cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025)" : 7 Documents clear
Pendampingan guru-guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dalam mengasah keterampilan public speaking Yundayani, Audi; Hasani, Ihsan; Chan, Apri Satriawan; Dewantara, Andi Taufan Bayu; Sasmita, Nafisah Manda; Wibowo, Alya Hadistya; Halfa, Aisyah Amirah
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.224

Abstract

Penguasaan keterampilan public speaking menjadi poin penting dalam mendukung peran guru-guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) dalam proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan verbal tetapi juga mengasah kemampuan non-verbal. Tahap analisis kebutuhan menujukkan bahwa masih ada guru-guru PJOK yang terkendala dalam penguasaan keterampilan public speaking. Mereka tidak percaya diri, kesulitan mengatur waktu berbicara, dan mengelola bahasa tubuh yang tepat. Mereka juga masih kurang memahami bagaimana menarik perhatian audience dan beradapatasi dalam berbagai situasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan guru-guru PJOK dalam mengasah keterampilan public speaking mereka. Metode kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan melakukan analisis kebutuhan, membuat rencana kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap pelaksanaan, peserta diminta untuk mengisi angket di awal dan di akhir kegiatan. Pemaparan materi diberikan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan praktik oleh perwakilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari peserta yang diketahui melalui pengisian angket, termasuk kesan, dan pesan sebagai tanggapan dari pertanyaan terbuka. Unjuk kerja yang dilakukan perwakilan peserta juga menggambarkan kemampuan public speaking dan pemahaman peserta yang semakin baik. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu stimulus yang baik dalam pengembangan kompetensi guru-guru PJOK yang berkelanjutan dan berdaya. Mastery of public speaking skills is essential for supporting the functions of physical education, sports, and health (PE) teachers, with a focus on refining non-verbal abilities and developing verbal skills. It was discovered that certain PE teachers continue to encounter difficulties in developing their public speaking skills. They tend to struggle with managing their speaking time effectively, using proper body language, and maintaining confidence. They also do not know how to adapt to the moment and keep the audience engaged. This community service initiative is designed to help PE teachers enhance their public speaking skills through conducting a needs analysis, formulating an activity plan, implementing the plan, and evaluating the outcomes. The participants were asked to submit a questionnaire at the beginning and end of the activity during the implementation phase. The presentation of the material was followed by a question-and-answer session and practice sessions led by group representatives. Participants responded positively to the activity, as evidenced by their questionnaire responses. The public speaking skills and comprehension of the participants’ representatives were also observed to have improved during their performances. This service activity effectively stimulates the ongoing development of competent and empowered PE teachers.
Pemanfaatan teknologi informasi pendeteksi penyakit Tuberkulosis dalam upaya meningkatkan pengetahuan petugas medis Suryadi, Agung; Widyaningrum, Linda
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.244

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan sebuah penyakit menular yang di karenakan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Sumber penularan penyakit pada pasien tuberkulosis positif yaitu melalui percikan ludah atau dahak yang dikeluarkannya. Pada saat ini pelayanan kesehatan banyak yang masih dilakukan secara konvensional dalam penangan kasus tuberkulosis. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kemampuan petugas medis terhadap teknologi informasi yang dapat diguanakan dalam melayani pasien. Keterbatasan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penyebab belum optimalnya penggunaan teknologi informasi khususnya dibidang kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kualitas pelayanan terhadap pasien dapat berjalan secara optimal. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan petugas medis dalam pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pasien. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi dan pendampingan terhadap petugas medis. Hasil dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan petugas medis tentang pentingya pemanfaatan teknologi yang digunakan untuk pelayanan pasien, serta penambahahan pengetahuan tentang pentingnya digitalisasi data kesehatan. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Transmission of the disease to tuberculosis-positive patients occurs through droplets of saliva or phlegm. Currently, many healthcare services are still carried out conventionally in handling tuberculosis cases. This is due to a lack of knowledge and skills among medical personnel regarding information technology that can be used in patient care. This limitation is considered to be one of the factors causing the suboptimal use of information technology, especially in the health sector. This activity is expected to improve the quality of patient care. The goal of this community service is to improve medical personnel's knowledge of the use of technology in patient care. The methods used in this activity include outreach and mentoring for medical personnel. The results of this activity include increased medical personnel's knowledge about the importance of utilizing technology for patient care, as well as increasing their knowledge about the importance of digitizing health data.
Edukasi alat kontrasepsi untuk menurunkan unmet need pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Sembungharjo Kota Semarang Aisyaroh, Noveri; Susiloningtyas, Is; Artistya, Balqis Mega; Ningrum, Fatya Angesti; ‘Aisy, Ghina Rihadatul; Safitri, Nur; Ratna, Ratna
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.263

Abstract

Keluarga berencana adalah suatu pendekatan untuk mengatur jumlah kelahiran anak, jarak antar kelahiran, dan usia optimal saat melahirkan, serta perencanaan kehamilan. Upaya ini dilakukan melalui edukasi, perlindungan, dan dukungan yang berlandaskan pada hak-hak reproduksi, guna menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas. Angka unmeet need di Provinsi Jawa Tengah (2024) berkisar 5,70% yang berarti kondisi Wanita Usia Subur (WUS) dan Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki keinginan ingin menjarangkan atau menghentikan kehamilan, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi atau tidak ber-KB. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat terhadap program KB, menggunakan alat kontrasepsi yang tepat sehingga terbentuk keluarga sehat dan sejahtera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi tentang alat kontrasepsi menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta pemberian kuesioner pretest postetst untuk evaluasi kegiatan. Populasi wanita usia subur pada ibu-ibu PKK di Kelurahan Sembungharjo RT 5 RW 6 sebanyak 22 WUS. Sebagian besar WUS berusia lebih dari 35 tahun 86,36%, multigravida 68,18%, tingkat pendidikan SMU 45,45% dan tidak menggunakan alat kontrasepsi 63,64%. Pengetahuan WUS tentang alat kontrasepsi meningkat sebelum diberi edukasi sebagain besar cukup (52,2%) dan mempunyai sikap positif. Terdapat adanya perbedaan yang signifikan nilai pre-test dan post-test dengan p-value < 0,001. Wanita Usia Subur (WUS) menunjukkan pengetahuan yang cukup dan sikap positif terhadap program keluarga berencana. Intervensi edukatif melalui leaflet, ceramah, dan sesi tanya jawab terbukti efektif meningkatkan pemahaman mereka. Upaya berkelanjutan dari pusat kesehatan dan pemangku kepentingan dengan menggunakan media serupa disarankan untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah kehamilan berisiko tinggi. Family planning is an approach to regulating the number of children born, the spacing between births, and the optimal age for childbirth, as well as pregnancy planning. These efforts are carried out through education, protection, and support based on reproductive rights, in order to create healthy and high-quality families. The unmet need rate in Central Java Province (2024) is around 5.70%, which means that women of childbearing age (WUS) and couples of childbearing age (PUS) want to space out or stop pregnancies but do not use contraception or family planning. The objective of this activity is to increase public awareness and involvement in family planning programs, using appropriate contraceptives to create healthy and prosperous families. This community service activity provides education on contraceptives using lectures and question and answer sessions, as well as pretest and posttest questionnaires to evaluate the activity. The population consisted of 22 WUS of childbearing age who were PKK members in Sembungharjo Village, RT 5 RW 6. Most WUS were over 35 years old (86.36%), multigravida (68.18%), had a high school education (45.45%), and did not use contraception (63.64%). The WUS's knowledge of contraceptives increased before being given education, with most having sufficient knowledge (52.2%) and a positive attitude. There was a significant difference between the pre-test and post-test scores with a p-value < 0.001. Women of childbearing age showed sufficient knowledge and a positive attitude towards family planning programs. Educational interventions through leaflets, lectures, and question-and-answer sessions proved effective in increasing their understanding. Continuous efforts by health centers and stakeholders using similar media are recommended to raise awareness and prevent high-risk pregnancies.
Penguatan Birrul Walidain & Fiqh Wanita terhadap siswa TPQ dan Madrasah Diniyah Nurul Ulum di Desa Karangroto Zulaikhah, Siti Thomas; Hariyanto, Ropik; Raharja, Mediana Emilia; Erinda, Adysa; Noorrahman, Handy Triya; Isaroh, Nila Latifatul; Ardiansyah, Ferdi; Faiqoh, Elok; Prissanty, Anne Aninditha; Putra, Alexander Vito Dharma
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.273

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya program kerja pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang birrul walidain dan fiqh wanita kepada masyarakat Karangroto sehingga mereka terutama kalangan anak-anak maupun remaja dapat menjadi umat Islam yang senantiasa bertakwa dan berakhlak mulia. Metode pelaksanaan program ini adalah dengan melakukan pendampingan TPQ (Taman Pendidikan Quran) dan Madrasah Diniyah, bimbingan belajar untuk anak-anak tingkat SD (Sekolah Dasar), serta penyuluhan mengenai Fiqh Wanita yang dilaksanakan di Desa Karangroto. Kegiatan pendampingan TPQ dan Madrasah Diniyah dilaksanakan di TPQ dan Madrasah Diniyah Nurul Ulum, kemudian kegiatan penyuluhan fiqh wanita juga dilaksanakan di TPQ dan Madrasah Diniyah Nurul Ulum yang dihadiri oleh para siswa dari berbagai kelas di TPQ dan Madrasah Diniyah Nurul Ulum Desa Karangroto. Strategi pendampingan yang digunakan yaitu penyampaian materi yang menarik, atraktif dan menyenangkan. The purpose of this community service work program is to increase a deeper understanding of birrul walidain and women's fiqh to the Karangroto community so that they, especially children and teenagers, can become Muslims who are always pious and have noble morals. The method of implementing this program is by providing mentoring to TPQ (Quran Education Park) and Madrasah Diniyah, tutoring for elementary school children, and counseling on Women's Fiqh carried out in Karangroto Village. TPQ and Madrasah Diniyah mentoring activities were carried out at TPQ and Madrasah Diniyah Nurul Ulum, then women's fiqh counseling activities were also carried out at TPQ and Madrasah Diniyah Nurul Ulum which were attended by students from various classes at TPQ and Madrasah Diniyah Nurul Ulum Karangroto Village. The mentoring strategy used was delivering interesting, attractive and fun material.
Peningkatan kapasitas (Capacity Building) masyarakat terhadap daya dukung lahan permukiman di Kecamatan Bawen Putra Muttaqien, Abied Rizky; Legowo, Aryo
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.202

Abstract

Bawen merupakan kecamatan yang berada di jantung administratif Kabupaten Semarang. Wilayah ini terdapat cukup banyak industri yang menyebar merata dan berpotensi meningkatkan kebutuhan ruang untuk permukiman di masa yang akan datang. Jika tidak dikendalikan kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan permasalahan degradasi lingkungan. Pemerintah kecamatan selaku pihak yang berada di ujung tombak pemanfaatan ruang, harus dibekali pemahaman tentang konsepsi ideal tata ruang mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan serta pengendalian ruang. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas (capacity building) masyarakat terhadap daya dukung lahan permukiman di Kecamatan Bawen sebagai bentuk ikhtiar bersama agar kesesuaian pemanfaatan ruang dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam bentuk peningkatan kapasitas tentang pemanfaatan ruang melalui kegiatan bersama dalam bentuk capacity building berdasarkan hasil analisis spasial tentang daya dukung lahan di Kecamatan Bawen. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum dimulai dari inventarisir isu strategis kewilayahan, identifikasi karakteristik fisik dasar sehingga dihasilkan peta daya dukung lahan Kecamatan Bawen. Hasil analisis spasial disajikan dalam bentuk infografis yang sangat informatif. Selanjutnya akan dilakukan capacity building bersama masyarakat serta perangkat yang membidangi permasalahan tersebut dibawah koordinasi Pemerintah Kecamatan Bawen. Hasil akhir dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditandai dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lahan permukiman secara berkelanjutan di kawasan industri. Bawen is a sub-district located in the administrative heart of Semarang Regency. This area has quite a lot of industries that are spread evenly and have the potential to increase the need for space for settlements in the future. If not controlled, these conditions are feared to have the potential to cause environmental degradation problems. The sub-district government as the party at the spearhead of space utilization, must be equipped with an understanding of the ideal conception of spatial planning starting from planning, implementation, utilization and control of space. Based on this background, the purpose of this community service activity is to increase the capacity building of the community to the carrying capacity of residential land in Bawen District as a form of joint effort so that the suitability of space use can be achieved. The method used in this community service activity is in the form of capacity building on space utilization through joint activities in the form of capacity building based on the results of spatial analysis of land carrying capacity in Bawen District. The stages of this community service activity generally start from an inventory of regional strategic issues, identification of basic physical characteristics so that a map of the land carrying capacity of Bawen District is produced. The results of the spatial analysis will be presented in the form of a very informative infographic. Furthermore, capacity building will be carried out with the community and the apparatus in charge of these problems under the coordination of the Bawen District Government. The final result of this series of community service activities is marked by an increase in public understanding of the importance of sustainable management of residential land in industrial areas.
Sosialisasi revitalisasi lingkungan: Memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos Adnjani, Made Dwi; Maulana, Ivan Kenji; Rahman, Alya Davina; Chana, Sahara Agnia; Wicaksono, Suryo Agung; Sungkar, Ratna Lutfiyah; Syafira, Putri Jagat; Nugroho, Filah Akbar; Anjani, Arini Sabila; Shirotullah, Muhammad; Pratama, Bagas Aditya
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.276

Abstract

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan bagi masyarakat luas, maka pemanfaatan limbah rumah tangga organik menjadi penting untuk warga RW 5, kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan. Sebagian besar masyarakat menganggap limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat dan menjadi sampah sehingga seringkali diabaikan dan bahkan dianggap sebagai sumber masalah. Padahal sesungguhnya limbah rumah tangga terutama organic memiliki potensi yang besar untuk diproses menjadi pupuk kompos organik yang sangat berharga dan bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu penulisan artikel ini bertujuan untuk menggambarkan mengenai sosialiasi kepada warga masyarakat RW 5, Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan yang dilakukan oleh tim KKN Tmeatik kelompok 45 Unissula mengenai metode pengolahan pupuk kompos yang efektif dan efisien, dan juga sosialiasi dampak positif dari penggunaan pupuk kompos bagi kualitas tanah di wilayah RW 5 Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Dengan metode pendekatan yang partisipatif, peran masyarakat di wilayah tersebut dilibatkan dalam proses pengolahan mulai dari pengumpulan limbah organik berupa sampah dapur rumah tangga hingga pembuatan pupuk kompos itu sendiri. Dengan teknik pengomposan yang sesuai, limbah organik dapat diubah menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi bagi kesuburan tanah nantinya. Manfaat lainnya yakni dapat memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat melalui pupuk alami yang pastinya lebih ramah lingkungan. Sosialiasi dan pelaksanaan pengolahan pupuk kompos ini memiliki dampak positif bagi meningkatnya kesadaran massyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan menjaga lingkungan dimulai dari lingkungan rumah tangga sendiri. Melalui pelatihan dan sosialisasi yang telah diadakan, warga RW 5 Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang menjadi lebih paham akan manfaat menjaga kelestarian lingkungan lewar pembuatan pupuk kompos dan bersinergi untuk menerapkan prinsip-prinsip penanaman berkelanjutan. Penelitian inidiharapkan dapat menjadi contoh untuk RW yang lain di lingkungan Kelurahan Tlogomulyo dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih produktif serta ramah lingkungan, dan turut serta pada upaya revitalisasi lingkungan di sekitar kita agar dapat memberikan warisan berupa tanah yang subur dan kaya bagi penerus bangsa. As an effort to increase environmental awareness and sustainability for the wider community, the utilization of organic household waste is important for residents of RW 5, Tlogomulyo Village, Pedurungan District. Most people consider household waste as something that is useless and becomes garbage so that it is often ignored and even considered a source of problems. In fact, household waste, especially organic, has great potential to be processed into organic compost fertilizer which is very valuable and beneficial for life. Therefore, this article aims to describe the socialization to residents of RW 5, Tlogomulyo Village, Pedurungan District, which was carried out by the Thematic KKN team group 45 Unissula regarding effective and efficient compost fertilizer processing methods, and also socialization of the positive impacts of using compost fertilizer for soil quality in the RW 5 area of ​​Tlogomulyo Village, Pedurungan District, Semarang City. With a participatory approach method, the role of the community in the area is involved in the processing process starting from collecting organic waste in the form of household kitchen waste to making the compost fertilizer itself. With the right composting technique, organic waste can be converted into high-quality compost for future soil fertility. Other benefits include improving soil structure and supporting healthier plant growth through natural fertilizers that are certainly more environmentally friendly. The socialization and implementation of compost processing have a positive impact on increasing public awareness of the importance of waste management and protecting the environment starting from the household environment itself. Through the training and socialization that have been held, residents of RW 5, Tlogomulyo Village, Pedurungan District, Semarang City have become more aware of the benefits of preserving the environment through making compost and synergizing to apply the principles of sustainable planting. This research is expected to be an example for other RWs in the Tlogomulyo Village environment in managing household waste more productively and environmentally friendly, and participating in efforts to revitalize the environment around us so that we can provide a legacy in the form of fertile and rich soil for the nation's successors.
Membangun kesadaran hukum digital: Edukasi undang-undang informasi dan transaksi elektronik Martina, Dannia Ayu; Irawan, Hikmal Abrar; Sugiarto, Krisna Aryaputra; Almafitri, De Nova; Cavalera, M. Marshall Priska; Fajria, Nilam Cahya; Eswaran, Gouldy Johana Aulis Makitalo; Maulidya, Anggraeni Jelita; Zuhaila, Wardah; Amalia, Sela Nur; Adzkiya, Azka
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i3.176

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 19 UNISSULA tahun 2025 mengangkat tema "Kesadaran Hukum yang Penting bagi Masyarakat dalam Memahami UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)" yang dilaksanakan di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum masyarakat mengenai penggunaan teknologi informasi secara bertanggung jawab serta mencegah kemungkinan pelanggaran hukum di dunia maya. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar hukum UU ITE, perubahan-perubahan yang telah terjadi, serta tindakan yang dilarang dalam UU ITE, seperti penyebaran konten ilegal, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian. Selain itu, program ini juga membahas manfaat dan dampak penerapan UU ITE bagi masyarakat, termasuk perlindungan hukum dalam transaksi elektronik dan tantangan yang dihadapi dalam penegakan hukum akibat multitafsir pasal- pasal yang ada. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarkan literasi digital dan kesadaran hukum kepada masyarakat, sehingga tercipta ruang digital yang aman dan bertanggung jawab. The 19th Thematic Community Service Program (KKN) of UNISSULA in 2025 carried the theme "The Importance of Legal Awareness for the Community in Understanding the Law on Information and Electronic Transactions (UU ITE)" and was conducted in Bangetayu Wetan Village, Genuk District, Semarang City. This program aimed to enhance the community's legal understanding of responsible use of information technology and to prevent potential legal violations in cyberspace. The delivered materials included an introduction to the legal basis of UU ITE, the amendments that have been made, as well as prohibited actions under UU ITE, such as the dissemination of illegal content, defamation, and hate speech. Additionally, the program discussed the benefits and impacts of implementing UU ITE for the community, including legal protection in electronic transactions and the challenges faced in law enforcement due to the ambiguous interpretation of certain articles. Through this activity, students are expected to act as agents of change in spreading digital literacy and legal awareness to the community, thereby creating a safe and responsible digital environment.

Page 1 of 1 | Total Record : 7