penentu keberhasilan pengobatan TB Paru yaitu kepatuhan pasien terhadap berobat dukungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhiya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis. Tuberkulosis adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana saluran pernafasan terkena bakteri mycobacteria tuberculosis. Dukungan keluarga sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional. Kepatuhan adalah suatu perubahan perilaku dari perilaku yang tidak mentaati peraturan ke perilaku yang mentaati peraturan. Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel 53 orang. Pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling. Seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai 0.883. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan analisis statistik menggunakan chi kuadrat. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai dukungan keluarganya mendukung sebagian besar responden Patuh dalam melakukan Pengobatan. Dan uji bivariate menunjukkan Ada hubungan dengan nilai p-value 0,032. Kesimpulan, terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (tb paru). Hasil penelitian dapat menjadi bahan masukan bagi rumah sakit agar dapat dapat menjadi bahan masukan bagi rumah sakit agar dapat meningkatkan program pengendalian Tuberkulosis (TB Paru) dan RS dapat menyarankan kepada Petugas Puskesmas agar harus sering berkunjung ke rumah untuk memberikan penyuluhan akan pentingnya dukungan keluarga. Kata Kunci : Keluarga, Kepatuhan, Tuberkulosis
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK TAMAN SISWA CIBADAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI Kusuma Putri; Siti Masitoh
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - APRIL 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual yaitu segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Pengawasan dari orang tua yang kurang akan mempercepat remaja melakukan hubungan seksual, pengawasan orang tua adalah faktor penting yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan penyimpangan perilaku seksual pranikah pada remaja. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI dengan sampel 152 orang menggunakan teknik Purposive Sampling. Uji validitas menggunakan person product moment dengan hasil semua valid karena nilai P <0,05. Uji reliabilitas pada variable peran orang tua yaitu 0,967 dan variable perilaku yaitu 0,935. Hasil penelitian, sebagian besar peran orang tua baik 48% dan perilaku rendah 65,8%, Somers’D P value =0,001. Terdapat hubungan antara peran orang tua dengan penyimpangan perilaku seksual pranikah pada remaja. Simpulan terdapat hubungan antara peran orang tua dengan penyimpangan perilaku seksual pranikah pada remaja. Disarankan kepada SMK Taman Siswa Cibadak untuk memberikan pengetahuan dan informasi tentang dampak dari perilaku seksual pranikah agar perilaku seksual pranikah dapat dihindarkan. Kata Kunci : Seksual Pranikah, Penyimpangan Perilaku, Peran Orang Tua
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGURU TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN STABILITAS SUHU TUBUH PADA BBLR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI Sri Ismaya
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BBLR menjadi prediktor penyebab tingginya angka kematian bayi, terutama pada bulan pertama setelah kelahirannya. BBLR mengalami kegawatdaruratan sehingga diperlukan penanganan khusus. Namun, perawatan tersebut memiliki beberapa hambatan. PMK digunakan sebagai pengganti inkubator pada masa neonatal. Tujuan penelitian mengetahui adakah pengaruh PMK terhadap peningkatan berat badan dan stabilitas suhu tubuh pada bayi BBLR. BBLR merupakan bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. PMK merupakan metode perawatan dengan konsep skin to skin. Jenis penelitian quasi experiment dengan one group pre-test and post-test design. Populasi adalah BBLR di RSUD Sekarwangi dengan sampel sebanyak 17 bayi, menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi dan analisis statistik uji paired sample t-test dan wilcoxon test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai berat badan pre-test adalah 1522,05 gram dan post-test adalah 1568,82 gram. Rata-rata nilai suhu tubuh pre-test adalah 36,623℃ dan post-test adalah 36,823℃. Hasil uji bivariat didapatkan p-value sebesar 0,000 untuk berat badan dan suhu tubuh berarti terdapat pengaruh. Kesimpulan menunjukkan terdapat pengaruh perawatan metode kanguru terhadap peningkatan berat badan dan stabilitas suhu tubuh BBLR. Maka, diharapkan pihak RS dapat lebih memperhatikan banyaknya manfaat dari intervensi PMK, dimana PMK ini dapat mengoptimalkan asuhan keperawatan yang diberikan pada BBLR. Kata Kunci : BBLR, Berat Badan, PMK, Suhu Tubuh
HUBUNGAN PENERAPAN PHBS DALAM KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA LENGKONG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LENGKONG KABUPATEN SUKABUMI Ai Sari Kartika
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit endemis dan penyakit potensial menular yang dapat menimbulkan KLB. Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya diare yang turut berkorelasi dengan faktor perilaku, dimana kondisi lingkungan yang tidak sehat ditambah dengan buruknya perilaku manusia. PHBS diketahui menjadi salah satu kunci penting yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit menular, termasuk diare. Balita merupakan istilah umum bagi anak yang berusia dibawah lima tahun. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak yang akan mempengaruhi proses tumbuh kembangnya. Diare merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri, parasit ataupun virus. PHBS merupakan salah satu upaya preventif atau pencegahan terhadap suatu penyakit. Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi 476 dan sampel 217, menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuisioner dan analisis statistic Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar penerapan PHBS dalam keluarga responden tidak diterapkan yaitu sebanyak 183 orang. sebagian besar kejadian diare tidak terjadi yaitu sebanyak 171 orang. Hasil uji bivariat didapatkan p-value sebesar 0,005 berarti terdapat hubungan. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan penerapan PHBS dalam keluarga dengan kejadian diare pada balita. Maka disarankan bagi puskesmas dapat menjadi bahan masukan untuk peningkatan kegiatan penyuluhan dengan metode yang menarik lainnya sebagai upaya peningkatan PHBS dan pengurangan kejadian diare. Kata Kunci : PHBS, Keluarga, Diare.
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI DAN ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA Wida Wisudawati
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja mengalami perubahan biologis, kognitif, dan emosional. Masalah gizi dan kesehatan yang dihadapi pada masa remaja salah satunya adalah anemia. Remaja perempuan beresiko lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki, karena remaja perempuan mengalami menstruasi setiap bulan sehingga banyak kehilangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan gizi dan anemia pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah “Pretest Posttest with Control Group”, untuk menganalisa variabel independen yaitu pendidikan gizi dengan variabel dependen yaitu pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Kelurahan Bojong Jaya Kota Tangerang. Sampel yang digunakan adalah remaja yang memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu remaja putri dengan usia 12 – 14 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang terdiri dari 22 orang pada masing masing kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan pendidikan gizi dan anemia selama 1 bulan pada kelompok intervensi, terdapat perubahan pada tingkat pengetahuan responden dimana sebelumnya mayoritas dengan pengetahuan cukup menjadi mayoritas dengan pengetahuan baik. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,007 yang menunjukan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan remaja tentang gizi dan anemia setelah dilakukan pendidikan gizi dan anemia. Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, Remaja
HUBUNGAN STRESS DAN KECEMASAN DENGAN KEKAMBUHAN SESAK NAPAS PADA PENDERITA ASMA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKABUMI KOTA SUKABUMI Siti Yoanny Putri Nurhalisa; Teten Tresnawan; Johan Budhiana
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit pernapasan yang berkelanjutan dan merupakan masalah kesehatan dunia tidak hanya terjangkit di negara maju tetapi juga di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan penelitian ini mengetahui adakah hubungan stress dan kecemasan dengan kekambuhan sesak napas pada penderita asma. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah berjumlah 37 responden. Teknik analisis data menggunakan uji Somer’s D. Hasil Penelitian didapatkan sebagian besar stress pada penderita asma adalah normal dan sedang sebanyak 14 orang atau 37,8%, lalu sebagian besar kecemasan pada penderita asma adalah sedang sebanyak 21 orang atau 56,8% dan sebagian besar kekambuhan sesak napas pada penderita asma adalah terkontrol sebagian sebanyak 24 orang atau sebesar 64,9%. Hasil uji Somer’s D didapatkan hasil untuk variabel stress adalah p-value 0,005 dan variabel kecemasan adalah p- value 0,018. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan stress dan kecemasan dengan kekambuhan sesak napas pada penderita asma di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi. Kata Kunci : Asma, Kecemasan, Kekambuhan Sesak Napas, Stress
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIET DENGAN KEPATUHAN DALAM PELAKSANAAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA BOJONGSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMPANGKULON KABUPATEN SUKABUMI Rionaldi; Yeni Yulianti
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi DM di seluruh dunia, tercatat sebesar 382 juta orang berumur 40–59 tahun dan diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk hubungan pengetahuan tentang diet dengan kepatuhan dalam pelaksanaan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II. Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai 0.733 pada pengetahuan dan 0.895 pada kepatuhan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan analisis statistik menggunakan chi kuadrat. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai dukungan keluarganya mendukung sebagian besar responden Patuh dalam melakukan Pengobatan. Dan uji bivariate menunjukkan Ada hubungan dengan nilai p-value 0,029. Kesimpulan, terdapat hubungan pengetahuan tentang diet dengan kepatuhan dalam pelaksanaan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II. Hasil penelitian dapat menjadi bahan menjadi bahan masukan bagi Puskesmas agar dapat meningkatkan program pengendalian dan diet Diabetes Melitus TIpe II seperti petugas Kesehatan yang harus sering berkunjung ke rumah penderita Diabetes Melitus untuk memberikan penyuluhan akan pentingnya pelaksanaan diet Diabetes Melitus Tipe II. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Kepatuhan, Pengetahuan
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI 5 JARI TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD R. SYAMSUDIN S.H KOTA SUKABUMI Denden Saepul Pajar
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus disebut silent killer karena hampir sepertiga orang dengan diabetes tidak mengetahui mereka menderita diabetes melitus, sampai penyakit tersebut berkembang menjadi penyakit serius yang berdampak pada organ atau sistem tubuh lainnya sehingga mengakibatkan komplikasi. Pengelolaan diabetes melitus secara nonfarmakologis salah satunya adalah dengan teknik relaksasi 5 jari. Tujuan penelitian adalah mengetahui adakah pengaruh teknik relaksasi 5 jari terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan model nonequivalent control group design. Sampel sebanyak 34 orang, 17 orang kelompok intervensi dan 17 orang kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil penelitian terdapat perbedaan kadar gula darah pre-test dan post-test dimana nilai p-value uji wilcoxon pada kelompok intervensi sebesar 0,028 dan kelompok kontrol sebesar 0,007. Terdapat perbedaan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang ditunjukkan nilai p-value dengan uji mann-whitney pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebesar 0,049. Kesimpulan terdapat pengaruh teknik relaksasi 5 jari terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD R. Syamsudin, S. H. Saran teknik relaksasi 5 jari ini dapat dipertimbangankan oleh RSUD R. Syamsudin, S. H. untuk menjadikan terapi nonfarmakologi pada pasien DM. Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Teknik Relaksasi 5 Jari
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PREOPERASI DI RUANG OK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PELABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI Hamdani
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - OKTOBER 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan operasi mencapai angka peningkatan dari tahun ke tahun. Pembedahan dapat menimbulkan respon kecemasan. Kecemasan pasien yang akan menjalani operasi dipengaruhi faktor pengetahuan, pengalaman operasi dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Ruang OK Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 115 responden dengan sampel sebanyak 89 responden dengan menggunakan Accidental Sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden tidak memiliki pengalaman operasi sebanyak 81 orang (91,0%), mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 61 orang (68,5%), memiliki pengetahuan baik sebanyak 69 orang (77,5%), dan mengalami kecemasan ringan sebanyak 66 orang (74,2%). Terdapat hubungan pengalaman operasi (p-value 0,036), dukungan keluarga (p-value 0,000), dan pengatahuan (p-value 0,038) dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Kesimpulan ada hubungan pengalaman operasi, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Diharapkan perawat RSUD Palabuhanratu dapat memberikan asuhan keperawatan perioperative meliputi pendidikan kesehatan, pemberian caring dengan turut melibatkan keluarga. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kecemasan, Pengalaman Operasi, Pengetahuan.